
Dr Roni kemudian menoleh kesampingnya dimana sebuah kursi yang tidak ada orang yang duduk disampingnya terlihat kosong diapun langsung menatap kearah sang mamah yang duduk tak jauh darinya, mamah Raisha hanya tersenyum.
" Lagi cari kak Amelia ya kak, tenang kak, kak Amelia lagi membenarkan letak jantung yang bergeser 90 derajat dari letaknya semula, hahahaha..." ucap Morgan lagi-lagi menggoda sang kakak, dan terdengar suara tawa mereka yang mendengar ucapan Morgan dan dr Roni langsung menatap kearah Morgan seraya mendelik dan diapun langsung tersenyum sembari memperbaiki letak peci yang digunakannya untuk akad nikahnya itu. Mamah Raisha pun tersenyum dan kemudian mendekati sang anak dan mengatakan kalau Amelia berada didalam kamar dan memang sengaja tidak dikeluarkan saat ijab kabul dilaksanakan dan terlihat dr Roni mengangguk.
" Bisa kita laksanakan sekarang?" tanya pak penghulunya. Dianggukkan dr Roni sembari mengangguk, dan kemudian dr Ilham dipersilahkan untuk memulai ijab kabul sang adik dan kemudian dr Ilham mengangguk lalu diapun langsung mengulurkan tangannya dan disambut dr Roni.
" Siap Ron? " tanya dr Ilham tersenyum melihat wajah sang sahabat yang terlihat agak gugup.
" Siap banget lahir batin " ucapnya tersenyum. Kemudian dr Ilham agak memajukan wajahnya kearah depan dan bersuara dengan mic yang berada ditangannya dibiarkan sengaja menyala.
" Jangan sampai salah ya kalau salah aku pecat ntar jadi adik ipar." ucap dr Ilham terkekeh.
" Iya dok, pecat aja jadi adik ipar sebelum jantungnya ketemu karena sudah berpindah." ucap Morgan lagi-lagi menggoda dr Roni.
" Hahahah..." terdengar gelak tawa kembali menghiasi ruangan itu.
" Morgan!!" ucap dr Roni sembari mengacungkan genggaman tangnnya kearah Morgan,dan lagi-lagi tawa diantara mereka menggema.
" Ntar, setelah ijab ini, segera cari jantungnya berpindah kemana..." ucap dr Ilham terkekeh.
" Ilham...?!" ucap dr Roni seraya tersenyum menatap kearah dr Ilham.
Dr Ilham hanya terkekeh di ikuti mereka yang ada diruangan itu terkekeh berjamaah begitu juga dengan pak penghulu yang hadir ikut juga terkekeh dan terlihat mereka merasa bahagia.
" Baiklah kita mulai sekarang,,,Bismillah..." ucap dr Ilham dengan senyuman dan setelah ucapan dr Ilham selesai dan disambut dengan lantang dan fasih dan dengan tarikan nafas sekali dr Roni pun mengucapkannya dengan jelas tanpa ada kesalahan sama sekali.terdengar ucapan kata sah dari saksi-saksi yang ada dan terdengar sekali mereka mengucapkn kata syukur yang tak terhingga karena pernikahan dr Roni dan Amelia berjalan dengan lancar.
" Alhamdulillah... Akhirnya aku sudah berstatus sebagai suami..." ucap dr Roni sembari mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan kemudian Amelia dibawa keluar dengan diapit saudara kembar dr Roni dan Amelia langsung disandingkan disamping suaminya setelah selesai mereka menandatangani surat pernikahan mereka dan dilanjutkan dengan penyematan cincin perkawinan mereka dan dilanjutkan sungkem dengan mamah Raisha dan dr Ilham selaku kakak kandung Amelia dan dilanjutkan kembali sungkem dengan papah Boby dan Mamah Lala sebagai orang tua kedua sekarang bagi Amelia, dan acara resepsipun dimulai. Dr Ilham pun kemudian duduk disalah satu meja seorang diri dan menatap jauh kearah depan dimana sang adik sedang bersanding dengan sahabatnya yang beberapa menit yang lalu sudah sah menjadi suami adik kandungnya itu.
" Alhamdulillah ya Allah aku masih diberikan umur saat ini,dan bisa menikahkan adik kandung hamba, Mah, pah, kalian pasti bahagia meliht Amelia sekarang sudah menjadi ratu dihati lelaki yang tepat, mah, pah, Ilham rindu dengan mamah papah, apakah disana mamah dan papah melihat Ilham sekarang ini." ucapnya didalam hati dan tak kuasa dia menahan buliran bening yang begitu saja jatuh dari kedua bola matanya.Saat dr Ilham hendak mengusap air matanya, terdengar suara yang menegurnya.
" Sejak kapan kamu datang sayang?" tanya dr Ilham sembari menoleh kesamping dimana sang pujaan hati sudah berada disampingnya.
