
" Maaf pak Apakah kita pernah bertemu?"
" Pernah!"
" Dimana?
" Ya, disinilah masa di hutan, hehehe, ya sekarang inilah kita bertemunya." Ucap Abi Yosep terkekeh seraya menatap dengan lekat ke arah Aditama.
" Ah bapak bisa aja."
" Hehehe...perkenalkan nama saya bapak Yovi pemilik perusahaan yang ada di kota sebelah.
" Oh, bapak Yovi ,Maaf ada perlu apa bapak datang ke kantor saya.?"
" Begini bapak Aditama."
" Kok Bapak Tahu nama saya?"
" Saya tahu lah itu saya baca dimeja kerja bapak."
" Oh iya pak, saya lupa hehehe."
" Bego nih orang!" Ucap batinnya Abi Yosep.
" Sebenarnya Bapak beruntung bisa bertemu dengan saya."
" Gaya mu!!! Buaya sawah!!" Batinnya.
" Hmmm! emang kenapa pak yang lain tidak beruntung bertemu dengan Bapak?"
" Yah!! namanya juga saya seorang direktur pimpinan utama juga sebagai pemilik perusahaan ini, jadi jarang ada orang yang bisa menemukan saya berada di ruangan ini." Ucapnya sombong.
" Memangnya Bapak di mana selama ini? Di goa? Sory-sory pak, maksud saya selama ini bapak ada dikantor mana Kalau tidak ada di ruangan ini ?"
" Saya kan sering keluar "
" Ya sama aja pak,semua juga bisa keluar, tapi kan keluar itu harus dijelaskan mau kemana ?" Ucap Abi Yosep
" Ini orang gaya banget sih!! Andre aja yang pemilik perusahaan terbesar di luar dan di dalam negeri tidak seperti dia songong bicaranya!! ini baru aja seuprit perusahaannya saja belagu banget sih!!" Batin Abi Yosep merasa dongkol melihat Aditama yang ada dihadapannya ity.
" Ya biasalah pak bersenang-senang!namanya juga orang kaya mau ke mana aja sesuka hati."
" Oh gitu ya pak, mantap benar jadi bos ya pak!" Ucap Abi Yosep merasa jengkel.
" Jadi ada perlu apa bapak ke sini?"
" Saya kesini karena sangat tertarik dengan perusahaan Bapak, saya mau kerja sama dengan perusahaan Bapak."
" Kerja sama dengan perusahaan saya pak?" tanya Aditama Seraya menatap kearah Abi Yosep karena merasa tidak percaya dengan ucapan client yang ada dihadapannya ini yaitu Abi Yosep.
Abi Yosep tersenyum pasti,biar tambah menyakinkan Aditama yang terlihat keheranan itu.
" Iya Pak! Saya beneran mau mengajak perusahaan bapak kerja sama,bagaimana pak? Apakah setuju?"
" Maaf sebelumnya pak,Apakah Bapak pernah membuat janji dengan perusahaan saya?Maaf ya pak,asal bapak tahu tidak mudah bertemu dengan saya, Karena semua yang menjalin kerjasama dengan perusahaan saya ini adalah perusahaan-perusahaan yang terkenal yang ternama dan bonafit, Kalau boleh tahu perusahaan Bapak itu di mana ya di kota sebelah?karena banyak perusahaan dikota sebelah kerja sama dengan perusahan saya ini pak,bahkan perusahan ini sudah terkenal di dalam dan luar Negri." Ucapnya seperti meremehkan.
" Haha.. perusahaan saya bernama MM Group.
" Apa itu MM Group?"
" Maju mundur Group." Ucap Abi Yosep terkekeh pelan.
" Maju mundur Group,maksud Bapak gimana? Bapak jangan bercanda hahaha... mana ada sih Pak perusahaan di kota sebelah maju mundur Group.
" Di kota sebelah itu banyak pak perusahaan-perusahaan pak."
" Iya memang banyak,tapi saya baru dengar sih nama perusahan itu "
" Lah... katanya Bapak ini mempunyai relasi banyak, mempunyai rekan bisnis yang bonafit serta terpercaya, masa Bapak tidak tahu perusahaan saya Maju mundur Group"
" Maksud dari maju mundur itu apa Pak? apakah Bapak selalu maju tapi nggak bisa mundur? Apakah juga Bapak mundur nggak bisa maju ? atau bapak hanya maju dan mundur saja Hahahah.... ya kalau dikatakan sih maju tapi nggak berani untuk mundur, di kata mundur tapi nggak berani untuk maju hahaha." Ucap Aditama tertawa lepas.
