THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 116



Sesampainya di kantor polisi mereka memarkirkan mobil mereka dan langsung turun keluar berjalan menuju kearah ruangan Morgan.


Clarissa dan Bella berjalan beriringan sembari mendorong kursi roda nya tante Dwi.


Abiyasa dan yang lainnya melangkah bersama menuju kearah ruangan Morgan yang kebetulan tidak di tutup pintunya.


" Assalamualaikum...." Sapa Abiyasa.


" Wa alaikumussalam.." jawab Morgan langsung menatap kearah pintu.


" Biyas....masuk Biy.." ucapnya seraya berdiri dan melangkah mendekati Abiyasa dan yang lainnya.


Mereka tersenyum dan memasuki ruangan Morgan dan langsung duduk di sofa yang sudah di sediakan diruangan tersebut.


" Tante Dwi dan Bella sudah di tunggu di ruangan sebelah, di sana Ada Ali yang mau meminta keterangan tante Dwi dan Mbak Bella. " Ucap Morgan.


Mereka berdua mengangguk kan kepalanya dan melangkah menuju kearah ruangan sebelah dengan di temani sama Clarissa.


" Mor, mana si tersangka?" Tanya Abi Yosep.


" Morgan hubungi dulu si Amir ya agar membawanya ke sini " ucap Morgan seraya mengambil gawainya dan menghubungi Amir salah satu anggotanya agar membawa si Bimo ke ruangannya.


Di ruangan Arvin dia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa sambil menatap ke langit-langit ruangannya, dia mengusap wajahnya dan menghempaskan nafasnya dengan kasar.


" Apakah aku tidak salah lihat tadi ? kalau Nadine bersama dengan nya,kalau memang benar itu dia ini pertanda tidak baik bagi hubungannku dan Nadine" ucapnya.


Kemudian dia ngambil gawainya dan menghubungi Nadine beberapa saat ia menghubungi tidak terjawab oleh Nadine. Kemudian dia menghubungi kembali Nadine tapi masih tetap tidak dijawab oleh Nadine, hampir 15 kali dia menghubungi Nadin tapi 15 kali juga panggilannya tidak dijawab oleh Nadine.


" Ada apa sebenarnya ini ?kenapa Nadine tidak menjawab panggilan dariku, kemana Nadine?" ucapnya kemudian dia menarik nafas dengan kasar dan melepaskannya kemudian dia mengambil lagi gawainya dan mencari nomor kakaknya Nadine dokter Roni, beberapa saat kemudian dia menghubungi dokter Roni 1 kali panggilan tidak terjawab, Dan dia melakukan lagi panggilan yang kedua dan akhirnya diangkat oleh dokter Roni.


" Assalamualaikum Bang " sapanya.


" Waalaikumsalam..Ada apa Vin?"


" Mau nanya bang?"


" Nanya apa Vin ?"


" Abang tahu dimana Nadine sekarang?"


" Nadine? Dia berangkat kebutik tadi pagi, memang kamu nggak menghubungi nya langsung ya kegawainya? Atau jangan jangan kalian bertengkar lagi?"


" Nggak lah bang, kami tidak bertengkar "


" Lalu ada apa?"


" Nadine susah di hubungi bang,Arvin hubungi 15 kali panggilan tapi nggak dijawabnya satu pun panggilan Arvin "


" Oh mungkin dia lagi sibuk Vin, kebiasaan kalau Nadine sibuk pasti aja nggak di hiraukan nya orang yang menelpkn nya."


" Oh gitu ya bang.."


" Coba nanti abang akan hubungi dia, siapa tahu di jawabnya panggilan Abang "


" Oh ya bang, terima kasih, nanti juga akan coba menghubunginya lagi."


" Ya udah kalau kayak gitu terima kasih ya bang,maaf Arvin mengganggu Abang "


" Nggak apa-apa Vin,nggak ada sibuk juga kok "


" Assalamualaikum...."


" Wa alaikumussalam " mereka berdua menyudahi sambungan bicaranya di gawai mereka masing masing.


" Kemana kamu sayang?aku takut terjadi apa-apa dengan mu sayang, apalagi kalau memang benar dia berteman dengan dia bahaya akan mengancamnya " ucapnya.


Kemudian ponselnya berbunyi Dia mengira Nadine memanggilnya ternyata panggilan masuk dari ayahnya.


" Assalamualaikum Yah...."


" Wa alaikumsalam nak, Ayah ada di ruangan Morgan, Kamu nggak kesini ?"


" Oh ya udah Arvin ke sana yah " ucapnya.


Lalu dia mematikan gawainya dan berdiri meninggalkan ruangannya melangkah menuju ke ruangan Morgan.


Sesampainya di ruangan Morgan di susul si Bimo yang di bawa oleh Amir memasuki ruangan tersebut.


" Assalamualaikum "ucap Arvin.


" Wa alaikumussalam " ucap mereka semua.


