THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 72



" Jangan takut bang, adik nya aja kaya gini gimana kakaknya" ucapnya terkekeh.


" Kata bos kita,kakaknya itu biar wanita tapi bukan wanita sembarangan," ucapnya yang di panggil abang.


" Abang pernah ketemu dengan nya?"


" Belum, cuma melihat dari fhoto aja,dan itu pun fhoto nya dari ponsel ke ponsel dan abang liat cantik sih" ucapnya


" Makanya bang,jangan percaya dulu kalau kakak nya butiran debu ini bukan wanita sembarangan, kalau aku nggak percaya deh bang, kalau berani hadapi aku nih bang!" Ucapnya.seraya membusungkan dadanya dan menepuk dadanya tersebut.


" Apalagi kata adiknya dia bisa makan singa hidup,hahahaha! Dendeng singa kali hahaha" ucapnya tertawa lepas di ikuti oleh kedua orang yang lain yang berada di dalam ruangan tersebut.


Tiba tiba ponsel salah satu penculik tersebut berbunyi dan dia pun langsung menjawab panggilan telpon tersebut.


" Malam Bos" ucapnya.


"....."


" Bukan kakak nya yang kami tangkap bos,tapi adiknya"


"...."


" Siap bos,kami akan menunggu kedatangan Bos kesini" ucapnya lagi seraya tersenyum dan langsung menyudahi telpon nya pada orang yang di panggilnya Bos.


" Beruntunglah kamu, karena kata bos masih bagus kita dapat adiknya biar bisa menjadikan kunci mendatangkan kakaknya ke sarang kita,ibarat kata sebagai sandara gitu" ucap nya lagi terkekeh.


" Mantap bang "


" Hahahahaha..."


Mereka berempat langsung tertawa lepas,mereka tidak mengira kalau sudah di intai oleh empat orang yang berada di depan pintu ruangannya dan anak buah Morgan pun sudah bersiap siap di tambah lagi anak buah Arvin yang ikut dalam penyergapan itu.


" Ya udah aku menemui Morgan sebentar,bisa minta kunci mobil mu Marco?" ucap Abiyasa pelan.


Marco memberikan kunci mobilnya pada Abiyasa dan dia pun tidak banyak bicara.


" Untuk apa Biy?" Tanya Risa.


" Nanti kamu akan tahu sendiri Ris,tenang aja" ucap Abiyasa.


Di anggukkan oleh ketiganya.


Dengan mengendap endap Abiyasa langsung keluar menuju kearah pintu utama.


Dia menemui Morgan di mana sudah ada anak buah Morgan sebanyak lima orang dan anak buah Arvin sebanyak lima orang.


Kemudian Abiyasa menyusun rencana untuk mengetahui siapa sebenarnya dalang dari ini semua.


Setelah sepakat mereka langsung melaksanakan rencana nya tersebut,Morgan langsung menyuruh semua anggota yang ada di hadapannya menjalankan rencana Abiyasa. Abiyasa masih tetap menunggu anak buah Morgan menjalankan rencananya.


Sekitar tiga puluh menit semua anak buah Morgan dan arvin selesai menjalankan rencana Abiyasa dan kembali ketempat persembunyian nya lagi.


Lima belas menit kemudian terlihat sebuah cahaya dari jauh mendekati rumah tuanya,Abiyasa dan Morgan langsung masuk dan mengendap menemui ketiga sahabatnya.


Mereka langsung mencari persembunyian yang tidak terlihat oleh siapapun dan di ketahui oleh para penculiknya.


Mobil langsung berhenti dan terdengar pintu mobil di tutup dengan kembali dan terlihat cahaya dari sebuah Ponsel memasuki rumah tua dan berjalan santai menuju kearah ruangan di mana Charlo di sekap,si Bos tidak menyadari kalau ternyata rumah eksekusi nya itu sudah di kepung dan tinggal tunggu perintah saja mereka bertindak.


Dia membuka pintu dengan pelan dan terlihatlah jelas wajah Bos penculik itu.


Clarissa terkejut dan dia mengenali jelas siapa dalang si penculik.


