THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 167



Lia langsung tersenyum dan memeluk Nadine dengan pelukan tulus iklasnya.


" Aku bahagia sekali, kamu sudah mendapatkan calon suami seperti Arvin, Dia orangnya baik banget, mungkin ini jalan dari yang kuasa Dek, kamu bisa bersatu dengan Arvin." ucapnya.


Nadine pun terkejut, mendapatkan perkataan dari Lia seperti itu, Dia pun langsung mengeratkan pelukannya dengan saudara kembarannya itu, Arvin tidak percaya melihat keduanya berpelukan dan saling memberikan ucapan.


" Apakah mungkin Lia melupakan Aku begitu saja sehingga Dia mengikhlaskan Nadine bersama denganku, berarti memang benar-benar Lia sudah tidak ada rasa lagi denganku, Aku merasa tenang kalau seperti ini, sebenarnya Aku juga tidak ada rasa lagi dengan Dia, karena Dia adalah masa laluku, dan sekarang Nadine adalah masa depanku yang harus aku bahagiakan, dan Aku sayangi." batinnya sembari tersenyum manis terukir di wajahnya, mereka yang ada di situ semua pun merasa bahagia,mereka tidak henti-hentinya bersyukur karena kebahagiaan bertubi-tubi yang telah diberikan oleh yang maha kuasa terhadap mereka, terutama Tante Raisa, Nadine dan dokter Roni, karena sudah menemukan saudara mereka yang bertahun-tahun tidak bertemu,dan Tante Raisa yang tidak bisa merawat Lia dari kecil dikarenakan Lia ikut bersama mantan suaminya, dan baru bertemu sekarang ini, tapi Tante Raisa tidak merasa ada kecanggungan diantara mereka berdua, padahal mereka berdua belum pernah bertemu satu sama lain, begitu pula dengan Nadine dan Dokter Roni mereka juga tidak merasa ada kecanggungan di antara Lia dan kedua saudaranya tersebut.


Mereka seakan-akan memang sudah bertemu, tapi tidak pernah saling menyapa, itulah rencana yang mahakuasa begitu dahsyatnya, sehingga tidak ada rasa kecanggungan di antara mereka semua,Lia merasa bahagia sekarang walaupun Lia tidak mempunyai seorang suami, tapi Dia mempunyai saudara perempuan dan saudara laki-laki serta mamah yang Memang menyayangi Dia sejak Dia dari bayi sampai saat ini, dan Kevin pun sudah mempunyai Nenek dan Paman serta Tante yang menyayanginya.


" Kevin, ini adalah Mamahnya Mama berarti ini adalah Neneknya Kevin, Nenek Kevin ada dua yang disini dan yang di sana." ucap Lia menjelaskan pada sang Anak.


" Tapi Kevin nggak pernah lihat Nenek Kevin yang di sana Mah?" ucap polosnya itu.


Lia tersenyum manis pada Anaknya.


" In sya Allah nanti Mama akan membawa Kevin ke tempat Nenek yang di sana, karena Nenek yang di sana masih dalam keadaan sakit." ucap Lia.


" Iya Mah " ucapnya sembari tersenyum.


Kemudian Kevin pun menatap Tante Raisa.


" Sini sama Nenek " ucap Tante Raisa.


Kevin kemudian mengangguk, Dia pun memeluk Tante Raisa dengan hangat, begitu pula dengan Tante Raisa menerima akan kehadiran Kevin, walaupun Kevin hasil dari perbuatan laki-laki yang tidak bertanggung jawab,tapi Dia tidak menyalahkan Kevin, ataupun Lia,karena ini adalah suatu musibah untuk Anaknya, tapi dengan musibah ini terjadi dengan Anaknya membuat Anaknya yang selalu tetap bersyukur dan tidak henti-hentinya selalu berdoa, setidaknya Lia tetap menjadi pribadi yang baik, untuk Anaknya sendiri yaitu Kevin.


Mereka semua tersenyum bahagia, karena bisa mempersatukan keluarga yang telah tidak bertemu satu sama lain beberapa tahun yang lalu, walaupun mereka berada sama-sama satu kota, tapi mereka tidak bisa saling melihat ataupun menyapa sampai akhirnya Allah memberikan jalan yang terbaik melalui keluarga Wibawa.


