THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 306



Personil sabun colek bertanya-tanya tentang perginya secara cepat Abi Yosep dengan begitu saja.


" Ada apa sebenarnya kenapa sampai Yosep seperti itu kaburnya, aku jadi tidak tenang..." ucap Papah Andre


" Bukan kamu saja Ndre, aku juga tidak tenang." sambung Ayah Candra.


" Sama aku juga tidak tenang, bagaimana kalau kita segera kerumah sakit siapa tahu ini berkaitan dengan kak Dwi." ucap papah Boby.


" Benar juga kalau gitu, ayo kita kesana sekarang." Ajak papah Andre seraya hendak berdiri dan tiba-tiba gawainya berdering dan diapun langsung menjawab panggilan tersebut yang ternyata panggilan dari sang anaknya Anindita.


" Assalammualaikum pah..."


" Waalaikumsallam, ya ada apa nak.."


" Papah dimana sekarang? Apa masih dirumah om Boby atau dirumah kita.?"


" Masih dirumah Om Boby memang ada apa nak?kamu dimana sekarang.?" tanya papah Andre mulai dilanda rasa resah.


" Anindita ada dirumah sakit pah sekarang, Dita mau ngasih kabar kalau tante Dwi sudah tiada pah." ucapnya terdengar sedih.


" Innalillahiwainnailaihirojiun" ucap papah Andre langsung mnghempaskan duduknya disofa kembali.


Mereka yang ada disitu menatap kearah papah Andre yang terlihat terdiam seketika.


" Ada apa Ndre..." tanya papah Boby dan Ayah Candra berbarengan.


" Siapa yang meninggal pah?" Tanya Abiyasa.


" Iya, siap Ndre?" Tanya Ayah Candra.


" Kak Dwi sudah pergi mendahului kita semua..." ucapnya pelan hampir tak terdengar.


" Innalillahiwainnailaihirojiun." ucap mereka semua yang ada diruangan tersebut.


" Lebih baik kita segera kesana pah." Sambung Abiyasa mengajak semuanya dan dianggukkan mereka dengan cepat mereka pun bergegas menuju kearah rumah sakit Wibawa.


papah Andre pun lagsung menghubungi mamah Anisha dan Ayesha yang ada dirumah agar mereka segera kerumah kediaman Abi Yosep,


Mamah Anisha mengiyakan perintah suaminya, dengan hati yang sedih mereka berdua pun langsung menuju kerumah Abi Yosep,Ayah Candra juga menghubungi sang istri dan mengarahkan agar sang istri segera kerumah Abi Yosep, dengan diantar sopir pribadi mereka, Bunda Adel berangkat menuju rumah kediaman Abi Yosap, begitu juga Clarissa dan mamah Lala beserta Amelia juga langsung menuju kerumah Abi Yosep, sedangkan para lelakinya langsung menuju kerumah sakit, Abiyasa menghubungi Arvin dan kemudian Arvin pun meneruskan kabar duka tersebut pada mertuanya dan istrinya yang kebetulan berada dirumah mamah Raisha, dan mamah Raisha beserta Nadine langsung menuju kekediaman Abi Yosep untuk menunggu jenasah yang akan dibawa kerumah segera.


Papah Andre dan yang lainnya tiba dirumah sakit dan langsung saja menuju ruangan kak Dwi yang sedang dirawat dan ditempat itu juga dia menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya.


Papah Andre dan kedua sahabatnya mendekati Abi Yosep dan menyentuh pundak sahabatnya itu dengan penuh rasa persahabatan yang sangat dalam.


Mereka memahami kepergian kak Dwi yang begitu cepat pasti membuat rasa sedih yang dalam bagi Abi Yosep, karena kak dwi adalah kakak satu-satunya pengganti kedua orang tuanya,semenjak kedua orang tuanya tiada, Sekarang sudah pergi untuk bertemu dengan kedua orang tuanya yang sudah pergi terlebih dahulu.


" Iklaskan dia pergi jangan dihalangi dengan rasa sedih yang berlebihan kawan,,," ucap papah Andre sembari mengusap pundak sahabatnyanya dianggukkan kedua sahabatnya tersebut.


