THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 35



Keluarlah empat orang dari dalam mobil tersebut, papah Andre tersenyum dengan papi Carlos yang sudah di kenalnya seorang polisi Kanada.


" Assalamualaikum..." Sapa papi Carlos menyalami papah Andre.


" Waalaikumsalam..." Jawab papah Andre.


" Gimana bro kabarnya" ucapnya seraya menepuk bahu papi Carlos.


" Alhamdulillah bro baik baik aja" ucapnya tersenyum.


"Silahkan masuk," ucap mamah Anisha.


Mereka tersenyum dan langsung berjalan mengikuti tuan rumah.


" Hai bro..." Ucap papi Carlos pada ayah Candra.


" Hai, gimana kabarnya" sambut ayah candra seraya menyalami papi Carlos dan memeluknya.


" Silahkan duduk.." ucap ayah Candra mempersilahkan duduk papi Carlos sekeluarga.


Walaupun Papi Carlos sudah berpisah dengan mami Nesya tapi hubungan silahturahmi mereka tetap terjalin, di saat Morgan mau meminta Anindita sebagai istrinya,papi Carlos tetap datang,dia tidak ingin anak keduanya itu terlihat tidak lengkap karena perpisahan kedua orang tuanya.


Tiba tiba sebuah mobil masuk kedalam halaman kediaman keluarga Wibawa.


Saat turun dari mobil orang tuanya Clarissa terkejut melihat mobil sport merah berada parkir di halaman rumah Abiyasa.


" Kenapa mobil dia ada di sini?"tanya Risa dalam hatinya.


" Mau ngapain dia di sini?jangan... jangan... jangan...jangan" ucapnya sambil bergumam.


Papah Boby melihat sang anak yang lagi gundah setelah melihat sebuah mobil yang sedang parkir di halaman rumah papah Andre.


" Kamu kenapa sayang?" Tanya papah Boby bertanya pada anak kesayangannya itu.


" Eh....anu pah, nggak apa apa, ayo kita masuk" ucapnya mengajak mereka masuk.


"Sebenarnya kamu kenapa nak?" Ucap mamah Lala bertanya pada sang anak.


" Nggak ada apa apa mah,yakin deh Clarissa nggak apa apa" ucapnya.


Mamah Lala dan papah Boby saling pandang, karena melihat sang anak merasa ada sesuatu yang di sembunyikannya setelah anaknya melihat mobil berwarna merah tersebut.


Keluarga papah Boby memang tidak berjanji dengan keluarga papah Andre kalau mau berkunjung, karena mereka sedang keluar jalan jalan dan sekalian mampir bertamu kerumah papah Andre.


" Assalamualaikum" ucap mamah Lala.


" Waalaikumsalam.." sahut mereka yang ada di dalam.


" Bola di sini aja dulu sebentar mau nelpon teman" ucapnya pada kedua orang tuanya.


" Masuk,wah, Lala dan Boby dari mana?" Tanya Papah Andre.


" Tau aja lagi ada tamu jauh " ucap ayah Candra.


" Habis dari jalan tadi,sekalian mampir " ucap papah Boby.


"Lala mana om?" Tanya Arvin.


" Lala? Ngapai kamu.nyari Tante Lala, tuh di hadapanmu tante lala" ucap Biyas pada Arvin tertawa lepas.


Arvin tersenyum malu, dan menutup wajahnya dengan tangan Bundanya karena salah menyebutkan nama.


" Maaf tante, Arvin lupa, maksudnya menanyakan Clarissa." Ujarnya.


Marco langsung menoleh kearah Arvin.


" Clarissa? Ada hubungan apa dia dengan Clarissa,apakah yang dia sebut itu adalah Clarissa kekasih ku?" Gumam Marco.


" Apakah yang duduk di depan ku ini adalah kedua orang tua nya Clarissa?" Tanyanya dalam hati.


Abiyasa tak sengaja melihat wajah Marco terkejut setelah mendengar Arvin menanyakan Tentang keberadaan Clarissa.


Mamah Lala tertawa mendengar Arvin berbicara.


"Risa tadi duduk di ruang tamu sana" ucap mamah Lala.


Mereka mengangguk...


" Pak Carlos,ada acara apa nih, mengganggu kah diri ku nih" ucapnya.


" Nggak pak Boby, malah senang saya bisa ketemu dengan kalian semua, biasanya kan berempat, kenapa cuma ada tiga aja kemana pak Yosep?" Tanya nya.


