THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 339



Keesokan harinya, mereka bersiap-siap untuk kumpul dirumah Papah Boby, karena rumah Papah Boby paling akhir untuk melanjutkan perjalanan mereka kekota sebelah.


Saat papah Andre bersiap-siap menunggu jemputan Ayah Candra dan Smith,Papah Andre duduk diteras depan ditemani sang istri tercinta.


" Mau kemana pah?" Tanya Abiyasa sembari merasa heran pada sang papah yang terlihat rapi sekali.


" Papah mertua mau kemana nih terlihat ganteng banget...hati-hati ntar Mamah Mertua marah lho pah..gimana Mah,kok mamah diam aja sih.." sambung Morgan sambil duduk disebelah Abiyasa.


Papah Andre dan Mamah Anisha tersenyum, dia tidak mengatakan kalau hari ini akan menemui keluarga Smith.


" Iya mau kemana sih pah..?" tanya Abiyasa lagi.


" Papah mau menemui keluarganya Smith dikota sebelah."


" Sama siapa pah"


" Sama yang lainnya."


" Kok kalian sih pah, kenapa nggak kami aja, ya kan Mor..."


" Iya nih pah, ampun maaf ya pah, papah kan dan yang lainnya udah berumur, jadi apakah sanggup kalian kekota sebelah? naik apa sih pah kesananya?" tanya Morgan


" Tidak apa-apa nak, kami naik mobil kok."


" Astaga papah...masa naik mobil sih pah...siapa yang nyetirnya pah, kan lumayan lho kekota sebelah itu, ya udah kami ikut dibelakng mobil papah biar kami yang akan mengawasi papah dan yang lainnya,karena kami sebagai anak menantu kalian nggak ingin terjadi apa-apa dengan kalian, tolong ijinkan kami mengikuti papah dan yang lainnya." ucap Abiyasa


" Tapi nak, nggak enak nantinya kalau kerumah orang banyak orang,, ntar apa kata keluaga Smith."


" Ya nggak lah pah, kami kan hanya ingin jadi bodyguart orang tua kami dan kami nggak akan menggempur keluarga smith ya kan Mor."


Lagi-lagi Morgan mengangguk.


" Iya pah apa yang dikatakan Abiyasa itu benar adanya pah, sebaiknya papah nggak usah menahan kami karena kekota sebelah itu lumayan lho jauhnya, ntar pinggang papah dan yang lainnya encok lagi."


" Iya pah, ya udah tunggu sebentar Biyas huubungi kak Marco dan Arvin."


Papah Andre hanya bisa mengangguk saja. Saat hendak menghubungi Arvin tiba-tiba gawainya berbunyi.


" Ya Vin...aku baru saja ingin menghubungi kamu, ada apa Vin..?"


" Ini nih papah dan yang lainnya mau kekota sebelah naik kendaraan roda empat."


" Nah itu yang ingin aku beritahu kamu."


" Baru aja kak Marco hubungi aku,katanya nomer gawai Morgan nggak aktif, dan aku sekarang bersama kak Marco sedang menuju kearah rumah kamu."


" Ya udah kalau gitu aku tunggu ya kalian berdua di sini." ucapnya sembari memutus sambungan bicaranya di gawainya itu.


Beberapa saat mereka menuggu, ternyata Ayah Candra dan Smith datang dan memasuki halaman rumah keluarga Wibawa.


Setelah mengucapkan dan membalas salam Ayah Candra dan Smith duduk diteras itu.


" Ayo kita berangkat..." ucap Ayah Candra.


" Ntar dulu lagi nunggu Arvin dan Marco."


" Nunggu mereka buat apa, aku nggak cerita sama si Arvin."


" Kami mau ikut juga Om. karena kami mengkhawatirkan keselamatan kalian, mengingat usia kalian yang tak lagi muda, jadi jangan banyak protes ya Om." sambung Morgan.


" Nah gitu dong Om, semangat juga nih Morgan."ucapnya tersenyum, karena berhubung itu adalah hari libur jadi mereka mengiyakan saja apa kemauan para anak dan menantunya.


Beberapa saat mobil yang dikemudikan Arvin pun memasuki halaman rumah keluarga Wibawa, kemudian mereka pun langsung memasuki mobil yang lain, setelah berpamitan mereka langsung saja melajukan mobil mereka menuju kearah rumah Abi Yosep dan Papah Boby, tidak ada banyak pertanyaan mereka pun langsung menuju kearah yang dituju.


Didalam perjalanan mereka banyak bercerita seputar nama dan anak bila mereka nanti punya keturunan, terlebih buat dua sahabatnya yang belum dikarunia calon buah hati.


