THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 104



Sedangkan Abiyasa yang berada di rumah kediaman Pak Bimo mulai membicarakan tentang kerjasama yang akan mereka lakukan di dua perusahaan.


" Oh ya pak, ini berkas-berkasnya sudah saya siapkan." ucap Bimo menyodorkan beberapa berkas yang akan ditandatangani dan di persetujui oleh Abiyasa.


" Clarissa...tolong cek berkas ini perintah nya pada Clarissa.


" Siap pak ! ' ucap Clarissa seraya mengambil berkas-berkas tersebut dan mulai membuka satu persatu berkas yang ada di tangan nya itu.


" Oh ya Pak,silahkan dinikmati minuman dan kue ala kadarnya ini, sebentar ya Pak saya mau memanggil kan istri saya " ucapnya.


Abiyasa hanya mengangguk dan mengambil gelas minuman yang sudah di persiapkan oleh pemilik rumah, dia pun meminumnya, kemudian dia meletakkan kembali gelas di atas meja dan memperhatikan langkah demi langkah pada Bimo yang masuk kedalam sebuah kamar menemui istrinya.


" Kalian merasa nggak ya Kalau tadi itu adalah tante Dwi ?" ucap Arvin.


" Iya Aku juga yakin, kalau itu adalah Tante Dwi,kasihan banget ya sampai duduk di atas kursi roda itu, badannya juga terlihat kurus." Ucap Clarissa.


" Memang keterlaluan si Bimo ini buat apa sih dia memperlihatkan mertuanya seperti itu dengan kita." Lanjut Arvin.


" Jangan-jangan dia memperlihatkan mertuanya itu, supaya kita ada rasa kasihan nya dan kita akan melebihi dana yang akan kita berikan kepadanya " ujar Clarissa.


" Benar sekali itu yang mau aku katakan " ucap Abiyasa.


Arvin dan Clarissa mengangguk kan kepala.


Di dalam kamar...


" Bella..!" Panggil pak Bimo.


Bella menoleh kearah pak Bimo.


" Ayo cepat persiapkan dirimu, aku ingin memperkenalkan kamu dengan pak Abiyasa, Karena dia pemilik perusahaan yang lebih besar lagi dari yang lain-lainnya, kamu harus bersikap ramah dan goda dia dengan tatapan matamu, aku tidak mau tahu!! kamu harus berhasil melebihi dari yang aku inginkan dana yang akan masuk untuk perusahaan ku.!!" Perintahnya pada Bella istrinya.


" Maaf Mas, aku rasa Aku kurang enak badan Hari ini." Keluh Bella.


" Apa ?! Kurang enak badan? tidak ada kurang enak badan segala!!nggak enak badan nya ntar belakangan!! makanya tadi malam aku sudah bilang kepadamu, Kamu harus menjaga merawat dan menjaga dirimu, supaya tetap fit, kamu kan sudah tahu aku akan bertemu dengan seseorang yang terkaya, seseorang yang terkenal serta yang mempunyai kekayaannya lebih dari semua yang pernah aku perkenalkan kepada dirimu.!!" ucapnya dengan tegas pada Bella.


" Tolonglah Mas,aku sepertinya tidak bisa " ucap Bella memelas pada suaminya.


" Kamu mau aku hukum lagi hah !! Apakah kamu mau melihat ibumu mati perlahan-lahan hah !! Apakah kamu tidak ingin menginginkan obat untuk ibumu lagi hah !!" Bentaknya.


Mendengar Bimo mengatakan seperti itu, Bella mulai Luluh Dia tidak bisa menghentikan sikap suaminya terhadap dirinya.


" Cepat kamu harus terlihat fresh, dan Dan juga harus tetap cantik !!" ucapnya lagi.


Kemudian Bella merapikan sedikit pakaiannya dan memoles sedikit lipstik di bibirnya. Bimo memandang istrinya di depan cermin.


" Sempurna !! kamu sekarang terlihat cantik, ingat ! jangan kau perlihatkan rasa capek dan rasa tidak enak badan mu itu di hadapan pak Abiyasa, kamu harus menggoda dia dan kamu harus berhasil menarik perhatiannya, dan kamu juga harus berhasil memberikan yang terbaik kepadanya ingat itu.!!


Bella hanya bisa menganggukan kepalanya.


" Senyum ! kamu harus senyum. !" ucapnya Seraya menarik-narik pipinya Bella membentuk senyum di wajah Bella.


