
" Silakan dulu dulu cantik." ucap mereka meraih tangan Arvin.
Arvin terpaksa membiarkan tangannya di pegang mereka, karena saat kedua orang tersebut mau meraih tangan Clarissa Arvin langsung menyingkirkan Clarissa pelan kesampingnya.
Kemudian Arvin mengulurkan tangannya hendak menangkap tangan Clarissa tapi tangan Arvin keburu ditangkap kedua orang tersebut,dan langsung menyuruh dia duduk di depan Clarissa.
" Selamatkan kami dulu, kami tidak bisa duduk di luar nanti Mereka melihat kami bisakah kalian membawa kami masuk kedalam." Ucap Clarissa.
" Oh dengan senang hati." Ucap salah satu dari mereka kemudian mereka berdua menggandeng Arvin masuk ke dalam sedangkan Clarissa mengikuti langkah mereka di belakang.
" Sialan ni orang Kenapa mereka sangat nafsu banget sih dengan diriku " Kesal Arvin tapi dia menyembunyikan rasa kesalnya tersebut.
Kemudian mereka mendudukkan kedua gadis yang asli dan yang palsu duduk di atas sofa.
" Memang masalahnya apa?." Tanya salah seorang dari mereka.
" Kami aman nggak di sini?" Tanya Clarissa
" Kalian aman disini, dijamin bila bersama kami pasti Aman." ucapnya.
Kemudian datang kedua orang dari dalam dan terkejut ketiga kawannya tersebut membawa masuk dua orang wanita cantik.
" Ada apa ini.?" Tanya salah satu dari dua orang yang keluar dari arah dalam.
" Mereka berdua minta pertolongan dari kita.'
" Kenapa kalian Langsung mempercayai mereka, Bos kan sudah bilang jangan percaya dengan orang atau siapapun saja."
" Tapi bang, dia sangat cantik apa kita biarkan dia dikejar-kejar sama orang yang ada di luar sana."
" Kenapa kalian jadi dikejar kejar."
" Kami mempunyai hutang dengan orang tersebut, Tapi orang tersebut tidak mau memberi kelonggaran lagi pada kami dia mau menginginkan teman saya ini." Ucap Clarissa Seraya menoleh kearah Arvin.
" Waduh! Clarissa aku jadi korbannya nih." Arvin bergumam di dalam hati.
Kemudian kedua bola mata laki-laki yang ada di depan mereka itu menatap kearah Arvin.
" Cantik banget nih melebihi dari wanita yang lain." Ucapnya tersenyum nafsu kearah Arvin.
" Kampret nih Orang, Nggak tahu nih apa sama-sama punya tonggak!" Gumam Arvin.
" Kenapa cantik? kamu tidak berbicara?" Tanya orang yang di panggil abang tersebut.
" Maaf mas,dia tidak bisa berbicara karena dia dalam keadaan sariawan." Ucap Clarissa karena kelemahan Arvin menyamar sebagai seorang wanita baru kali ini dan lagi dia tidak bisa berbicara layaknya seorang wanita yang dibuat-buat, dia hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
Kemudian mereka langsung duduk disamping Arvin, Arvin merasa risih tangan abang penjahat itu menyentuh dagu Arvin.
" Kamu cantik banget sih." ucapnya.
" Cantik kepalamu peyang! belum tahu ya siapa Aku.!" Gumam Arvin seraya senyum terpaksa
Clarissa nyaris tertawa lepas, tapi dia berusaha menahannya.
" Aku lelaki tulen kali." Kesal Arvin yang hanya bisanya bergumam.
Ingin sekali dia rasanya menggigit laki-laki tersebut.
" Ya Tuhan daguku ternoda, Nadin dagu Abang ternoda." Keluhnya dalam hati. Dia melirik kearah Clarissa, clarissa hanya tersenyum seraya memainkan alis nya naik turun kearah Arvin dengan ekpresi jahilnya.
Clarissa kemudian melirik kanan kiri dia ingin mencari tahu, dimana Marco berada.
" Ambil makanan untuk tawanan kita, nanti Bos marah kalau tahu tawanan nya tidak di kasih makan." Ucap abang penjahat tersebut.
" Kenapa?"
" Biarkan aja bang, dia tidak mau makan di dalam sudah banyak makanan, tapi dia tidak sedikitpun menyentuh makanan tersebut, ya biar aja dia lama kelamaan dia pasti mati." ucapnya.
Mendengar itu sebenarnya Clarissa naik pitam ingin sekali dia merobek mulut laki-laki yang berbicara seperti itu, Kemudian dia menyusun rencana kembali memikirkan langkah apa agar dia bisa masuk kearah dalam.
