THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 318



Saat Morgan masuk kamar dia melihat sang istri sedang berdandan didepan cermin yang ada didalam kamar pribadi mereka.


" Sayang...." Panggil Morgan seraya menatap heran sang istri.


" Hhmmm...ya, ada apa..." Jawab Anindita tanpa menghiraukan suaminya itu.


" Kamu mau kemana malam-malam gini, pakai acara dandan lagi?" Tanyanya.


" Ya mau kerumah sakitlah karena aku ada piket malam ini di UGD." Jawabnya cuek sembari membenarkan makeup nya.


" Kenapa kamu dandan sih cuma mau piket malam aja, biasanya kamu nggak dandan kaya gini, mana pake parfum wangi banget, kaya mau ketemu seseorang aja sih..." Ucap Morgan seraya menatap sang istri yang tetap cuek padanya.


" Memang salah ya, aku dandan dan memakai parfum wangi, yaiyalah aku mau ketemu orang, kan dirumah sakit banyak orang, bukan hanya ketemu kamu aja harus dandan, aku sudah dandan cantik aja kamu masih aja menyembunyikan sesuatu dariku." Ucap Anindita seraya berlalu dan mengambil kontak mobilnya serta meraih tas pribadinya, tapi bukan tas sehari-harinya saat bekerja, tapi dia tidak lupa dengan rutinitasnya bila hendak keluar dari rumah, selalu saja ingat untuk berpamitan pada sang suami, dengan meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya tersebut, Morgan langsung terdiam saat Anindita mengatakan sesuatu yang disembunyikan darinya. Morgan pun tak pernah lupa dengan aktivitasnya semarah-marahnya Anindita padanya Morgan tetap meraih kepala sang istri untuk memberikan ciuman hangatnya dikening dan pucuk kepala sang istri dengan ucapan yang selalu di ucapkannya.


" Hati-hati dijalan..."


Anindita hanya mengangguk,


Setelah mengucap dan membalas salam Anindita melangkah keluar kamarnya, sedangkan Morgan hanya bisa menatap langkah demi langkah sang istri dengan penuh tanda tanya besar dikepalannya,


Morgan terdiam, saat sang istri meninggalkan dirinya didalam kamar sendirian, ada rasa kecurigaan pada sang istri.


" Tidak seperti biasanya istri ku itu berdandan sangat cantik dan wangi, ada apa? Siapa yang dia temui? Nggak mungkin kerumah sakit dandan secantik itu?" Ucap Morgan dan kemudian dia hanya bisa menghela nafasnya dengan dalam, karena dia tidak bisa berbicara lagi ataupun menghentikan langkah sang istri untuk keluar kamarnya.


Morgan terduduk dibibir ranjangnya dengan mengusap wajahnya dengan kasar dan menghela nafasnya dengan pelan, kedua tangannya itu pun reflek menutup sebagian hidung dan mulutnya dengan bertopang dikedua pahanya, dia terdiam sesaat, tiba-tiba dia kejutkan suara Abiyasa yang membuka pintu kamarnya dia pun menoleh kearah Abiyasa.


" Udah siap belum, mereka sudah menunggu kita disana." Ucap Abiyasa.


" Mereka?" Tanya Morgan


" Oke tunggu sebentar aku siap-siap dulu "


" Ya udah, aku tunggu diluar ya, nggak peke lama..." Ucap Abiyasa seraya berjalan kearah luar setelah dia berbicara dengan kedua orang tuanya dan juga istrinya, Awalnya Abiyasa mengajak sang istri ikut serta, tapi istrinya menolak karena Ayesha ingin berada dirumah saja, Abiyasa pun hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian Morgan menghampiri Abiyasa yang sedang duduk diteras depan ditemani sang istri.


Setelah berpamitan dengan istrinya untuk yang kedua kalinya mereka berdua memasuki mobil dan perlahan-lahan meninggalkan rumah kediamannya tersebut menuju kearah yang dituju, didalam Mobil tidak ada suara Morgan sama sekali hanya terdengar suara Abiyasa sesekali mengikuti alunan lagu yang ada didalam Mobilnya itu.


" Ada apa Mor? Kenapa tiba-tiba kamu terlihat seperti ada pikiran gitu.?" Tanya Abiyasa seraya menoleh sesaat pada Morgan yang duduk disampingnya tersebut.


Morgan menghela nafasnya dengan berat.


" Aku tadi heran dengan istriku..."


" Memang kenapa dengan istrimu?"


" Dia tadi keluar dengan begitu cantiknya seolah-olah ingin bertemu dengan seseorang yang sangat berharga dalam hidupnya, dia juga tidak menghiraukan sama sekali dengan pertanyaanku." Ucapnya tetap menatap kearah depan tanpa menoleh kearah Abiyasa.


Terlihat Abiyasa tersenyum...


" Ya iyalah Morgan dia kan mau ketemu kami dan membuat kejutan dihari jadi kamu yang sudah tertunda beberapa hari dari jadwal yang disepakati." Gumam batin Abiyasa.


" Udahlah Mor, kamu itu harus percaya dengan istrimu, jangan ditanamkan rasa kecurigaan kamu, nggak baik curiga dengan istri, siapa tahu dia keluar memang ketemu dengan seseorang, bisa saja teman sekolahnya dulu, yang terpenting kamu fakus dulu dengan masalah kamu biar kamu tidak ada yang disembunyikan lagi dari kamu pada Anindita, aku percaya dengan Dita, dia tipikal orang yang satu hati dan satu cinta sampai mati heheh...yakinlah Mor padanya...hidup jangan dibuat ribet sobat..." Ucap Abiyasa seraya terkekeh.


Morgan hanya menghela nafasnya dengan pelan dan lagi-lagi didalam mobil itupun Hening.


Beberapa saat kemudian Mobil tersebut memasuki halaman cafe yang dijanjikan pertemuan dengan wanita misterius tersebut, Abiyasa mengambil parkir disamping mobil Anindita, tapi sayang Morgan tidak fokus dimana dirinya berada, padahal dia berdiri pas disamping mobil sang istri, karena Morgan tidak fokus Abiyasa hanya tersenyum saja melihat Morgan santai melangkah bersama Abiyasa karena pikirannya terbawa suasana hatinya yang galau bercampur aduk menjadikan penglihatannya tidak tajam kalau mobil sang istri berada ditempat parkir yang sama, pikiran Morgan bercabang, disatu sisi dia memikirkan sang isti yang berubah dalam waktu beberapa detik dengan menampilkan dandanan yang luar biasa, dan disatu sisi yang lain dia akan bertemu dengan wanita pengganggu waktunya akhir-akhir ini.