THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 61



Di kediaman Andre.


Mereka sudah membersihkan diri mereka masing masing,dan memasuki kamar mereka masing masing juga,untuk melepas lelah yang mereka rasakan seharian ini.


Setelah membersihkan diri Ayesha langsung menyiapkan pakaian sang suami yang masih membersihkan diri nya di dalam kamar mandi.


Setelah keluar kamar mandi Abiyasa menggunakan baju tidur yang sudah di siapkan oleh sang istri,dia berjalan kearah pintu dan mengunci pintu kamarnya tersebut.


Abiyasa memandang istrinya yang sedang menyisir rambutnya di depan cermin.


" Cantik..." Ucapnya.


Abiyasa mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang,Ayesha menunduk kan kepalanya,berusaha menyembunyikan wajahnya yang telah merona menahan malu dan degupan jantungngnya yang berdegup tidak bersahabat saat ini.


Ayesha perlahan lahan berdiri, Abiyasa langsung mencium lembut leher jenjang sang istri yang putih mulus itu.


Ayesha menggeliat geli,jantung Ayesha berdegup kencang, Abiyasa tersenyum dan menaruh kepalanya di bahu sang istri.


" Kamu cantik sayang" ucapnya.


Ayesha tersipu malu.


Abiyasa memalingkan tubuh sang istri menghadap nya dan memegang wajah sang istri dengan kedua tangan nya menangkup di pipi kanan dan kiri Ayesha,mau tidak mau kedua pasang bola mata mereka pun bertemu,Ayesha menatap manik bola mata Abiyasa suaminya yang sah, yang beberapa jam lalu sah menikahinya,bola mata itu memancarkan gairah yang berapi api.


Abiyasa langsung mencium bibir merah muda nan mungil tersebut,karena dia sudah menahan nya sedari tadi ingin menciumnya, dia melabuhkan ciuman pertamanya pada sang istri, Ayesha terkesiap sesaat, tapi kemudian dia memejamkan matanya dan meresapi ciuman suaminya pada dirinya.


Abiyasa melepaskan ciumannya dan menatap Ayesha sendu penuh mesra kembali, Ayesha terlihat masih dengan ekpresi wajah memerah karena malu,dan dia pun merebahkan kepalanya di dada bidang suaminya itu.


Abiyasa tersenyum dan membelai rambut sang istri yang tergerai panjang dan hitam pekat itu,seraya mencium lama pucuk kepala sang istri.


Abiyasa kemudian membisik kan sesuatu pada Ayesha.


" Kita lakukan sayang,"ucapnya mesra pada istrinya.


Ayesha tersenyum,dan menjawab ajakan suaminya dengan gelengan kepala seraya menatap sang suami.


Abiyasa terpana dengan gelengan kepala sang istri.


Ayesha tersenyum dan menyadari kalau suamin nya itu terkejut dengan melihat jelas ekpresi wajah sang suami.


" Mas harus sabar ya, karena Ayesha sedang palang merah" ucapnya tersenyum manis pada suaminya.


Abiyasa terkekeh dan menepuk jidadnya sendiri.


" Kamu belum beruntung Abiyasa" ucapnya seraya membopong istrinya dan membawanya ketempat tidur dan menarik selimut mereka akhirnya mereka pun larut dalam kelelapan yang menderanya.


*****


Sepertiga malam Abiyasa seperti biasa bangun dan melaksanakan sholat malam dan membaca ayat suci Alquran beberapa ayat, dan dia tersenyum pada istrinya walaupun sang istri tidak bisa melaksanakan sholat malamnya karena sedang berhalangan, namun Ayesha tetap bangun dan mendengarkan suaminya melantunkan ayat suci Alquran tersebut.


Setelah sholat malam,Abiyasa mengajak istrinya bercerita sambil menunggu waktu subuh berkumandang,namun karena kantuk yang melandanya akhirnya mereka berdua tertidur.


Beberapa menit tertidur,Ayesha terbangun mendengar suara Alarm ponselnya tersebut.


Kemudian dia membangunkan suaminya untuk melaksanakan sholat subuh.


Abiyasa bangun dan duduk sebentar setelah mengumpulkan nyawanya dia kemudian segera bergegas kedalam kamar mandi dan membersihkan diri,untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah di rumahnya itu.