" Jawaban Bapak Benar sekali, karena saya maju ingin bertemu dengan Bapak, mundur karena takut kalau bapak tidak ingin menerima tawaran saya untuk kerja sama ini." Tawa Abi Yosep lepas juga membalas tawa dari Aditama.
" Pak Yovi saya beneran bertanya pak!"
" Pak Aditama saya juga benaran punya perusahaan." Ucap Abi Yosep seraya menatap kearah Aditama dengan lekat, begitu juga Aditama menatap kearah Abi Yosep.
" Apakah benar nama perusahan itu ada sih? tapi dari penampilannya sangat menyakinkan sekali,Apakah dia sangat kaya benar sih, tapi aku baru dengar perusahaan maju mundur Group, Apa memang benar ada perusahaan maju mundur Group di kota sebelah? apakah Aku baru dengar atau baru dibangun perusahaan itu, lebih baik aku tanya-tanya terlebih dahulu dengan dia ini, siapa tahu memang benar ,Tapi selama ini sih yang mau langsung bekerjasama dengan perusahaan mertuaku ini selama aku menjabat sebagai derektur utamanya, kebanyakan perusahaan ini yang mencari perusahaan lain untuk menjalani kerjasama, tapi sekarang ada orang yang datang sendiri ke kantorku, mencariku dan mengetahui tentang ke Bonafitan perusahaan dari bapak mertuaku ini,walaupun yang aku pimpin ini hanyalah anak cabangnya saja." Batin Aditama.
" Bapak Aditama, Kenapa Bapak diam ? Saya yakin dan saya pasti diterima tawaran saya untuk kerjasama dengan bapak di perusahaan bapak yang terkenal bonafit ini dan pemimpinnya juga yang sangat jujur ini."
" Dari mana bapak tahu kalau saya jujur,saya memang terkenal sangat jujur dan pandai, tidak pernah berbohong ataupun membuat kesalahan selalu membahagiakan istri saya, dan karyawan saya juga saya sejahterakan." ucapnya merasa Bangga dengan ucapannya.
" Prettt,cih!!Dasar kadal sawah!!! mengaku diri sendiri jujur dan pintar tapi ternyata pembohong dan bodoh!! kalau diteliti dan ditelaah sekali lagi mana ada perusahaan bernama maju mundur yang ada cuma di film-film komedi aja perusahaan maju mundur itu, dasar pimpinan bodoh!!!" batin Abi Yosep seraya memberikan senyumannya.
" Bisakah saya mengajukan beberapa pertanyaan Pak dengan bapak?"
" Oh silakan Pak, dengan senang hati, mau bertanya apa Bapak.?"
" Bapak ada rumah? "
" Apakah mesti bila setiap orang mau mengajukan kerjasama itu selalu di tanya ada rumah dan tidaknya?"
" Bukan begitu Pak, rumah itu kan sangat penting, kalau kita sebagai pimpinan kita harus memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kita begitu pak, Apakah Bapak ada rumah? Ucapnya mengulang pertanyaannya.
" Ada 5 di kota berbeda dan luar Negeri, di kota sebelah ada 3 rumah di Singapura ada 2 rumah dan di kota ini mau rencananya saya jadikan sebuah rumah yang megah untuk persinggahan saya dan teman-teman."
" Kenapa dengan teman-teman Pak.?" tanya Aditama.
" Karena istri saya berada diluar Negeri."
" Oh, gitu..."
Lidya keluar dari kamar kecil dia mendengar percakapan antara tamunya Aditama.
" Siapa tamunya Aditama?" Pikirnya seraya berdiri di depan kamar kecil tersebut yang berada tidak jauh dari mereka berbicara, dan posisi Abi Yosep membelakangi Lidya.
" Terlihat dari belakang aja sangat ganteng banget ini orang, apalagi dari depan, tapi aku mendengar sekilas tadi katanya rumahnya banyak, coba aku dekatin siapa tahu aku mengenalnya dan siapa tahu juga dia tertarik dengan ku,hehehe... kalau dia memang tertarik dengan diriku, berarti aku tinggal membuang Aditama!siapa sih yang tidak tertarik dengan kecantikanku dan body ku yang sangat menantang ini hehehe..." ucapnya seraya tersenyum.
" Sayang...ada tamu ya.." ucapnya dengan Aditama seraya menatap kearah Abi Yosep.
" Iya Nih sayang, sini duduk disamping ku." Ucap Aditama dengan mesra.
Kemudian Lidya duduk di samping Aditama, Lidya menatap kearah Abi Yosep.
