THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 211



Pesawat udara yang ditumpangi Abiyasa dan Clrasissa beserta pak Tomi mendarat dengan mulus dikota tempat kediamannya pak Tomi.


Mereka kemudian memesan sebuah taksi, tapi sebelum mereka memasuki taksi tersebut Pak Tomi pun berbicara dan menanyakan kepada Abiyasa.


" Pak Abiyasa dan ibu Clarissa apakah kita langsung survei ke tempat kantor saya dulu?" tanya Pak Tomi.


Abiyasa menatap ke arah Clarissa dan Clarissa pun mengisyaratkan dengan menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Pak kita ke kantor bapak aja dulu Saya ingin melihat keadaannya seperti apa."


" Baiklah kalau seperti itu."


Kemudian mereka pun memasuki taksi yang sudah mereka berhentikan itu,


Pak Tomi pun mengatakan kepada sopir taksi itu untuk membawa mereka ke kantor yang disebutkan oleh Pak Tomi kepada Pak sopir taksi itu.


Pak sopir pun mengangguk dan tersenyum, Beberapa saat kemudian sopir itu pun melajukan taksinya menuju ke alamat yang sudah dikantonginya itu, tidak ada suara di antara mereka di dalam mobil taksi tersebut, semua terdiam,kemudian Abiyasa mengambil gawainya dan mengirim chat pribadi kepada sang papa.


" Assalamualaikum Pah, papah sekarang ada di mana?"


" Waalaikumsalam nak,Papa masih di di penginapan, kamu sudah ada di kota ini?"


" Iya Pah Biyas sudah ada di kota ini dan Biyas lagi menuju ke tempat client yang bersama dengan Biyas."


" Ya sudah nanti kalau kamu sudah selesai kamu hubungi papa segera, papa akan berikan alamat rumah di mana Papa dengan yang lainnya berada." ucap papah Andre membalas chat pribadi dari anak sulungnya tersebut.


Abiyasa tersenyum,Abiyasa memang disuruh sang mamah untuk menghubungi papahnya bila sudah sampai dikota dimana sang papah berada juga dikota tersebut, sedangkan Clarissa hanya menatap Abiyasa dengan tatapan Anehnya.


" Ada apa dengan Abiyasa? kenapa dia tersenyum?" batin Clarissa tapi Abiyasa tidak menceritakan sedikitpun kenapa dia bisa tersenyum dan dia hanya menoleh ke arah Clarissa, dia mengetahui kalau Clarissa menatapnya itu dengan penuh tanda tanya besar di kepalanya Clarissa.


Beberapa saat kemudian taksi yang ditumpangi Mereka pun sampai di depan kantornya Pak Tomi,Pak Tommy turun dan membayar taksi tersebut, Abiyasa dan Clarissa juga turun dari taksi itu dengan barang bawaannya.


Mereka melangkah bertiga menuju ke arah lobby, Clarissa dan Abiyasa membawa koper pribadinya dan kemudian Pak Tomi pun memberikan isyarat kepada resepsionis kantornya itu untuk menitipkan barang bawaan kedua tamunya, dengan menganggukan kepalanya resepsionis itu pun langsung mengambil alih koper kedua tamu Bos besarnya itu.


" Dimana derektur utamanya?"


" Maaf Pak tadi bos keluar baru saja."


" Oh ya sudah tidak apa-apa, Ayo Pak kita masuk ke ruangan saya." Ajak pak Tomi di anggukan oleh Abiyasa dan Clarissa.


Mereka berdua pun langsung mengikuti langkahnya Pak Tomi yang menuju ke arah ruangan kerja yang ada di kantor itu.


" Kemana dia? kenapa dia ini selalu meninggalkan kantor, dikiranya aku ini tidak pernah memantau kerja dia." batinnya kemudian dia pun menyuruh Abiyasa dan Clarissa duduk di sofa yang ada diruangan tersebut.


Kemudian mereka pun berbincang-bincang, pak Tomi menjelaskan semua kinerja dari perusahaannya yang akan berpindah tangan kepada Abiyasa,


Abiyasa memang sudah membeli perusahaan yang ditawarkan oleh Pak Tomi padanya,perusahaan anak cabang yang dipimpin oleh Pak Tomi tersebut.


" Maaf Pak saya mau bertanya sebenarnya yang memimpin perusahaan anak cabang yang ini siapa ya Pak?"


" Anak menantu saya, namanya Aditama."


" Aditama?"


" Iya pak Abiyasa."


" Aditama,nama istrinya siapa ya Pak? Maaf pak sebelumnya saya banyak tanya."


" Nama istrinya Lidya,Anak Saya."


" Maksud saya sebelum beristrikan Lidya anak Bapak, Apakah Aditama ini seorang duda atau bujangan tanpa istri."


