
" Bella sayang...duduk dulu nak..." Ucap Umi Vita.
" Bella duduk lah Nak.." sambung Abi Yosep.
Tapi tidak diindahkan Bella dia masih larut dalam keterkejutannya karena dia tidak menyangka kalau Delbert bisa menemukannya, Bella sebenarnya juga sangat mencintai lelaki yang ada dihadapannya teersebut tapi karena kehidupan rumah tangganya yang sangat kelam dan dia juga sempat disuruh suami sahnya melayani kolega bisnisnya agar suaminya terdahulu bisa mendapatkan kerja sama yang bagus, itulah yang membuat Bella merasa sangat, sangat dan sangat tidak pantas menjadi pendamping hidup lelaki baik seperti Delbert.
" Bella...Bella..." panggil Abi Yosep seraya berdiri dan langsung merangkul pundak keponakan kesayangannya itu, Bella pun terhenyak dan melepaskan rasa keterkejutannya itu, dia berusaha tesenyum dengan Abi Yosep.
" Duduklah nak, biar kita semua bisa bicara dan kamu juga bisa menjelaskan kenapa sampai kedua lelaki itu berada dirumah kita." ucap Abi Yosep walaupun dia sudah tahu alasan Delbert dan William datang kerumahnya tepat dihari ketiga sang kakak pergi untuk selama-lamanya.
Bella pun menganggukkan kepalanya dan mengambil duduk disamping Ayesha pas berhadapan dengan Delbert. Ayesha pun langsung memegang tangan kakak sepupunya itu sembari memberikan senyuman manisnya pada sang kakak, dan dibalas Bella dengan senyuman juga walaupun terlihat rona kesedihan serta rasa keterkejutan diwajahnya dia tetap tersenyum.
" Bella...I now find you ( Aku sekarang menemukan mu) " ucap Derbert terlihat senang.
" I know you will find me ( Aku tahu kamu akan menemukan ku), Tapi aku sudah bilang jangan pernah mencari aku dan menemui aku, karena Aku tidak mau dan tidak ingin bertemu dan menemui kamu! sejak dulu terakhir kita berbicara sudah aku tegaskan padamu jangan pernah mencariku, dan jangan berharap kita bisa saling memiliki karena bagiku kau adalah tidak nyata untukku, ini semua adalah dongeng belaka antara hubungan kita." ucap Bela di depan semua keluarganya dan dia tidak sedikitpun menatap wajahnya Delbert tapi wajahnya dan matanya menatap kearah pintu keluar jauh keluar pandangannya.
" Tapi Bell...kalau kamu tidak ingin bertemu dan menemui ku tolong liat aku Bell.." pinta Delbert hendak berdiri mendekati Bella tapi langsung ditahan sang kakak seraya tersenyum menggeleng pelan dan memeberikan isyarat agar adiknya itu bersabar karena sebenarnya waktunya juga tidak tepat dikarenakan Bella baru saja berduka kehilangan Mamah tercintanya.
" Delbert...Tolong mengertilah! Kalau kamu sayang dan cinta padaku cepat pergi sekarang, jangan terlalu berharap padaku Delbert, dan tolong jangan pernah hadir lagi, aku mohon Delbert." ucapnya Bella seraya menatap lelaki yang ada dihadapannya tersebut, Mereka yang ada diruangan itupun hanya bisa terdiam dan membiarkan mereka berdua berbicara dan mereka hanya sebagai pendengar setia, karena mereka tahu Bella dan Delbert memiliki rasa cinta yang dalam tapi karena Bella masih tidak ingin Delbert mengetahui masa lalunya yang telah membekas dihatinya dan mungkin masih terasa perih dengan derita dimasa lalunya itu.
" Pergilah Delbert aku mohon pergilah...!lupakan aku sekarang!" ucap Bella sembari sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak keluar karena dia terpaksa mengatakan kata-kata itu pada Delbert orang yang sebenarnya sudah mengisi kesepian dan kegelapan hatinya selama beberapa bulan belakangan ini.
" Maafkan aku Delbert, aku tidak ingin kamu memiliki seorang istri yang mempunyai masa lalu yang kelam, bisa dianggap hina." ucap batinnya terasa pedih hatinya mengatakan itu semua.
" Tidak akan pernah Bella!! Seribu kali kamu mengatakan aku agar segera pergi dari sini dan kamu juga mengatakan untuk melupakan mu tidak akan pernah aku lakukan, seribu kali kamu berkata seperti itu, seribu kali juga aku tidak akan mengindahkan ucapan kamu itu, dan aku tetap akan disini, dan disini!" ucap Delbert dengan penuh penekanan.