Abi Yosep juga menatap kearah Lidya, dengan tatapan yang berbeda,Abi Yosep memberikan tatapan yang sangat berarti yang dirasakan oleh Lidiya.
" Wow ganteng banget... Walaupun dia terlihat lebih dewasa banget dari Aditama dan terlihat berumur tapi sangat menggoda sekali perawakan tubuh laki-laki yang ada di hadapanku ini, sangat berbeda jauh dengan Aditama, wajahnya mengingatkan aku seperti oppa oppa Korea yang sangat tampan sekali, walaupun sudah berumur,pasti terasa nyaman dalam pelukannya." Batin Lidya, Lidya pun tersenyum dengan Abi Yosep.
Abi Yosep memberikan senyuman termanisnya, Aditama yang melihat gelagat aneh dari Lidya pun langsung menatap kearah Lidya dia langsung meraih jari-jemari Lidya.
" Sayang apa yang kamu lihat? tidak boleh menatap tamu seperti itu." ucapnya,padahal Aditama hatinya mulai merasa curiga,Lidya akan berpaling darinya, kalau sampai Lidya berpaling darinya dia tidak akan pernah mendapatkan apa-apa yang selama ini dia impikan dari keluarga Lydia.
" Hahahha...mulai kebakaran upil si Aditamak ini, lagian si jangkrik beranak ini keganjenan juga sih,baru aja liat Aku yang udah berumur,apalagi liat aku waktu muda,bisa-bisa nggak bisa menguasain dirinya lagi hahahah..." Tawa kemenangan dibatinnya Abi Yosep melihat tingkah kedua pasangan yang ada didepannya ini yang nggak ada Akhlak dan perasaannya itu.
" Apakah ini istrinya Bapak?"
" Oh iya, ini istrinya saya, istri pertama dan terakhir saya."
" Oh begitu?"
" istri pertama dan terakhirnya Kamu kampret!! terus Nayra di sana diapain istri keberapa dasar gila nanti kamu akan merasakan tendangan dari negara api agar kau merasakan betapa panasnya tendangan ku nanti!!" ucap Abi Yosep di dalam hatinya seraya menatap mereka berdua dan memberikan senyumannya serta menganggukkan kepalanya.
" Baiklah Pak saya akan lanjutkan lagi pertanyaan saya kepada Bapak Yovi."
" Silahkan Pak di lanjut "
Lidya terus menatap ke arah Abi Yosep.
" Bapak ada mobil ?"
" Maksud Bapak?"
" Maksudnya kalau kita mempunyai perusahaan itu kan kita harus memiliki beberapa fasilitas yang bergerak yah seperti mobil mewah atau mobil biasa saja, tapi saya menebak, pasti Bapak mempunyai mobil yang biasa saja, karena kalau mempunyai mobil mewah Saya tidak melihat mobil bapak parkir di depan perusahaan saya." ucapnya tersenyum mengejek.
" Hahaha...Bapak ada-ada saja, mana bisa saya berangkat kesini menggunakan mobil mewah,Saya mempunyai 5 mobil mewah yang berkisar harganya dari satu milyar, sampai tiga milyar,dan ada juga lebih itu."
" Apa mobil bapak berkisar harga seperti itu? wow !! ucap Lidya refleks bersuara seperti itu. Aditama langsung menoleh ke arah Lidya.
" Sayang, kamu apa-apaan sih, bicara seperti itu, jangan bikin aku malu dong didepan client."
" Iih..apa salahnya aku berbicara seperti itu, jarang-jarang ada pengusaha yang nilai mobilnya satu milyar sampai tiga milyar lebih."
" Itu cuma sebagian dari mobil-mobil yang dipakai sama teman-teman saya,Kalau mobil pribadi saya berkisar lebih dari itu." Ucap Abi Yosep lagi membalas perkataan Aditama yang merasa bangga dengan kepintaran dan kejujuran dirinya pada Abi Yosep.
" Ya ampun!!... kaya bener nih orang! perusahaan Papa aja kalah dibanding dengan harga mobilnya." Batin Lidya
" Tapi maaf Pak, kalau seandainya Bapak bekerjasama dengan saya, padahal Bapak sudah kaya begini Pak, apa motif bapak untuk kerjasama dengan saya.
" Saya itu senang mengadakan kerja sama, sama perusahaan yang baru saya kenal dan baru saya denger, makanya Saya ingin berkembang bersama-sama."
" Oh begitu ya pak." Ucap Aditama melongo mendengar ucapan Abi Yosep.
" Sultan banget nih Orang." Ucap Lidya merasa senang bisa bertemu dan melihat Abi Yosep yang dianggapnya orang kaya raya.