" Awalnya dia mempunyai seorang istri, yah tapi dia sudah berpisah karena istrinya itu tidak becus mengurus dirinya, sampai akhirnya dia bertemu dengan anak semata wayang saya."


" Oh begitu, Oh ya Pak bagaimana saya mau melihat perusahaan cabangnya?saya kan sudah melihat kantornya."


" Bisa pak, nanti kita setelah dari sini langsung menuju ke perusahaan cabang yang akan saya tunjukkan semuanya, Karena perusahaan ini sudah hak milik pak Abiyasa, jadi semua yang mengatas namakan anak cabang dari perusahaan utama saya sekarang akan berpindah tangan dibawah naungan perusahaan Wibawa Group, nama dari perusahaan saya sudah tidak berpungsi lagi pak, jadi Sebelum saya serah terima kepada bapak dan balik nama untuk menjadi anak cabang perusahaan wibawa group, saya akan memberikan penjelasan tentang kinerja perusahaan saya, kebetulan kinerja perusahaan saya ini beroperasi di bidang yang sama dengan perusahaan Bapak, jadi saya tidak salah dalam menemukan seseorang yang tepat untuk membelinya, semoga ditangan yang tepat seperti bapak,perusahaan ini lebih berkembang lagi." Terang Pak Tomi tersenyum.


" Maaf Pak, kenapa perusahaan Bapak mau dijual?" Tanya Clarissa.


" Karena perusahaan induknya punya saya mengalami sedikit kendala jadi banyak karyawan yang saya berhentikan, dikarenakan perusahaan saya ini mengalami sedikit kemerosotan dalam penghasilan, semenjak menantu saya menjalankan perusahaan anak cabang ini, perusahaan ini tidak berkembang dengan baik,jauh dari keuntungan tetapi penghasilannya tetap seperti itu tidak menaik, malah grafik dipasaran sangat menurun drastis,mudah-mudahan setelah berpindah tangan perusahaan ini akan berkembang sangat maju." Ucapnya tersenyum yakin kalau suatu saat perusahaan yang dijual dengan Abiyasa akan mendapatkan keuntungan yang besar.


Abiyasa dan Clarissa pun menganggukkan kepalanya, Mereka pun kemudian saling pandang.


" Ternyata perusahaan ini dibeli Abiyasa dari bapak Tomi tapi dia kenapa gak cerita sama aku ya, Ada apa sebenarnya ini? sepertinya ada permainan dibalik ini, Abiyasa memang mempunyai rencana yang tak terduga, memang mantap kamu Biy." ucap Clarissa seraya tersenyum menatap kearah Abiyasa.


Abiyasa hanya tersenyum saja, menatap sekilas kearah Clarissa, Kemudian mereka pun melanjutkan bicaranya,beberapa saat kemudian mereka pun menyudahi pembicaranya itu dan langsung meninggalkan ruangan tersebut, setelah beberapa berkas diberikan kepada Abiyasa oleh Pak Tomi yang langsung diambilnya dari lemari kerjanya Aditama, dia pun langsung keluar dari ruangan tersebut, kemudian dia menemui sekretarisnya Aditama, dan mengatakan kalau dia baru saja datang ke kantor ini dan Dia menyuruh sekretaris tersebut Kalau Aditama datang segera menghadap kepadanya.


Sekretaris Aditama hanya menganggukkan kepalanya, kemudian dia menganggukkan kepalanya juga memberi hormat kepada Abiyasa dan Clarissa.


Clarissa dan Abiyasa pun langsung memberikan senyuman termanis mereka.


" Seandainya Bos Kami adalah mereka, karena aku merasakan mereka ini orang baik dan mereka juga sepertinya seorang pemimpin,terlihat jelas dari perawakan sikapnya dan penampilannya sangat berwibawa sekali " ucap Beni sekretarisnya Aditama.


Kemudian mereka langsung keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke arah lobby karena mereka tidak menggunakan mobil pak Tomi langsung memanggil sopir khusus kantor dan mereka pun menggunakan mobil dinas kantor untuk menuju ke perusahaan yang sekarang sudah menjadi hak miliknya Abiyasa.


Beberapa saat kemudian sampailah mereka di perusahaan yang dituju Pak Tomi melangkah terlebih dahulu sembari mempersilahkan kedua tamunya tersebut untuk masuk kedalam.


Abiyasa dan Clarissa mengikuti langkah Pak Tomi.


" Sebenarnya Biy, Kamu kenapa nggak cerita sih kalau kamu membeli perusahaan dari Pak Tomi di kota ini?"


