THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 63



Pandangan Arvin kemudian menjurus kearah ruangan di mana Nadine sedang ditangani.


Pikirannya kembali cemas karena dokter yang menangani Nadine belum keluar dari ruangan tersebut.


Dokter Roni paham dengan kecemasan Arvin,dia pun tersenyum.


" Tenang Vin, Bidadari mu tidak apa apa,dia hanya mendapatkan banyak lecet tapi tidak terlalu parah dan cuma mengalami pergeseran tulang siku nya aja,udah di tangani semuanya." Ucap dokter Roni.


" Nah udah tenang kan sekarang" ucap Morgan.


" Sebentar lagi Nadine sudah bisa di jenguk setelah di pindahkan keruangan rawat inap" ucap Dokter Roni.


Arvin terlihat tenang setelah mendengarkan penjelasan dokter Roni.


Kemudian ponsel Arvin berbunyi Dia mengambil ponselnya yang berada di dalam saku celananya tersebut, dia melihat di layar ponselnya memanggilnya adalah anggota lantas yang lain yang bernama Ali,dia kemudian menjawab panggilan tersebut.


" Halo ada apa Li ?" Tanyanya.


" Tersangka sudah kami amankan di kantor pak, dalam keadaan mabuk "ucap Ali.


" Ya udah,nanti aku segera kesana " ucapnya.


" Siap pak!" Ucapnya


Arvin menyudahi telpon nya.


" Siapa?" Tanya Morgan.


" Si Ali,mengabarkan kalau tersangka penabrak sudah di aman kan,di kantor" jawab Arvin.


Dia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.


" Motor yang di kendarai oleh Nadine gimana?" Tanya dokter Roni lagi.


" Sudah di bawa semua ke kantor" jawab Arvin.


" Jadi Nadine menggunakan motor saat kecelakaan?" Tanya Morgan.


" Iya, dia menggunakan motor nya Ria salah satu pegawai nya di butik,kata Ria dia mau membeli sesuatu,saat aku telpon tadi karena dia tidak membawa ponsel nya makanya aku hubungi si Ria" ucap Dokter Roni.


" Kalau kaya gitu,kami permisi dulu ya dok" ucap Arvin.


" Nggak usah panggil dokter,panggil saja kakak kamu kan sebentar lagi jadi adik ipar ku" ucapnya tersenyum.


Arvin tersenyum malu.


" Hadeh! Malu tuh harus di bedakan bro, mana malu untuk laki laki dan mana yang malu untuk perempuan" senggol Morgan.


Arvin mendelik kearah Morgan.


" Biasa lah kalau keadaan gugup" ucap dokter Roni lagi.


" Tapi dok yakin amat sih kalau Arvin jadi adik ipar nya,siapa tahu Nadine nya ogah nerima Arvin," celetuk Morgan.


" Trus mau nerima siapa?" Tanya Arvin.


" Aku nggak mau di poligami!" Ucap Anindita yang langsung menjewer telinga Morgan.


" Aw! Sakit sayang" ucapnya.


" Mau selingkuh nih ceritanya hah!" Ucap Anindita memasang muka juteknya.


" Nggak lah sayang,kamu itu yang nomer satu, aku hanya bercanda aja, lagian sejak kapan kamu berada di situ?" Tanya Morgan.


" Sejak tadi" ucap Anindita.


" Rasakan kamu Bule kena batunya kan" ucap Arvin


Dokter Roni dan Arvin tersenyum saja melihat Morgan dimarahi Anindita.


" Lagian ada apa di sini?" Tanyanya.


" Nadine kecelakaan" Ucap dokter Roni.


" Kecelakaan?" Ucapnya terkejut.


" Alhamdulillah dia tidak apa apa" ucap dokter Roni.


" Syukur lah kalau nggak apa apa" ucapnya.


" Ya udah kami permisi dulu ya, mau melihat tersangkanya, nanti kesini lagi jenguk Nadine" ucap Arvin.


Diangguk kan oleh dokter Roni dan Anindita.


Setelah berpamitan dengan kedua dokter tersebut mereka berdua langsung menuju mobil dan perlahan-lahan mobil Arvin meninggalkan halaman parkir Rumah Sakit menuju ke arah kantornya.


Di dalam mobil,...


"Kamu gila Mor, nggak bilang kalau dokter Roni itu kakak dari Nadine,hampir saja aku memberi bogem mentah pada calon kakak ipar ku" ucapnya terkekeh.


"Hehehe ...aku juga tahu dari my love kalau mereka saudara an." Ucap Morgan.


"Tega kalian membuat aku menderita gara gara kejadian itu." Ucapnya lagi.


"Tapi sekarang sudah lega kan?" Ucapnya seraya menoleh kearah Arvin yang sedang menyetir.


"Lega si iya kalau dia nggak punya pacar dan hanya saudara an aja." Ucapnya tersenyum simpul.


"Trus apa yang akan kamu lakukan nanti ?" Tanya Morgan pada Arvin.


"Aku akan mengatakan semuanya dan langsung meminta dia jadi pasangan ku, harus aku katakan" ucapnya.


"Nah gitu dong... "Ucap morgan.


" Maafin aku ya, nggak kasih tau yang sebenarnya pada mu" ucap Morgan lagi seraya menepuk pundak Arvin.


Arvin hanya mengangguk dan tersenyum.


Mobil nya memasuki halaman parkir kantor polisi dan dia langsung turun dari mobil mereka menuju ruang lakalantas untuk menemui tersangka penabrakan tersebut.