
Di kantor papa Bobby mereka sudah berkumpul di ruangan Papa Bobby, diantara mereka hanyalah Papa Bobby yang masih bekerja, karena Papa Andre mempercayakan kantor cabang tersebut dengan papa Bobby, sedangkan Papa Andre hanya memantau saja, tapi kadang-kadang papa Andre juga ikut bekerja di kantor tersebut menemani papa Boby, sebenarnya Papa Boby ingin berhenti dan menikmati hari-harinya bersama dengan para sahabatnya, tapi karena Papa Andre belum menemukan seseorang yang tepat untuk menjalankan perusahaan anak cabang dari Wibawa group tersebut, jadi sementara waktu masih di jalankan oleh Papa Bobby, setelah mereka berkumpul semua Papa Andre pun langsung berbicara dengan mereka.
" Ada apa sih kamu menyuruh kami datang ke kantor mu ini?" tanya papa Andre.
" Bukan kantorku, Tapi kantormu." jawabnya tersenyum.
" Iya kantor kita sama-sama." ucap Papah Andre sembari tersenyum juga.
" Aku sebenarnya tidak tahu ada apa kita dikumpulkan di sini." lanjut Papah Boby.
" Kenapa kamu tidak tahu nyet! kamu yang nyuruh kami datang ke sini "ucap Abi Yosep seraya melempar Papah Boby dengan gumpalan kertas.
" Hey ngesot! Aku cuma disuruh oleh Chandra tuh supaya kalian kumpul di sini karena Dia ada yang ingin dibicarakannya dengan kita." ucap Papah Boby lagi membalas melempar gumpalan tissu kearah Abi Yosep sembari tertawa pelan.
" Ada apa sih Ndra, jadi kamu menyuruh kami kumpul di kantornya ular piton ini." ucap Abi Yosep terkekeh.
" Ntar Aku lilit kamu sot! klepek-klepek jadinya hahaha." ucap Papah Boby tertawa lepas.
" Hahahahaha..." tawa mereka bergema memenuhi ruangan Papah Boby tersebut.
" Ayo Ndra bicara." ucap Papah Boby.
" Aku tadi malam kerumah Nadine melamar Nadine untuk.." kata-kata Ayah Candra pun terputus dan langsung dipotong oleh Papah Boby.
" Apa ?! kamu melamar Nadine Ndra? kamu tidak benar nih Ndra, Kamu kan tahu Nadine itu adalah kekasihnya anak kamu, masa bapaknya yang mau melamar untuk bapaknya sendiri, seharusnya kamu itu melamarkan untuk anak mu, bukan untuk kamu! mau kamu kemana kan Adel Ndra! sadar Ndra,eling Ndra! nyebut Ndra!ini gimana sih, sudah tua juga mau nikah lagi,malu sama umur Ndra! okelah kalau kamu mau nikah lagi sih nggak masalah, itu urusan kamu, kalau kamu masih ingin bersikap adil dengan perempuan, tapi janganlah kekasih anakmu juga kali!wah kamu kebangetan sekali Ndra! Aku nggak menyangka yang mau kamu jadikan istri kedua itu adalah Nadine,dia masih muda Ndra! sangat Muda, cocok jadi anakmu bukan jadi Binimu yang kedua Ndra!! kamu seharusnya mikir lah Ndra, kita ini kan sudah tua, kita sudah mau punya cucu dari anaknya Abiyasa dan Ayesha Kenapa kamu mau kawin lagi! mikir dong! mikir! nggak paham Aku dengan dirimu ini Ndra." ucap Papah Boby panjang lebar menceramahi Ayah Candra.
" Sudah ngomelnya?" ucap Ayah Candra seraya menatap papah Boby dengan tangan bersendekap didada.
Abi Yosep dan Papah Andre mengekpresikan senyum ditahan karena melihat Papah Boby terlihat kesel dengan Ayah Candra.
" Mau masih ngomel Mak??" ucap Ayah Candra.
" Udah nggak Ndra, habis semua sudah Aku keluarkan."