Arvin melangkah menuju ke arah sofa dan duduk di samping Abiyasa, Amir langsung saja menyuruh si Bimo duduk di lantai ubin keramik di ruangan Morgan.


" Terimakasih ya Mir, udah bawakan Bimo " ucap Morgan tersenyum.


" Siap Ndan, kalau begitu saya pamit Ndan.." ucap Amir seraya melangkah meninggalkan ruangan Morgan.


" Oh ...ini rupanya yang bernama Bimo " ucap papah Boby.


" Iya siapa anda? Apakah saya mengenali anda?" ucap pak Bimo Seraya menatap ke arah papah Bobby.


" Eit....!!apa?! kamu nggak kenal aku ya? Oh ya..! lupa aku, kamu kan memang tidak kenal aku! oke!.. baiklah! kenalkan aku ini...eh.. sorry lha ya..!aku males kenalan sama orang yang bukan dari golongan manusia!! Ujar papah Boby mulai emosi.


" Maksud anda apa ? Anda mengatakan saya setan gitu?!memang seperti itu maksud Anda?! Saya ini manusia sama seperti anda !!tahu tidak hah!!" Ucapnya lantang dia tidak perduli siapa aja yang ada diruangan itu.


" Apa? sama seperti aku?ya nggak sama lah.. kamu aja sudah tahu sendiri siapa kamu sebenarnya!! aku ini manusia kalau kamu itu bukan seorang manusia!! Kalau kamu seorang manusia mana ada seorang manusia bersifat kaya setan!!yah bisa kamu artikan sendiri siapa kamu sebenarnya !!kalau kamu itu manusia mana mungkin kamu berbuat keji seperti itu terhadap sesama manusia!! apalagi itu adalah istri kamu sendiri !!seorang istri itu harus dimuliakan bukan dijadikan barang Bonusan!!" Ucap Papah Boby panjang lebar.


" Memang nya siapa anda!! apa urusan Anda mengurusi hidup saya!! sedangkan saya tidak tahu siapa Anda!! Apa yang anda omong kan itu, saya tidak mengerti, lagian ngomong panjang banget kaya rel kereta apa!" ucapnya seraya mengejek papah Boby,dan tidak kalah keras dengan ucapan papah Boby.


" Ehh...buju buset!! kadal bertelur !! berani sekali ya ngomong keras! tidak takut apa ini berada di sarang macan !!" ucap papah Boby.


" Biarin aku ngomong panjang, dari pada aku ngomong pendek kaya hidup kamu ntar, ujung ujung nya nagis!! Minta maaf!! Cih!! Kalau aku nggak akan sepersen pun memaaf kan kamu!! Tapi aku mau aja sih memaafkan kami, karena aku ini orangnya cinta damai dan setelah aku maafkan aku bawa tuh kamu jauh dari keramaian nah di situ tuh aku habisin kamu kucing kuda!! Mau aku habisin kaya kue ini hah!!" Ucap Papah Boby mendekatkan wajahnya di depan wajah pak Bimo seraya mengunyah kue yang berada di mulutnya. Pak Bimo tersentak kaget karena bentakan papah Boby.


" Takut ya? Takut ya? Hahahaha..!! Makanya kalau bikin masalah itu jangan sampai ketahuan Tom Cruise, kalau ketahuan yang begini nih jadinya!! Kalau kamu ingin buat masalah noh !! Jauh jauh dari sono!! Jangan bikin masalahnya dengan keluarga Tom Cruise, berabe kan jadinya!! Lama lama ku sikat juga nih orang!!" Ucap papah Boby sangat emosi.


Pak Bimo menatap tajam kearah papah Boby.


" Apa lihat lihat!! Takut kan ya!!!" Bentak papah Boby keras.


" Tumben Boby nggak sebut kata ' Mak ' nya" ucap Ayah Candra.


" Iya, takut kedengar sama anak nya kali " kekeh papah Andre.


Mereka berdua tertawa tertahan melihat papah Boby marah marah karena emosi dengan pak Bimo.


" Aku tidak takut! aku ini orang yang berkuasa di kota ini !kalian semua salah orang menahan aku disini ! pertama kamu !!" ucapnya Seraya menatap ke arah Morgan.


" Aku ? memang Ada apa dengan aku, Aku memang menangkap kamu karena kamu memang banyak salah, Sudah tahu salah masih ngotot lagi " ujar Morgan.


Bimo menatap Morgan dengan tatapan tajam.


" Kalian beraninya dengan keroyokan, kalau mau satu lawan satu!" Ucapnya menantang.


" Heh!! tuyul kurang tepung !!kalau ngomong tuh yang benar!! Jangan asal ngomong,main keroyokan segala! kapan kamu dikeroyok di sini hah!! Kamu aja belum di keroyok wajah kamu sudah bonyak kaya gitu!!" Ucap papah Boby seraya mengangkat wajah pak Bimo kemudian melepaskan nya dengan kasar.