THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 92



" Iya pak, saya menyesal telah membantu Misel, saya termakan rayuan dan cinta yang palsu yang di berikan nya pada saya,maaf kan saya pak.." ucapnya pelan.


mendengar Sugeng mengatakan kata penyesalan membantu dirinya Misel langsung bersuara keras.


" Apa ?! apa kamu bilang ? menyesal ?kamu menyesal membantu dan mencintaiku !! dasar kamu picik sekali,setelah apa yang kamu dapat dariku kamu bilang menyesal sekarang hah !!dasar lelaki buaya darat !!!


" Heh !! pak aya dan bu aya dilarang saling menyalahkan !! ini kantor polisi ! ini bukan kandang binatang atau sejenisnya !! sudah tahu salah berdua masih aja saling tuding !! " ucap Clarissa.


Morgan dan Abiyasa hanya bisa tersenyum melihat celotehan kemarahan Clarissa dengan pak aya dan bu aya.


" Oh ! ternyata kalian pacaran ? pantas saja kalian saling bantu dan saling menikmati satu sama lain, dan tidak dipikirkan saling bantu itu membuat kesalahan yang membuat aib kalian terbongkar satu sama lain. " ucap Uzi anak buah Morgan yang sedari tadi ingin berbicara karena lidahnya sangat gatal ingin mengucapkan sesuatu pada mereka berdua.


" Senang ya pacaran! pacaran kok bangga !!biar apa? biar berjalan bersama menuju neraka, nikmati tuh neraka biar gosong sama sama hahahaha....Nikmati tuh neraka dunia, pacaran di pisahkan dengan terali besi !!" ucapnya lagi seraya terkekeh.


Mendengar Uzi bersuara Clarissa langsung memberikan tos tangan nya pada Uzi sembari tertawa.


" Gue suka kata kata lohhh.... " ucapnya seraya memonyongkan bibirnya diakhiri dengan tawa mereka berdua, sedangkan Abiyasa dan Morgan hanya bisa terkekeh melihat dua orang yang tertawa tersebut.


" Makanya sugeng jangan pernah percaya dengan ungkapan cinta yang ujung ujungnya membawa kamu nyemplung ke sumur tua kan, kalau sudah masuk sumur tua dalam lagi, apes banget hidup kamu, dan kamu nggak bakalan bisa kembali lagi keluar karena tebing sumur sangat licin dan tak akan mudah kamu panjat,walaupun kamu teriak tak ada orang yang akan mendengar kamu, kecuali kamu itu sadar dan bertobat bersungguh sungguh dan selalu berdoa pada Allah, maka tidak ada yang tidak mungkin di hadapan-NYA pasti akan terkabul dan sekali aja kamu teriak dan akan terdengar oleh orang orang yang dekat jauh dan sampai ribuan kilo meter, seharusnya belajarlah dengan kesalahan kamu yang pertama jangan malah membuat kesalahan yang kedua kalinya. " ucap Abiyasa.


Sugeng hanya terdiam dan tidak mampu menoleh kearah Abiyasa mantan bos nya tersebut.


Tapi dengan sedikit keberanian nya dia berucap dengan suara bergetar...


" Saya salah pak, tolong maafkan saya pak...saya sangat menyesal sungguh sungguh menyesal pak " ucapnya masih dengan wajah tertunduk, sekilas Morgan melihat tetesan air matanya jatuh.


" Apakah itu air mata asli penyesalan atau cuma air mata rasa malu nya terhadap mantan bos nya ini." gumam Morgan seraya bersendekap tangan dan menatap Sugeng.


" Sugeng,aku bukan keset yang di pasang di depan pintu masuk utama dan pintu masuk kamar mandi,yang selalu welcome kamu,Walaupun kamu telah membuat banyak kesalahan pada ku dan aku selalu memaafkan kamu, asal kamu tahu aku ini manusia yang punya batas sabar, dan sekarang batas sabar ku itu sudah habis, terima saja kesalahan kamu dan pertanggung jawabkan saja semuanya." ucap Abiyasa santai tapi kata katanya sangat menusuk di hati Sugeng.


