THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 86



Misel kembali menatap kearah Clarissa dengan tajam.


" Heh, lampir!! Nggak usah menatap aku seperti itu, kagum ya? Kalau kamu sekarang sudah masuk kandang kobra hah!! Makanya kalau jadi orang itu pintar jangan dongo!! Nyewa anak buah,tak tahunya anak buah berkhianat !! Sakit kan kamu!! " Ucap Clarissa tersenyum sinis dengan Misel.


" Heh! Siapa kamu hah!! Aku tidak ada urusan dengan kamu!!" Ucap Misel emosi.


" Kamu memang tidak ada urusan dengan ku, tapi kamu sudah membuat aku bangun dari tidurku dan mengaum! " Ucap Clarissa lantang.


" Urusan nya apa dengan kamu!!" Teriak Misel.


" Karena kamu sudah punya urusan dengan mereka,jadi sama aja kamu punya urusan dengan ku!!" Balas Clarissa tidak kalah kerasnya.


" Mulai deh jiwa preman nya muncul" ucap Morgan berbisik pada Marco.


Marco hanya tersenyum saja melihat calon istrinya murka.


Misel terkejut mendengar teriakan Clarissa lebih keras lagi dari dirinya,dia kemudian mengalihkan pandangan nya kearah Abiyasa menutupi keterkejutannya akan teriakan Clarissa.


" Abiyasa!! Kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini!" Ucap Misel menatap kearah Abiyasa.


" Apa yang aku pertanggung jawabkan,aku tidak ada kesalahan padamu!!kamu yang harus mempertanggung jawabkan semuanya ini " Ucap Abiyasa penuh penekanan.


" Kurang ajar kamu Abiyasa.!! " Teriak Misel menerjang Biyas,yang tidak terlalu jauh berdiri dari nya seraya menghujamkan pisau kecil lipat yang ada di tangannya tersebut,namun dengan gesit Biyas menghindar kesamping, karena kurang keseimbangan hampir saja dia terjatuh namun langsung di tahan Morgan dan Arvin langsung maju untuk menangkap Misel dan tak di sangka pisau itu mengenai bahu Arvin pas di sebelah kirinya.


" Aduh !! Dasar cewek kadal!! " Ucap Arvin memegang bahu kirinya yang menancap pisau Misel dan Arvin langsung tersungkur di lantai.


" Arvin!!" Teriak mereka.


" Nggak usah teriak! Aku perlu pertolongan,selamatkan aku,karena aku belum nikah!" Ucapnya.


" Aku akan membawamu dan menyelamatkanmu, biar kamu bisa Nikah nantinya" ucap Marco.


Dia pun langsung membopong tubuh Arvin yang berlumuran darah dan membawanya keluar melalui pintu belakang dan melarikan nya langsung kerumah sakit.


Morgan langsung bergerak beserta anak buah nya mengamankan Sugeng terlebih dahulu,Sugeng pasrah dan membiarkan tangannya di borgol oleh anak buah Morgan.


Melihat Arvin tak berdaya di bawa oleh Marco Clarissa naik pitam, melihat Clarissa marah besar Misel beranjak ingin kabur namun sia sia saja,Misel tidak dapat lagi menghindar dan dia pun mendapatkan terjangan dari singa betina nya group Abu gosok,Clarissa langsung menerjang Misel dan tak urung lagi Misel terjerembab kelantai dan langsung saja wajah Misel jadi sasaran bogem mentahnya Clarissa.


" Auww...! Sudah! Hentikan! Maafkan aku, jangan pukuli aku lagi!" Ucap Misel,namun Clarissa tak memberikan ampun pada Misel,dia yang di kuasai amarahnya karena kelakuan Misel pada sahabatnya membuat jiwa premannya bergejolak! Dan dia terus saja menghajar Misel tanpa Ampun.


" Aduh! Celakalah Misel,aku tak menyangka ternyata bu Risa otot kuat seperti balak kayu tulang besi, dia seperti wonder women menghajar Misel " gumam Sugeng seraya bergidik.


Melihat amarah Clarissa yang tak terkendali,Marco dan Abiyasa langsung menarik Clarissa dari tubuh Misel dan Anak buah Arvin langsung mengamankan Misel.


" Stop Clarissa! Jangan main hakim sendiri, masih ada hukum yang akan menanganinya" ucap Morgan.


" Aku marah Morgan! Dia mau melenyapkan sahabat kita Morgan! " Ucapnya ngos ngos an seperti berlari jauh.


" Bugh!!" Tendangan halilintarnya mendarat di bokong Misel.


" Auww" ucap Misel.


" Rasakan! Sakit kan!! Makanya jangan menghalau negara api yang sedang redup!! Mau kamu aku bakar hidup hidup hah!!!" Teriak Clarissa di depan muka Misel.