" Astaga Bobbyyy! makanya omonganku itu jangan kamu putus dulu? Aku tahu Nadine itu calon menantuku, makanya Aku melamar Dia untuk Anakku bukan untukku, makanya di dengarkan dulu omongan ku itu, sudah tua kok masih nyerocos aja dasar Mak Boby...Mak Boby.." ucap Chandra tertawa lepas diikuti oleh Abi Yosep dan Papa Andre,Papa Bobby cengengesan, Dianya hanya bisa garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
" Hehehe...Maaf Ndra Aku kira kamu mau melamar Nadine untuk Kamu jadikan yang kedua."
" Mak, makanya di dengar dulu jangan diputus omongan orang itu, kalau kayak gini kan dikira orang beneran Aku mau mengambil calon istri Anakku, ih.. amit-amit deh" ucap Ayah Chandra Seraya mengetokkan tangannya kekepalanya dan mengetukkan lagi tangannya kemeja yang ada ada di ruangan Papa Bobby, mereka bertiga pun langsung lepas tertawa, sedangkan Papah Bobby hanya terkekeh saja.
" Kamu juga jahat Ndra,kenapa kamu saat melamar Nadine tidak bawa-bawa kami." ucap Abi Yosep.
" Aku tidak ingin merepotkan kalian, makanya Aku bersama dengan keluargaku saja, akhirnya Alhamdulillah Mamanya Nadine menerima dengan lapang dada."
" Rencananya gimana pernikahannya? kapan dilaksanakan." tanya Papah Andre.
" Aku nurut kamu Ndre sebentar lagi kan kamu mau menikahkan Anindita dengan Morgan,nah Aku juga menunggu keputusan dari kalian lah."
" Aku kan menunggu keputusan juga tuh dari Bobby." ucap papah Andre.
" Kenapa larinya ke Aku?" tanya Papah Bobby.
" Ya iyalah kamu kan mau menikahkan Clarissa dan Marco sedangkan Marco dan Morgan bersaudara, ya enggak mungkin lah lebih dulu Morgan, kalau Marco nggak iklas didahului gimana coba, masa Adiknya duluan yang menikah dari kakaknya." ucap Ayah Candra.
" Oh iya ya aku lupa "
" Makanya Mak, jangan terlalu sering nyerocos! kalau darah tinggi kumat baru tahu rasa hehehe." ucap Abi Yosep.
" Senang ya, kamu karena sebentar lagi mau nimbang cucu, jadi tidak bingung tentang pengurusan pernikahan." ucap Papa Bobby sembari tertawa.
Abi Yosep hanya tertawa mendengar kata-kata Papah Boby.
" Aku kan belum bertemu dengan Carlos, dan Carlos juga belum bertemu dengan diriku, kemaren ketemu nggak bahas pernikahan Anak-Anak kita,jadi Aku tidak tahu lagi pembicaraannya bagaimana antara Clarissa dan Marco,lagipula Marco masih dirawat di rumah sakit." ucap Papah Boby.
" Bagaimana sekarang kalau kita ke rumah sakit saja, kita sekalian menanyakan bagaimana kelanjutannya tentang Marco dan Clarissa." ucap Ayah Candra
" Aku inginnya di saat mereka menikah itu yang lainnya bisa menikmati kebahagiaan yang mereka ciptakan dan mereka juga bisa saling menghadiri acara pernikahan satu sama lainnyan." ucap Ayah Candra.
" Ya... Aku tahu kan Anak ku masih dibawah kalian, jadi setidaknya kan pertama pernikahan Marco sama Clarissa, kedua baru Anindita dengan Morgan, ketiga baru Anakku" ucap Ayah Chandra lagi.
" Tunggu-tunggu dulu, sebelum kita berangkat ke rumah sakit Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian." ucap Ayah Candra.
" Ada apa Ndra?"
" Tadi malam itu, setelah Aku mengatakan ingin melamar Nadine, Arvin bercerita tentang permasalahan yang dihadapinya selama ini dari masa lalunya sampai sekarang, nah saat Arvin mengatakan nama Lia dan nama lengkap Lia, perubahan di wajah Bu Raisa tersebut sangat terlihat jelas, tapi dia pintar untuk menyembunyikannya,Aku curiga jangan-jangan ada hubungannya Nadine dengan Lia, entah itu adalah anak temannya Ibu Raisa atau keponakan Ibu Raisa sendiri, Aku kan hanya bisa menerka nerka." terang Ayah Candra.
" Pasti Nadine dan Lia kembar." ucapnya santai.
Mereka bertiga langsung menatap ke arah Boby.