" Ya Allah semoga orang ini tidak seperti orang yang lain yang pernah bersama dengan diriku, ya Allah tolonglah hamba mu ini ya Allah,Sekali Ini saja Aku hanya memohon kepadamu ya Allah, berikanlah Ya Allah PertolonganMu " gumamnya seraya mengikuti langkah suaminya.


" Maaf pak Abiyasa lama menunggu." Ucapnya tersenyum dan mengambil duduk di sofa di ikuti Bella sang istri yang tersenyum terpaksa terlihat jelas di wajahnya di bawah tekanan sang suami.


semua mata tertuju kepada Bella...


" Subhanallah, wajah ini wajahnya mirip sekali dengan istriku,bedanya istriku versi mudanya,Astaghfirullahaladzim Apakah ini Kak Bella ?"ucap Abiyasa kemudian menoleh kearah Clarissa.


Clarissa memberi kode dengan matanya karena Clarissa juga mempunyai pikiran yang sama dengan Abiyasa.


" Biadab benar Bimo ini !!" gumam Abiyasa.


" Kamu pasti akan merasakannya Bimo setelah kamu mengetahui semuanya nanti !! ucap Batin Clarissa sambil meremas salah satu kertas berkas yang ada di tangannya tanpa sepengetahuan Bimo.


Arvin melihat gelagat Clarissa yang berusaha melawan rasa emosinya terhadap Bimo, Arvin menyenggol Clarissa karena berkas perusahaan Bimo yang diperiksanya itu sudah menjadi gumpalan-gumpalan kertas yang ada di pangkuannya tersebut.


Clarissa menoleh kearah Arvin dengan delikan rasa amarahnya, Arvin berusaha memberi tanda kesabaran kepada Clarissa, Abiyasa pun menoleh kearah Clarissa, dan dia melihat bahwa berkas yang ada di pangkuan Clarissa tersebut sudah menjadi gumpalan gumpalan kertas yang tidak terpakai.


Abiyasa tahu, kalau Clarissa merasakan emosi tingkat dewa nya mulai mau berontak.


" Oh ya Pak, ini istri saya, sayang, perkenalkan ini adalah pak Abiyasa dan kedua asisten pribadinya." ucap pak Bimo Abiyasa mengulurkan tangannya Clarisa juga mengulurkan tangannya beserta Arvin.


" Vin tolong kamu ambil kan beberapa berkas yang ada di dalam mobil." Ucap Abiyasa seraya memberi kode yang hanya Arvin dan Abiyasa yang tahu Artinya.


" Oh ya Pak siap " ucap Arvin melihat ke arah Abiyasa Karena Arvin melihat kode dari mata Abiyasa agar Arvin menyelinap masuk ke dalam ruangannya Tante Dwi.


Saat Arvin melangkah menuju keluar, Arvin memang mengambil beberapa berkas yang ada di dalam mobilnya Abiyasa, tapi Arvin tidak tahu apakah itu berkas penting atau tidaknya, yang terpenting Arvin mengambil aja beberapa map nya.


Arvin kemudian duduk di lantai ubin keramik, melihat Arvin langsung masuk dan duduk dia keheranan dan menatap Arvin, ada rasa ketakutan yang di rasa kan tante Dwi.


" Maaf Tante, jangan takut ya saya orang baik, saya cuma ingin tahu,siapakah nama tante ?" Tanyanya.


" Dwi, kamu siapa?"


" Saya Arvin, mungkin tante Tidak mengenali saya, ceritanya panjang tante, saya mau bertanya aja sama tante, Apakah tante mempunyai saudara yang bernama Yosep?"


Tante Dwi langsung menoleh kearah Arvin, dan memandanginya ingin tahu dengan pertanyaan Arvin, sinar matanya yang sangat merindukan seorang adiknya tersebut.


" Dari mana kamu tahu tentang Yosep? Apakah kamu bertemu dengan Yosep ?"


" Saya ini anaknya Candra dan Adel,teman nya Om Yosep satu pekerjaan sama sama seorang polisi, tante ingat om Andre? Andre Praja Wibawa? Tanya Arvin.


Tante Dwi hanya mengangguk.


" Nah papah saya temannya om Andre, Mungkin tante mengenal kedua orang tua saya, saya mohon tante mengikuti rencana saya,saya akan membawa tante dan Mbak Bella dari rumah ini "


Mendengar Arvin berbicara seperti itu,tante Dwi langsung bereaksi.


" Tolonglah nak kami, kami ingin bebas dari sini, kalian pasti orang baik dan pertemukanlah tante dengan adik Tante satu-satunya itu,apapun rencana kamu tante akan mengikutinya " ucapnya memohon pada Arvin dengan menangkupkan kedua tangan nya tersebut. Arvin meraih tangan tante Dwi.


