THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 333



Tepat jam delapan pagi setelah sarapan Lia mendekati kedua saudaranya dan Mamahnya yang asyik ngobrol bersama diruang tengah sebelum aktifitas berlangsung.


" Mah...kak, Lia mau menemui Ariel dipenjara." Ucapnya seraya melabuhkan tubuhnya disofa rumanahnya itu, membuat mereka yang ada disitu pun merasa terkejut dengan ucapan Lia.


" Buat apa kamu menemuinya kak?" Tanya Nadine.


" Iya dek, buat apa kamu menemuinya?" Tanya dr Roni lagi.


" Setelah tadi malam mendengar kisah kak Bella, Lia tidak ingin Kevin membenci Ayah kandungnya, biar bagaimanapun dia adalah Ayah biologisnya Kevin, Lia tidak ingin suatu saat Kevin tahu dan timbul rasa kebenciannya pada Ayahnya, Biarlah segala masa lalu Lia dan Ariel terkubur dalam-dalam, asalkan jangan Kevin membenci Ayahnya, waktunya sudah tiba Kevin harus mengetahui siapa Ayahnya sebenarnya." Terang Lia dr Roni dan Nadine terdiam mendengar ucapan Lia.


" Hmmm.....menurut Mamah, keputusan kamu itu sudah benar untuk mempertemukan Kevin dengan Ariel dan dia juga harus tahu kalau Kevin adalah anaknya dan Kevin tahu Ariel adalah Papahnya." Sambung Mamah Raisa.


" Tapi Mah, apa tidak berubah pikiran lagi si Ariel setelah melihat Kevin dibawa kesana?" Ucap Nadine dengan nada penuh kekhawatirannya pada sang keponakannya itu.


" In sya Allah tidak Nak, karena Mamah yakin kalau dia sudah menyadari kesalahannya."


" Tapi Mah, benar juga sih kalau dipikir apa kata Nadine, iya kalau Ariel yang tidak berubah pikiran, tapi kalau orang tuanya Ariel yang berubah pikiran gimana coba? Ntar Kevin diambilnya lagi naik banding, secara itu adalah darah daging anaknya, pastilah dia menganggap itu hak dia cucu mereka." Sambung dr Roni.


" Tidak akan Lia biarkan kalau sampai orang tua Ariel mengambil Kevin, kalau mereka ingin menemui Kevin boleh-boleh saja tapi kalau diambil Lia tidak akan pernah rela seumur hidup, karena Kevin milik Lia." Ucap Lia antusias dianggukkan dr Roni dan Nadine.


" Bukan milik kamu aja sayang, tapi milik aku juga, Kevin adalah bagian dari hidupku sekarang ini." Ucap Kak Nico yang ada didepan pintu sembari tersenyum.


" Nico...masuk nak..." Ucap Mamah Raisa.


" Iya tante, tadi kalian asyik bicara tanpa menyadari kalau Nico sudah datang berada dipintu." Ucapnya sembari melangkah menuju mereka.


" Assalamualaikum tante...semua..." Ucapnya sembari mencium punggung tangan Mamah Raisa.


" Wa'alaikumussalam.." ucap mereka semua.


Kak Nico pun duduk disamping Lia dan mereka pun mulai membahas kembali tentang Ariel.


*****


Salah satu anak buah Morgan pun menemukan tempat dan orang yang dicari,. Dia langsung menghubungi Morgan, setelah mendapatkan semua, dia informasikanya pada Morgan,. Dan Morgan pun langsung menghubungi Papah Boby dan dilanjutkan dengan menghubungi Abi Yosep, setalah disepakati berkumpul ditempat Papah Boby, mereka pun berangkat menemui Bos nya pak Evan Ayah Bella dan Reno.


Mereka pun berangkat kebengkel dimana pak Evan bekarja.


Selang beberapa menit, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan dimana masih ada menunggu anak buah si Morgan yang lagi menunggu sang komandan, Morgan pun turun dari dalam dan memerintahkan agar anak buahnya berlalu dari tempat tersebut, dan dengan anggukkan mereka berdua pun meninggalkan tempat itu.


Papah Boby kemudian berbicara dengan salah satu karyawan bengkel, awalnya dia tidak tahu siapa yang bernama Evan, karena dia bekerja baru satu minggu, dan kemudian dia memanggilkan sang bos yang kebetulan berada dibengkel, biasanya sang bos berada dirumahnya tapi mungkin karena itu adalah rencana dari Allah membuat bosnya pak Evan betah hari ini berada di bengkel, dengan memperkenalkan diri mereka dengan bosnya pak Evan itupun, mereka disambut dengan senyuman dan mereka pun dipersilahkan duduk dan kemudian papah Boby memulai bicara dengan kedatangan mereka kebengkel tersebut.


" Maaf pak mungkin kami kesini mengganggu aktifitasnya bapak dan yang lainnya." ucap papah Boby tersenyum dan dianggukkan yang punya bengkel.


" Tidak apa-apa pak, apa yang bisa saya bantu untuk kalian semua, kalau saya bisa bantu, saya akan membantu, tapi kalau saya tidak bisa ya terpaksa saya tidak bisa berbuat apa-apa." ucapnya terkekeh.


" Ach... bapak bisa aja becandanya, begini pak kami ingin bertemu dengan anak buah bapak yang bernama Evan, kami adalah temannya, dan ini adalah mantan adik iparnya." ucap Papah Boby tersenyum sembari menyentuh pundak Abi Yosep.


Abi Yosep mengangguk dan tersenyum..


