THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 258



" Wow! ganteng banget kak!" Ucap Abiyasa tersenyum.


" Udah ayo kita berangkat, ntar aja kagumnya, karena kalau dihapus make up nya wajahnya kembali lagi kaya Niko yang sudah duda, hehehehe..." Ucapnya seraya berjalan sembari merangkul Abiyasa menuju kearah Mobilnya tersebut, beberapa saat mereka meninggalkan tempat yang sudah mempermak wajah kak Niko.


Terdengar suara gawai Abiyasa berbunyi tanda Sharelok dari Morgan sudah masuk, kemudian Abiyasa melajukan kuda besinya itu menuju arah dimana Morgan dan yang lainnya sudah berada.


Tidak memakan waktu lama mobil yang di bawa Abiyasa sampai tidak jauh dari tempat target.


Abiyasa dan Kak Niko keluar dari mobil, semua terkejut karena Abiyasa membawa opa korea.


" Biy, dapat dari mana korea tersesat ini hehehe..." Ucap Arvin.


Morgan, Abiyasa dan kak Niko hanya tersenyum saja.


" Bagaiman sekarang?" Tanya Abiyasa.


" Tempat ini adalah tempat dimana keadaan aman dan tidak terlihat dari mereka dan tidak juga dicurigai mereka yang ada disana, dan dari sini lah nanti mereka menggunakan mobil anak buah ku menuju masuk halaman rumah target,dan mereka berdua tidak menggunakan apa pun tapi hanya kak Niko yang mempunyai mic suara agar kita disini bisa mendengar percakapan mereka, pastinya mereka akan menggeledah badannya kedua penguntit ini, berhubung ada campur tangan kak Niko, jadi harapan kita ada di kak Niko." Ucap Morgan.


" Oke! Tenang aja, kakak akan memainkan peran kakak..." Ucapnya.


Kemudian salah satu anak buah Morgan memberikan kunci mobil dimana mereka berdua sang penguntit tersebut sudah berada didalam mobil tersebut, kemudian Kak Niko pun langsung masuk dan melajukan mobil tersebut dan memasuki pekarangan rumah target utamanya.


Mereka bertiga turun dan rumah itu terlihat sepi, mereka bertiga melangkah menuju pintu utama rumah tersebut dan mengetuk pintunya.


Kemudian pintu pun terbuka seseorang yang ada didalam pun terkejut dan langsung menarik ketiga orang yang ada dihadapannya itu untuk masuk kedalam dan menoleh kekiri dan kanan serta depan rumah tersebut lalu langsung menutup pintunya.


" Mamat!, Ogah! Dari mana aja kalian hah! Jangan bilang kalian melarikan diri dari kantor polisi, karena aku dengar kalian tertangkap! Dan ini siapa lagi yang kalian bawa hah! Berani sekali kalian membawa orang yang tidak dikenal!" Ucap orang tersebut, terdengar jelas ditelinga Morgan percakapan mereka karena alat yang dipakai Morgan tersebut buatan luar negeri pemberian sang papah, dan bisa terdengar walaupun jaraknya sangat jauh.


" Kak Niko berhasil masuk kedalam rumah itu." Ucap Morgan.


" Siapa yang masuk penjara! Awalnya iya kami berhasil ditangkap oleh beberapa anggota tapi karena orang inilah akhirnya kami bisa terlepas dari mereka, dan selama dua hari ini kami berada di rumahnya untuk menenangkan diri." Terang Mamat dan dianggukkan si Ogah.


" Ini adalah Pak Naruto.!"


" Kampret!! aku dipanggilnya Naruto, enak betul ya mengganti namaku, coba yang enak apa namanya, jimin kek,atau yang lagi tren saat ini opa-opa korea gitu, ini Naruto,aku kibas juga ntar dengan ajian ku rawa rontek, baru tahu rasa." Gumam batin Kak Niko kesel,dan Morgan pun tertawa lepas.


" Ada apa Mor? Kenapa kamu tertawa.?" Tanya mereka berdua.


" Kak Niko dipanggil kedua penguntit itu pak Naruto." Ucap Morgan.


Mereka pun tertawa lepas.


" Lagian kita lupa membuat nama samaran buat kak Niko." Sambung Arvin tersenyum.


" Oh...iya, saya yang mengatakan mereka adalah pesuruh saya dihadapan para anggota itu, dan saya juga mengatakan mereka berdua sedang mencari saya,karena mereka baru datang dari dunia lain." Ucap Kak Niko seraya melirik kearah dua penguntit tersebut.