Akhirnya mereka pun bisa bertemu kembali,kebahagiaan terpancar di wajah mereka semua begitu pula dengan Pak Sahrul dia merasa sangat bahagia karena Kevin dan Lia sudah mendapatkan keluarganya yang benar-benar menyayanginya.


Clarissa kemudian bersuara...


" Oh ya, pak Sahrul mempunyai nomor rekening? kirim aja nomor rekeningnya biar sekalian dikirim uang hadiahnya." ucap Clarissa sembari tersenyum.


" Sebaiknya nggak usah Mbak, nanti kesannya seperti saya memenangkan undian sayembara,yang berbunyi barang siapa yang bisa menemukan Lia dan mengantarkan ke keluarganya akan mendapatkan hadiah dua ratus juta besarnya seperti itu, Saya tidak ingin orang menilainya seperti itu dengan diri saya." ucap Pak Sahrul lagi sembari tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya didada.


Mereka terkekeh.


" Bapak Sahrul ini ada-ada saja,ya enggak lah pak, kami iklas,seikhlas-iklasnya untuk memberikan uang itu kepada bapak,untuk modal usaha untuk bapak, dan uang itu bisa dipergunakan sebagaimana mestinya." ucap Abiyasa lagi.


Pak Sahrul pun hanya menganggukkan kepalanya.


" Saya harap bapak tidak menolaknya terimalah uang pemberian kami ini, kalau bapak tidak menginginkan uang ini dikatakan sebagai hadiah, anggaplah kami bersedekah dengan bapak." ucap Papa Andre lagi.


Pak Sahrul lagi-lagi menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah nanti diurus sama Clarissa ya Pak." ucap Abiyasa lagi.


Kemudian mereka pun melihat jam yang tergantung di dinding rumahnya sudah menunjukkan pukul 11.30 siang.


" Kalau seperti itu kita makan siang aja bersama " ajak Mama Anisha kepada mereka semua.


" Kalau seperti itu ayo, Biyas juga sudah merasa lapar nih Mah." ucap Abiyasa


Kemudian mereka pun berdiri dan meninggalkan ruang tengah menuju ke ruang makan dimana menu dan makanan sudah tersedia untuk di santap siang keluarga Wibawa beserta keluarga Pak Sahrul.


*****


Di kediaman sebuah rumah seseorang marah-marah dengan kedua anak buahnya.


" Kami juga tidak tahu Pak, kami sudah seharian berdiri di sana,tapi kami tidak menemukan mereka keluar dari rumah, tapi lampu terasnya tidak pernah mati dan mereka pun tidak pernah membuka pintu dan jendelanya, kami tidak berani untuk masuk nanti dikira warga kampung situ kami mau merampok." ucap salah satu anak buah dari pak Bowo.


" Kebangetan si Sahrul ini,kemana dia? jangan-jangan dia tetap memberikan perhatian kepada Lia? tapi selama beberapa tahun ini Aku juga tidak menemukan keberadaan Lia, kemana Lia sekarang? Aku tidak pernah melihat Lia, Dimana Lia berada? apa mungkin Sahrul menyembunyikan Lia disuatu tempat?Atau mungkin Lia sudah mati, yang jelas dia sudah melahirkan Anak tersebut, Aku tidak terima, karena gara-gara Dia, Ariel tidak jadi menikah dengannya!! hilang sudah kekayaan yang akan ku dapat!!!" ucapnya marah.


Kemudian sebuah mobil datang memasuki halaman rumah Pak Bowo, seorang wanita paruh baya dan laki-laki paruh baya langsung keluar dari mobil itu menuju keteras rumah, Dia mengetuk pintu rumah Pak Bowo


Pak Bowo kemudian keluar dan membukakan pintu rumahnya tersebut, Dia terkejut melihat, sahabatnya itu berada di depan rumahnya.