" Iya pak, kami kesini hendak menjemput kak Evan, karena sebentar lagi anaknya mau menikah, kami keluarganya ingin dia hadir ditengah-tengah kebahagiaan sang anak,disamping menginginkan kehadiran kak Evan ditengah-tengah acara bahagia putrinya itu, dan putra dan putrinya pun sangat merindukannya karena sudah lama tidak bertemu dengan Sang papah."


Pemilik bengkel yang diketahui bernama Slamet haya mengaggukkan kepalanya dan terdengar helaan nafasnya dengan pelan dan diapun menyenderkan tubuhnya disandaran sofa yang ada diruangannya tersebut.


" Yah...Evan memang bekerja disini, tapi sekarang dia sedang keluar dengan salah satu anak saya karena ada kerjaan diluar, mungkin sebentar lagi dia akan kembali kebengkel karena sudah dari pagi tadi mereka keluar, Evan memang kebanyakan mengerjakan pekerjaan diluar bengkel dia mengambil pekerjaan itu, agar dia tidak mengambil lahan pekerjaan kawaan-kawannya dibengkel ini, biasalah pak, kerjaan dibengkel bagi hasil aja." Ucapnya tersenyum.


Mereka semua mengangguk, beberapa saat mereka menunggu akhirnya datanglah orang yang ditunggu-tunggu sedari tadi siapa lagi kalau bukan pak Evan


Pak Evan terkejut saat memasuki ruangan bos sekaligus sahabatnya itu.


" Yosep..." Ucapnya sembari meletakkan alat kerjanya dilantai dan mendekati Abi Yosep dengan penuh haru biru Abi Yosep langsung meraih tangan pak Evan menciun punggung tangannya dan Pak Evan pun langsung memeluknya, mereka yang ada diruangan tersebut hanya terdiam, Abi Yosep memeluk mantan kakak iparnya itu dengan penuh haru, kemudian diajak Abi Yosep duduk.


" Apa kabar pak Boby..." Ucap nya sembari menyalami Papah Boby


" Baik pak .." ucapnya tersenyum menyambut uluran tangan pak Evan.


" Kak...pulang bersama Yosep ya..." Ajak Abi Yosep.


Pak Evan tersenyum...


" Jangan Yos, aku tidak ingin merepotkan kalian sekeluarga lagi dengan kehadiran ku saat ini, aku pantas mendapatkan ini semua, aku bahagia kalau kalian bahagia, dan anak-anak ku berada pada orang yang tepat dan mereka berkumpul dengan Mamahnya." Ucapnya terdengar nada kesedihan dinada bicaranya.


" Kak Dwi sudah tiada kak...." Lanjut Abi Yosep sedih.


" Apa? Innalillahi wa innailaihi rojiun...kamu tidak bohongkan Yos?" Ucapnya.


Abi Yosep menggeleng pelan...


" Nggak kak, Yosep nggak bohong...beberapa hari yang lalu kak Dwi menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit karena didera sakit." Terang Abi Yosep sembari menatap wajah tua pak Evan sang mantan kakak iparnya tersebut.


" Ya Allah...Aku belum sempat bertemu dengannya dan meminta maaf padanya dengan apa yang pernah aku lakukan padanya, ya Allah tempatkanlah Almarhumah ditempat yang indah surga Firdaus Mu ya Allah..." Ucapnya dengan buliran bening membasahi wajah tuanya.


" Pulanglah kak, berkumpullah dengan anak cucumu, Bella ingin kamu hadir dihari bahagianya saat nanti." Ucap Abi Yosep.


" Bella ingin menikah?" Tanyanya.


" Iya kak, Alhamdulillah dia mendapatkan jodoh yang in sya Allah jodoh keduanya ini adalah jodoh yang terbaik dari Allah..." Sambung Abi Yosep lagi masih tetap menatap wajah pak Evan.


" Pulanglah Van, karena anak dan cucumu mungkin membutuhkan mu saat ini, perbaikilah kesalahan yang pernah kamu perbuat dengan tetap bersama anak dan cucumu." Terang pak Slamet sembari menepuk pundak pak Evan.


Pak Evan menoleh kearah sahabatnya dan kemudian menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Yos, kakak akan ikut pulang bersamamu..." Ucapnya sembari tersenyum, dan Abi Yosep pun tersenyum bahagia di ikuti Papah Boby dan Morgan yang ikut tersenyum bahagia.


Mereka kemudian berpamitan dengan pak Slamet dan mereka pun langsung memasuki mobil pribadi Morgan, beberapa saat kemudian mobil itupun meninggalkan bengkel tersebut.


Mobil yang ditumpangi Lia dan Kak Nico beserta Kevin pun masuki lembaga pemasyarakatan dimana Ariel beberapa tahun sekarang berada didalamnya, dengan prosedur yang ada mereka pun mematuhinya dan menunggu seorang petugas memanggil yang bersangkutan.


Sambil menunggu diruang tunggu, Kevin yang pandai bergaul itu pun begitu lincahnya mondar mandir melihat-lihat kearah jendela dan luar pintu ruangan tersebut.


" Mamah...kita kesini menemui siapa?" Tanyanya.


" Nanti Kevin juga pasti akan tahu siapa yang akan kita temui..." Terang Lia.


" Oh...gitu ya..." Ucapnya kemudian mendekati sang Mamah dan duduk disampingnya sembari mengalunkan senandung sholawat nabi yang diajarkan dari sekolahnya.


Beberapa saat kemudian petugas membawa Ariel kehadapan mereka, Ariel terkejut melihat siapa yang datang menjenguknya.


" Lia..." Ucapnya sembari duduk didepan Lia, dia tidak percaya kalau seorang wanita yang dulu pernah disakitinya datang untuk menemuinya.