THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 43



Tante Diana menatap anaknya,dia tidak menyangka kalau kelakuan anaknya sendiri yang membuat malu keluarganya,di tambah lagi dia yang sangat emosi dalam pengelakan kesalahannya.


"Mami ! Kenapa sih masih disini! Ayo kita pulang dan jangan pernah lagi kita menginjakkan kaki di sini!" Ucapnya pada maminya.


Tante diana langsung marah wajahnya merah padam pada anaknya,melihat mami nya yang sangat marah padanya mela hanya tertunduk.


" Apa kamu bilang! Hah!! Kamu mau pulang dengan membawa masalah yang sangat pelik seperti ini hah! Kamu yang buat ulah,bukannya minta maaf malah ingin pulang!" Ucap tante diana yang kemudian tak tahan menahan air matanya karena sudah terlanjur malu pada keluarga mamah anisha terutama Biyas yang jadi korbannya.


Dengan spontan tante diana langsung duduk bersimpuh di depan mamah Anisha dan mamah Anisha MB langsung terkejut begitu juga yang lain.


" Eh, aku kira pingsan tak tahunya bersimpuh, sudah ketahuan baru lah mau minta maaf!" Celetuk Morgan.


Arvin, Biyas dan Clarissa hanya tersenyum mendengar morgan berbicara.


" Mbak Anisha maafkan aku ya, karena aku sudah sangat terlalu terhadap anakmu,dan keluargamu,yang sebenarnya adalah ulah dari anakku sendiri"ucapnya Seraya menangis dihadapan Mamah Anisha.


"Sudahlah jangan seperti itu nggak usah bersimpuh segala di hadapanku, Aku memaafkan kesalahan kalian berdua" ucapnya Seraya mengangkat tubuh tante Diana dan menyuruhnya duduk kembali.


"Tante Anisha.... tante Anisa... Kenapa sih mereka dimaafkan begitu saja lebih baik dijebloskan aja tuh ke penjara, karena kelakuan mereka berdua sudah sangat keterlaluan,sudah tahu salah eh... eh... malah mencak-mencak kalau dirinya tidak bersalah, sudah tahu ada buktinya masih aja mau mengelak" ucap Arvin.


"Tante Anisha berhati emas,mau memaafkannya, kalau terkena dengan diriku tidak akan pernah aku memaafkan mereka "ucap Clarisa sambil menatap tante Diana yang sedang duduk disebelah Mamah Anisha itu.


Mamah Anisha tersenyum pada Clarissa.


"Aku memaafkan kamu apapun yang telah kamu lakukan kepada anakku, karena ulah anakmu aku tetap ikhlas memaafkan kamu. tapi aku tidak tahu apakah anakku bisa memaafkan kamu atau tidak, karena di sini yang jadi korbannya adalah anakku" ucap Mamah Anisha Seraya menoleh ke arah tante Diana.


Kemudian tante Diana berdiri dan mendekati Abiyasa sambil menangkupkan kedua tangannya di hadapan Abiyasa.


Abiyasa masih di posisinya berdiri di belakang mamah Anisha yang sedang duduk di sofa.


Kemudian Abiyasa melipat kedua tangannya sendiri di dada sambil menatap ke arah tante Diana


"Abiyasa maafkan tante karena tante sangat percaya dengan omongan anak tante sendiri, padahal anak tante lah yang bersalah karena sudah sangat merugikan kalian, makanya tante disini memohon maaf kepadamu agar kamu bisa memaafkan kesalahan tante dan anak tante, tante memohon jangan dibawa ke ranah hukum" ucapnya Seraya berbicara sambil meneteskan air matanya.


" hadeh itu mah air mata buaya ibu dan anak pintar berakting,katanya tidak takut dengan Abiyasa,tapi ujung ujungnya takut juga kami bawa"ucap Morgan.