Misel hanya terdiam dia tidak bisa berbuat apa apa lagi.


Misel pun tersungkur karena mendapatkan dorongan yang kuat dari Clarissa,Misel bangun dan langsung duduk dengan tetap terdiam,dia hanya menunduk kan wajahnya tanpa ada kata kata keluar dari mulutnya.


Kemudian Morgan dan anak buahnya beserta anak buah Arvin langsung membawa Misel dan Sugeng kemobil patroli yang tak jauh dari gudang tersebut.


" Ayo Clarissa kita kerumah sakit melihat keadaan nya Arvin." Ajak Abiyasa.


Clarissa mengangguk dan langsung mengikuti langkah Abiyasa kemobil Arvin yang terparkir di pinggir jalan dekat gudang utama tersebut.


" Pak ujang dan pak slamet, tolong di perbaiki ya kunci gudang yang rusak!" Perintahnya pada kedua security nya.


" Siap pak! Laksanakan!" Ucap keduanya.


Misel dan Sugeng terperangah dan saling pandang, karena melihat Abiyasa memanggil kedua security yang terlihat berjaga jaga dengan keadaan segar bugar tidak lemah dan tidak terlihat baru bangun tidur.


" Astaga!rupanya aku sudah salah menerka kelemahan dari Abiyasa dan kawan kawan nya" gumam Misel.


Sedangkan Sugeng hanya mampu terdiam.


" Aku sudah menggali lubang kuburan aku sendiri,ternyata kisah tentang orang tua mereka bukan dongeng dan isapan jempol semata, semua mewarisi sifat semua orang tua nya,aku yang tak percaya sudah di peringatkan kawan kawan sekantor waktu itu, jangan membuat ulah dan membuat mereka murka,kalau sampai terjadi tak akan selamat dan akan tuntas sampai keakar akarnya,namun aku saat itu tidak percaya dan tidak mengira ternyata memang benar,sekarang aku harus terima nasib ku " gumamnya seraya melangkah mengikuti langkah kaki anggota yang menggiringnya kemobil patroli.


" Morgan,aku dan Clarissa mau kerumah sakit melihat keadaan Arvin " ucap Abiyasa.


" Ya udah kalau gitu,nanti aku nyusul setelah mengantar dua Curut ini, besok baru introgasinya" ucapnya lagi.


" Bawa aja dia itu,biar dia merasa kan nikmatnya kamar hotel gratis! Dasar sapi ompong! Ntar aku korban kan juga kamu kepantai selatan baru tahu rasa kamu!!" Ucap Clarissa seraya menatap tajam si Misel dengan Amarahnya.


" Besok kami akan hadir juga di sana apa motif dia sampai berbuat seperti itu dan bersekongkol dengan Si ongo ini" ucap Clarissa seraya mendorong kuat si Sugeng.


Tanpa keseimbangan Sugeng jatuh dan dia pun langsung bersuara.


" Maaf kan saya bu Risa, saya salah, jangan pukuli saya" ucapnya.


" Heh kardus!! Siapa yang mau mukuli kamu!! Itulah namanya orang bersalah! Makanya kalau berbuat itu harus nya mikir!! Jangan asal lakuin aja!! Tapi nggak di lihat apakah ini akan lancar atau tidak!! Dasar kelelawar!!" Ucap Clarissa masih dengan angkara murkanya.


" Udah Ris, mending kita cepat lihat keadaan Arvin" ucap Abiyasa menarik tangan Clarissa menuju mobil Arvin.


Saat mau melangkah Clarissa sempat sempatnya dia menarik kaki Misel dengan kaki nya dan tak ayal lagi Misel pun terjatuh dan terduduk di aspal.


" Auw..!sakit bokong ku" ucap misel sambil meringis kesakitan,disamping sakit terjatuh dia juga merasakan sakit di tubuh,wajah dan lengan kaki nya karena di hajar oleh Clarissa dengan amukan kemarahan Clarissa pada nya.


" Rasakan itu!!" Ucap Clarissa tersenyum sinis kemenangan karena bisa membuat Misel terjatuh di aspal.


Morgan dan Abiyasa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya melihat kemarahan Clarissa yang memuncak.


" Besok aja Ris urusan nya jangan habiskan tenaga dan emosimu malam ini, masih ada hari esok," ucap Morgan tersenyum.


" Yap!pasti itu tunggu kami besok kardus dan kadal!!" Teriak Clarissa memasuki mobil Arvin dan meninggalkan tempat kejadian.


Morgan pun bersama anggota nya meninggalkan tempat kejadian itu dan menuju kearah kantor polisi dengan membawa tersangka.


" Kelar sudah hidupku..." Ucap Sugeng pelan namun masih terdengar oleh Misel.


Misel hanya bisa memandang kewajah Sugeng.