" Bos.." sapa salah satu anak buah nya itu.


" Bagus,kalian sudah menangkap dan menculik orang yang tepat! dengan adanya adiknya ini kita bisa menggunakan sang adik untuk mengeluarkan taring kakaknya,liat aja bu Risa aku akan membalaskan dendamku pada kamu !! Dan satu persatu akan aku habisi!!" Ucapnya geram terdengar ucapannya yang sangat menyimpan dendam pada Risa.


" Braakkk"


Mereka langsung menoleh kearah pintu karena suara keras pintu yang di buka paksa oleh ke empat laki laki dan satu wanita tersebut.


" Siapa kalian?" Ucap si Botak.


" Kami adalah malaikat maut kalian!! Ucap Abiyasa.


" Pak Abiyasa?! " Ucap si Bos.


" Jangan bergerak! Jangan ada yang memegang senjata angkat tangan kalian keatas!!" Ucap Morgan seraya mengarahkan senjata yang ada ditangan nya kearah para penculik tersebut.


Mereka langsung mengangkat tangan mereka dan terlihat wajah mereka sangat ketakutan karena di hadapan mereka ada dua orang polisi.


" Kak Risa!" Ucap Charlo.


" Kamu nggak apa apa dek?" Tanya Risa.


" Nggak apa apa kak,cuma sedikit sakit di pipi Arlo." Ucapnya


Risa langsung melepaskan ikatan yang mengikat adiknya di sebuah kursi.


Dia mengelus pipi sang adik dan langsung menoleh kearah Angga dengan tatapan yang tajam setajam silet...( 🤭😀)


" Angga!!" Teriak Clarissa langsung memberikan bogem mentah pada Angga, Angga yang terkejut tidak dapat menghindar dan langsung tersungkur di lantai ubin keramik,Dia menggeleng-geleng kan kepalanya dan terasa ada yang berputar putar di atas kepalanya.


" Angga?!" Ucap mereka berbarengan.


Abiyasa mendekati Angga yang tersungkur, Angga langsung duduk di ubin keramik tersebut.


" Apa maksud kamu dengan menculik adik nya Clarissa hah!!" Geram Abiyasa.


Angga hanya terdiam, dia memandang Abiyasa dengan tatapan sinis nya.


" Kalau kamu merasa jantan yuk mari kita selesaikan di luar rumah ini" ucap Abiyasa.


Angga masih tetap terdiam.


Kemudian morgan dan Arvin maju dan langsung memborgol tangan Angga beserta anak buah nya dan mereka langsung di bawa ke kantor polisi.


" Kita selesaikan di kantor polisi,aku nggak betah di rumah ini, di samping seram banyak nyamuk nya,aku lupa bawa racun nyamuk" ucap Arvin terkekeh.


Para sahabatnya tersenyum dan Clarissa mendorong pelan Arvin.


" Apa apaan sih Vin" ucap Clarissa.


Arvin hanya tersenyum saja seraya menyuruh anak buah nya untuk membawa kelima orang tersebut.


Anak buahnya langsung melaksanakan perintah Arvin untuk membawa kelima penculik itu ke dalam mobil, Abiyasa dan kawan-kawannya mengikuti mereka berjalan keluar dari rumah tua yang di buat Angga buat menyekap Charlo.


"Tapi ngomong-ngomong aku heran padahal kan mobil kita parkir semua tuh di jalan besar sana,kok si Angga tidak mengetahui kalau ada kita?"ucap Clarisa Seraya mensejajarkan langkahnya dengan langkah-langkah sahabat-sahabatnya menuju ke mobilnya mereka.


Abiyasa tertawa...


" Ini kan semua rencana Abiyasa" ucap Morgan.


" Rencana Abiyasa ?"tanya Arvin dan Marco beserta Clarissa


" Maksudnya rencana apa?" Tanya Clarissa.