Bella terkejut dan dia hanya bisa menghela nafas dengan dalam dan panjang dan diapun menundukkan kepalanya.
" Bella... kamu sudah bertahta dihati ini, didalam lubuk hatiku hanyalah ada namamu, tidak akan pernah hilang dan terganti hanya kamu Bella belahan jiwaku yang selalu akan ku cinta sampai mati, dan hanya kamu yang bisa jadi pendamping hidupku, percayalah Bella aku tercipta hanya untuk kamu, walaupun kamu menolakku secara langsung seperti ini, tapi aku yakin dan percaya dilubuk hatimu yang paling dalam kamu juga mencintaiku, iyakan Bell..." ucap Delbert tidak ada rasa malu mengatakannya dihadapan kakaknya William dan didepan semua anggota keluarga Bella.
" Bella...jujurlah dengan kata hatimu...jangan sampai kamu nantinya mengabil keputusan salah nak.." ucap Papah Andre.
" Iya Nak...jangan mengambil keputusan disaat kamu mengalami keragu-raguan tentang rasa dihatimu." sambung Papah Boby.
" Bella... Benar nak apa yang dikatakan om Andre dan om Boby, kamu harus berpikir matang dalam mengambil keputusan tentang masa depan mu, jadikanlah masa lalu yang sudah pernah kamu alami sebagai pelajaran yang sangat berharga dan jangan sampai masa lalu itu selalu menghantui kamu dalam menjalani kehidupan baru mu nak." ucap Ayah Candra.
" Hmmmm... iya nak...pikirkanlah lagi, jangan sampai kamu salah mengambil keputusan untuk menyuruh Delbert agar melupakan kamu dan pergi dari sini." ucap Abi Yosep sembari tersenyum.
Dianggukkan mereka yang ada diruangan tersebut.
" Tapi Om..." ucap singkat Bella dia tidak ingin melanjutkan lagi ucapannya dia hanya menunduk, karena dia belum mengatakan semua tentang dirinya pada Delbert, dia takut kalau Delbert akan malu bersama dengannya setelah tahu keadaan dia dimasa lalu yang pernah menjadi pelampiasan rekan bisnis sang mantan suami.
" Bella...selama kamu bersama denganku, walaupun hanya melalui jarak jauh, dan semenjak aku mengenalmu, dengan hadirnya kamu dalam hidupku aku merasa kamu sudah melengkapi kekuranganku selama ini, aku merasa bahagia bersamamu dan aku memohon tetaplah bersamaku, karena rasa cinta dan sayang ini sangat besar dan hebatnya untuk mu, Aku mencintaimu Bella, jadilah milikku, aku berjanji padamu sayang aku akan membahagiakanmu dan dengan Bismillah aku akan menghalalkanmu.." ucap Delbert sembari berdiri dan mendekati Bella dan duduk disebelah Bella diapun meraih tangan Bella dan menggenggamnya dan Bella pun hanya bisa terdiam antara senang, sedih dan takut bercampur aduk dihatinya.
Mereka saling pandang setelah mendengar Delbert mengatakan semuanya pada Bella didepan mereka.
" Calon mantu kamu sefrekuensi Yos hehehe..." ucap Papah Boby.
" Alhamdulillah Bob,,," sambut Abi Yosep.
" Bella...aku sudah tahu semua tentang rumah tangga kamu terdahulu, maafkan aku yang sudah diam-diam mencari tahu semua tentang kamu, setelah kamu memblok semua akses komunikasi kita saat aku mengutarakan keinginanku untuk melamar kamu, saat itulah aku mencari tahu semuanya tentang kamu." ucap Delbert sembari menatap sendu kearah Bella, dan Bella pun terkejut dia langsung menatap wajah Delbert dan mendapatkan anggukkan pasti dari Delbert.
Bella pun langsung menarik cepat tangannya yang digenggam tangan Delbert dan akhirnya tumpah juga Air matanya, kemudian Delbert meraih pundak Bella dan merangkulnya, Bella pun menumpahkan tangisnya didada bidang sang kekasih virtualnya, meraka hanya terdiam dan membiarkan Bella melepaskan rasa yang sejak tadi ditahannya yaitu keluarnya air mata dari kedua bola mata indahnya tersebut, Reno yang melihat kesedihan sang kakak pun tak kuasa menahan rasa haruya, dia pun mengusap wajahnya dan menekan pelan kedua bola matanya agar air matanya itu tidak jatuh.
" Menangislah sayang...karena kamu berhak untuk menangis." ucap istrinya dan diapun langsung merangkul sang suami, dia paham keadaan suaminya saat itu tidak bisa untuk melindungi sang kakak saat kakaknya mendapatkan musibah yang sangat membekas dihati kakak iparnya tersebut.