Nayra tersenyum dan menatap lelaki yang sudah dapat melumpuhkan hatinya dan yang dapat membuka kembali hatinya untuk bisa yakin tentang cinta seorang lelaki.
" Sejak tadi, tapi kamu tidak mengetahui keberadaan aku disini, karena kamu larut dengan kebahagiaan yang sudah kamu ciptakan untuk adik kamu sekarang ini." ucap Nayra tersenyum bahagia, begitu juga dengan dr Ilham yang tersenyum bahagia sembari menatap mesra kearah Nayra.
" Kemana Anak-anak?" tanya dr Ilham.
" Ada sama mamah..." jawab Nayra sembari menunjuk kearah meja yang lain yang tak jauh dari meja mereka, terlihat kedua anak Nayra asyik bermain dengan nenek dan kakeknya bersama anak-anak yang lainnya. Terlihat dr Ilham bahagia dan kemudian menyenderkan tubuhnya kesandaran kursi yang sekarang dia duduki, terdengar helaan nafas dr Ilham, Nayra menatap kembali kearah lelakinya itu.
" Ada apa sayang?"
" Seandainya kejadian beberapa tahun yang lalu yang mengharuskan aku berpisah dengan adikku dan kedua orang tuaku mungkin saat ini mereka akan duduk disamping Amelia dan menyaksikan dan merasakan kebahagiaan anak perempuannya saat ini,aku sejujurnya sangat merindukan kedua orang tua kandungku, mereka tidak melihat aku dan adikku tumbuh sampai sekarang ini selamanya mereka nggak pernah bisa lagi melihat kami berdua." ucap dr Ilham pelan dan terdengar sekali nada kesedihan dinada bicaranya.
" Sayang...jangan bersedih dihari bahagia Amelia, jangan perlihatkan kesedihan kamu dihadapannya, bukan kamu aja yang merasa kehilangan semua orang disini juga aku rasa sangat menginginkan kehadiran kedua orang tua kalian tapi karena ini adalah skenario Allah jadi kita harus bisa menjalankannya, aku percaya dibalik ini semua akan baik-baik saja, dan kedua orang tua kamu baik yang kandung dan sambung pasti mereka akan merasa bahagia karena kalian masih bertahan dan mendapatkan kebahagian yang kamu dan Amelia ciptakan, mereka disana pasti melihat dan merasakan kebahagian itu, kita sebagai anak yang mempunyai dua orang tua akan mendoakan yang terbaik untuk mereka." ucap Nayra berusaha menghibur lelakinya itu, Terlihat dr Ilham tertunduk dan lagi lagi buliran bening itu tak kuasa dia tahan, dan Nayra hanya bisa membiarkan lelakinya itu meluahkan tangisnya disampingnya, karena dia tahu sekuat kuatnya lelaki pasti ada sisi terlemahnya dan kesedihan yang dirasakan lelakinya itu memang keluar dari hatinya yang paling dalam,Terdengar helaan nafas Nayra.
" Hal yang paling berat dihidup seorang anak adalah kehilangan orang tuanya." ucap batin Nayra seraya mengusap punggung sang lelakinya. Terlihat dari meja yang lain beberapa orang memperhatikan mereka berdua, siapa lagi kalau bukan group abu gosok, mereka saling pandang dan mereka terlihat mengetahui dan memahami apa yang kedua pasangan itu bicarakan.
" Semoga saja kita semua dikelilingi kebahagian yang tak pernah habisnya." ucap Morgan.
" Aamiin..." sambung mereka semua bersamaan.
" Dr Ilham memang sering bercerita dengan aku dan kak Roni, dia selalu bercerita kehidupannya yang seakan-akan merasa ada yang kurang sebelum dia mengetahui kalau dia hanya anak adopsi waktu itu, setiap dia bercerita dia selalu terlihat sedih dan saat dia bertemu dengan kak Nayra dia sangat bahagia sekali dan dia juga sempat bercerita tentang kak Nayra, dia takut tidak diterima cintanya sama kak Nay...tapi kami selalu memberikan dukungan yang penuh padanya sampai akhirnya dia pun mendapatkan cinta sejatinya." ucap Anindita.
" Dr Ilham itu aku perhatikan, dia itu terlihat tegar dan kuat diluar tapi didalamnya dia terlihat rapuh, siapa yang nggak merasa rapuh karena mengalami berbagai cobaan yang sangat besar tapi berbuah manis dengan mendapatkan kebahagiaannya sendiri." sambung Abiyasa disambut anggukkan mereka yang ada dimeja tersebut sembari menatap lurus kearah meja dimana tempat dr Ilham dan Nayra duduk berdua, mereka tidak ingin mengganggu mereka berdua dan mereka membiarkan kedua insan itu berdua dan membiarkan Nayra menghibur sang pujaan hati yang sedang dilanda dua momen yaitu momen bahagia karena sang adik menikah dan momen yang lain nya rasa kesedihan akan kerinduan dengan orang tuanya yang sudah bertahun-tahun tiada.