
Di rumah keluarga Wibawa...
" Kenapa Nika tidak bisa dihubungi sih? bagaimana aku mau mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh bu guru, pekerjaan kelompok ini kan harus dikerjakan bersama-sama, Tapi kalau aku sendiri yang mengerjakan, Ya sama aja ini pekerjaan perorangan, tapi kenapa Nika tidak bisa dihubungi sedari tadi, nomornya tulalit terus." ucap Almira seraya gelisah menunggu Nika teman satu kelasnya untuk datang ke rumahnya.
Abiyasa dan Anindita melihat kegelisahan adiknya itu pun langsung mendekati sang adik yang sedang duduk di ruang tengah seorang diri tersebut, sambil matanya menatap ke arah luar.
" Kamu kenapa dek? kok gelisah seperti itu? ada apa? siapa yang kamu tunggu?" Tanya Anindita.
Tapi Almira hanya diam saja, dia tidak menghiraukan pertanyaan dari Anindita dan matanya terus menatap kearah luar.
" Jangan-jangan cowokmu ya yang kamu tunggu sekarang ini." sambung Abiyasa.
Almira terkejut mendengar perkataan Abiyasa sang kakak,
Almira pun langsung menoleh kearah kakaknya itu.
" Apa-apaan sih Kak Abi, Almi nih nggak pacaran dan Almi juga tidak menunggu cowok, tapi cewek yang Almi tunggu." Jawabnya.
Abiyasa hanya tersenyum
" Memang janjian apa? sama teman cewek kamu itu?" Tanya Anindita.
" Ibu guru memberikan tugas untuk Almi berkelompok,temennya Almi itu katanya mau kerumah untuk mengerjakan dirumah kita ini,tapi sekarang tidak datang-datang juga.
" Memangnya dia tahu rumah kita?" Tanya Abiyasa.
" Ya tahulah, dia kan juga pernah ke sini " ucapnya.
" Ya udah dihubungin aja dianya, siapa tahu kan dia masih ada di rumah Gitu." Lanjut Abiyasa.
" Sudah Almi hubungi kak,tapi tidak nyambung, nomor gawainya tulalit."
" Ya siapa tahu dia ada kesibukan membantu ibunya jadi nggak bisa menjawab panggilan kamu."
" Dia tuh nggak punya orang tua lagi kak, kedua orang tuanya sudah meninggal dunia."
" Dia tinggal di sini sama siapa.?" tanya Abiyasa.
" Mereka tinggal di rumah kontrakan dan tinggal sama kakaknya aja."
" Memang mereka tak ada keluarga disini?atau mereka tinggal hanya berdua saja?"
" Nah kalau soal itu Almi nggak nanya sih sama dia." Jawab Almi.
" Kakaknya sudah berkeluarga?" Tanya Anindita.
" Kakaknya belum berkeluarga,kakaknya udah kerja,tapi Almi tidak tahu kakaknya kerja itu di mana,Nika anaknya pintar sih, dia tuh selalu cerita sama Almi kalau dia tuh merindukan kedua orang tuanya, Tapi Mamanya lah Yang nyuruh pulang ke tanah kelahiran mamanya ini, karena katanya masih banyak keluarganya di kota ini, tapi Mamanya itu nggak cerita ke dia kalau keluarganya itu masih ada, Mamanya cuma hanya cerita sama kakaknya saja,jadi kakaknya yang tahu siapa aja keluarganya yang ada disini." Terang Almira sembari matanya terus menatap ke arah luar dan sesekali dia menengok jam dinding yang ada di ruang tengah rumahnya tersebut.
Abiyasa dan Anindita hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Ini sudah sore tapi kenapa dia belum datang juga sih,jadi khawatir deh Almi kak." ucapnya.
" Bagaimana kalau kita aja menemui ke rumahnya sana, Kita lihat siapa tahu kan di sana dia masih dalam keadaan kesusahan atau kesulitan atau ada sesuatu yang terjadi dengan keluarganya sehingga dia tidak bisa menghubungi kamu." Ucap Abiyasa.
" Memang siapa yang mau nemani Almira ke sana ? "
" Ya Kakak lah, masa kak Anindita sih." ucap Abiyasa tersenyum.
" Memang Kakak mau ngantar kan Almira ke tempat teman Almira? Kakak kan sibuk?"
" Buktinya Kakak masih duduk di sini,masa sih Kakak sibuk." ucap Abiyasa lagi terkekeh.
" Ya udah, ayo buruan Kak antar ke tempatnya Nika, siapa tahu kan memang Nika lagi sibuk, mengharuskan dia tidak bisa menghubungi Almira, lebih baik kan Almi dan kak Abiyasa menemui dia ke rumahnya, jadi Almira tahu Nika lagi apa gitu,biar Almira tidak berpikiran yang tidak-tidak tentang temanmu itu." ucap Anindita.
" Ya udah deh kak, Almi ganti pakaian dulu sebentar." ucapnya kemudian langsung melangkah kearah lantai atas menuju ke arah kamarnya, beberapa saat kemudian Almira pun sudah turun lagi dan mendekati Abiyasa.
" Ayo Kak, Kita berangkat entar tambah sore lagi." Ajaknya.