" Sebenarnya aku juga tidak mau membelinya, tapi karena aku mendengar Dia pernah mengatakan bahwa dia mempunyai anak bernama Aditama, aku langsung teringat cerita mamah yang nama suami kak Nayra itu Aditama, perasaanku ini mengatakan kalau Aditama itu adalah suaminya Kak Nayra,tetapi dari ceritanya pak Tomi tadi itu sedikit mendekati sekali, karena Aditama itu adalah menantunya, berarti benar! keterangan dari Pak Tomi kan kalau Aditama mempunyai istri pertama, tapi aku tidak tahu apakah Aditama ini adalah Aditama yang aku maksud atau bukan, makanya aku tidak mau menceritakannya kepada mu terlebih dahulu, sebelum aku mendapatkan kebenarannya."


" Ya enggak apa-apa, kalau kamu sudah tahu, yang jelas kan kita akan mencari kebenaran yang sebenar-benarnya."


" Oke siap!!"


Kemudian mereka berdua melangkah mengikuti langkah Pak Tomi yang lebih dulu masuk kedalam,merekapun kemudian diperkenalkan dengan seluruh karyawan perusahaan,bahwa tamunya yang ada bersama dengan pak Tomi itu adalah yang akan menjadi Bos baru dari mereka.


Abiyasa pun memperkenalkan dirinya kepada mereka semua, Mereka terlihat senang sekali, karena akan berganti pimpinan, karena mereka sudah tidak sanggup lagi mempunyai pimpinan seperti Aditama yang tidak mensejahterakan karyawannya itu.


" Mudah-mudahan saja ya Bos yang baru ini bisa memberikan kesejahteraan untuk kita" ucap salah satu dari karyawan perusahaan tersebut.


" Mudah-mudahan saja Amin." Jawab salah satu yang lain.


" Mudah-mudahan saja bos ini bisa melebihi dari bapak Aditama, dan melebihi dari bapak yang pertama kali menjabat sebelum pak Aditama."


" Amin, mudah-mudahan saja." ucap mereka lagi berbicara sambil berbisik satu sama lain.


Mereka pun kemudian melihat-lihat perusahaan tersebut didampingi oleh Pak Tomi dan beberapa petugas yang ada di perusahaan itu.


Taksi yang ditumpangi oleh Papah Boby dan Ayah Chandra pun berhenti di depan penginapan tersebut, setelah mereka membayar ongkos taksi itu, mereka berdua pun mengucapkan terima kasih dan keluar dari taksi yang mereka tumpangi itu, mereka dengan senyum kemenangannya karena sudah memberikan pelajaran kepada keluarga Aditama yang tamak dengan harta benda dan kekuasaan, serta uang, berhasil dengan rencana mereka membuat tipu muslihat mengatasnamakan bantuan uang sebesar lima ratus juta, tapi tidak tahu apakah uang itu memang dikasih beneran atau tidak,karena keluarga Aditama sudah silau uang yang besar,jadi mereka tidak memiliki pikiran panjang,antara benar dan tidaknya.


Mereka berdua berjalan tergesa-gesa menuju ke arah kamar penginapan yang mereka sewa, saat membuka pintu kamar tersebut tidak ada orang sama sekali yang berada di dalam kamar itu,kemudian mereka berdua saling berpandangan dan tersenyum, Mereka pun langsung melangkah menuju ke kamar mamah Melissa dan papah David, Papa Boby mengetuk pintu kamar tersebut


" tok tok tok" nama Melisa pun bangun dari duduknya dan membukakan pintu kamarnya itu.


" Kak Bobby masuk lah."


Papah Boby tersenyum dan kemudian melangkah di ikuti oleh Ayah Chandra menuju ke arah sofa menemui mereka yang sedang duduk bersantai dan berbicara tentang rencana selanjutnya.


Papa Bobby dan Ayah Candra pun menghentakkan tubuhnya di sofa itu, Abi Yosep dan papah Andre menatap mereka berdua.


" Bagaimana rencana kalian, sudah dilaksanakan?" tanya Abi Yosep.


" Beres!! mereka semua sudah terpengaruh dengan rencana yang aku lancar kan " jawab Papah Boby.


" Rencana apa sebenarnya yang kalian lancar kan dengan keluarga Aditama?" tanya Papa Andre.


" Aku mengatasnamakan bantuan dari perusahaan maju mundur grup." Jawab papah Boby.


" Hahaha!!! Sama! perusahaan yang sudah kita sepakati, tapi tidak tahu berdirinya di mana." Tawa Abi Yosep lepas mendengar Papa Boby mengatakan perusahaan maju mundur grup.


Mereka semua tertawa.


" Mereka Langsung saja percaya dan memberikan data anak Nayra begitu saja dengan kami biar menyakinkan ya aku catat aja hehehe." Ucap Ayah Candra.