" Yosep sakit, makanya setelah menikahkan anaknya dengan anak ku,akan di bawa keluar negeri untuk berobat." Ucap papah Andre.


Papi Carlos menganggukan kepalanya.


" Gini nih paj Abdre,maksud kami kesini mau meminta anak gadis pak Andre,untuk jadi menantu di rumah kami" ucap Papi Carlos dianggukkan oleh mami Neysa.


Papah Andre tersenyum seraya menoleh kearah sang istri tercinta yang duduk di sebelahnya.


" Aku sih setuju aja,tapi kalau anak gadisku gimana dia nya aja" ucap Papah Andre seraya memandang Anindita.


Anindita tersenyum.


" Gimana nak? Apakah kamu mau menerimanya?" Tanya Mamah Anisha.


" Mau kan sayang" ucap Morgan tersenyum di ikuti oleh Marco yang ikut tersenyum melihat sang adik yang sebentar lagi akan menjadi seorang suami.


Marco adalah anak angkat dari papi Carlos dan mami Neysa,papi Carlos saat itu belum di karunia in seorang anak dan mereka memutuskan mengadopsi baby Marco saat itu di kanada.


Tapi kedua orang tuanya tersebut sangat sayang padanya,dan saat perpisahan terjadi pun Marco memilih tidak ikut siapa pun tapi dia memilih ikut dengan neneknya orang tua dari mami Neysa yang berdomisili di indonesia, karena nenek nya mengalami sakit keras dan harus di rawat di luar negeri,dan Alhamdulillah sudah membaik tapi masih harus di rawat jalan di luar negeri.


Sedangkan Marco menjalankan bisnisnya warisan dari sang nenek yang harus di lanjutkannya yaitu perkenbunan teh yang terbesar di kotanya.


Marco di haruskan pulang ke tanah air karena permintaan sang nenek agar Marco tetap fokus dengan usaha perkebunan tehnya tersebut,dan sang nenek sementara waktu tinggal di tempat saudara neneknya yang ada menetap di luar negeri.


" Gimana sayang?" Tanya mami Neysa bertanya pada Anindita yang ada duduk di sampingnya.


" Dita menerima,tapi sebelumnya Dita minta maaf dulu yang sebesar besarnya karena kalau menikah secepatnya Dita belum siap,maaf jangan salah sangka dulu ya tante,om maksud Dita,kalau mau menikah secepatnya Dita mau aja tapi selepas kak Biyas menikah dulu,setelah itu baru Dita dan Morgan yang menyusul" ucapnya seraya tersenyum.


" Oalah...kirain apa tadi, kalau itu mah bisa di atur, kalian bisa tunangan aja dulu,setelah acara pernikahan kakak mu baru kalian menikah." ucap mami Neysa.


" Sekalian aja jeng tunangan diacara pernikahan kakaknya Biyas, pagi akad nikah, sekalian resepsinya,dan malam nya pertunangan Anindita dan Morgan, gimana?" Ucap mamah Anisha tersenyum.


" Apa nggak ada acara malamnya buat nak Biyas nya, misalnya acara buat relasi kerja gitu?" Tanya papi Carlos.


"Nggak ada om, kalau malam sudah tiba istirahat " kekeh Abiyasa.


" Ya iyalah istirahat buat mengumpulkan tenaga yang akan di salurkan lagi hahaha" ucap Arvin tertawa lepas.


" Eh,vin belum cukup umur diam aja" sahut Morgan lagi tertawa.


"Hahahah" mereka semua tertawa.


" Baiklah kalau gitu saya setuju aja" ucap mami Neysa di anggukkan oleh papi Carlos dan yang lainnya.


" Yes ...dua hari lagi tunangan,setelah itu menikah,yei..yei.." ucap Morgan bersorak sendiri.


" Iya sih,dua hari lagi tapi menikahnya berbulan bulan hahaha" ucap Arvin membalas celotehan Morgan padanya.


" Wah jahat loh, jadi teman aku doa in kamu ntar cepat ketemu dengan cewek yang marah marah sama kamu itu" kekeh Morgan.


Yang lain hanya bisa tersenyum saja dan tertawa pelan.


" Amin.." ucap Arvin.


" Maaf nak Marco nggak apa-apa ya di langkahi sama adik nya nih dapat jodoh duluan?" Ucap ayah Candra.


Marco hanya tersenyum saja,mendengar pertanyaan ayah Candra padanya,sebenarnya dia ingin secepatnya menghalalkan sang pujaan hati tapi dia merasa kalau kekasih nya tersebut belum mau diajak menikah.