
Dirumah papah Boby...
Setelah mendapatkan telpon dari papah Andre yang mengatakan tentang pernikahan Amelia dan dr Roni akan dilaksanakan dengan secepatnya menggantikan hari pernikahan Lia dan Nico yang belum bisa melaksanaan pernikahan dikarenakan Nico masih menjalani tahap pemulihan. Dengan rasa bahagia setelah mendapatkan kabar itupun papah Boby langsung memanggil istrinya yang sedang duduk diruang tv bersama Amelia, Nika dan Carlo mereka yang sedang asyik nonton tv pun terkejut dengan suara papah Boby yang mengagetkan mereka berhubung mereka sedang menonton acara tv yang menayangkan serial misteri, karena suara papah Boby yang mengagetkan mereka semua, spontan saja mereka yang ada diruang tv langsung berteriak, yang membuat papah Boby pun ikut terkejut.
" Ishh,.! apa-apaan sih kalian teriak-teriak segala bikin kaget aja, aku kan jadi terkejut tau nggak sih!" ucapnya seraya mengambil remot tv dan mematikan layar televisi tersebut dan membuat mereka berempat sama-sama serempak mengucapkan nada keluhan pada papah Boby.
" Ya!! kok dimatikan?"
Papah Boby tersenyum merasa menang, dan diapun langsung duduk disamping istrinya dan mengantongi remot tv tersebut.
" Habisnya kalian semua bikin aku terkejut sih, makanya nonon film misteri itu jangan teriak, kalau teriak mending nggak usah nonton kalau merasa takut nggak usah dilihat beres kan heheheh..." ucapnya terkekeh, sedangkan mereka hanya terdiam sembari menatap papah Boby dengan tatapan tajam mereka.
" Gimana kami tidak terkejut, suara papah tuh yang bikin kami terkejut disaat filmnya tegang-tegangnya papah malah datang, makanya kami terkejut berjamaah." ucap Carlo.
" Maksud kamu kehadiran papah yang bikin kalian tekejut hah?dari pada film misteri itu?" tanya papah Boby sembari menatap Carlo dan yang lainnya silih berganti.
" Iya...!" ucap mereka bersamaan.
" Jadi kalian menganggap Papah ini sosok yang sangat menakutkan dari cerita film yang kalian tonton tadi ?!" ucap papah Boby protes, Lagi-lagi mereka mengucap jawaban mereka secara bersamaan.
" Iya...!" ucap mereka sembari terkekeh.
" Apa? Astagfirullahalazim..." ucapnya sembari menepuk jidadnya sendiri dan mereka terkekeh bersamaan juga melihat ekpresi papah Boby itu.
" Tapi nggak Apa-apa,kalian anggap papah paling serem dari film tadi, tapi ada yang lebih bagus lagi kabar yang akan papah kasih tahu dengan kalian semua, dan pasti membuat kalian bahagia setelah mendengarnya dan berita ini lebih bagus dari film yang kalian lihat tadi." ucap papah Boby sembari menatap mereka satu persatu dan sukses membuat mereka penasaran terlihat dari tatapan mata mereka.
" Apa Mbeb, beritanya..." ucap mamah Lala dianggukkan mereka bertiga.
" Yaiyalah Om kami sangat penasaran, berita apakah gerangan sehingga sangat bagus sekali sehingga Om Boby mengatakannya berita baik dan bagus." ucap Amelia.
" Hmmmm..." Ucap singkat papah Boby sembari membenarkan duduknya.
" Beberapa hari lagi kamu akan menikah dengan dr Roni Mel..." Ucap papah Boby di iringi dengan rasa terkejut dari mereka semua terutama Amelia sendiri.
Dia tidak bisa mengungkapkan kata-katanya dia hanya mengekpresikan keterkejutannya dengan menatap papah Boby, papah Boby hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.
" Iya Nak...kamu akan segera menjadi nyonya Roni." Ucapnya lagi masih dengan senyum bahagianya itu.
Antara senang dan tidak percaya Amelia mendengar ucapan Om nya tersebut.
" Alhamdulillah pah...tapi kenapa dipercepat? Seakan akan kesannya kaya dikejar hansip karena kedapatan berduaan lalu dinikahkan sesegera mungkin." Ucap mamah Lala terkekeh tapi sangat penasaran dengan berita yang dikabarkan sama suaminya itu.
" Hahahahaha...kamu itu lho mbeb, ada-ada aja kata-katanya, bukan dikejar hansip sayang tapi dikejar hari." Ucap papah Boby tertawa lepas.
" Dikejar hari? Maksudnya?" Tanya mamah Lala seraya menatap papah boby dengan penuh tanda tanya besar dikepalanya.
" Begini....beberapa hari lagi kan acara pernikahan Nico dan Lia, tapi..." Papah Boby kemudian menceritakan pada mereka semua dan mereka hanya mendengarkan satu demi satu penjelasan dari papah Boby sampai selesai.
" Begitulah ceritanya..." Ucap Papah Boby mengakhiri ceritanya itu, mereka kemudian menganggukkan kepalanya dan terlihat senyum manis terukir diwajah Amelia dia menoleh sesaat pada sang adik, Nika pun merasa bahagia akhirnya sang kakak sudah menemukan jodohnya, Nika langsung memeluk Amelia dengan senyum bahagia, Amelia pun membalas pelukkan sang adik.
" Alhamdulillah ya Allah, engkau sudah memperlancar jodoh yang engkau kirim untukku, Mamah, papah...sebentar lagi Amelia sudah menjadi seorang istri dari lelaki yang Amelia cintai, In syaa Allah lelaki ini adalah lelaki yang terbaik buat hidup Amelia yang dikirim Allah untuk Amel." Ucapnya dalam batinnya sembari mengukir senyum bahagia diwajahnya.