" Hah?! Dunia lain?" Ucap orang tersebut seraya menatap kearah kak Niko.


" Oh...maksud saya dari kota lain, makanya pihak polisi membebaskan mereka." Ucap kak Niko tersenyum.


" Silahkan duduk, pak Naruto, saya panggilkan Bos saya dan pak Adipati." Ucapnya berjalan meninggalkan mereka bertiga.


" Kenapa wajahnya seperti itu,kayanya habis kena pukulan maut seseorang." Ucapnya dalam batinnya.


Kemudian datang dua orang dari arah dalam, dan memperhatikan ketiga orang tersebut,orang yang bernama Adipati tersebut pun mendekati si Mamat dan Si Ogah.


Dia pun memeriksa sekujur tubuh keduanya dan menatap mereka berdua.


" Kamu bodoh! Hampir saja kamu jadi penghuni sel tahanan! Dan gara-gara kalian yang kabarnya tertangkap polisi membuat kami gelabakkan dan penuh kekhawatiran tahu tidak!"


" Memangnya kenapa pak bos!"


" Pakai nanya lagi, kalian tahu tidak polisi yang bernama Morgan dan Arvin yang terkenal garang dalam menyelesaikan masalah itu pasti akan menagkap kami juga! Tapi keberuntungan berpihak pada kita,kamu diselamatkan oleh pak Naruto ini, terimakasih banyak pak!" Ucapnya seraya menjabat tangan kak Niko.


" Oh iya sama-sama." Ucap kak Niko seraya membalas jabatan tangan Adipati.


Kemudian Bos utama mereka tersebutpun langsung duduk disofa yang ada dirumah tersebut didepan Kak Niko.


" Arvin itu ternyata keponakan si Andre itu, anak dari pensiunan polisi, memang handal ayahnya tersebut, itu adalah cerita dari ibuku." Ucapnya dan Morgan pun mendengar semuanya,dan langsung menatap kearah Arvin.


" Vin mereka mengenali Om Candra dan mertuaku." Ucap Morgan.


" Apa? Mereka mengenali papah?" Ucap Abiyasa.


" Iya Biy, kita dengarkan lagi."


" Baiklah aku akan membantu kalian untuk mbalaskan dendam pada keluarga si Andre itu." Ucap kak Niko.


" Astaghfirullahaladzim, maafkan Niko Om Andre karena sudah menyebut nama Om secara gamlang." Ucap batinnya.


" Kenapa Anda langsung berbicara seperti itu, kaya tahu aja masalah kami dengan keluarga Andre itu!" Ucapnya.


Bos utama penguntit itu pun menatap lekat kearah kak Niko.


" Sepertinya aku tidak asing dengan kamu ini, sepertiny aku mengenali kamu." Ucapnya lagi.


" Hahahaha...ya iyalah bos mengenali aku, kan baru kenalan, oh ya nama pak Bos siapa?"


" Oh...iya juga ya,hehehe, nama aku Handoyo." Ucapnya.


Kak Niko terkejut, saat dia menyebutkan namanya.


" Handoyo? Sepertinya aku tahu nama itu, seperti nama paman Doyo yang ada di semarang, tapi apa ini anaknya? Masa iya sih ini anaknya kok namanya nama orang tuanya, tapi kan paman Doyo sudah meninggal,apa mungkin dia bangkit dari kubur? Ah! Nggak mungkin." Batin kak Niko


Kemudian datang lagi salah satu orang dari arah dalam.


Kak Niko tambah terkejut melihat siapa yang datang itu,ternyata tukang kebun rumah papah Andre, namun dia berusaha menyembunyikan rasa terkejutnya itu dengan mengukir senyum diwajahnya.


Tukang kebun itupun langsung menatap lekat kearah kak Niko.


" Ada hubungan apa dia dengan orang-orang disini, mencurigakan, jangan-jangan dialah dalang dari penyusup dimalam itu dirumah om Andre,dan laki-laki itu yang kena pukulan Clarissa, pantesan saja saat kejadian dia tidak ada dan saat itu dia minta libur ijin pulang kampung, rupanya disini kampungnya." Ucap Batin Kak Niko.


" Orang yang ada dihadapan ku ini sepertinya tidak asing bagi ku." Ucapnya.


Kak Niko dengan anggukkan dia memberikan senyuman pada tukang kebun tersebut.


" Biy apakah kamu kenal dengan Handoyo?" Tanya Morgan.


