
Dikediman Mamah Raisha terlihat Nadine dan mamah Raisha sedang asyik ngobrol diruang tamu rumahnya sembari menunggu kedatangan dr Roni.
Terdengar suara dari halaman rumah sebuah mobil memasuki garasi rumah tersebut dan siapa lagi kalau bukan mobilnya dr Roni dan kemudian disusul mobilnya Arvin yang baru datang, Arvin kemudian memarkirkan mobilnya dan berbarengan mereka turun dari dalam mobil.
" Gimana Vin, acaranya tadi, sukses?" tanya dr Roni sembari tersenyum.
" Alhamdulillah sukses banget kak, dan cukup sedikit menguras emosi Morgan haahaha.." ucap Arvin sembari tertawa.
" Wah,,,mantap banget tuh, tapi sayang kakak tadi ada kerjaan yang tidak bisa ditunda jadi nggak bisa ikut kesana." ucapnya lagi.
" Nggak apa-apa kak, kapan-kapan kita kerjain lagi hehehe..." sambung Arvin terkekeh.
" Heheheh... kamu bisa aja, ayo kita masuk, kata mamah ada yang mau dibicarakan sama kakak." ucap dr Roni dianggukkan Arvin, sembari melangkah bersama menuju pintu utama rumah tersebut.
" Assalammualaikum..." Ucap dr Roni.
" Waalaikumsallam..." jawab mamah Raisha dan Nadine.
Mereka berdua duduk disamping wanita yang sedang duduk diruang tamu itu, Arvin duduk disamping istrinya dan dr Roni duduk disamping sang mamah, mata dr Roni mencari-cari sesuatu tapi tidak ditemukannya.
" Siapa yang kamu cari Ron?" tanya mamah Raisha.
" Kevin? kemana dia mah? apakah dia sudah tidur?" tanya dr Roni, Kevin memang mulai dekat dengan dr Roni semenjak sang mamah jarang ada dirumah dan harus menemani calon papah barunya dirumah sakit.
" Kevin tadi dintarkan Nadine kerumah sakit karena Lia memintanya." jawab Mamah Raisha.
" Nico yang memintanya karena dia sangat kangen sekali dengan anaknya itu." jawab mamah Raisha tersenyum.
" Oh gitu, kalau itu memang permintaannya Nico ya nggak apa-apa juga sih, oh ya mah memang ada apa sih mah sehingga mamah menyuruh Roni kalau sudah selesai pekerjaannya segera pulang? memang ada apa mah?"
" Masalah Adik kamu si Lia."
" Memangnya ada apa dengan Lia, bukankah mereka baik-baik aja apa yang harus dikhawatirkan mah?" tanya dr Roni pada sang mamah.
Terdengar helaan nafas mamah Raisha dengan wajahnya yang tersenyum membuat dr Roni merasa heran dengan mamahnya dan begitu juga sang adik dan adik iparnya, mereka sama-sama tersenyum seraya menatap kearahnya.
" Ada apa ini?" tanya dr Roni dengan nada keheranannya.
" Kak, masalah kak Lia dan kak Nico tidak menghawatirkan dan juga mereka memang baik-baik saja, tapi masalah pernikahan mereka berdua yang sebentar lagi akan digelar dalam waktu dekat ini, tapi akan ditunda sampai kak Nico benar-benar merasa baikan." terang Nadine yang tetap tersenyum pada sang kakak.
" Jadi yang akan menikah ntar nih menggantikan mereka dihari yang sudah ditentukan adalah kak Roni." Sambung Arvin dianggukkan mamah Raisha dan Nadine.
Mendengar ucapan sang adik ipar,dr Roni merasa kurang percaya dan yakin dengan ucapan Arvin, Dia pun langsung menatap sang mamah dengan lekat seakan-akan meminta penjelasan akan apa yang dikatakan Arvin.
Mamah Raisha tersenyum serta merta menganggukkan kepalanya dan langsung menepuk pelan pundak sang anak.
" Alhamdulillah akhirnya nikah juga, terimakasih ya mah, sekarang Roni sangat bahagia sekali mah dengan adanya kabar ini." ucapnya seraya menggenggam tangan sang mamah dan mencium punggung tangan mamah Raisha berkali-kali, suasana hati dr Roni tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi, Mamah Raisha, Nadine dan Arvin merasakan kebahagian yang dirasakan dr Roni saat ini.