THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 129



Karena tidak ada pilihan lain akhirnya Arvin yang terpilih yang akan menjadi wanita jadi-jadian menemani Clarissa untuk memberantas si kutu kupret.


Mereka kemudian melajukan mobilnya menuju kearah salon kecantikan yang ada di kota tersebut dan mereka pun mempermak Arvin secantik mungkin, setelah selesai, mereka takjub melihat Arvin yang sangat cantik di permak, mereka pun langsung menuju lokasi dimana yang lain sudah menunggu mereka.


Di dalam mobil dengan dandanan seperti wanita layaknya seperti wanita asli,mobil yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi menuju kearah lokasi.


kemudian mobil Mereka pun sampai di depan mobilnya Feri, mereka bertiga turun.


" Ke mana Arvin?" Tanya Ayah Candra karena tidak melihat sosok anaknya tersebut.


" Arvin ada di dalam mobil." Jawab Morgan.


" Kenapa dia nggak turun tanya ayah Chandra lagi.


" lagi mempersiapkan strategi om" sambung Abiyasa.


Ayah Candra cuma mengangguk saja tapi dia tidak mengetahui kalau sang anak tersebut dijadikan bahan kelinci percobaan Margan dan Abiyasa.


Kemudian mereka menyusun rencana agar mereka bisa sampai ke sana.


" Siapa yang ke sana.?" Tanya Papa Boby.


" Yang kesana adalah Clarissa om." Ucap Morgan


" Masa Clarisa sendiri, apakah ada yang nemeni." ujar papah Boby.


" Kalau laki-laki kesana otomatis ketahuan Bob." Kata papah Andre.


" Anakku kesana masa sendirian Ndre, Kalau anakku kenapa-napa gimana, apa yang akan aku jelaskan dengan ayang Mbeb ku." Ucapnya.


" Tenang pah,ada yang nemanin Bola kok pah " ucap Clarissa tersenyum


" Siapa ?" Tanya mereka semua.


" Jeni, silakan keluar Jeni " Ucap Morgan.


" Siapa Jeni?" Ucap Ayah Candra.


Kemudian Arvin keluar dari mobilnya,dan melangkah mendekati mereka.


" Wow! cantik sekali, melebihi dari Clarissa." ucap Abi Yosep


" Dapat dimana kamu wanita cantik seperti ini." ucap papah Bobby.


" Iya cantik banget, tapi...aku kayaknya nggak asing deh lihat wajahnya." Sambung Ayah Candra.


Arvin menundukkan wajahnya....


" Apa Arvin masih di dalam Mobil?" Tanya Ayah Candra.


" Ngapain dia lama-lama sama Jeni ?" ucap Ayah Chandra kemudian melangkah kearah mobil anaknya tersebut.


" Arvin .. ngapain kamu di dalam mobil lama sekali jangan macam-macam lho Vin." ucap Ayah Chandra.


Clarissa, Abiyasa dan Morgan tersenyum tersembunyi, Papa Andre memandang kearah mereka bertiga begitu pula dengan papa Boby dan Abi Yosep mereka kemudian saling pandang


" Abiyasa, kita mau menyelidiki, jangan main-main " ucap papah Andre.


" Kayanya ada yang nggak beres ini." Ucap Papah Boby tersenyum.


" Ini tidak main-main pah,ini juga beres Om, beneran pah, om." Ucap Abiyasa.


" Om Candra.." panggil Morgan.


Candra melangkah kearah mereka.


" Dimana Arvin? Di dalam mobil dia tidak ada." Ucap Ayah Candra.


Mereka berempat menoleh langsung ke arah Arvin.


" Arvin..?!" mereka berempat berbarengan begitu pula Feri dia melongo melihat Arvin di dandani seperti wanita Asli.


" Hehehe, ternyata anakmu Ndra Kalau didandani jadi cewek cantik juga." Ucap papah Boby terkekeh


" Mati aku..!" ucap Ayah Candra seraya menepuk jidatnya sendiri.


" Apa yang harus aku katakan Dengan istriku, kalau dia mengetahui anak sulungnya, jagoannya menjadi seorang wanita." Ucapnya lagi seraya terkekeh.


" Tapi kalau dilihat-lihat anak ku cantik juga ya." ucap Ayah Candra tersenyum menatap Arvin yang ikut tersenyum juga.


" Ini bukan kemauan Arvin, tapi kemauan mereka bertiga,noh ." ucapnya mendelik pada ketiga sahabatnya.


" Daripada mencari lagi seorang wanita untuk menemani Clarissa menjadi umpan para penjahat yang ada di sana lebih baik kita memanfaatkan yang ada, lebih cepat lebih baik dan tidak terlihat juga tuh kalau Arvin adalah seorang polisi laki-laki." ucap Morgan lagi seraya menyentuh dagu Arvin.


