
" Baiklan nanti aku kabari lagi ya, terimakasih ya atas infonya untuk ku." Jawab Smith.
" Iya sama-sama mas broo." ucap Yadi sembari menutup pembicaraan mereka berdua.
Smith kemudian duduk dikursi teras dari berdirinya dan diapun hanya menghela nafasnya dengan pelan dan dia menatap jauh keluar dimana kendaraan hilir mudik silih berganti, kemudian dia dikejutkan suara Bunda Adel yang menegurnya.
" Nak kenapa kamu masih disitu, ayo gabung dengan yang lain." ajak Bunda Adel sembari tersenyum, dia tahu kesedihan Calon menantunya itu, karena dia mendengar mereka bercerita semuanya tentang paman calon mantunya itu.
" Eh,, Bunda...sejak kapan Bunda ada disitu?" tanyanya seraya malu-malu takut calon mertua perempuannya itu mengetahui semuanya, karena saat tadi berbicara dengan para orang tua laki-laki yang ada didalam Bunda Adel itu nggak ada, tapi Smith tidak tahu kalau sebenarnya Bunda Adel sudah mengetahui semuanya.
" Nggak usah kaya gitu ach sikapnya, Bunda sudah tahu kok semunya, ayo kita masuk,kalau sudah menghubungi teman kamu itu sebaiknya cepatlah masuk." ucapnya lagi tersenyum, Lagi-lagi Smith terkejut dengan ucapan Bunda Adel, diapun hanya bisa mengangguk dan tersenyum, dan mengikuti langkah Bunda Adel yang berjalan menuju masuk kedalam.
Melihat kedatangan Smith dan duduk kembali dia ditempatnya, dia pun langsung berbicara tentang pembicaraannya dengan temannya tersebut.
" Mantap itu kalau rumah pak Gatot itu berdekatan dengan teman kamu, jadi kapan kita akan bertemu dengannya?" tanya Papah Boby.
" Besok pagi kita kesana,kan tempat itu cuma dijalanin selama tiga jam pulang pergi kan, jadi memudahkan kita untuk menemuinya." sambung Abi Yosep.
" Benar banget kalau kita naik kendaraan roda empat aku rasa cepat aja sampainya, jadi jam berapa besok kita kesana berangkatnya, lebih cepat lebih baik kan" ucap Ayah Candra.
" Bagaimana kalau kita berangkatnya jam setengah sembilan pagi aja, biar tidak terlalu pagi sampainya kerumah orang, bagaimana?" tanya Papah Andre menunggu persetujuan para sahabatnya.
" Oke setuju..." dianggukkan mereka semuanya.
" Mohon maaf nih Om, Abi...memang mau kemana sih?" Tanya Delbert.
" Kami mau berlibur dulu." jawab Papah Boby sembri terkekeh.
" Berlibur? "
" Iya..."
" Boleh nggak saya ikut? " Tanyanya lagi terlihat senang.
" Boleh banget, tapi kamu di ijinkan nggak sama Bella, karena kami mau liburan dimana banyak perempuan yang aduhai banget, mungkin kami akan betah disana hehehe.." ucap papah Boby lagi-lagi tekekeh.
Delbert pun menoleh kearah Bella dan Bella memelototkan matanya dengan ekpresi cemberut dan terdengar suara papah Boby yang kesakitan karena dijewer sama Mamah Lala, yang tiba-tiba saja berada disampingnya.
" Hayo!! mau liburan kemana, sudah tua juga, mu cari kesenangan ya diluar dengan cewek-cewek yang aduhai, emang yang dirumah nggak aduhai lagi, kalau iya, ntar Bola dan Carlo masukin lagi keperut biar jadi Aduhai yang dirumah.!" ucap Mamah Lala yang mengundang gelak tawa mereka memenuhi ruangan tersebut.
" Nggak lah Ayang Mbeb, itu cuma candaan aja, karena bukan liburan kami ini, ya kan Ndre, Yos, Ndra, Bantu dong ngejelasinnya." Ucap Papah Boby meminta pertolongan dari para sahabatnya.
" Iya La, apa yang dikatakan Boby itu benar,kalau kami ingin liburan dan lihat yang Aduhai." sambung Abi Yosep tanpa dosa.
" Wah si ulat daun, malah ngomporin...bukannya bantuin, jahat banget sih."