" Ngapain kalian menatapku segitunya,kagum ya dengan ketampanan babang tamvan ini." ucap Papah Boby seraya menaikkan alis matanya naik turun dan menaik kan kerah bajunya tersebut.
" uwekk!" ucap ketiganya seraya mengekpresikan gaya muntah setelah mendengar Papah Boby berbicara.
" Hahaha...kalian juga sih kenapa menatap Aku seperti itu, Aku kan cuma berkomentar, jangan-jangan Lia dan Nadine itu kembar."
" Nadine kembar, bisa jadi itu benar, karena Arvin pernah bilang kalau wajahnya Lia itu dengan wajah Nadine tuh sama." ucap Ayah Candra.
" Apakah Anak-Anak kita sudah tahu?" tanya Abi Yosep.
" Sepertinya belum tahu, tapi mungkin masih mencari tahu." ucap Papa Bobby.
" Gimana sih ngomongnya,nyong " ucap Abi Yosep tersenyum pada Papah Boby.
"Ya begitulah sot." ucap Papah Boby lagi terkekeh.
" Terus rencana kalian apa? Apakah kita harus mencari Lia?" tanya Abi Yosep..
" Nanti dulu, kita tanya dengan anak-anak kita, kalau mereka mempunyai rencana tersendiri, kita tinggal merestui mereka." ucap Papah Andre.
" Benar juga, apa yang dikatakan Andre, nah kalau seperti ini bagaimana kalau mereka yang mengurus masalah Lia kita mengurus masalah pernikahan anak-anak kita saja, jadi semuanya bisa berjalan dengan seimbang, kalau masalah mengurus masalah Lia kita serahkan kepada mereka, biarkan mereka yang bergerak, karena mereka tenaganya masih muda-muda, sekarang kita cuma menemui Carlos dan menanyakan perihal pernikahan antara Clarissa dan Marco, biar waktunya tidak saling berdekatan nanti, kalau waktunya berdekatan kita pasti capek jadinya,dan kita tidak bisa menghadiri acara yang lainnya,gimana coba." Ucap Abi Yosep.
" Wah benar juga ,kamu sot, pikiran kamu sekarang tambah matang ya " ucap Papah Boby tersenyum manis pada Abi Yosep.
" Ya iyalah tambah matang Nyong sebentar lagi kan aku mau punya cucu hehehe." ucap Abi Yosep tersenyum bahagia.
" Gayamu sot,yang mau punya cucu." ucap Papah Boby terkekeh.
" Ya iyalah Nyong harus senang punya cucu, kapan lagi menimang cucu hehehe." Mereka pun kemudian tertawa.
" Terus ada nggak yang bernama Lia disini?" tanya Papah Andre.
" Disini nggak ada Ndre." ucap Papah Boby.
Papah Andre hanya menganggukkan kepalanya saja.
" Ya udah kalau begitu kita berangkat ke rumah Carlos." ucap Papah Boby.
" Ke rumah Carlos?" tanya Abi Yosep.
" Maksudnya ke rumah sakit sot, sedikit aja keseleo lidah ku diprotes amat sih sot." ucap Papah Bobby seraya mendelik ke arah Aby Yosep.
" Udah kalian berdua ini selalu aja berantem tidak muda tidak tua masih saja seperti itu," ucap Papah Andre terkekeh.
" Karena Aku menyayangi Mak Boby." ucap Abi Yosep terkekeh.
" Sama dong, Aku juga menyayangi kamu Yosep." ucap Papah Boby dengan ekpresi manja.
" Iih.. udah tua juga masih aja bertingkah seperti lagi muda, hati-hati kalau jeruk makan jeruk, hahaha." ucap Ayah Candra sembari tertawa lepas diikuti oleh Papa Andre.
" Iih... amit-amit " ucap mereka bersamaan.
" Ya udah ayo kita berangkat." ucap Papah Andre.
Kemudian mereka pun keluar dari ruangan Papa Boby menuju kearah lobby dan langsung memasuki mobil yang memang sudah dipersiapkan oleh security kantor tersebut, Mereka pun langsung melajukan mobilnya menuju ke arah rumah sakit dan ingin menemui Carlos, sekalian mereka menjenguk Marco walaupun beberapa hari yang lalu mereka sudah menjenguk Marco yang masih dirawat di rumah sakit keluarga Wibawa.