THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 341



Dengan disaksikan mereka semua Gatot tidak sungkan-sungkan untuk menceritakan kesalahnnya dimasa lalu, karena sekarang dirinya sudah berubah jauh lebih baik dari dulu, sedikit demi sedikit masa lalunya sudah terbayarkan dengan hukuman dari yang maha kuasa Diapun sadar akan itu, dan dia sekarang lebih mendekatkan dirinya pada yang maha pencipta, dan dia juga tidak sungkan untuk meminta maaf akan kesalahannya yang telah lalu dengan orang-orang yang sudah disakitinya saat itu.


" Om bisa hadirkan dipernikahan saya untuk jadi saksi dari keluarga saya." Pinta Smith


" Bisa nak, bisa banget, om akan datang disaat pernikah kamu tiba."


" Tetimakasih banyak Om..." Ucapnya terlihat bahagia, walaupun kedua orang tuanya sudah tiada dan dia tetap memiliki Om saudara dari sang Ayah yang baru saja dikenalnya.


" Oh ya pak Gatot, keadaan istri kamu yang katanya parah itu gimana kondisinya?" Tanya papah Andre.


" Hem...kaki istri saya sudah tak tertolong pak, dan harus menjalani amputasi, istri saya shock mendapati kakinya sudah tidak ada pak saat dia siuman, dia meminta saya agar tidak menceritakannya pada siapapun, tangan dia juga mengalami patah tulang karena yang menabrak kami hanya bisa membantu seadaan saya terima saja pak." Ucapnya.


" Begini saja pak, setelah pernikahan Smith terlaksana, istri pak gatot akan berobat langsung keluar Negeri, jangan pikirkan semuanya, dan jangan pikirkan juga biaya saat disana, saya yang akan membiayai semuanya dan saat disana semua fasilitas akan tersedia." Sambung Abiyasa dianggukkan papah Andre sambil tersenyum.


" Hah? Apakah ini nyata pak...?" Ucapnya sembari menatap kearah Abiyasa dan Abiyasa mengangguk.


" Iya pak Gatot, apa yang dikatakan Abiyasa anak saya itu benar adanya, karena sekarang dialah yang meneruskan usaha saya, dan apa yang dikatakanya itu sama yang akan saya katakan sebenarnya, tapi karena anak saya sudah paham semuanya dia yang terlebih dahulu berucap." Ucap papah Andre tersenyum.


" Subhanallah... Alhamdulillah....pertolongan-Mu nyata Ya Allah, kau jawab semua doa hamba-Mu ini ya Allah..." Ucapnya sembari bersujud syukur karena dia yakin kalau keluarga Wibawa berbicara semua akan teratasi.


Smith mengusap pundak sang Om, dan Gatot bangun dari sujud syukurnya itu, kemudian mereka membicarakan hal-hal yang lainnya.


Setelah semua sudah disepakati, mereka pun pamit pulang, mereka saling mengucap dan membalas salam tidak lupa Abiyasa memberikan bantuan berupa uang yang bisa digunakan untuk biaya sehari-hari mereka buat keluarga pak Gatot, awalnya pak Gatot menolak tapi kerena dipaksa terus barulah dia menerimanya dengan rasa bahagia yang tak terkira itu, Perlahan-lahan kedua buah mobil tersebut meninggalkan tempat kediaman pak Gatot dan akan menjemput kembali tiga hari kemudian sebelum hari pernikahan Smith sang keponakan yang baru saja bertemu dengannya.


Pak Gatot pun menjelaskan semuanya pada sang istri tentang para tamunya barusan sampai rencana berobat keluar Negeri.


Satu jam setengah lamanya mereka berada didalam Mobil akhirnya mereka pun sampai kerumah masing-masing untuk beristirahat,karena semuanya sudah teratasi dan sudah siap tinggal menunggu hari Happy nya saja.