" Kena kamu Lidya jebakan batmen ku hehehe,padahal sultan Aslinya ada dipenginapan hahahah." Batin Abi Yosep tertawa.
" Apa sayang!kamu bilang apa tadi? Sultan?"
" Oh tidak ada apa-apa,nggak ada ngomong aku." Ucap Lidya karena dia melihat kemarahan dimata Aditama.
Abi Yosep kamudian membenerkan duduknya dengan cara memindahkan kakinya dengan bersilang dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dengan topangan tangan kanannya dengan jari-jari berada di wajahnya seraya menatap tajam kearah Lidya, Lidya yang ditatap oleh Abi Yosep pun merasa salah tingkah.
" Hadeh!!!kelejotankan kamu Lidya cacing tanah! Baru aja ditatap seperti itu sudah salah tingkah!!" Batin Abi Yosep.
Aditama yang melihat tatapan Abi Yosep ke arah istrinya itu, Aditama merasa emosi,dia menyipitkan matanya dengan menatap kearah Abi Yosep.
" Maaf pak,ini istri saya." Kata Aditama reflek berucap seperti itu.
" Terus apa salahnya? Saya tidak mengganggu istri bapak."
" Istri kamu aja kecebong!! yang kegeeran!!" Batinnya sembari menyunggingkan senyuman dibibirnya.
" Maaf! bukan begitu Pak, tapi tatapan bapak itu seolah-olah memberikan isyarat kalau bapak menyukai istri saya."
" Wow! wajar kalau seorang laki-laki menyukai seorang wanita yang cantik seperti istri bapak,karena istri bapak cantiknya kebangetan." Ucap Abi Yosep terang-terangan, terlihat jelas Aditama emosi semakin meninggi.
" Uwekkk!!" Abi Yosep mengekpresikan mulutnya seperti orang mau muntah dengan ditutupi oleh satu tangannya.
Aditama langsung berdiri mendengar ucapan Abi Yosep.
" Saya pinta, dengan hormat bapak keluar dari ruangan saya sekarang! karena saya tidak ingin mengadakan kerjasama dengan perusahan bapak, karena bapak sudah berbuat tidak sepantasnya dihadapan saya."
Abi Yosep pun ikut berdiri,dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya dan memberikan senyuman pada Aditama yang sedang dirundung emosi.
" Wow!!Saya tidak melakukan apa-apa pada istri bapak! Bapak aja kali yang terlalu sensi, sabar pak,sensi itu hanya milik wanita bukan milik pria,atau mungkin saja bapak sudah dihampiri karma!" Ucap Abi Yosep enteng dengan masih mengumbar senyuman diwajahnya.
" Apa maksud bapak hah?!! Karma apa yang saya lakukan!! Jangan asal bicara pak!! Saya bisa aja langsung mengusir bapak dengan kejam dari sini " ucap Aditama seraya menunjuk wajah Abi Yosep.
Tapi Abi Yosep dengan tenang diluar tapi marah didalam hanya tersenyum mengejek menambah emosi Aditama menjadi.
Lidya yang melihat Aditama mengusir tamunya itu langsung angkat bicara, dia berdiri dan mendorong Aditama untuk duduk di sofa kembali, Aditama yang kurang keseimbangan langsung terjatuh di sofa tempat dia duduk.
" Kamu tidak boleh mengusir dia! aku yang akan menyetujui kerjasama ini!! Karena perusahaan ini adalah milik papa aku! bukan milikmu!!" ucap Lidya dengan keras,sekretaris Aditama yang melihat kejadian itu merasa senang karena melihat kemarahan Lidya,dan dia merasa senang juga karena Aditama bos nya itu telah terbakar api cemburu pada Clientnya sendiri.
Abi Yosep tersenyum dia kemudian bersedekap tangan di dada,kemudian Lidya mendekati Abi Yosep, Aditama melihat Lidya mendekati Abi Yosep pun hendak berdiri kembali namun dicegah lagi oleh lidya.
" Jangan sekali-kali kamu berdiri dari dudukmu Aditama!!,kalau kamu masih mau berdiri,aku akan mengurus surat perpisahan kita ingat itu!!!" Ucap Lidya seraya menunjuk Aditama dengan muka yang penuh emosi.
Aditama terkejut dengan perkataan Lidya istrinya,dia hanya mendengus dengan kesal.
Abi Yosep hanya tersenyum saja.
" Akhirnya hancur!!" Batin Abi Yosep tersenyum disudut bibirnya penuh kemenangan.