Papa Andre hanya tersenyum sembari bersendekap karena menahan kelucuan yang ada, sedangkan Ayah Chandra menatap anaknya yang sudah menjadi kelinci percobaan dari Abiyasa dan Morgan serta Clarissa.


" Ini jadi nggak, kenapa lama sih menggrebeknya Arvin nih sudah gerah, sudah pakai rambut palsu, pakai make-up, pakai baju seksi seperti ini lagi." Ucapnya.


" Untung saja kakimu mulus Vin, Kalau enggak mulus ketahuan deh kalau kamu itu laki-laki." Ucap Morgan dan Abiyasa, kedua sahabat itu mendekati Arvin dan menggoda Arvin menyentuh dagunya, Arvin hanya mendelik kearah mereka berdua.


" Kamu cantik juga ya Vin, jadi nafsu deh aku melihatnya." Kekeh Morgan.


" Iih... amit-amit! masa jeruk makan jeruk sih.!" ucapnya kemudian berjalan ke arah Clarissa.


Mereka tertawa lepas.


" Ya sudah sekarang kita mulai kalian melangkah Dari sini, menuju ke arah sana terserah alasan kalian apa mengubah perhatian mereka." Ucap Feri.


" Nanti kami dari arah kanan dan dari arah kiri, kalian harus bisa menaklukkan 5 orang yang ada di dalam rumah itu, entah dengan cara apapun." Sambungnya.


" Ingat Vin, jangan sampai Clarissa dicolek-colek sama mereka, kalau kamu yang di colek ya nggak papa deh iklasin aja." Kekeh ayah Candra


Mereka tertawa, saat mendengar Ayah Candra mengatakan itu kepada anaknya.


" Iya Yah, apes banget sih hidupku." ucapnya Seraya tersenyum kemudian Clarissa dan Arvin berjalan seperti biasanya,Arvin melangkah layaknya seorang lelaki berjalan. kemudian dia di tenggurkan oleh Morgan.


" Vin, jalannya peminim dong! jangan seperti jalan laki-laki, jalannya seperti perempuan tulen."


" Iya...iya, bawel amat sih." ucapnya dengan nada malasnya


Kemudian dia berjalan lenggak-lenggok seperti seorang perempuan peminim sesekali dia membenarkan payudara palsu nya yang dibuat oleh mereka agar seperti seorang wanita, Mereka kemudian melangkah menuju kearah rumah yang lumayan besar yang sepertinya khusus disewa untuk menyekap Marko.


Terlihat dari jauh 3 orang berada di luar rumah dan sepertinya di dalam rumah 2 orang lagi,Mereka kemudian berjalan memasuki pagar rumah yang tidak terkunci terlihat bangunan rumah tersebut agak jauh dari tetangga yang ada, memang cocok untuk tempat persembunyian atau pengasingan diri.


Arvin dan Clarissa menyusun rencana, Mereka terlihat berlari tergesa-gesa seakan-akan dikejar seseorang dan mereka pun langsung memasuki halaman tersebut, di mana tiga orang yang sedang duduk di teras sepertinya sedang berjaga-jaga langsung berdiri melihat dua orang wanita berlari kearah mereka bertiga.


Mereka melihat dua orang wanita yang cantik berlari kearah mereka Clarissa dengan bersuara yang manja dan seksi, sedang Arvin sibuk membetulkan rok seksinya tersebut.


" Mas tolong.." ucap Clarissa sedikit menggemaskan dari suaranya tersebut.


Sedangkan Arvin cuma berdiam diri saja tapi apesnya ketiga orang tersebut memandang ke arah Arvin, sepertinya mereka menyukai Arvin, mata mereka Langsung menatap kearah Arvin. Arvin merasa jengkel.


" Nih cowok tidak bisa membedakan apa laki-laki dan perempuan." Gumam Arvin.


Arvin kemudian melirik ke arah Clarissa.


" Tapi kalau dilihat-lihat sih Clarissa dengan diriku beda jauh, secara semua di bikin montok, gimana tidak tergoda melihat aku, semuanya montok banget dari pada punya Clarissa, body aja sangat seksi dari Clarissa Ya jelas aja mereka melihat ke arahku." Gumamnya lagi.


" Kalau dia sampai menyentuhku,ku colok tuh mata." Gumamnya dalam hati.


Clarissa kemudian berbicara dengan ketiga orang tersebut, sedangkan ketiga orang itu memandang Arvin penuh nafsu, mereka tidak memperhatikan pembicaraan Clarissa, mereka bertiga malah jelalatan dan penuh nafsu memandang kearah Arvin.


" Gila nih orang,Jelalatan aja tuh mata!!" Gumamnya lagi.