"Seharusnya Tante itu menyaring perkataan anak tante dulu, apakah itu benar atau tidak lagi pula ini di rumah Abiyasa, tidak mungkin dia langsung melakukan yang tidak-tidak terhadap anak tante, Apa lagi anak tante ini cuma dikenalnya sebatas adik kelas waktu kuliah di Kanada, seharusnya Tante bisa melihat dan mendengar siapa sebenarnya yang salah dan siapa sebenarnya yang benar,dan Mela harus nya memiliki sopan santun, ini kan di rumah orang, walaupun kita mengenalnya tidak semestinya kita harus masuk ke kamar orang lain karena kamar itu adalah kamar pribadinya Tidak semua orang bisa masuk ke dalam kamarnya Kalau tidak ada izin dari yang empunya kamar" ucap Arvin lagi panjang lebar kepada tante Diana yang sudah terlanjur mempercayai anaknya sendiri.


Tante Diana hanya berdiam diri saja,dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan tidak bisa berkata-kata lagi karena dia sudah merasa malu yang sudah diperbuat oleh anaknya.dan dia juga percaya begitu saja dengan penjelasan dari anaknya tersebut. yang sudah menjerumuskan dirinya ke lubang rasa malu yang paling dalam terutama dia malu kepada keluarga Nayra karena saat ini di rumah keluarga Wibawa ada orang tua Nayra mamah Melisa, dia harus menutupi rasa malunya itu dan meminta maaf kepada keluarga Abiyasa, kemudian dia menoleh lagi kepada Abiyasa dan memohon maaf kembali kepada Abiyasa.


" Maukah kamu memaafkan tante? karena kesalahan Tante ini mungkin bagimu tidak bisa dimaafkan kesalahan yang fatal ini,yang hampir saja membuat kamu membatalkan pernikahan kamu, sekali lagi maafkan tante Ya nak,tolong maafkan tante" ucapnya berkali kali pada Abiyasa.


Kemudian Abiyasa tersenyum kepada tante Diana...


"Tante aku memaafkan tante, memaafkan orang yang telah menyakitiku dan membuat onar di rumahku, ataupun dimana saja yang membuat masalah kepada diriku,aku akan tetap memaafkannya, tapi tidak akan melupakan kesalahan orang tersebut meskipun aku memaafkannya, itulah prinsipku." ucap Abiyasa kepada tante Diana.


Abiyasa memang maafkan tante Diana dan Mela, karena dia juga memandang perasaan Nayla Kakak sepupunya, karena dia tidak ingin melukai perasaan kakaknya Nayla.


Meskipun dia sebatas ipar dari Tante Diana karena Abiyasa melihat ada rasa tidak enak di wajah Kakaknya Nayla. Entah apa rasanya,rasa malu atau rasa sedih melihat sang kakak ipar yang tidak bisa melihat kebenaran dari suatu masalah.


"Terima kasih, karena kamu sudah memaafkan tante" ucapnya lagi langsung duduk di sofa tempat asal dia duduk.


"perasaan ini bukan salahnya tante deh,yang salah itu kan Mela tante sekedar ingin membela Mela, tapi kenapa Mela sedetik ini pun tidak ada kata maaf yang keluar dari mulutnya "ucap Morgan lagi,seraya menatap kearah Mela.


Kemudian Mela menatap ke arahnya Morgan dengan tatapan tanpa arti.


"Aku juga tidak tertarik kepadamu! karena aku merasa sadar kalau aku memang salah, memang aku yang salah! makanya kamu aku lihat itu karena kamu sudah mengingatkan aku akan kata maaf "ujarnya berhicara pada Morgan.


"Kalau kamu memang merasa bersalah kenapa kamu nggak minta maaf, kenapa mesti harus di ingatkan hah!!ngapain kamu memandang diriku segala, harusnya kamu langsung aja tuh sono minta maaf kepada Abiyasa dan mamah Anisha! karena kesalahan kamu semuanya jadi seperti ini.hampir saja membuat batal nya semua pernikahan Abiyasa.gara-gara ulah kamu yang tidak ada moralnya itu !!" ucap Morgan.


" Ets...sudah panggil mamah nih, padahal belum jadi mantu" ucap Clarissa.


" Cie...cie..." Ucap Arvin menggoda.


