
" Ampun Pak, tolong jangan dipenjarakan saya, saya akan memperbaiki kesalahan saya selama ini " ucap Angga.
" Kamu itu bukannya minta ampun sama mereka, tapi minta ampun sama Allah karena kesalahan kamu sendiri berbuat seperti ini " ucap Arvin lagi.
" Sumpah pak! saya benar-benar bertaubat, Saya benar-benar ingin merubah hidup saya " ucapnya lagi.
" Eh tikus got! kamu tuh enggak usah bawa-bawa sumpah disini, kamu itu juga nggak usah mengatasnamakan sumpah ingin bertaubat, nanti kamu disambar petir baru tahu rasa "ucap Clarissa.
Mendengar ucapan Clarissa yang lain tersenyum.
" ya udah, Uzi cepat minta keterangan dia dan bikin laporan berita acara pemeriksaannya (BAP) " ucap Morgan.
" Siap Dan" ucap Uzi.
Charlo juga sudah dipinta keterangannya,oleh anak buah Morgan.
" Oh ya ris, sekalian bawa Charlo kerumah sakit buat Visum untuk melengkapi keterangannya,dan kalian nanti pergi sama Heru anak buah ku" ucap Morgan.
" Oke " ucap singkat Clarissa.
Mereka semua kemudian keluar namun sebelum keluar Clarissa sempat sempatnya menjotos kepala Angga.
Marco yang melihat calon istrinya itu menjotos Angga dia langsung meraih tangan nya dan menggenggamnya agar tidak melakukan menjotos lagi.
" Sayang sudah, jangan dikotorin tangan mu dengan menyentuh dia lagi," ucap Marco seraya menjotos kepala Angga.
" Lho kenapa kamu jotos juga?" tanya Clarissa tersenyum.
" Mewakili hati sayang,udah dari tadi gatal nih tangan karena mau ngeluarin jurus buat ni Bos kuyang!" Ucap Marco terkekeh.
Abiyasa, Arvin dan Morgan hanya terkekeh,mereka langsung menuju kearah mobil masing masing dan langsung memasuki mobil mereka dan tak lama mereka meninggalkan kantor polisi,yang hanya tinggal di kantor polisi hanyalah Morgan yang akan menyelesaikan perkara Angga.
Mereka berpisah masing masing menuju ke arah yang berbeda. Abiyasa melajukan mobilnya menuju kerumahnya dan diapun teringat akan istrinya yang ada di rumah.
Dan dia pun tersenyum senyum sendiri dan langsung melajukan mobilnya lebih cepat karena dia ingin segera sampai di rumahnya.
*****
Sesampainya di rumah Arvin langsung memarkirkan mobilnya dengan tergesa gesa dia memasuki rumahnya,karena dia sudah terlambat untuk mengantarkan Adik nya yang hari ini mendapatkan tugas malam di rumah sakit, dan terlihat adik kesayangannya sudah menunggu nya sejak tadi.
" Assalamu'alaikum" ucapnya.
" Waalaikumsalam" jawab Alena.
" Maafin kakak ya dek,baru datang,kamu mau segera berangkat?"
" Belum kak, silahkan kakak mandi dulu,habis itu kita makan malam,karena Alena nunggu kaka makannya"
" Kenapa nunggu kakak,kalau kamu lapar ya seharusnya makan aja dek,ntar kamu sakit lagi,kakak nggak mau kamu sampai kenapa napa,ntar Ayah sama Bunda marah sama kakak kalau kamu nya kenapa napa" ucap Arvin panjang lebar.
Alena tersenyum...
" Nggak kak, Alena memang lagi senang aja nunggu kakak,kalau Alena makan sendiri rasanya nggak enak kak"
" Ya udah kalau gitu,tunggu sebentar ya,kakak mandi dulu" ucapnya seraya mengusap kepala adiknya
Alena hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit Arvin sudah menyelesaikan ritual mandinya dia pun langsung berpakaian dan keluar dari kamarnya menemui adiknya kembali di ruang makan,terlihat Alena duduk sambil menunggu sang kakak tercinta.
" Ya udah ayo kita makan."
Mereka berdua pun langsung melahap makanan yang sudah tersedia di meja makan itu,karena pembawaan lapar kedua kakak beradik itu tanpa suara dan masing-masing menikmati makanannya.
Selesai makan Arvin dan Alena bersiap siap berangkat Alena heran kakak nya yang begitu rapi dan sangat wangi dia pun menegurnya.
" Kakak mau kemana sehabis nganterin Alena?"
" Oh,...gitu ya " ucap Alena singkat.
Alena memang sudah mengetahui kalau kakaknya itu menjalin asmara dengan Nadine.
Kakak beradik itu memasuki mobil dan mobil meninggalkan halaman rumah mereka menuju kearah rumah sakit.
