THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 54



Kemudian dia mendekati mamah Anisha yang duduk tidak terlalu jauh darinya.


" Mamah,kayanya Istri Biyas lelah deh mah,kasian dia bisakah istirahat sebentar mah" ucapnya.


Mamah Anisha tersenyum dan memberikan kade pada dua orang wanita yang berdiri tak jauh dari daerah panggung pengantin,yang memang bertugas untuk merias dan mengurusi keperluan kedua mempelai.


Kemudiam kedua orang tersebut mengerti dan mendekati kedua mempelai dan membawanya kedalam ruang ganti.


Di ruang ganti hanya ada Ayesha dan Abiyasa.


" Kok kita di ruangan sih mas, kan masih beberapa jam lagi selesai." Ucapnya.


" Iya sayang,kita istirahat dulu kalau nggak kaya gini nggak bakalan kamu bisa istirahat sampai akhir. karena tamu undangan relasi dan rekan kerja itu banyak sekali,mas tahu kalau kamu itu cape banget" ucapnya tersenyum seraya memegang dagu istrinya.


Kemudian Abiyasa meraih kaki sang istri dan meletakkan di atas pahanya,dia kemudian memijat pelan kaki sang istri.


Ayesha tersenyum manis pada sang suami.


" Terimakasih ya Allah Engkau memberikan jodoh yang baik buat hamba" ucapnya pelan.


Abiyasa menatap sang istri dan tersenyum manis dan lembut yang dapat menggetarkan hati Ayesha.


Setelah cukup 15 menit mereka beristirahat Ayesha mengajak suaminya keluar lagi,Abiyasa hanya tersenyum dan langsung menggandeng tangan istrinya.


Di luar sudah ada yang menunggu mereka dan membawa mereka kembali keatas panggung.


Sedangkan di samping gedung tersebut Nadine duduk di kursi yang tak jauh dari pintu samping.


Dengan muka yang masih cemberut dia duduk santai seraya menatap jauh keluar dimana cahaya matahari yang bersinar sangat panas sekali,seakan akan membakar setiap apa saja yang terkena sinarnya itu,seperti saat ini perasaan Nadine terbakar setelah melihat Arvin yang tertawa bahagia dan senyum senyum dengan teman teman nya, entah siapa mereka yang jelas Nadine melihat dengan mata kepalanya kalau Arvin sedang berbicara begitu akrabnya bersama wanita-wanita yang ada di acara pernikahan Abiyasa dan Ayesha.


"Dasar laki-laki menyebalkan sudah tahu salah pada ku, tidak ada kata maaf yang dilontarkannya padaku,eh... malah memanas-manasi diriku berbicara dengan para gadis yang centil centil itu, menyebalkan sekali" ucapnya tak terasa Dia meneteskan air matanya Karena rasa pedih di hatinya.


"Ah..enggak-enggak!tidak mungkin aku menyukainya, sadar Nadine.... sadar Nadine..jangan sampai kamu terjerat cinta lelaki yang sudah mengganggu kamu itu! siapa tahu dia itu lelaki pengganggu,dan sudah banyak wanita yang sering di ganggunya bukan hanya kamu, dan mengecewakan nya setelah ketahuan serta tidak ada kata maaf kepadamu" ucapnya seraya menghapus air matanya.


" Jangan begitu aja jatuh pada lelaki seperti itu Nadine,mungkin sudah banyak wanita di luar sana yang sudah jadi korbannya" ucapnya sambil menarik napasnya dengan pelan,menyemangati dirinya sendiri.


Kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Kapan pergantian pakaian satu lagi, biar aku cepat pulang!aku lelah, karena melihat dia Aku lelah... lelah... dan lelah..." ucapnya.


Kemudian dia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi yang dia duduki sekarang ini.


Tidak jauh dari dia duduk sepasang mata menatapnya tanpa di ketahui oleh Nadine, siapa lagi kalau bukan Arvin.


"Kenapa dia mengusap wajahnya?apakah dia menangis? Atau mengusap keringat?terlihat begitu kesal sekali, begitu marahnya kah dia kepada diriku? sampai dia terlihat bete banget,Apakah baik waktunya ini aku meminta maaf kepadanya" ucapnya.


"Tapi aku rasa belum tepat waktunya, apalagi ini adalah acaranya Abiyasa, aku takut kalau dia ngamuk dan teriak-teriak,karena dalam keadaan marah dan kesal, aku tidak enak jadinya." Ucapnya lagi dengan masih menatap Nadine dari kejauhan.


" Lebih baik setelah acara ini aku akan menelponnya, dan mengatakan permohonan maaf ku kepadanya atau aku akan menyamperin ke rumahnya atau kebutik nya" ucap Arvin lagi, masih tetap menatap Nadine yang terlihat kesal di kejauhan.


Tiba-tiba ada seseorang yang keluar dari gedung tersebut dan melewati pintu samping mendekati Nadine, Nadine langsung berdiri dan langsung memeluk lelaki tersebut.


"Astaghfirullahaladzim, ternyata dia sudah mempunyai pasangan ya Allah, Arvin rupanya kamu menanti seseorang yang telah lama kau impikan sudah jadi milik orang Vin,pupus...pupus...sudah Arvin harapanmu,pupus....!" ucapnya Seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


Kemudian dia meninggalkan Nadine dan lelakinya tersebut.Arvin masuk ke dalam dan langsung duduk di sebelah Morgan dan Marco serta Clarissa


Morgan dan Marko menoleh kearah Arvin,yang tiba tiba datang dengan mukanya terlihat tidak bergairah.


" Ada apa dengan mu Vin? kamu Kenapa? baru keluar dari ruangan,terus masuk lagi ke dalam,wajahmu ditekuk kayak gitu.?" Tanya Morgan Seraya menatap Arvin heran.


" Iya nih, baru aja tadi tertawa senang, bahagia,bertemu dengan kawan-kawan semasa SMA dan Kuliah, tapi kenapa ujung-ujungnya berubah wajah seperti ini kesambet kali ya" ucap Clarissa lagi.