
Keesokan harinya setelah menitipkan pasien atas nama Nico dengan dokter yang jaga pagi dan meminta dokter jaga itu untuk memeriksa kak Nico, dan di anggukkan dokter jaga tersebut dr ilham kemudian menghampiri mereka yang masih berada duduk diruangan kak Nico, kemudian mereka bersiap-siap untuk menemui Amelia terutama dr Ilham ingin bertemu dengan sang adik, saat mereka melangkah menuju kearah parkiran mobil mereka, mereka melihat dr Ilham berhenti sejenak...
Abiyasa, Morgan dan dr Roni hanya menatap dr Ilham dengan tatapan yang mengherankan.
Mereka hanya bertiga saja berada dirumah sakit, karena Arvin kembali lagi kekantor dan mengurus tentang kasus kecelakaan tersebut, dan Anindita terpaksa pulang karena dia tidak bisa ikut jaga malam.
" Kenapa Ilham? kok kamu berhenti disitu,lebih baik kita menemui Amelia dengan segera." ucap dr Roni, kemudian dr Ilham mendekati mereka.
" Apakah Amelia mau mengakui aku sebagai kakak kandungnya." ucap dr Ilham.
" Amelia dengan kerendahan hatinya akan tetap mengakui kamu sebagai saudara kandungnya, kalau dia tidak mengakui kamu buat apa dia mencari kamu selama ini,bukan saat ini saja dia ingin mencari tahu siapa saudara kandungnya, tapi karena dia baru saja mengetahuinya sekarang, jika dia taunya sudah sejak lama mungkin sekarang dia sudah menemukan kamu. Ayolah kita berangkat jangan ditunda lagi." ucap dr Roni sembari merangkul dr Ilham dan memasuki mobil Abiyasa yang sudah sedari tadi menunggu mereka berdua, kemudian mobil tersebut perlahan-lahan meninggalkan halaman parkir rumah sakit Wibawa.
Didalam mobil tidak ada suara sama sekali dan mereka hanya larut dalam lamunan mereka sendiri dan sampailah mereka dirumah keluarga papah Boby, dan terlihat mobil Clarissa dan mobil Ayah candra yang terparkir dihalaman rumah papah Boby, Abiyasa kemudian memarkirkan mobilnya disamping mobil Clarissa dan mereka pun turun dari mobil, lalu mereka pun melangkah menuju kearah pintu utama rumah tersebut.
" Assalammualaikum ..." sapa Abiyasa.
" Waalaikumsalam..." sahut papah Boby yang kebetulan duduk diruang tengah bersama dengn mereka semua.
Terlihat Abiyasa melangkah menuju kearah ruang tengah dimana mereka sedang berkumpul.
Mereka yang ada disitu terheran karena Abiyasa membawa dr Roni dan salah satu dokter rumah sakit Wibawa, tapi kemudian mereka pun tersenyum.
" Papah..." Ucap Abiyasa seraya menatap Papah Andre yang berada dirumah papah Boby.
" Bersama siapa papah kesini?" tanya Abiyasa seraya duduk di sofa.
" Papah tadi bersama dengan Om Candra, memang mau kesini aja tadi, lagi pula kata Anindita papah sudah tidak sangat menghawatirkan, makanya papah kesini, oh ya bagaimana keadaan Nico, papah tadi malam tidak sempat lagi kesana, rencananya mau kesana sekarang ini dari tempat Om Boby." ucap papah Andre dianggukkan oleh Abiyasa.
" Alhamdulillah pah keadaan kak Nico sudah mulai membaik,dan tadi subuh sudah membuka matanya sbentar dan terlihat tidur lagi." terang Abiyasa dianggukkan Morgan, dr Roni dan dr Ilham.
" Oh ya pah, dimana kak Amel?" tanya Morgan bertanya dengan mertuanya papah Andre.
" Ada didalam, eh...papah juga tidak tahu ada dimana, dimana Amelia Bob?" tanya papah Andre.
" Amelia ada didalam kamarnya lagi rebahan kayanya, ada apa Mor, kamu mencari Amelia..?" tanya papah Boby.
" Begini Om Boby ada yang ingin bertemu dengan kak Amelia.." jawab Morgan tersenyum,,,
" Siapa yang mau bertemu ?" tanya papah Boby.
" Oh ya Om ini dr Ilham dokter rumah sakit kita, sampai lupa Abiyasa memperkenalkannya dengn kalian." ucap Abiyasa tersenyum.
Dianggukkan mereka semua sembari tersenyum dan menyambut uluran tangan dr Ilham.
" Papah sudah tahu Biy,.." ucap papah Andre.
" Sama Om juga sudah tahu..." Sambung papah Boby terkeleh.
" Sama aku juga sudah tahu," sambung Abi Yosep.
" Sama aku juga..." Lanjut Ayah Candra.
" Hehehe...sudah tahu semua ternyata...." Ucap Abiyasa terkekeh.
