
Mobil Abiyasa memasuki halaman kantor Morgan dan dia pun memarkirkan mobilnya itu dengan rapi sesuai petunjuk plang yang ada, mereka berdua pun turun dari mobil karena mereka kekantor polisi tersebut tidak untuk melapor ataupun menjenguk tahanan karena mereka ingin bertemu dengan Morgan, walaupun Morgan adalah Adik iparnya dan Arvin adalah Adik sepupunya dan juga dia adalah pengusaha muda terkenal dia tetap taat aturan dikantor tersebut, sebagai tamu dia wajib lapor di pos penjagaan yang ada dikontor Morgan tersebut.
mereka mendekati pos penjagaan tersebut dan mereka disambut dengan ramah oleh beberapa orang anggota yang sedang bertugas itu, setelah berbicara dengan salah satu anggota tersebut dan mengatakan keinginanya kalau ingin bertemu dengan Morgan dan Arvin.
Salah satu anggota pun melangkah meninggalkan mereka seraya menyuruh mereka untuk menunggu sebentar selagi salah satu anggota tersebut mengatakan pada Morgan dan Arvin kalau sedang kedatangan tamu.
Dengan senang hati mereka berduapun menunggu dan duduk diruang tunggu pos penjagaan itu.
Beberapa saat kemudian anggota itupun datang dan mempersilahkan Abiyasa dan kak Niko untuk masuk keruangan Morgan, dengan arahan anggota tersebut mereka pun berjalan menuju kearah ruangan Morgan tapi sebelumnya mereka berdua mengucapkan terimakasih, walaupun sebenarnya Abiyasa sudah mengetahui ruangan Morgan tapi dia tetap menghargai anggota itu yang sudah membawa mereka menuju kearah ruangan Morgan, sesampainya diruangan Morgan dan kemudian anggota pun minta ijin pamit dan melanjutkan tugasnya kembali.
Abiyasa dan kak Niko menghentakkan tubuhnya disofa ruangan Morgan sembari tersenyum.
Morgan dan Arvin pun tersenyum dan membenarkan posisi duduknya.
" Kalian berdua jahat dengan ku, aku ini kan bagian dari kalian kenapa kalian sampai tidak memberitahu aku tentang ini semua." ucap Abiyasa memasang muka cemberutnya.
" Hehehe..bukan begitu Biy, tapi karena yang kita hadapi ini adalah dua kubu yang berbeda motif jadi aku membagi rencana." ucap Morgan.
" Tapi kamu tidak bilangkan dengan Clarissa?" tanya Arvin.
Abiyasa menggeleng...
" Syukurlah kalau kaya gitu, karena tadi sekilas aku liat Clarissa ditemani suaminya dikamar terlihat kurang enak badan" kata Arvin.
" Gimana nggak kurang enak badan, kan Clarissa baru aja ketahuan hamil muda." Ucap Abiyasa tersenyum.
" Hamil? Alhamdulillah, akhirnya kita akan punya dua keponakan Mor..." ujarnya seraya tersenyum bahagia.
" Iya Vin, Alhamdulillah..." sambung Morgan.
" Makanya pengganti wanita sakti kalian itu kakak,hilang satu personil group kalian tidak lengkap, hehehehe..." ucap kak Niko terkekeh.
Morgan dan Arvin menoleh dan baru menyadari kala kak Niko juga mengetahui semuanya itu.
" Kenapa? kaget ya? hehehe, sakali-kali lah kita membasmi kutu-kutu kurap yang berhamburan dengan peran serta Akak mu yang ganteng dan kece..."
" Kecebong! hahahaha." tawa Arvin mengembang...diikuti kedua sahabatnya, kak Niko hanya cengengesan saja sembari menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sembari terkekeh.
" Oke, nggak ada Risa, kak Niko pun jadi, ibaratnya nggak ada pisang kulitnya pun jadi." Ucap Morgan terkekeh.
" Kok kulitnya sih Mor,,,kakak kutuk nanti nih, cepat dapat momongan." Ucap kak Niko tertawa.
" Amin...kutuk aja kak, biar nanti setelah belah duren besoknya dinyatakan hamidun hahahahaha.." ucap Morgan dengan tawanya yang khas terdengar sangat renyah.
" Apa? belum belah duren? tenang aja khusus harinya nanti untuk kamu belah duren." Ucap kak Niko tertawa lepas, terdengar gelak tawa mereka diruangan tersebut.
" Oh ya jam berapa kira-kira beraksinya ini?"
" Rencananya agak sorean dikit karena aku harus melepaskan dua penguntit terebut, aku melibatkan dua penguntit itu untuk jadi umpan mereka berdua." ucap Morgan dianggukkan Arvin.