" Memang siapa yang di sekap?" Tanya Clarissa lembut bertanya pada mereka.
" Oh, itu orang dalam gangguan jiwa." Ucapnya.
" Oh, gitu ya." Ucap Clarissa menahan emosinya.
" Gangguan jiwa pala mu bonyok!" Gumam Clarissa geram
Clarissa kemudian menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kiri dan kanan mereka berlima menoleh ke arah Clarissa.
" Ada apa kamu?"
" Maaf Saya mau pipis tapi saya tidak tahu di mana tempatnya adakah di sini kamar kecilnya, Saya mau buang air kecil." Ucap Clarissa dengan ekpresinya.
" Karena saya tadi lari-lari jadi perut saya agak sedikit sakit." Ujarnya lagi.
" Oh, silakan kamu lurus aja, terus kamu belok ke kiri di situ ada kamar kecilnya."
" Oke, terima kasih."
" Saya titip teman saya ini, tapi teman saya ya Jangan diapa-apain." Ucapnya.
" Oh ya tenang aja, kami akan menjaganya, siapa sih yang tidak mau dengan wanita secantik dia,ya kan manis." Ujarnya menyentuh dagu Arvin.
" Buju buset,di sentuhnya lagi, Alamak! Ternoda lagi aku gara-gara kampret ini, jika tidak memandang Marco sudah ku habisi juga kamu ini." Gumamnya.
Kemudian Clarissa berjalan ke arah dapur dia perhatikan dua kamar yang ada di dalam rumah tersebut karena perhatian 5 orang itu ke arah Arvin, dia kemudian membuka salah satu kamar tersebut tapi ternyata kosong tidak ada siapapun di dalam,cuma ada sebuah ranjang tempat tidur sepertinya tempat tidur dari mereka.
Clarissa kemudian menuju ke depan kamar yang dia buka tersebut karena kamar itu berhadap-hadapan dia mengendap-endap kemudian membukanya, tapi sayang terkunci!
" Pasti Marco berada di dalam sini."
Terdengar suara salah satu orang yang ada di ruang tamu tersebut yang sedang duduk bersama Arvin.
" Tolong ambilkan air di belakang."
Mendengar kata-kata seperti itu Clarissa cepat-cepat menuju ke arah kamar mandi dia menghidupkan airnya seakan-akan Clarisa memang sedang berada di dalam kamar mandi.
Salah satu anak buah tersebut mengambilkan air untuk salah seorang yang mereka panggil abang yang ada di situ.
Arvin merasa gerah dikelilingi 4 orang cowok yang haus akan nafsu Angkara murka setan itu. setelah Clarissa mengintip dari dalam kamar mandi dia melihat salah satu dari mereka berjalan ke arah luar, Dia kemudian mengambil gawainya dan mengchat Abiyasa.
Beberapa saat kemudian setelah menchat Abiyasa dia pun langsung keluar dari dalam kamar mandi tersebut, dia seakan-akan membenarkan bajunya kemudian kembali duduk di samping Arvin.
Arvin hanya bungkam tidak mau bersuara, Abiyasa yang berada tidak jauh dari mereka mendapatkan chat pribadi dari Clarissa dengan isi agar mereka segera mempersiapkan penggerebekan tersebut.
Kemudian mereka melancarkan aksinya sesuai dengan rencana dari Feri, kemudian mereka melanjutkan aksi mereka,dan Arvin mendapat kode dari kedipan kata Clarissa agar melancarkan aksi mereka,Arvin mengerti dia langsung memulai beraksi dengan senyuman manisnya menggoda para lelaki yang ada di dalam ruangan tersebut.
Salah satu dari mereka mengambil sebuah minuman beralkohol dan menikmatinya, mereka menyuruh Arvin dan Clarissa meminumnya tapi sayang Arvin dan Clarissa tidak bisa menerima untuk meminumnya dengan alasan mereka sudah meminum obat sakit kepala dan sakit perut. keempat orang tersebut memahaminya.
Seteguk dua teguk mereka meminum minuman itu, sampai akhirnya 3 botol minuman beralkohol diminum mereka, mereka sudah mulai hilang kesadarannya,pembicaraan mereka sudah mulai meracau,entah kemana larinya pembicaraan mereka yang jelas mereka sudah mulai tergoda dengan Arvin, dari tangan paha sampai wajah Arvin dicolek oleh mereka.
Clarissa hampir saja tertawa tapi dia menahan nya sedangkan Arvin melirik jengkel dengan Clarissa karena menjadi bahan colekkan kelima orang tersebut.