" Rizal, kok kamu kesini tidak menghubungi ku dulu?" tanya Pak Bowo seraya mempersilahkan Pak Rizal dan istrinya memasuki rumahnya dan mengajaknya duduk di ruang tamu rumahnya tersebut.


" Kamu ada apa Rizal ?Kenapa wajahmu terlihat gelisah seperti itu?" tanya Pak Bowo.


" Ada yang ingin Aku bicarakan denganmu Bowo." jawab pak Rizal.


" Cerita saja ada apa "


" Aku ingin minta bantuan denganmu "


" Bantuan apa?"


" Semenjak kejadian itu Ariel tidak pernah pulang ke rumah, sampai saat ini, Aku hubungi nomor gawainya tidak aktif,Aku khawatir terjadi apa-apa dengan Ariel, karena kejadian itu dia kan memang sudah menyukai Lia, tapi saat Lia berbuat seperti itu di kampusnya, dia merasa dikhianati oleh Lia, sampai saat ini Dia tidak pernah pulang ke rumah, Aku sudah mencarinya kemana-mana, tapi tidak mendapatkannya."


" Kamu tidak ke kantor polisi?"


" Aku tidak ingin pergi ke kantor polisi,Aku tidak ingin minta bantuan dengan polisi."


" Tapi ini kan sudah melewati 24 jam, berarti kita harus melapor kepada polisi." ucap Pak Bowo.


" Walaupun lewat dari waktu 24 jam, Aku memang tidak ingin melibatkan polisi,karena kamu tahu kan tentang Ariel, Ariel itu pergaulannya bebas, disamping itu Dia juga sering ke klub malam dan kamu juga tahu Dia sering main perempuan, tapi selama ini dia selalu pulang ke rumah, namun saat ini Dia tidak pernah pulang ke rumah sebejat bejatnya ariel Dia ingat rumah dan Dia juga memang sangat menyukai Lia dan Dia juga sangat menginginkan Lia menjadi istrinya, walaupun sebenarnya Dia melihat Lia tidak menyukai Ariel,tapi bagaimanapun Dia adalah Anakku Bowo, Aku tidak ingin terjadi apa-apa dengannya."


" Iya Aku juga paham,apa yang kamu katakan Rizal,Aku akan berusaha membantumu dan mencari tahu kemana dia berada." ucapnya.


" Ya sudah kalau seperti itu kami pulang dulu."


" Kenapa sebentar aja? kita minum-minum dululah." ajak Pak Bowo.


" Terima kasih lain kali saja."


" Rizal " Panggil Bowo sebelum Rizal berdiri.


" Ada apa?"


" Maafkan Aku karena keponakanku seperti itu membuat Anakmu merasa dikecewakan, dan dikhianati."


" Tidak apa-apa, kamu adalah sahabatku, Aku tidak akan pernah menyalahkan kamu, yang di sini salah adalah Lia, karena Lia tidak bisa menjaga kehormatannya untuk calon suaminya, walaupun Lia tahu bahwa Ariel itu mempunyai teman wanita yang banyak, tapi Aku yakin Ariel itu Anak yang baik." ucapnya sembari menepuk pundak Pak Bowo.


Kemudian mereka pun berpamitan, Pak Bowo mengantarkan mereka berdua sampai kedepan pintu,mereka berdua lalu memasuki mobilnya dan mobil itupun kemudian perlahan-lahan meninggalkan depan rumah Pak Bowo.


" Ini semua gara-gara Lia!! Dia yang membuat Anak Rizal sampai tidak pulang beberapa hari ini." ucapnya sembari menutup pintu rumahnya dan langsung menemui kedua anak buahnya yang sedari tadi menunggunya.


" Sekarang kamu lupakan aja dulu si Sahrul,sekarang kamu cari Ariel Anak paka Rizal, ini fotonya." ucap Pak Bowo seraya menyerahkan gawainya kepada kedua anak buahnya memperlihatkan foto Ariel, kemudian anak buahnya itu mengirimkan foto Ariel kegawai pribadi mereka.


" Siap Bos,kami akan mencarinya."


Kemudian mereka berdua pun berpamitan dengan pak Bowo untuk menjalankan misi mencari Ariel.