Morgan menarik nafasnya dengan pelan dan kemudian menceritakan semua rencananya pada Abiyasa dan Abiyasa mendengarkan sembari menganggukkan kepalanya dengan tanda memahami apa yang dikatakan Morgan dengan rencananya itu.
" Oke! aku setuju dengan rencanamu, aku penasaran dengan mereka kenapa sampai menguntit aku."
" Tapi Biy, apakah kamu kenal dengan yang bernama Adipati itu?" tanya Arvin.
" Sepertinya tidak, tapi aku mendengar nama itu kaya tak asing ditelingaku." ucapnya.
" Hmmmm...nantilah kita tahu siapa mereka setelah kita melihat dan bertemu langsung dengannya dan disitulah kita mengenalinya dan ada hubungan apa dengan kita dan kita juga nanti akan tahu apa motif mereka sampai menyuruh orang untuk menguntiti kamu." ucap Morgan dianggukkan Kak Niko.
" Apa mungkin mereka ada hubungannya dengan penyusup itu?" tanya Abiyasa.
" Sepertinya iya, karena aku punya perasaan yang mengatakan kalau penyusup itu juga suruhan dari mereka." ucap Morgan, dianggukkan Abiyasa dan yang lainnya.
Cukup lama sekali mereka menunggu waktu yang telah disepakati dan mereka juga cukup lama sudah berbicara diruangan Morgan.
Kemudian Uji datang dari arah luar dan membawa dua orang penguntit tersebut,dan memasuki ruangan Morgan, kedua penguntit itupun mengenali wajah Abiyasa mereka langsung bersimph dan memohon maaf Abiyasa, Abiyasa terkejut dengan gerakan reflek kedua penguntit tersebut dia pun langsung mengangkat kedua kakinya.
" Pak. maafkan kami, karena kami sudah bersalah dengan bapak." ucap salah satu dari mereka.
" Iya...iya, saya maafkan dan pertanggung jawabkanlah denfan perbuatan kalian itu "
" Iya pak, kami siap mempertanggung jawabkan perbuatan kami." ucapnya dianggukkan oleh Abiyasa.
" Oke! kalian sudah siap kan dengan yang sudah saya katakan tadi." ucap Morgan.
" Bisa tidak kakak tambahi rencananya." ucap Kak Niko.
" Bisa kak, apa tambahan rencananya.'
" Menurut aku kalau mereka kembali kerumah itu dengan keadaan yang rapi dan bersih seperti ini, kayaknya tidak mungkin dipercaya mereka karena mereka dua hari sudah tidak bertemu dengan bosnya dan pasti mereka curiga ini adalah permainan dari kalian, jadi biar kakak yang akan bersama dengan mereka bagaimana? kan mereka tidak mengenali kakak." ucap kak Roni memberikan saran.
" Oke! saran tambahan rencana diterima, tapi kak aku takutnya nantinya kakak dikenali mereka kalau seandainya target adalah yang berhubungan dengan keluarga Wibawa?" ucap Morgan lagi.
" Tenang aja, kakak akan mempermak sedikit wajah kakak, in sya Allah tidak akan dikenali, bahkan kalian juga tidak akan mengenali kakak, ya sudah kalau begitu kakak pergi sebentar, kalian duluan aja dan nanti kalau sudah sampai dilokasi kalian share lokasinya ya." ucap Niko kemudian berdiri melangkah keluar, namun tiba-tiba Abiyasa beranjak dari duduknya.
" Kak, tunggu." ucapnya.
" Mau kemana Biy?" tanya Morgan.
" Aku mau ikut kak Niko, Nggak enak kalau aku ikut langsung dengan kalian, karena aku kan orang luar bukan seorang anggota, kalau aku ikut ntar ketahuan dan dikira rencana kalian bocor lagi." ucap Abiyasa.
" Oke! nanti kalau sudah sampai sana aku share lokasinya.," Ucap Morgan.
Dianggukkan Abiyasa dan kemudian mereka berdua pun melangkah keluar dari ruangan Morgan dan melangkah menuju kearah parkiran mobilnya dan beberapa saat kemudian mereka sudah tidak terlihat lagi berada dikantor polisi tersebut, dan waktu sudah menunjukkan jam lima sore mereka pun langsung bergegas mempersiapkan beberapa orang anggota dan kemudian menuju kearah tempat lokasi yang disebutkan kedua penguntit tersebut.
Sesampainya di sebuah salon yang ada dikota mereka kak Niko merubah sedikit wajahnya dengan menggunakan alat make up dengan gerak cepat pegawai salon tersebut sudah mempermak wajak kak Niko berubah drastis dan Abiyasa pun tidak mengenali wajah sang kakak sepupunya itu, karena yang berdiri dihadapannya seperti wajah opa-opa korea yang lagi digandrungi para remaja masa kini...