" Belajar Rusa ompong,dan kadal jomlo" ucapnya pada Risa dan Arvin terkekeh.


Mela kemudian berdiri dan mendekati Abiyasa.


Abiyasa mundur selangkah, karena dia tidak mau berhadapan dengan Mela terlalu dekat.


"Eh kucing kering!! Ngomongnya di situ aja,nggak usah dekat dekat banget kali!! Ngomong maaf aja susah banget sih, pake dekatan segala,Abiyasa sudah ada calon istrinya tau nggak kamu tuh!!" Ucap Clarissa lagi.


Mela menoleh kearah Clarissa.


"Apa lihat lihat, mau aku cubit jantungmu hah!, biar nggak bisa berfungsi lagi!!" Ucapnya.


Mela langsung menundukkan kepalanya mendengar ucapan Clarissa.


" Kak Abiyasa..."panggilnya.


"Aku mau minta maaf kepadamu, Kenapa kamu menjauh dariku?" Ucapnya lagi melihat Abiyasa mundur lagi satu langkah.


" Eh ...curut!! kalau mau minta maaf,minta maaf aja!! nggak usah dekat-dekat sama orangnya juga kali, nanti kamu mencari kesempatan dalam kesempitan lagi,bener bener nih Cewek minta aku makan juga nih jantungnya" sahut Carissa lagi seraya maju selangkah di dekat Abiyasa.


Lagi lagi Mela tertunduk dan dia mundur satu langkah dari depan Abiyasa.


" Asyik juga ada bodyguard cantik dan mempunyai jiwa preman yang handal" ucap Abiyasa pelan namun masih di dengar oleh Clarissa.


" Aku kan harus jaga jaga Bos, sulit lho jaga calon suami orang ini" ucapnya lagi seraya mengunyah permen karetnya.


Permen kesukaannya di kala sedang marah marah.


"Maafkan aku ya, aku memang salah karena terobsesi kepada kakak,sekali lagi aku minta maaf ini tulus dari hati nurani ku aku memohon maaf kepadamu kak, tolong kak biyas hapus rekaman CCTV itu biar ini tidak melebar kemana-mana" ucapnya Seraya menangkupkan tangannya di dada tanda permintaan maafnya pada Abiyasa.


"aku akan memaafkan kamu, lebih baik kalian berdua pergi dari rumahku, dan jangan pernah lagi datang ke rumahku ini,sebelum aku berubah pikiran! membawa kamu ke jeruji besi dan mungkin akan lama di hotel prodeo tersebut, yang semuanya serba gratis dari tidur makan dan minum" ucap Abiyasa, Karena dia sudah terlalu jengkel melihat Mela dengan perbuatannya seperti itu hampir saja Mela membatalkan pernikahannya dengan Ayesha, gara-gara ulah si Mela tersebut.


" Dan satu lagi, aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu soal menghapus CCTV itu." Ucap Abiyasa.


" Ngapai di hapus, itu buat kenangan untuk hari tua kamu, bisa di kasih tau pada anak cucu kamu,ini lho kelakuan mamah, nenek waktu dulu,mantapkan?! Dasar kutu kupret!!" Ucap Clarissa lagi terkekeh mengejek.


Mendengar perkataan Clarissa semua tersenyum kecuali Tante Diana dan Mela.


Menyadari akan kesalahannya tapi dia sebenarnya belum menerima kalau Abiyasa menikah dengan Ayesha, tapi semua sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur, mau dijadikan apalagi karena ulah dia yang sangat sembrono, membuat dia sendiri celaka bahkan celakanya dia pun membawa mami tercintanya menanggung malu akan perbuatannya.


Tante Diana berdiri dari duduknya Setelah dia meminta maaf kepada Abiyasa kemudian dia mengambil tasnya dan dia berpamitan kepada Nayra beserta mamah Melisa serta Mamah Anisha dan yang lainnya.


Dengan deraian air mata dia mengajak anaknya untuk keluar dari rumah Wibawa, kemudian dia menaiki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju pulang ke rumahnya, dengan membawa rasa malunya yang sangat berat dan besar baginya.