" Ngomong-ngomong kalau kamu mempunyai Anak Mor, siapa namanya.?"


" Rahasia Negara, nah kalau kamu Vin apa namanya." Tanya Morgan balik bertanya.


" Namanya Rahasia provinsi.." ucap Arvin terkekeh.


" Asem..." Ucap Morgan sembari mengusap wajah Arvin sama-sama tertawa, karena posisi Arvin dan Morgan duduk dibelakang dan yang mengambil alih menyetir Abiyasa.


" Nah kalau kamu Biy, siapa namanya.?" Tanya Morgan.


" Rahasia Kabupaten." Ucap Abiyasa sembari terkekeh, diikuti mereka tertawa.


" Kalau kak Marco, siapa? Pasti kak Marco mau membocorkannya nih tentang nama calon debaynya." Sambung Arvin.


" Rahasia kecamatan... Hahahahahaha..." Ucap Marco tertawa, diikuti mereka tertawa.


Tak terasa akhirnya mereka sampai ditempat yang dituju,yaitu rumah kediaman temannya Smith.


Kedua mobil itu terparkir didepan rumah Yadi,. Karena rumah Yadi tidak ada tempat parkirnya, rumah tersebut berada pas dipinggir jalan.


Mereka turun semua dari dalam mobil, Smith kemudian menghubungi Yadi, ternyata sang kawan tidak berada dirumah, terpaksa mereka menunggu sesaat didepan rumah tersebut. Mengetahui kalau sang kawan sudah sampai, Yadi yang posisinya berada dirumah seorang kawan lainnya langsung berpamitan, diapun langsung saja melajukan motornya menuju rumahnya, kebetulan rumahnya terkunci rapat karena sang istri dan anaknya berada ditempat mertuanya.


" Nih, orangnya..." Ucap Smith tersenyum sembari menyalami kawannya itu dan Yadi pun menyalami para tamunya dan mengajak mereka masuk kedalam rumahnya, papah Boby yang mengawasi rumah pak Gatot terkejut dengan panggilan Abi Yosep mengajak mereka masuk kedalam.


" Bob! Ayo masuk ngapain kamu disitu." Ucapnya sembari mendekati sang sahabat dan merangkulnya membawa masuk kedalam rumah Yadi.


" Sepi! Kaya nggak ada orannya." Jawab papah Boby, Abi Yosep menoleh sesaat kearah rumah tersebut.


" Iya juga ya...benar banget apa kata kamu, tapi apa benar itu rumahnya Gatot? ya udah ayo kita masuk aja dulu, ntar kata orang apa lagi kita ngintip-ngintip rumah orang." Ucap Abi Yosep mengajak papah Boby kembali.


Setelah mereka berada didalam, mereka langsung dipersilahkan duduk dan Yadi pun menceritakan semuanya pada para tamunya tentang pak Gatot.


" Tapi kenapa sepi ya rumahnya?" Tanya papah Boby.


" Entahlah, karena setelah kecelakan sebulan lalu dia banyak didalam tidak tahu juga sih kejadiannya seperti apa, waktu itu saya berada ditempat orang tua saya, saat pulang kerumah saya hanya mendengar dari tetangga desas desusnya saja tidak terlalu mendetail ceritanya, waktu itu juga saya mau jenguk tapi nggak dibukakan pintunya." Ujar Yadi.


" Kecelakaan? Terus kalau kita kerumahnya nanti nggak dibukain pintunya dong?." Ucap papah Boby dianggukkan mereka semua.


" Kok kamu nggak bilang sih Yad kalau pak Gatot itu kecelakaan?" Tanya Smith.


" Iya aku memang nggak bilang karena biar kamu sendiri yang lihatnya, siapa tahu setelah kedatangan kamu dan dia juga tahu kamu adalah keluarganya mungkin saja dia akan merasakan bahagia." Ucapnya sembari menyentuh bahunya Smith.


" Ya sudah ayo kita segera ketempatnya, biar kita bisa melihat keadaannya sekarang." Ucap Papah Andre dianggukkan mereka dan mereka pun bergegas keluar dari dalam rumah Yadi dan menuju kearah rumah Pak Gatot, saat mereka melangkah terlihat seseorang datang kerumah tersebut dan langsung saja mereka masuk mengikuti seorang wanita tersebut.


" Siapa wanita itu?" Tanya Abi Yosep.


" Itu Anaknya..." Jawab Yadi


" Neny...!" Panggil Yadi, dan gadis yang dipanggil itu pun langsung menoleh kearah Yadi, dia terkejut dan ingin langsung berbalik arah, namun secepat kilatnya Yadi menahan langkah si Neny.