" Ya udah, kamu pamitan gih sama mama." ucap Abiyasa.
Kemudian Almira menemui mamanya yang berada di ruang dapur, setelah berpamitan dengan mamanya dia pun melangkah kembali menuju keluar mendekati Abiyasa yang sudah berada di dalam mobil.
Kakak beradik itu pun kemudian meninggalkan depan rumahnya menuju ke arah rumah Nika sahabat Almira, beberapa saat kemudian mobil Abiyasa pun memasuki jalan yang menuju ke arah rumah Nika, sesampainya di depan kontrakan rumah Nika, mereka berdua pun turun.
" Ini rumahnya dek?"
" Ya udah kalau gitu, kamu ketuk pintunya, Kakak nunggu di depan aja." Ujar Abiyasa menunggu didepan teras rumah kontrakan Nika.
Kemudian Almira pun mendekati pintu kontrakan Nika, tetapi tidak terbuka sepertinya terkunci.
" Nika.." ucapnya seraya tangannya mengetuk pintu tersebut, dan tidak ada sama sekali orang yang menjawab panggilannya tersebut,kemudian salah satu kamar kontrakan yang paling ujung pun keluar.
" Cari siapa neng?" tanya perempuan tersebut.
" Cari Nika tante."
" Siapanya Nika?"
" Saya temannya Nika, teman sekolahnya, ini Kakaknya saya."
" Oh, tadi baru aja Nika keluar, katanya sih mau ke tempat temannya, tapi saya tidak tahu temannya itu siapa."
" Terus kakaknya Nika ada enggak tante?"
" Kakaknya Nika belum pulang, dia kan kerja pulangnya biasanya sore jam lima sore."
" Oh, ya udah kalau seperti itu, Terima kasih ya Tante." ucapnya.
" Iya neng,sama-sama."
Kemudian kakak beradik itu pun memasuki mobilnya kembali dan langsung menuju pulang ke rumahnya.
" Jangan-jangan dia sudah sampai di rumah lagi." ucap Almira.
" Ya siapa tahu aja Dek, Ya udah kita langsung pulang ke rumah aja." ucap Abiyasa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke arah rumahnya tersebut.
Mobil yang dikendarai Abiyasa memasuki halaman rumahnya, Almira dan Abiyasa turun dari mobil dan melangkah menuju ke dalam rumah, ternyata di dalam rumah hanya ada Anindita dan yang lainnya, setelah mengucapkan salam dan membalas salam, Almira pun langsung duduk di samping mamahnya.
" Kamu kenapa sayang, wajah kamu ditekuk seperti itu?"
" Almira nih bingung mah."
" Bingungnya kenapa?"
" Pekerjaan yang di berikan oleh bu guru harus dikumpul besok."
" Ya udah kamu kerjakan aja sana."
" Tapi ini kerjanya kelompok mah, karena Almira kebetulan satu kelompok sama Nika,tapi sampai sekarang Nika nggak ada datang ke sini, Almira samperin tadi sama kak Abiyasa, tapi rumahnya terkunci,katanya Nika udah berangkat ke rumah temannya kata tetangganya, tapi sampai sekarang nggak nyampe-nyampe ke sini, apa dia berangkat ke rumah temannya yang lain ya." ucap Almira lagi.
" Ya mungkin aja Nak,lebih baik kan kamu kerjakan aja sendiri biar besok tidak dapat hukuman kalau tidak mengerjakannya." Ucap Mamah Anisha.
" Ya udah deh kalau kayak gitu, Almi ngerjakannya dulu ya mah " ucapnya.
Mama Anisha pun hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Almira berjalan menuju ke arah kamarnya di lantai atas diiringi dengan tatapan keluarganya.
Beberapa saat kemudian gawainya Almira pun berbunyi,dia menatap ke arah layar gawai nya ternyata kakak Nika yang menghubunginya.
" Assalamualaikum Almira.'
" Waalaikumsalam Kak, ada apa ya kak?"
" Nika ada di rumah kamu ya?"
" Enggak ada Kak, Dari tadi dia nggak ke rumah Almi, pandahal kami harus mengerjakan kerja kelompok, tapi sampai sekarang dia enggak datang kesini kak." terang Almira.
" Jadi dia di mana ya?" Ucap cemas kakaknya Nika.
" Ya kalau itu, aku nggak tahu Kak, dia berada di mana sekarang, aku hubungi juga nomornya nggak aktif." ucap Almira lagi.
" Oh ya udah kalau kayak gitu, terima kasih ya Almi." ucapnya.
" Ya Kak sama-sama." Ucap Almi setelah mereka mengucap dan membalas salam pembicaraan itupun terputus dan Almi heran karena Nika tidak ada datang kerumahnya dan kakaknya juga mencarinya.
" Kemana Nika? Jangan-jangan Nika diculik orang lagi, kan dia pernah cerita kalau ada yang selalu mengintai rumah kontrakannya dan selalu ada yang mengikutinya dari jauh,wah gawat lah kalau begitu..." Ucapnya langsung berlari keluar kamar menemui keluarganya yang masih berada di ruang tengah bersantai.
" Mamah! kakak!..." Teriaknya dan mereka yang mendengar teriakan Almira langsung terkejut dan menatap kearah Almira dengan heran.