" Apakah kalian sudah bertemu langsung dan melihat anaknya Nayra? Bagaimana dengan keadaan cucu Melisa kak? Apakah dia sehat-sehat saja?" Tanya mamah Melisa setelah mendengar perkataan dari Papa Boby dan Ayah Candra kalau mereka berdua sudah bertemu langsung dengan cucunya itu.


Papa Bobby dan ayah Chandra menarik napasnya dengan berat Mereka pun menatap ke arah mereka semua.


" Ada apa sebenarnya Bob?" tanya papa Andre.


" Sepertinya kalian menyimpan sesuatu setelah melihat keadaan anaknya Nayra." Lanjut Abi Yosep.


" Bukan masalah anaknya Nayra, tapi masalah keberadaan Nayra." ucap Ayah Chandra.


" Maksud kamu? aku jadi nggak paham dan tidak mengerti dengan perkataan kamu Ndra."


" Begini Ndre, kalau masalah anaknya Nayra sepertinya memang masih diurus oleh mereka, tapi tidak seperti anak-anak yang lainnya memiliki kasih sayang penuh seperti kasih sayang nenek dan tante-tantenya, tapi malah mendapatkan keluhan dari mereka semua, ya kebutuhan Alvaro yang sangat banyak, itu yang mereka keluhkan dengan kami." ucap Ayah Chandra.


" Alvaro ?berarti namanya Alvaro?" Tanya mamah Melisa dan papa David secara bersamaan.


" Iya Mel, Iya David, nama cucu kita bernama Alvaro, anaknya ganteng pintar dan tidak cengeng, terlihat sekali saat dibawa bertemu dengan kami,Dia tidak merasa takut dan dia malah mengukirkan senyum di wajah mungilnya yang tanpa dosa itu " ucap Ayah Chandra menjelaskan kepada Mama Melisa dan yang lainnya.


" Mungkin dia tahu kalau kalian adalah orang yang baik dan kalian adalah penyelamat ibunya yang sudah selama ini tidak bisa bertemu dengannya." lanjut Abi Yosep.


" Ditambah lagi naluri seorang anak itu tahu mana yang benar-benar baik dengan dirinya mana yang hanya pura-pura baik untuk mengasuhnya." kata Papa Andre merasa senang karena cucunya tersebut dalam kondisi baik-baik saja.


" Ada yang lebih mengejutkan dan yang membuat aku sangat marah sekali, jika seandainya kita tidak menjalankan rencana ini untuk menjebak mereka berkumpul di rumah kediaman Nayra sekarang ini, sudah aku habisi mereka semua." ucap papah Boby dengan nada emosinya yang memuncak.


Mereka semua menatap kearah Papah Boby karena sudah sangat emosi,tapi belum tersalurkan.


" Sabar Bob, ceritakan dengan kami apa yang membuatmu sangat emosi?" tanya papah Andre.


" Gimana Aku tidak emosi, Nayra jelas-jelas masih hidup dibilang sudah meninggal dan yang tidak aku duga selama ini dan tidak aku percaya Mereka ingin mengantarkan Alvaro ke panti asuhan, tapi setelah mendengar ada bantuan dari perusahaan maju mundur grup tersebut Mereka pun ingin secepatnya menerima bantuan itu, ingin rasanya aku mencabik-cabik mata dan mulutnya tersebut, karena dari tatapannya sangat berbinar-binar setelah mendengar kata uang dan mulutnya yang berkata sangat manis melebihi madu." Ucapnya dengan amarahnya.


" Kapan kita akan menemukan mereka di rumah Nayra?" Tanya Abi Yosep.


" Jam 3 sore ini aku katakan dengan mereka."


" Berarti masih Beberapa jam lagi kita akan mematangkan rencana kita." ucap Abi Yosep


" Benar kata kamu Yos,kita harus mematangkannya, sebelum mereka mengetahui kalau mereka dikumpulkan di rumah itu hanya ingin diberi pelajaran yang mungkin tidak akan mereka lupakan seumur hidup" ucap Ayah Chandra


" Oh ya Abiyasa dan Clarissa ada di kota ini juga, mereka kebetulan bertemu dengan klien mungkin pulangnya nanti ikut bersama kita setelah permasalahan ini selesai." Ucap Papah Andre


" Ya sudah,kalau gitu kamu suruh aja ke sini biar kita bisa istirahat bersama di sini.


" Sebentar, nanti aku akan menghubunginya dulu."


Kemudian Papa Andre mengambil gawai yang ada di dalam saku celananya dia pun kemudian menghubungi anak sulungnya itu setelah berbicara dengan anaknya melalui gawai pribadinya dia pun kemudian langsung menemui mereka kembali dan langsung membicarakan rencana yang akan disusunnya lebih rapi lagi untuk menyatukan keluarga Aditama untuk mempertanggungjawabkan semuanya dan mendapatkan kan persidangan mereka.