" Kamu itu sudah pernah salah Geng, jangan di tambah dengan membantu si peyot ini, sudah tahu peyot ini salah malah di bantu melancarkan aksinya, ujung ujung nya apa? berakhir di penjarakan, sulit Geng mendapatkan kata maaf pada orang yang sudah dua kali kamu jahatin ." ucap Clarissa.


Sugeng terdiam,dia sadar akan kesalahan yang tidak mungkin di maaf kan begitu saja, kalau dipikir dengan akal sehat tak semudah itu di maafkan kesalahannya.


Sugeng tertunduk lemas,dan hanya meratapi kesalahannya yang telah dia perbuat. sedangkan Misel masih belum bisa menerima kesalahannya karena dia merasa kalau keluarganya yang ada di luar negeri sana bisa membebaskannya dengan menyewa pengacara yang handal, tapi pikiran nya salah ternyata kedua orang tua Misel sudah di hubungi pihak Morgan, dan menyerahkan semuanya pada pihak polisi dan minta di hukum sesuai dengan kesalahan yang di buat oleh anaknya mereka tersebut.


Dan kedua orang tua Misel sudah di minta datang ketanah air dan memberikan penjelasan tentang latar belakang anak mereka, dan semudah itu bisa berbuat yang bisa merugikan orang banyak, dengan senang hati kedua orang tua Misel pun akan datang dan sekarang masih dalam perjalanan menuju kantor polisi, karena mereka sudah di hubungi pihak dari Morgan tadi malam bersamaan dengan tertangkapnya Misel dan Sugeng, pihak yang berwajib mengetahui nomer gawai kedua orang tua Misel dari gawai milik Misel yang di periksa.


" Uzi lanjutkan interogasi nya. " ucap Morgan.


" Siap Ndan, laksanakan.!"


" Biy, ayo kita keruangan sebelah, untuk mengambil keterangan kalian berdua " ajak Morgan seraya melangkah keluar keruangan penyidik dan di ikuti oleh Abiyasa dan Clarissa menuju kearah ruangan yang terpisah dari dua tersangka, dan kemudian datang polisi wanita ( polwan ) memasuki ruangan penyidik dan membawa langsung Misel keruangan yang lain untuk di mintai keterangan terpisah dari Sugeng.


*****


Didalam mobil menuju kerumah Clarissa...


" Alhamdulillah ya Biy dalang semuanya sudah terungkap."


" Iya Ris,aku bersyukur karena gudang utama terselamatkan."


" Iya Biy aku juga sangat bersyukur banget.." ucap Clarissa seraya menarik nafasnya dengan pelan.


" Aku sebenarnya sangat cemas saat itu, sebagai manusia biasa pasti lah merasakan perasaan takut yang sangat kuat, terutama aku yang merasa takut terjadi apa apa dengan perusahaan Wibawa group milik keluarga ku Ris, karena yang aku pikirkan saat itu adalah nasib karyawan ku Ris, termasuk kamu.." ucapnya seraya tersenyum dan menoleh sesaat pada Clarissa yang duduk di samping itu.


" Alhamdulillah Ris Allah selalu bersama kita, dan Akhirnya aku dan kalian bisa memberantasnya terutama peran serta kamu menyeting semuanya dengan rapi dan tidak sedikitpun kecurigaan terlihat di antara musuh, jangan kan musuh aku pun tidak tahu kalau ejen kamu adalah anaknya tante Wina. " ucap Abiyasa seraya tetap menatap lurus kedepan.


" Namanya juga Clarissa selalu mempunyai ide cemerlang dan selalu tepat sasaran hehehehe..." ucapnya terkekeh pelan.