*****


Dua hari setelah menemui pak Gatot, calon pengantin wanita dan perempuan pun tidak diperbolehkan lagi keluar dari rumah sampai hari Happynya tiba, Papah Andre dan Abiyasa setuju segera menjemput keluarga Smith dengan lebih awal dari yang disepakati, karena Papah Andre ingin segera memberikan perawatan sementara untuk istri pak Gatot dirumah sakitnya, semua rencana papahnya itupun disetujui Abiyasa dan kemudian Abiyasa mengutus dua orang langsung menuju kerumah pak Gatot dikota sebelah dengan menggunakan dua buah Mobil, satu mobil biasa dan satu mobil Ambulance rumah sakit Wibawa.


Abiyasa pun menghubungi pak Gatot untuk segera bersiap-siap dengan kabar yang mendadak itu rasa percaya dan tidak percayanya pak Gatot langsung saja mempersiapkan keperluan sang istri dan menunggu kedatangan mobil jemputan tersebut


Diapun duduk disamping ranjang sang istri sembari menatap keluar dan teringat akan perbuatannya pada keluarga Wibawa.


" Ya Allah...kenapa waktu itu aku sangat keji berbuat menyakiti hati pak Andre, jika seandainya waktu itu aku tidak melakukannya mungkin aku masih ada bekerja dikantor itu." Ucapnya sembari mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Cukup lama mereka menunggu sampai akhirnya orang suruhan dari keluarga Wibawa pun sampai dan membenahi semua barang bawaan mereka dan beberapa saat kemudian mereka meninggalkan rumah pribadinya tersebut menuju kekota sebelah.


Tak lama akhirnya mereka sampai dirumah sakit keluarga Wibawa dimana mereka sudah ditunggu di ruang UGD, Anindita langsung yang memeriksa bu Viona istrinya pak Gatot, setelah berucap terimakasih yang sebesar-besarnya akhirnya papah Andre dan Abiyasa mohon pamit dan kembali kerumahnya, tapi sebelumnya papah Andre sudah membicarakan pada pak Gatot tentang pendidikan putrinya yang sudah putus sekolah ditengah jalan karena masalah biaya yang sudah tidak memadai, dengan cepat papah Andre mengatakan akan melanjutkan sekolah putrinya pak Gatot di sekolah Almira sang anak.


Kebahagian pak Gatot tak terhingga sampai dia tak kuasa meneteskan airmatanya karena dia tidak bisa berucap dengan kata-katanya yang hanya bisa dia lakukakan adalah mengucap terimakasih dan syukur yang tak terhingga pada yang maha kuasa karena pemberiannya tak terduga melalui keluarga Wibawa dimana keluarga itu yang sudah pernah dia kecewakan.


Mobil Abiyasa meluncur kearah rumah dan bersiap-siap dengan tugas pengurusan masuk sekolah anaknya pak Gatot dan persiapan pernikahan kakak dan adik mereka.


Setelah pengurusan perpindahan masuk sekolah yang baru dan Anak perempuan pak Gatot bisa kembali mengecap dunia pendidikan seperti dulu, dia terlihat bahagia sekali, ditambah lagi Almira, Nika, Charlo dan Alfarisqi begitu baik dan sangat bersahabat dengan Neny,terlihat sekali Neny nampak seperti anak yang lainnya yang sebaya dengannya belajar, bermain dan bersenda gurau, tidak sulit bagi Neny dalam menyesuaikan kehidupan barunya yaitu lingkungan sekolah barunya dan teman-teman baru juga sangat baik dengannya.


Terlihat dunia Neny sudah terlihat dunia remaja yang harus dijalaninya sesuai dengan usia remajanya tersebut, dan pak Gatot tinggal bersama Smith dirumah pribadi Abiyasa yang tidak pernah ditempati Abiyasa, dan sekarang rumah itu sudah sah menjadi milik Alena dan Smith setelah mereka menikah nanti akan tinggal dirumah tersebut, rumah itu dihadiahkan Abiyasa sepenuhnya buat mereka berdua, karena rumah itu sudah lama dibangun tapi tidak ditempati sama sekali, tapi setelah mereka menikah rumah itu sudah mempunyai tuannya yang baru, Kebahagian terpancar satu persatu keluar nampak kepermukaan menampakkan rasa syukur yang tak terhingga dan tiada duanya di keluarga Abiyasa, Arvin, Morgan dan Clarissa. Mereka berempat tersenyum merasakan kebahagian yang tak terkira mereka rasakan sekarang.