" Abiyasa, Om dan Amelia tidak apa-apa, dan kalian semua jangan terlalu menghawatirkan kami, dan terimakasih untuk Abiyasa dan yang lainnya karena sudah mau membawakan dokter spesia buat Om, jangan terlalu repot Abiyasa..." ucap papah Boby sembari terkekeh...
" Hehehehe...iya om, kedatangan Biyas kesini bersama yang lainnya terutama dr Ilham bukan untuk memgecek keadaan om Boby." ucap Abiyasa sembari terkekeh.
" Haaahaaaa..." tawa Abi yosep lepas dan di ikuti dengan tawa Ayah candra dan papah Andre yeng hanya terkekeh sembari menutup mulutnya dengan punggung tangannya karena mendengar rasa pede papah Boby, papah Boby tersipu malu dia menutupi rasa pede yang salah dia penempatkannya.
" Hehehehehe....jadi kalian kesini pagi-pagi gini mau ngapain? mau sarapan bareng? tapi masakannya belum masak brooo..." ucap papah Boby terkekeh.
" Nggak Om, kami kesini ingin mengatakan kebenaran yang sudah kami temukan tadi malam." terang Abiyasa.
" Kebenaran? maksud kamu masalah Amelia?" tanya papah Boby.
Abiyasa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Mereka langsung terkejut dan langsung saja masing-masing membenarkan posisi duduknya dan memasang pendengarannya dengan sejelas-jelasnya.
" Ceritakan ada apa?" ucap papah Andre.
" Selama ini kita mencari saudara kak Amelia dimana-mana dan sampai kekota B ternyata orang yang kita cari itu berada tidak jauh dengan kita selama ini, dan sebelum kita mengenal kak Amelia saudara kandung kak Amelia sudah dekat dengan kita dan menjadi bagian rumah sakit Wibawa." ucap Abiyasa.
" Maksud kamu bagian dari rumah sakit Wibawa, siapa Biy?" tanya Ayah Candra.
" Dokter Ilham, adalah saudara kandung kak Amelia." sambung Morgan tersenyum dianggukkan Abiyasa dan dr Roni.
Papah Andre dan yang lainnya menatap kearah dr Ilham dan mamah Lala yang datang dari dapur pun terkejut, mendengar kalau dihadapannya itu adalah saudara kandung Amelia.
Dr Ilham langsung menceritakan semuanya pada mereka yang ada diruang tengah itu, mereka mendengarkan semua cerita dr Ilham tanpa terlewatkan sama sekali, sampai akhirnya cerita itupun selesai.
Terdengar helaan nafas dr Ilham hening! Diruangan tersebut tidak ada yang bersuara, antara senang, bahagia, dan sedih terukir jelas diwajah mereka semua.
" Ya Allah ternyata doa kami semua terkabul dan dengan cepat ditemukan dengan saudara kandung Amelia." ucapnya pelan sembari berbalik arah lagi kearah lantai atas dan menuju kamar Amelia.
Amelia yang sudah bangun dari tadi dan selesai mandi serta berpakaian dan langsung membukakan pintu untuk si pengetuk tersebut.
" Tante Lala..."
Mamah Lala tersenyum dan menatap kearah Amelia dan mengajaknya turun kebawah...
Amelia pun hanya mengikuti langkah sang Tante menuju kelantai bawah dimana mereka sudah berada berkumpul dilantai bawah, Amelia terkejut karena melihat sang kekasih berada diantara mereka tersebut dan lebih lagi dia merasa heran karena ada orang asing yang baru dilihatnya dua kali, saat dirumah sakit dan sekarang ada dihadapannya tersebut.
Dr Ilham menatap sang Adik dengan penuh kerinduan, sedangkan Amelia menatap dr Ilham tanpa kedip, ini kali kedua dia bertemu dengan dr ilham dan ada rasa yang aneh didirinya bukan karena rasa suka tapi rasa yang mengatakan kalau dia dan dr Ilham ada hubungan yang dia sendiripun tidak tahu itu hubungan apa.
Mereka memperhatikan Amelia dan dr Ilham, dan mereka berdua pun dikejutkan oleh suara papah Boby.
" Amelia duduk nak, biar kita bicara lebih tengang." ucap papa Boby.
Amelia mengangguk...
" Begini Mel, kita selama ini mencari saudara kandung kamu dan akhirnya Allah mendengar doa kita semua dan saudara kandung kamu sudah...." kalimat papah Boby di sanggah Amelia seraya memegang tangan papah Boby.
" Sudah ditemukan om, dimana sekarang saudara Amelia saat ini om, Amelia ingin bertemu dengannya, amelia sangat merindukannya dan ingin mengetahui siapa dia sebenarnya, walaupun dia tidak mengetahui Amelia dan walaupun juga nantinya dia tidak mau mengakui Amelia sebagai adiknya itu nggak apa-apa, yang terpenting Amelia mengetahui dia adalah saudara Amelia." ucapnya yang didengar langsung dr Ilham dia pun langsung menatap kearah Amelia yang duduk didepannya itu.