" Aku iklas Ndre, tapi Aku tidak menyangka dia akan pergi meninggalkan aku untuk selama-lamanya, padahal baru aja pagi tadi dia berbicara dengan ku dan ingin sholat subuh berjamaah bersama-sama, dan memberikan nasehat dengan kedua anak-anaknya dan memberikan nasehat pada ku dan istriku, kami bercanda-canda dengannya dan dia nampak senang senyum terukir diwajahnya dan dia juga mengatakan padaku agar aku segera menjenguk kamu dan Boby, karena katanya sahabat itu berbeda dengan teman ataupun kawan, dia juga bilang kalau dia akan baik-baik saja dan akan segera sembuh, dia meminta aku kalau dia sembuh dia mau minta berangkat keluar negeri dan ingin berliburan dengan kalian, aku pun mengiyakan sembari kami tersenyum dan tertawa kecil, ternyata tawa itu, canda itu, nasehat itu dan gurauan kecilnya adalah untuk yang terakhir kalinya dan kata istriku, dia meminta tidur sebentar mau istirahat karena dia merasa lelah karena kebanyakan bercanda dengan cucunya anak dari Reno dan istriku menganggukkan lalu dia tidur dengan terlihat tidak ada beban sama sekali, senyum bahagia terukir diwajahnya, dia begitu rapinya dengan posisi tidurnya dan ternyata saat tidur itulah dia pergi untuk selama-lamanya." terang Abi Yosep sembari menundukkan kepalanya dan jari-jarinya menekan pelan matanya karena dia tidak ingin air matanya jatuh karena kehilangan kakak tercintanya itu, papah Boby langsung merangkul sang sahabat dan dalam rangkulan papah Boby lah Air maa Abi Yosep jatuh tak bisa lagi dibendungnya dan Ayah Canda langsung mengusap pundak sahabatnya itu, begitu juga papah Andre menepuk pelan pundak sahabatnya dengan rasa sedih juga, ketiga sahabatnya juga tidak dapat menyimpan rasa kesedihannya tersebut dan mereka bertiga merasakan kesedihan sang sahabat.


Setelah semuanya diurus dan tibalah saatnya mereka membawa pulang jenasah kak Dwi dengan iringan para sahabat anak dan cucu serta para keponakannya mengantarkannya kerumah duka dimana mereka sudah ditunggu kedatangannya tersebut.


Sesampainya dirumah semuanya sudah tersedia dengan bantuan para tetangga dan yang lainnya, setelah semuanya selesai dirumah duka, tibalah saatnya jenasah kak Dwi diberangkatkan keperistirahatan terakhirnya dengan iringan doa mereka membawa ibu, kakak, tante, nenek bagi mereka semua untuk terakhir kalinya.


Beberapa saat kemudian setelah pemakaman kak dwi tetangga dan yang lainnya pun meninggalkan pemakaman keluarga Wibawa itu, yang ada ditempat pemakaman hanyalah keluarga dan para sahabat saja, kak Bella yang tidak beranjak berdiri dari pusara sang mamah hanya bisa menangis sembari mendoakan almarhumah mamahnya tersebut.


Kemudian kak Reno pun mengajak sang kakak untuk kembali kerumanya, kak bella mengangguk dan mereka pun langsung menuju kearah rumahnya memasuki mobil mereka kembali, karena arah pemakaman dengan rumah kediaman Abi Yosep tidak terlalu jauh dan mereka pun sampai dengan wajah sedih mereka yang tidak bisa ditutupi, mereka semua kemudian turun dari mobil dan melangkah menuju kearah dalam dan mempersiapkan acara tahlillan.


*****


Setelah acara tiga hari acara hahlillan almarhumah kak Dwi dan mereka berbincang-bincang ditengah rumah keluarga Abi Yosep tersebut, tiba-tiba mereka dikejutkan suara sebuah mobil berhenti didepan rumah tersebut, karena posisi halaman rumah kediaman Abi Yosep ada beberapa buah mobil pribadi milik para sahabatnya beserta anak-anak mereka, mobil tersebut pun terpaksa berhenti diluar halaman rumah kediaman Abi Yosep.


Mereka semua menatap kearah luar dan saling bertemu pandang satu sama lain dengan pertanyaan yang ada didalam diri mereka masing-masing, kemudian Abi Yosep berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kearah luar dan sengaja menyambut tamunya yang tidak tahu siapa tamunya yang datang itu, beberapa saat kemudian muncullah dua orang lelaki yang berperawakan tinggi, putih dengan memiliki wajah yang tampan dengan berpenampilan seperti orang luar yang lagi digandrungi anak-anak muda jaman sekarang.


" Wow! Oppa korea..." Ucap Clarissa dan Nadine yang ternyata ikut keluar juga bersama Abi Yosep.


" Oppa korea mana, ini nih suami kamu melebihi oppa korea yang ada..." Ucap Marco sembari menarik pelan tubuh istrinya dan langsung merangkul istrinya tersebut seakan-akan tidak ingin dikenal lelaki yang baru datang itu, Clarissa hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya itu.


" Oppa korea mu ada disini sayang, melebihi yang itu..." Ucap Arvin seraya menunjuk lelaki yang sedang melangkah menemui mereka dan Arvin pun langsung merangkul pundak Nadine.


Nadine hanya tersenyum saja, dan mereka pun menatap lelaki tersebut yang menyalami mereka berlima yang ada diluar rumah Abi Yosep.


Bersambung...


Marhaban ya Ramadhan selamat menjalankan ibadah puasa ya kawan-kawan....


Updatenya slow ya pembaca setia the sweetness of love and friendship...


Semoga kita semua tetap selalu sehat....😊😊🙏🙏