" Kan tadi aku minta kunci kontak mobilnya Marco, karena anak buah Arvin dan anak buahnya Morgan sudah Ada,aku suruh tuh memindahkan mobil kita sebelum pak Bos datang,makanya tidak terlihat bahwa kendaraan kita berada di luar sana, makanya aman-aman saja dia masuk kedalam sini karena dia tidak mengira kalau kita sudah berada di sini " ucap Abiyasa tersenyum.


" Ya iyalah pintar,seharusnya aku yang jadi polisi bukan kamu " ucap Abiyasa terkekeh.


" Hehehe " Arvin hanya tertawa saja sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" Ah...bisa aja tuh Biy ditukar, Arvin biar di kantor kamu, kamu yang jadi polisi nya " ucap Morgan lagi.


" Ogah! sudah telat " ucap Abiyasa lagi masih dengan kekehan nya.


" Wah....bahaya kalau Arvin di kantor Abiyasa." Ucap Marco.


" Emang kenapa?" Tanya keempatnya termasuk Arvin.


" Ntar porak poranda semua berkas kalau dia mengeluarkan kekuatan supernya" ucap Marco tertawa lepas.


" Hahahah" ucap mereka sedangkan Arvin hanya senyum senyum saja tersembunyi.


" Sekarang kalian mau kemana? Apakah semuanya mau ke kantor polisi ? atau mau pulang ke rumah " ucap Morgan.


" Ya ke kantor polisi dong, kita harus sama-sama menyelesaikan masalah ini,Masa cuma Clarissa sama adiknya aja ke sana" ucap Abiyasa.


" Kan masih ada kami Biy. " Ucap Morgan.


" Siapa tahu kamu mau, melepaskan kecebong mu yang sempat tertunda " celetuk Arvin.


" Hahaha,. Kamu bisa aja Vin, kaya tahu aja aku mau melepaskan kecebong ku" ucapnya seraya menyentil Arvin pelan dan tersenyum.


Arvin hanya tertawa...


" Namanya juga pengantin baru ya pastilah pengen dekat-dekat an terus " ucap Morgan.


" Morgan aja tau, masa kamu Vin nggak tahu" Ucap Abiyasa.


" Biasa Biy aku kan masih di bawah umur " kekeh Arvin.


Mereka pun tertawa dan memasuki mobil mereka kembali, setelah mobil mobil mereka di bawa kembali kehadapan mereka.


Keempat mobil dan satu mobil patroli yang membawa kelima orang penculik tersebut langsung meninggalkan rumah tua itu menuju kearah kantor polisi.


Beberapa saat kemudian mereka sampai dan langsung masuki ruangan Morgan.


Angga dan anak buahnya langsung di duduk kan di lantai ubin keramik.


" Kenapa kamu menculik korban" tanya Morgan yang duduk di hadapan mereka.


" Salah sasaran!" Ucapnya singkat seraya menunduk.


" Siapa sasaran kamu? Aku? Atau Abiyasa?" Ucap Clarissa mulai emosi.


" Yah.. salah sasaran aja" ucap Angga santai seolah olah mau membangunkan singa betina yang lagi tidur.


" Salah sasaran katamu hah!! Dasar belatung!! Sudah di sini kamu bilang salah sasaran di sana kamu bilang tidak salah biar kakaknya datang kesini katamu sama anak buah mu!! Heh ijah!! Kamu kira adik ku ini kunci dari segala kunci apa ! Bisa bisa nya kamu bilang kaya gitu!! Adik ku ini jangan kamu ikut campurkan dengan masalah ini curut!!"


Angga hanya diam tapi matanya menatap clarissa tajam.


" Apa tatap tatap!! Aku congkel juga ntar matamu!! Ku bikin balado,Baru tahu rasa!! Mau!!" Ucap Clarissa geram.


Angga langsung menunduk kan kepalanya.


" Dan kamu!! Botak!! Bilang apa tadi hah!! Dendeng singa?! Kamu tuh yang mau aku jadikan dendeng!! Belum cukup tuh botak kamu itu,sini biar aku menguliti sekalian kepalamu biar jadi lebih mulus lagi!!" Ucapnya seraya menjotos keras kepala botak si penculik.


" Aw..!" Ucap nya.