" Hehehehe..." Abi Yosep hanya terkekeh
" Ayang Mbeb, tolong lepasin dong tangannya ditelinga ini, malu dong sama calon mantu." Ucap papah Boby meminta pada sang istri.
Spontan saja Delbert danSmith langsung meraba daun telinganya, dan Ayah Candra pun tertawa lepas...
Mereka melihat kearah Ayah Candra.
" Ada apa Ndra...?" Tanya Abi Yosep.
" Lihat kelakuan Smith dan Delbert, mereka berdua menutupi kedua telinganya setelah mendengar ucapan Lala." Ucap Ayah Candra
Merekapun langsung tertawa Delbert dan Smith saling pandang dan mereka lalu melihat kedua tangannya dan langsung saja mereka melepaskannya dari telinganya dan ikut tertawa.
" Tuh lihat calon mantu juga paham kalau telinganya akan jadi sasaran para istri-istrinya." Sambung Mamah Lala sembari tersenyum.
" Lepasin dong Mbeb..."
" Iya La, lepasin aja kasihan Boby, masa iya cuma sebelah aja, sebelahnya lagi dong, jadi seimbang jewerannya." ucap Ayah Candra tertawa.
" Wah!! nggak benar ini...memang kalian berdua ini senang ya aku menderita kesakitan kena jeweran." ucap papah Boby sembari melirik kedua sahabatnya itu.
" Ndre, hanya kamu yang disini terlihat sangat bijak pada semua, tolong lah Ndre kamu jelaskan pada Ayang Mbeb ku kalau kita bukan berlibur, itu cuma candaan aja." ucapnya.
" Ehem..." suara papah Andre terlihat menyakinkan papah Boby.
" Tuh Ayang Mbeb, dengerin apa kata Andre."
" Apanya didengerin, kamu tuh yang harus dengerin, usia udah tua juga mau liburan liat yang bohai. " sahut mamah Lala seraya masih memegang telinga sang suami.
" Begini La, sebenarnya yang dikatakan Yosep, Candra tentang liburan itu, dan ingin lihat yang aduhai itu memang benar adanya..." Ucap papah Andre tertawa lepas membuat mamah Lala menjewer kedua daun telinga papah Boby dan membuat papah Boby berteriak sedikit keras sembari tertawa, dan itu hanyalah candaan mereka mengubah suasana biar tetap terlihat senang tidak ada kesedihan diantara mereka, karena beberapa menit yang lalu mereka sudah merasa kesedihan yang sangat berarti.
Mamah lala pun duduk disamping suaminya.
" Memangnya kekota sebelah untuk apa sih? tanya mamah Lala setelah melepas jewerannya.
" Kami mau menemui keluarga Smith dan memintanya untuk menjadi saksi dari pihak laki-laki." terang papah Andre dianggukkan mereka para istri-istrinya dan papah Andre nggak mau mengatakan siapa keluarga Smith itu pada para wanitanya karena kalau dikasih tahu siapa si Gatot pasti panjang ceritaya.
" Tuh, dengarkan apa kata Andre." sambung papah Boby.
" Lagian kamu juga sih, sering bercanda nggak ngajak-ngajak makanya akunya kan jadi cemburu, liat nih badan udah melar kesana kemari kamu malah mau lihat yang aduhai." Ucap Mamah Lala melirik kearah papah Boby.
" Sayang..biarpun kamu melar kemana-mana aku tetap cinta, karena yang bikin kamu melar itu adalah aku hehehe....jangan ragukan cinta dan kasih sayang ku untuk mu, kita sebentar lagi nimang cucu." ucapnya sembari merangkul pundak istrinya dan menyentuh dagu Mamah Lala sembari tesenyum, dan Mamah Lala tersenyum.
" Hadehhh yang Cewek jadi klepek-klepek dah, dapat rayuan maut mak Tom Cruse..."ucap Abi Yosep tekekeh
" Sirik ya, kasihan deh lohhh..." ucap papah Boby sembari mengekpresikan wajahnya yang lucu pada Abi Yosep.
Mereka pun tertawa lagi sampai akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan mereka, setelah semuanya sudah disepakati besok berangkat kekota sebelah untuk menemui pak Gatot tersebut.
Mereka pun pamit pulang semuanya dari rumah Abi Yosep dan menuju kearah rumah mereka sendiri, dan Ayesha yang meminta tetap tinggal dirumah orang tuanya,karena dia mau dijemput sang suami, papah Andre menganggukkan ucapan sang menantunya itu.