" Handoyo?kayanya ada deh,waktu itu papah pernah bercerita dengan mamah katanya paman Handoyo meninggal dunia, itu sih paman aku Mor, sudah meninggal kok bisa hidup lagi sih,masa iya." Ucapnya heran dan penuh tanda tanya besar di kepalanya.


" Mungkin namanya sama kali." Ucap Arvin.


" Bisa jadi ". Ucap Morgan kemudian fokus kembali mendengar pembicaraan mereka.


" Baiklah pak Handoyo, lebih cepat lebih baik, kita sama-sama memiliki kekesalan dengan keluarga Andre." Ucapnya.


Mereka menatap kearah kak Niko.


" Kalian pasti bertanya-tanya kekesalan apa yang aku alami dengan keluarga itu, tapi itu tidak penting yang terpenting sekarang kita membasmi mereka, baiklah sekarang aku akan panggilkan anak buah ku biar kita bisa menyusun rencana selanjutnya, bagaimana.?" Tanya Kak Niko.


" Baiklah" ucapnya tanpa berpikir panjang lagi.


" Dasar Bodoh!! Pantasan aja takut dengan Morgan dan Arvin, karena terlalu bego! Mau melawan keluarga om Andre, eh! Malah begitu saja percaya dengan orang lain, hadeh....!!" Ucap bantinnya lagi.


" Sebentar aku hubungi anak buahku." Ucapnya langsung mengambil gawainya dan pura-pura memanggil.


" Hey!! Anak-Anak negara api siap menyerang!" Ucapnya.


Morgan yang mendengar intruksi tersebut langsung bersiap dan hari juga mulai terlihat gelap,karena mereka memakai kendaraan biasa bukan kendaraan dinas jadi memudahkan mereka masuk kehalaman rumah target.


Terlihat beberapa mobil memasuki halaman rumah tersebut, untungnya tidak ada salah satu mobil yang dikenali si tukang kebun, karena mobil Abiyasa ditinggal ditempat pengintaian karena takut terlihat dan dikenali mereka karena dari pembicaraan mereka tadi mereka sangat mengenali papah Andre.


" Itu anak buah ku, mereka selalu standby dimanapun dan kapan pun selalu siap siaga, didalam mobil itu, ada penembak jitu, jago silat, ada juga jago kumpu panda dan kebal dengan berbagai senjata,tinggal perintah saja mereka akan turun dari mobil dan membasmi kutu-kutu kurap ini." Ucapnya tersenyum simpul.


" Ini? Maksudnya kami?" Ucap tukang kebun tersebut.


" Bukan! Maksudku keluarga itu."


" Oh...gitu, ya udah kalau gitu silahkan saja mereka masuk, tapi jangan sampai mencurigakan orang lain, siapa tahu ada anggota yang lewat." Ucap bos utamanya yang mengaku bernama Handoyo itu.


" Beres..!!"


Mereka tersenyum penuh kemenangan dan yakin akan menghancurkan keluarga Wibawa, dengan bantuan dari pak Naruto.


" Silahkan kalian keluar!" Ucap Kak Niko pura-pura berbicara melalui gawainya.


Karena hari yang sangat mendukung mulai gelap dan memang terlihat penerangan dirumah tersebut tidak ada dibagian halamannya dan teras rumahnya jadi memudahkan mereka masuk dengan cepat dan tidak terlalu dikenali oleh para target.


" Jangan bergerak!! Dan angkat tangan kalian semua!!" Ucap Morgan dan Arvin, para target terkejut,dan lebih terkejut lagi Abiyasa melihat target sangat dikenalnya tersebut.


Mereka tidak bisa berkutik lagi karena mereka tidak menggunakan apapun dan mereka juga tidak mencurigai kalau mereka yang datang itu adalah anggota kepolisian,kerena mereka tidak menggunakan seragam polisi tapi melainkan pakaian biasa-biasa saja.


Mereka pun dengan mudah dikalahkan sangat mudah sekali tanpa perlawanan.


" Bawa mereka kekantor polisi sekarang! Biar mereka menjelaskan semuanya dikantor!" Ucap Morgan dan Abiyasa tidak menyangka sama sekali dengan apa yang dilihatnya dengan orang-orang itu.


Merekapun digiring menuju kedalam mobil dan langsung mobil tersebut meninggalkan rumah kediaman para penguntit.


" Ayolah Biy kita kembali kekantor polisi dan nanti kamu akan tahu apa penyebabnya." Ajak Morgan.


Abiyasa hanya bisa mengangguk karena dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.