THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 13



Saat mereka mau mengeluarkan Ayesha dari kantor tersebut bertepatan dengan datangnya Clarissa.


Clarissa melihat dua wanita menarik paksa seorang gadis keluar kantor.


" Hey..!! apa apaan kalian! Apa sudah bosan hidup hah!!" Teriak Risa pada kedua wanita itu.


Memey dan Sari terkejut mendengar teriakan Risa.


Risa langsung berjalan mendekati mereka.


" Lepaskan dia!!" Perintah Risa.


Kedua wanita tersebut melepaskan tangan Ayesha.


" Siapa kamu?" Tanya Risa pada Ayesha.


" Ini bu Risa dia.." ucap Sari.. namun langsung di cegah Risa.


" Aku tidak bertanya dengan kamu! melainkan dengan gadis ini, kalau sampai gadis ini ada hubungannya dengan bos kita mampus kalian!!" Ucap Risa, karena Risa sudah curiga pada gadis yang di seret mereka, karena gadis ini mirip dengan fhoto yang melamar kerja di Wibawa group.


" Ngak akan bu Risa, dia ini tidak ada hubungannya dengan pak bos, karena dia ini ngidul ngaku mau tes wawancara" ucap memey lagi.


" Apa!!!.mati kalian!! Bosan kerja sudah!! Yang mau mentes dia adalah Bos kita!! Tanggung akibat kalian, makanya kemaren itu kalian masuk kerja jangan terlalu banyak bolosnya! Sudah di umumkan kemaren juga kalau hari ini ada satu karyawan lagi, makanya kalau tidak masuk itu harus cari tau info dong!! Jangan asal mau terima gajih dan bonus aja hadir tepat waktu!! Sekarang siap siap kalian berhadapan dengan pak Bos yang baru!!" Ucap Risa kemudian menarik pelan Ayesha meninggalkan kedua orang wanita yang melongo melihat orang nomer dua di kantor mereka itu membawa Ayesha menuju lift pimpinan untuk bertemu langsung dengan bos mereka Abiyasa.


Di dalam ruangan...


Terlihat Abiyasa gelisah, karena sudah jam delapan lewat tapi Ayesha tidak muncul juga di ruangn nya tersebut.


Memang seharusnya bukan ruangan pimpinan, tapi Abiyasa sendiri yang akan mewawancarai langsung Ayesha yang akan jadi sekretarisnya itu.


Papah Andre megetahui kalau anaknya tersebut sedang gelisah menanti sang bidadari nya, papah Andre pun tersenyum.


Begitu juga dengan papah Boby yang juga mengetahui kalau ponakan nya itu gelisah menanti sang sekretaris yang baru.


" Sabarlah broo, nanti juga akan bertemu" ucap papah Boby pada Abiyasa santai.


" Siapa yang kalian maksud?" Tanya Ayah Candra karena kurang paham dengan mereka.


" Makanya kamu itu jangan lama lama ada di sulawesi, tidak tahu kan apa yang terjadi dan pertumbuhan anak dewasa kita" ucap papah Boby.


" Apa an sih Bob, kasih tau dong, masa dari dulu dan sekarang dari muda sampai tua masih aja bikin teka teki kaya gini" ucap ayah Candra.


" Ini lho bro, anak nya yosep yang kita tunggu calonnya pak bos muda kita ini" ucap Papah Boby.


" Apa? Anaknya Yosep, wah...telat dong aku heheh, keduluan sama si Andre nih kelihatannya" sambung ayah Candra.


" Anaknya yosep tidak mau yang jadi polisi karena takut pindah tugas ujarnya" kata papah Boby terkekeh.


" Dari mana kamu tahu kalau anaknya Yosep tidak mau dengan anak ku yang jadi polisi sok tahu kamu" ujar ayah candra lagi.


" Kontak batin" ucap papah boby santai.


" Gaya loh..uban tuh di urusin, jangan ngurusi jodoh orang" ucap ayah candra lagi.


" Biarin uban tumbuh, tapi wajah kan tetap ganteng, dan biar mirip opa opa korea gitu" kekehnya.


Abiyasa yang masih berdiri di depan jendela mamandang jauh keluar.


" Kenapa jam segini dia belum muncul juga ya?" Gumamnya.


Kemudian terdengar ketukan pintu di ruangan itu.


" Tok...Tok...Tok..."


" Masuk" jawab papah Andre.


Abiyasa masih larut dengan lamunannya tidak menyadari kalau yang di tunggu sudah datang di hadapannya.


Pintu ruangan terbuka,masuk lah Risa dan Ayesha kedalam ruangan tersebut.


Semua mata menatap kearah gadis yang di bawa oleh Risa, gadis yang menggunakan hijab itu sangat cantik dan menawan, perpaduan wajah Yosep dan Vita jadi satu di wajah seorang Ayesha.


" Assalamualaikum " ucap Risa dan Ayesha.


" Waalaikumsalam" ucap mereka.


Abiyasa langsung menoleh kearah suara.


"Dug... Dug.... Dug..."


Langsung saja jantung Abiyasa berdegub kencang, dia tidak bisa berdamai dengan deguban jantungnya.


Begitu juga dengan Ayesha, saat mata mereka berdua beradu pandang.


" Ya Allah kenapa jantungku dag dig dug gini sih, sadar Ayesha itu adalah calon bos kamu, bukan calon suamimu, kamu kesini mau kerja bukan mau menikah" gumamnya seraya menunduk kan pandangannya.


Mereka yang ada di ruangan itu langsung tersenyum, memahami keadaan antara perasaan cinta diwaktu masih sangat kecil bersemi dan terpisah di saat remaja dan sekarang di pertemukan kembali saat sudah dewasa dan mapan tanpa saling kenal akan menyatu tidak lama lagi.


Abiyasa merasa kikuk dan gugup harus mulai dari mana dia mau mewawancarai gadis impian nya tersebut.


" MasyaAllah cantiknya" gumamnya melirik Ayesha yang masih berdiri bersama Risa.


" Oh iya, silahkan duduk " ucap papah Andre.


Ayesha duduk di depan ketiga orang tua yang ada di hadapannya tersebut, tapi sebelum duduk dia melirik sesaat pada Abiyasa yang masih berdiri di samping jendela yang ada di ruangan itu.


" Siapa nama kamu?" Tanya papah Andre.


" Ayesha Fahira Putri Yovi." Ucapnya pelan.


" Ya allah indahnya suaranya, inikah yang dinamakan cinta" gumam Abiyasa seraya tersenyum dan terus menatap wajah cantik Ayesha yang sedang duduk di sofa.


" Kalau boleh tahu apa kepanjangan Yovi itu?" Tanya papah Boby lagi.


Ayesha menoleh kearah papah Boby dan tersenyum.


" Subhanallah..manis sekali senyummu Bidadari ku, inikah yang dinamakan manisnya cinta yang tercipta" ucap batin Abiyasa yang masih menatap Ayesha dengan lekat.