" Iya tante, kami akan membawa tante pergi dari sini,rencana saya begini " Arvin menjelaskan rencananya pada tante Dwi.


Tante Dwi hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya, setelah menjelaskan rencananya dan di pahami oleh Tante Dwi, Arvin permisi dengannya dan melihat lagi kiri dan kanan, setelah aman dan tidak ada yang melihat dirinya, kemudian dia berjalan menemui Abiyasa dan Pak Bimo.


Arvin duduk disebelah Clarissa dan menyerahkan beberapa berkas yang di bawanya kepada Abiyasa.


Abiyasa Kemudian membuka salah satu berkas tersebut, yang dibawa oleh Arvin.


Lalu dia mengambil map yang berwarna kuning, Abiyasa terus mengajak Bimo berbicara dan kadang kadang terdengar suara tawa pak Bimo, Abiyasa menyodorkan sebuah map untuk ditandatangani pak Bimo, Abiyasa menawarkan untuk membacanya, tapi sayang! Pak Bimo tidak membaca berkas yang disodorkan oleh Abiyasa tersebut.


Dia langsung saja menandatanganinya, karena dia berharap sangat banyak akan uang yang diberikan kepada dirinya.


Kemudian Abiyasa mengambil sebuah Cek yang berisi uang tunai,dia menyodorkan cek tersebut kepada pak Bimo.


Clarissa menoleh ke arah Abiyasa dia bingung dengan sikap Abiyasa kenapa dia menyodorkan cek tersebut.


Alvin hanya tersenyum kepada Clarissa, kemudian pak Bimo memandang isi tulisan cek itu, yang ada di tangan nya, tertera jumlah nominal uang yang ada di cek itu sebesar 2 milyar, dia pun tersenyum dalam pikirannya uang itu sangat banyak dia memasuk kan cek tersebut di dalam saku kemejanya.


Setelah menandatangani surat-surat yang ada, kemudian berkas yang di tangan Clarissa ditumpuk menjadi satu dengan yang lainnya.


Lalu dikasihkan kepada Arvin, Arvin kemudian keluar menaruh berkas tersebut. Saat Arvin mau masuk kedalam terdengar teriakan dari Tante Dwi,semua tertuju kepada ruangan yang ada Tante Dwi nya.


Semua berlari berhamburan ke ruangan tersebut, Bella dengan cepat menangkap tubuh ibunya yang sudah tergeletak di atas lantai ubin keramik itu, tante Dwi kejang kejang mata keatas dan kemudian tidak sadarkan diri.


" Mamah! Mamah kenapa?! Bangun Mah!" Teriak Bella memanggil-manggil mamahnya sambil menagis. kemudian Abiyasa bertanya kepada pak Bimo.


" Ada apa ini Pak sebenarnya? kenapa ibu mertua Bapak seperti itu.?" Tanya Abiyasa heran,karena tiba tiba tante Dwi berteriak keras.


" Apakah ini salah satu dari rencana dia.?" Gumam Abiyasa.


" Ya itu pak Abiyasa, seperti itulah sakitnya. " ucap Bimo.


Sebenarnya dia juga heran...


" Ada apa dengan wanita tua ini ! kenapa dia berteriak seperti ini, aku jadi bingung ." Gumamnya.


" Ya udah Pak kalau kayak gini kami akan membawa Ibu ini ke rumah sakit " ucap Arvin.


" Oh iya pak silakan, nanti saya akan menyusul." ucapnya.


" Keren juga tante Dwi memainkan rencana ku" gumam Arvin tersenyum tersembunyi.


Kemudian Arvin dan Abiyasa mengangkat tubuhnya Tante Dwi ke dalam mobilnya di bantu oleh Bimo,dan saat akan menutup pintu mobil Arvin bersenggolan dengan pak Bimo.


" Aww" ucap pak Bimo merasa sakit di bagian kakinya, di samping tertabrak tubuh Arvin,dan sengaja juga Arvin menginjak kakinya.


" Maaf pak, saya tidak sengaja " ucap Arvin.


" Tidak apa apa." ucap pak Bimo.


Mereka kemudian berpamitan dengan pak Bimo dan Bella ikut bersama mereka.


Bimo hanya berdiri saja dia berpikiran ini adalah kesempatan bagus.


" Pintar juga mertua ku itu, membuat rencananya sendiri padahal ini diluar rencana Aku, akhirnya Bella bisa berdekatan dengan Abiyasa dalam satu mobil." ucapnya Seraya tersenyum kemenangan melihat mobil Abiyasa berlalu dari rumahnya.