" Kakak juga merindukan kamu dek..." Ucap dr Ilham.
Amelia langsung terkejut dan menatap kearah dr Ilham yang bersuara itu.
Kemudian Amelia kembali menatap kearah papah Boby dan dianggukkan papah Boby sembari tersenyum.
Dr Ilham kemudian berdiri dan mendekati Amelia dan duduk disamping sang Adik langsung saja dr Ilham memeluk Adiknya itu dan tumpahlah air mata Amelia begitu juga dr Ilham tak kuasa menahan air matanya karena sudah bertahun lamanya dia tidak bertemu dengan Adik kandungnya itu dan disaat dipertemukan sudah dewasa dan sudah mau membina rumah tangga.
Rasa bahagia diruangan tersebut tak bisa dilukiskan karena rasa itu terlukis dengan sendirinya dan orang-orang yang ada diruangan tersebutpun hanya terdiam membiarkan kedua kakak beradik itu menumpahkan rasa kerinduannya yang tidak bisa dibendung lagi, dan dr Ilham merasa bahagia begitu juga Amelia merasakan kebahagian yang tiada taranya dan sekarang sudah bisa berkumpul dengan saudara kandungnya yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah saling kenal dan saling bertemu, tidak ada rasa canggung diantara kakak beradik tersebut walaupun mereka belum pernah bertemu dan saling bertegur sapa tapi mereka tidak terlihat seperti orang yang baru kenal, setelah mereka berdua melepas rasa rindu antara kakak dan Adik itu pun kemudian dr Ilham mengucap banyak terimakasih dengan seluruh keluarga yang ada diruangan tersebut dan terlihat wajahnya sangat bahagia sekali begitu juga dengan Amelia.
" Oh ya pah, satu lagi kabar bahagianya..." Ucap Abiyasa.
" Kabar apa itu?" Tanya Papah Andre.
" Dr Ilham ini calon menantu papah." Ucap Abiyasa tersenyum.
" Hah? Calon mantu papah? Yang benar kamu Biy, nggak-nggak Almira masih kecil masih panjang lagi perjalanannya..." Ucap papah Andre langsung saja mengucapkan penolakannya.
" Bukan untuk Almira pah..."
" Hahahhahahahah..." Semua yang ada diruangan tersebut langsung tertawa lepas.
Giliran papah Andre yang ditertawakan...
Papah Andre hanya menatap keheranan.
" Apa salahnya aku menolak, kan bener tuh Almira masih kecil lulus sekolah aja belum, masa sudah mau menikah sih.." ucapnya membela diri.
" Dengarkan apa kata Abiyasa Ndre, bukan untuk Almira." Ucap Abi Yosep.
" Jadi buat siapa?" Tanyanya lagi.
" Dr Ilham ini adalah kekasihnya kak Nayra pah..." Ucap Morgan lagi menyambung ucapan Abiyasa.
" Benarkah..." Ucap papah Andre dan yang lainnya tersenyum bahagia, walaupun Nayra bukan anak papah Andre tapi anak kandung adiknya, namun papah Andre menganggap ponakannya itu adalah anaknya juga.
" Sebenarnya iya pak Andre.." ucap dr Ilham.
" Jangan panggil bapak, Om aja agar lebih akrab." Ucap papah Andre tersenyum.
" Kenapa tidak langsung dilamar aja.." ucap papah Boby.
" Hehehe...maunya gitu sih om, tapi..." Dr Ilham menggantung kalimatnya.
" Kalian kan sudah kenal tanpa ada yang tahu, dan kalian juga sudah pacaran apalagi masalahnya?" Tanya Ayah Candra.
Dr Ilham tersenyum...
" Karena saya belum mengatakan isi hati saya dengan Nayra." Ucap dr Ilham.
" Ya sallam....itu sama saja membunuh perasaan sendiri Ilham-Ilham..." Ucap papah Boby sembari terkekeh.
" Sebaiknya kamu mengungkapkan keinginan kamu untuk melamar Nayra saat nanti setelah Nico keadaannya membaik, itu aja sih saran Om, kalau om pribadi sangat setuju sekali kalau kamu mau melamar Nayra dan menerima Nayra dengan apa adanya dan menikahi Nayra dengan bonusnya dua orang anak Nayra." Terang Papah Andre dianggukkan dr Ilham.
Kemudian gawai Abi Yosep berbunyi ternyata dari Umi Vita.
Kemudian dia berbicara sesaat dan dia nampak terkejut dan bergegas berdiri langsung setengah berlari menuju kearah luar dan memasuki mobilnya saat dia berpamitan hanya bisa mengucap salam dan mereka membalas salam Abi Yosep.
" Ada apa dengan Yosep Ndre?" Tanya Ayah Candra.
" Aku juga tidak tahu..."
Mereka hanya terdiam menatap heran dengan kepergian Abi Yosep yang sangat tergesa-gesa itu.