*****
Abiyasa memarkirkan mobilnya dia melihat sang istri berada duduk santai di teras depan bersama Anindita dan nenek Nani.
Abiyasa tersenyum pada mereka.
" Assalamu'alaikum..."
" Waalaikumsalam" jawab mereka.
Ayesha menyambut kedatangan suaminya,meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya, Abiyasa meraih pinggul sang istri dan menarik kepelukannya dia mencium kening istrinya dan membawanya duduk kembali bersama mereka.
Mereka berdua duduk di kursi berhadapan dengan nanek Nani dan Anindita.
" Gimana Risa? Nggak apa apa kan kak?" Tanya Anindita.
" Iya dia nggak apa apa,tapi adiknya yang jadi salah sasaran"
" Maksud mas?" Tanya Ayesha.
" Iya sayang,Charlo di kira mereka Clarissa karena mobil Risa di gunakan Charlo."
" Siapa sih kak yang menculik?dan siapa dalang nya dari semua ini?"
Abiyasa menoleh kearah Dita.
" Si Angga" ucapnya langsung menoleh kearah Istrinya.
" Apa mas?Angga? Astaghfirullahaladzim,kenapa sih dia itu nggak jera jera nya sih" ucap Ayesha.
" Siapa Angga kak?" Tanya Anindita.
" Angga adalah yang naksir nerat dengan Ayesha saat di kota B dan dia juga mau mengajukan kerja sama dengan perusahaan kita"
" Kenapa Clarissa yang jadi sasarannya?"
" Yah, karena Risa sudah memutuskan hubungan nya sepihak katanya,padahalkan semua sudah kakak putuskan,itulah dia marah besar sama Risa dan ingin mencelakai Risa namun salah sasaran, di tambah lagi dia juga murka sama kakak karena kakak menikahi Ayesha,padahal saat itu sudah kakak peringatkan, tapi ternyata dia malah tidak memperdulikan peringatan kakak,kakak tidak menyangka ternyata dia sudah menyusun rencana sampai akhirnya terjadilah salah sasaran ini " ucap Abiyasa panjang lebar seraya tersenyum pada Adiknya.
" Benar benar dodol tu orang, kenapa saat itu kakak nggak langsung penjarakan dia," ucap Dita terlihat marah.
" Saat itu kakak masih ada rasa kasian sama dia tapi ternyatanya dia tidak bisa di kasiani lagi,sekarang dia pasti akan mendapatkan ganjarannya" ucap Abiyasa.
" Sekarang Charlo nggak apa kan kak?"
" Charlo sudah di bawa Clarissa dan Marco kerumah sakit kamu,untuk menjalani visum,melengkapi BAP dari kepolisian"
Anindita hanya mengangguk kan kepalanya,Abiyasa menoleh kearah istrinya yang hanya diam saja,Abiyasa mengerti dengan diam istrinya itu, dia kemudian meraih tangan istrinya dan menggenggam nya,Ayesha hanya bisa tersenyum.
" Tapi kalian semua nggak apa apa kan Cu?" Tanya Nenek Nani.
" Alhamdulillah nek, nggak apa apa" ucap Abiyasa.
" Ya udah,lebih baik kamu bersihkan dulu badan mu" ujar Nenek Nani tersenyum.
Abiyasa tersenyum dan mengangguk,dia kemudian mengajak istrinya untuk menemaninya masuk kedalam, Ayesha hanya mengangguk kan kepalanya dan mengikuti langkah Abiyasa yang masih menggenggam tangannya.
Abiyasa tahu akan isi hati istrinya itu, istrinya merasa karena kesalahan nya lah yang sudah mengenal Angga dan melibatkan semuanya seperti ini, tapi Abiyasa hanya tersenyum saja karena dia tahu istrinya tidak bersalah dalam masalah Angga ini,dan bersalah adalah Angga karena sudah memaksakan kehendak nya ingin memiliki istrinya yang tidak kesampaian.
Sesampai nya di kamar dia langsung memeluk sang istri,dan tanpa basa basi lagi Abiyasa langsung ******* bibir Ayesha dengan lembut, awalnya Ayesha terkejut karena mendapatkan serangan yang cepat dari suaminya,dan keterkejutannya itu pun berakhir dengan merasakan ******* sang suami yang sangat menenangkan hatinya itu,Abiyasa melepaskan ciuman nya pada sang istri karena mereka sama sama kehabisan napas dan menghirup kembali udara yang telah hilang,Abiyasa tersenyum pada sang istri yang terlihat malu malu,Ayesha langsung memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di didada bidang suaminya menutupi rasa malunya tersebut di wajahnya, Abiyasa jadi gemes melihat sang istri dan langsung saja memeluk istri tercintanya itu.