Setelah salat subuh Mereka kemudian duduk di ruang tengah rumah keluarga Wibawa.


Sedangkan Ayesha berada di dapur,dia memasak untuk keluarganya yang baru.


Mamah Anisha yang melihat menantunya berada di dapur buru-buru menemuinya.


" kamu lagi masak apa sayang?" Tanya mamah Anisha.


"Ya udah kalau kayak gitu, Mamah menunggu aja ya" ucapnya seraya tersenyum pada menantunya tersebut.


Mamah Anisha membiarkan menantunya itu berkreasi dengan cara dia sendiri.


Mamah Anisha kemudian mendekati suami dan anak lelakinya, Sedangkan Ayesha di dapur dibantu oleh Anindita.


Walaupun mereka ada asisten rumah tangga,tapi mereka tidak terlalu merepotkan mereka tersebut.


" Jadi pah berangkat hari ini?" Tanya Abiyasa.


"Ya nak,sekitar jam 8 pagi kami berangkat ke luar negeri, semua sudah di urus surat suratnya,lebih cepat kan lebih baik untuk kesembuhan mertuamu" jawab Papah Andre.


"Ya udah kalau kayak gitu,nanti Abiyasa antar ke bandara ya " katanya.


"Titip adik-adikmu ya" ucap Mamah Anisha lagi.


"Ya mah, insya Allah Abiyasa akan menjalankan amanat mamah dan papah" ucapnya tersenyum.


Beberapa saat kemudian mereka di kejutkan suara Anindita untuk mengajak mereka sarapan bersama.


Ini adalah sarapan pertama bagi Abiyasa, di masakan oleh sang istri tercinta.


Begitu juga dengan Mamah Anisha dan Papah Andre, mereka juga hari pertama ini merasakan makanan masakan dari menantu mereka itu.


Ayesha mengambilkan makanan untuk sang suami, dia mengambilkan makanan juga untuk mertuanya beserta adik adik iparnya.


Ayesha mengambil duduk disebelah suaminya dan mereka makan bersama.


Enak juga ya, masakan menantu kita" ucap papah Andre tersenyum.


"Iya ya.. Mamah nggak tahu loh kalau menantu kita ini pandai masak "ucap Mamah Anisha tersenyum.


" Biasa aja mah,pah,masakan Ayesha, kalau kurang bumbu atau kurang garam bilang aja ya, jangan sungkan-sungkan" ucapnya tersenyum.


Mereka kemudian melahap makanan yang telah dibuat oleh Ayesha, beberapa saat mereka melakukan sarapan paginya,akhirnya mereka pun selesai.


papah Andre dan mamah Anisha mulai bersiap-siap untuk berangkat ke luar negeri membawa Abi yosep berobat.


Tepat jam 7 pagi Mereka kemudian menjemput Abi Yosep dan langsung menuju ke arah bandara.


Ketiga sahabatnya juga ikut dalam jet pribadi keluarga Wibawa itu,karena mereka harus selalu hadir disamping sang sahabat yang sedang sakit.


Setelah keberangkatan keluarga mereka semua, mereka meninggalkan bandara tersebut dan kembali ke rumah mereka masing-masing, sedangkan Clarissa menuju ke arah kantor dan Abiyasa memang sengaja hari ini dia tidak memasuki kantor, rencananya besok dia akan mulai bertugas kembali.


Di dalam perjalanan menuju ke arah kantornya Arvin,setelah mengantar sang adik ke kampusnya Arvin melihat kerumunan orang di tengah jalan


"Ada apa ini ?" Gumamnya.


Kemudian dia menghentikan laju kendaraannya dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan Dia keluar dari mobilnya nya.


"Nah itu ada polisi "ucap salah satu warga menunjuk kearah Arvin.


Kemudian warga itu mendekati Arvin.


"Pak tolong ada kecelakaan " ucap salah satu warga.


" Kecelakaan?" tanya Arvin.


" Iya Pak " jawabnya singkat.


Arvin setengah berlari menuju kearah kejadian tersebut,saat dia melihat korbanya dia terkejut dan langsung menghubungi anggota yang lain dan dia langsung mendekati korbannya.