" Itulah tanda syukurku Ris, yang tak henti hentinya aku ucapkan, jika seandainya mereka menyewa orang lain selain Ali dan kawan kawan nya, entah apa yang akan terjadi, pastilah gudang itu sudah tak ada lagi dan mereka akan tertawa tawa senang karena aksi mereka terlaksana. "


" Alhamdulillah Biy rencana ku berhasil memasuk kan Ali sepupuku dalam tugas ini. "


" Tapi ngomong ngomong gimana bisa sih,kamu dengan mudahnya memasukkan Ali, dan mereka berdua dengan mudahnya percaya sangat dengan kinerja Ali ? aku sampai detik ini masih bertanya tanya lho gimana caranya ? "


" Kamu kan tahu Biy, Sugeng itu bodohnya di pelihara banget, jadi saat itu setelah beberapa hari dia ketahuan bersalah dengan kesalahan pertama dia, aku sendiri yang bertindak untuk mengawasi dia yang pernah aku bilang pada kalian kalau aku punya mata mata lain, padahal belum ada sama sekali, dan Ali itu belum aku hubungi sama sekali broo, " kekeh nya.


" Nah saat dia berada di warung makan tak jauh dari kantor kita,aku mempunyai perasaan kalau dia pasti akan melancarkan rencananya, secara Sugeng itu kan tak mau di suruh, tak mau menyuruh dan tak ingin di kalahkan, karena pembawaan nya sakit hati di berhentikan secara tidak hormat dan pesangon pun di kasihkan ke istrinya pastilah dia merasa sakit hati banget tuh, lagi pula kita kan belum tahu tuh selingkuhannya tersebut,nah saat dia asyik makan aku dekati dari jarak dekat, tapi nggak langsung menemui dia, aku langsung aja menghubungi Ali, pas kebetulan mereka berada tak jauh juga dari kantor kita latihan nge-band , nah aku suruh aja mereka datang menemui ku, dengan secepat kilat mereka pun datang dan menemui ku, pas lagi teman teman band nya pada tato an yang menyakinkan juga tuh kaya preman beneran, karena Ali aja yang nggak pakai tato makanya setelah Sugeng percaya dan menyewa mereka aku memfasilitasi Ali dengan tato tempelan atau yang tidak permanen dan tidak di tusuk tusuk juga badannya, yang satu bulan bisa hilang sendiri jika di bawa mandi, dan Ali langsung beraksi jadi preman dadakan dan preman SKSD ( sok kenal sok dekat ) heheheh" terdengar tawa Clarissa dan Abiyasa.


" Trus trus...lanjut " ucap Abiyasa.


" Nah ulam pun tiba pucuk di cinta. "


" Salah Ris, pucuk di cinta ulam pun tiba " ucap Abiyasa terkekeh.


" Nah iya, itu yang di maksud, kepeleset dikit protes mulu kamu biy.." ucapnya membalas kekehan Abiyasa.


Abiyasa hanya tersenyum saja dengan ucapan Clarissa.


" Terus dongo nya Sugeng percaya aja dengan si Ali, alhasil semua rencana mereka aku tahu semua melalui si Ali." ucap Clarissa tertawa pelan.


" Hebat nya Ali tidak ketahuan ya memberikan informasi pada mu, mereka berdua kok nggak sadar ya dan tidak melihat gerak gerik dari Ali dan CS nya yang mencurigakan itu " ucap Abiyasa tersenyum.


" Kan sudah aku bilang bodoh nya Sugeng itu pake banget,yang cowok bodoh yang cewek oon, sampai tidak mengetahui anak buah yang di sewa tersebut berhianat hahahah...dan mereka juga tidak mengetahui kalau preman yang di pakai mereka untuk melancarkan aksinya tersebut adalah preman abal abal hahahah..." lagi lagi Clarissa tertawa lebar.


Abiyasa pun ikut tertawa dan sampai akhirnya mobil Abiyasa berhenti di depan rumah Clarissa, Setelah Clarissa turun dan mereka pun saling mengucap dan membalas salam dan mengucapkan sama sama terimakasih, mobil Abiyasa melaju kembali kerumah pribadi nya dimana sang istri sudah menunggunya.