" Sakit hah!! Itu belum seberapa,sakitnya pipi adik ku yang kalian gampar!! Adik ku sudah bilang sakit malah kamu aniaya lagi!! "


" Maafkan saya bu" ucapnya seraya menunduk kan kepalanya.


" Maaf maaf!! Katanya kamu tidak takut denganku!! Buktikan kalau kamu tidak takut!! Nih sudah berhadapan dengan ku apa mau mu hah!!" Ucap Clarisa seraya mencengkram kuat pipi si Botak dan menghempaskan nya.


" Kenapa kamu mau di suruh tikus tanah ini hah!! " Ucap Clarissa.


Botak dan teman temannya nggak mampu bersuara,mereka hanya diam.


" Jawab!! Kenapa kalian mau di suruh mereka hah!! Punya mulut nggak!! "


" Punya Bu" ucap ke empat nya.


" Kalau punya ngomong!!" Kesal Clarissa.


" Kami di suruh dengan bos Angga menculik ibu,tapi kami salah tangkap bu" ucapnya.


" Kami juga di janjikan dengan bos Angga uang seratus juga masing masing kalau kami berhasil menangkap Ibu" ucap salah satu lagi.


" Kalau kami berdua malah tidak tahu apa bu di suruh ikut aja dan kami juga tidak tahu kalau ada perjanjian besar antara mereka sama pak Angga" ucap salah satu dari ke empat orang tersebut.


" Jika di sini nggak ada hukum sudah aku mutilasi kalian!!" Ucapnya lagi.


" Aduh! Calon bini ku ngeri juga kalau marah ya" bisiknya pada Arvin dan Abiyasa.


" Itu belum seberapa, itu baru setengahnya,kalau sudah Full,jiwa preman nya berlapis lapis heheh" ucap Arvin.


" Hehehe" Marco hanya terkekeh.


" Mulai sudah semua bahasa di keluarkan Clarissa yang hanya dia yang bisa ngerti, hehehe" Ucap Abiyasa.


" Angga!! apa yang membuat kamu berbuat sedemikian rupa ?" tanya Morgan.


Tapi Angga hanya berdiam diri saja.


" Jawab Angga!! " Bentak Morgan pada Angga.


Angga langsung menjawab...


" Aku benci dengan bu Risa karena dia sudah memutuskan kerjasama secara sepihak,dan aku juga sakit hati dengan pak Abiyasa karena menjadikan Ayesha istrinya, aku sangat mencintai Ayesha " ucapnya gamblang mengatakan tampa rasa bersalah sedikit pun.


Abiyasa langsung memandang Angga dengan tatapan tajam.


" Apa kamu bilang? Kamu merasa sakit hati? Kalau kamu merasa sakit hati bukan pada ku atau pun istriku!! " Teriak Abiyasa.


" Tapi sakit hatilah pada diri mu sendiri yang telah memaksakan kehendak yang tidak bisa kamu gapai!! " Ucapnya lagi.


Angga terkejut dengan Ucapan Abiyasa, dia langsung menunduk kan wajahnya.


" Matilah aku,bodoh! Bodoh! Kenapa aku berkata jujur sih" gumamnya.


" Maaf kan saya pak Abiyasa, salah memang saya salah " ucap nya seraya menunduk kan kepalanya.


" Aku bisa saja memaafkan kamu tapi maaf aku tidak bisa melupakan kesalahan kamu!! Dan jangan pernah lagi kamu menyebut nama istriku dari mulutmu itu" ucap Abiyasa tegas penuh penekanan.


" Proses sesuai hukum yang berlaku dan beri hukuman yang setimpal buat nya! Karena penculikan dan kekerasan " ucap Morgan memberikan wewenang pada anak buah nya untuk mencatat keterangan dari Angga.


" Sejahat apa pun kamu,kamu masih tetap berguna bagi orang lain,sebagai contoh yang tidak patut untuk di tiru" ucap Arvin.


" Tumben Arvin bijak banget " celetuk Morgan.


Arvin hanya tersenyum seraya menaik turunkan Alisnya.