THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 08



Setelah sholat Abiyasa kemudian keluar ruangan nya dan dia tidak melihat sosok Clarisa.


" Kemana si Risa ya" ucapnya.


Kemudian Abiyasa memasuki lift dan turun kearah bawah dia berniat pulang untuk makan siang dirumah bersama mamah dan papah nya.


Sesampainya di lobby Abiyasa bertanya pada securitynya.


" Pak, tadi liat Risa sekretaris saya?" Tanya nya.


" Iya, bu Risa tadi di jemput temannya menggunakan mobil merah,tapi saya tidak melihat siapa penjemputnya." Ucap security tersebut.


" Oh, ya sudah, bapak tidak istirahat dan makan siang?" Tanya nya.


" Oh iya, nanti saya makan siang nya gantian sama temen saya pak" ucapnya.


" Ya udah kalau gitu, jangan lupa makan siang" ucapnya seraya menepuk pundak pak security itu dan Abiyasa berlalu dari hadapan pak security.


" Emang keluarga yang ramah dan baik, masih sempat sempatnya aja menyuruh istirahat dan makan siang, Bapak sama anaknya sama sama baik, " gumam pak security yang bernama Prapto tersebut.


Abiyasa kemudian masuk ke taksi online yang di pesannya karena dia tadi tidak membawa mobil, dia berangkat kekantor ikut dengan papah Andre nya.


Taksi yang membawa Abiyasa melaju kearah rumah, beberapa menit kemudian akhirnya taksi tersebut sampai di depan rumah nya dan keluar lah Abiyasa setelah membayar taksi tersebut, Abiyasa mengucapkan terimakasih pada sopir tersebut.


Dia berjalan masuk kerumahnya setelah mengucapkan salam dan di bukakan oleh mamah Anisha nya pintu, Abiyasa langsung mencium punggung tangan sang mamah.


" Pulang sama siapa nak?" Tanya mamah Anisha.


" Naik taksi mah, papah mana?" Tanyanya.


" Sama Anindita di rumah sakit, mungkin sebentar lagi pulang" ucap sang mamah.


" Sudah makan belum?" Tanya mamah ya.


" Belum mah," jawabnya.


" Ya udah cuci tangan dulu mamah tunggu di meja makan, " ucap mamah Anisha.


Abiyasa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Saat mamah Anisha mempersiapkan makan siang mereka, papah Andre dan Anindita datang dan berjalan menuju ruang makan.


" Assalamualaikum" ucap keduanya.


" Waalaikumsalam" ucap mamah Anisha.


" Cuci tangan kalian dulu gih, baru makan bersama" ucap mamah Anisha tersenyum.


Papah Andre dan Anak gadisnya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Siap Bos" ucap mereka berdua.


Saat kembali lagi kemeja makan sudah ada Biyas yang menunggu mereka.


" Biyas" tegur papah Andre.


" Sama siapa kamu pulang, kenapa tidak menghubungi papah?" Tanyanya.


" Abiyasa naik taksi pah, ntar aja berangkat kembali kekantor bawa mobil sendiri." Ucap Biyas tersenyum.


" Gimana kerjanya" ucapnya lagi.


" Alhamdulillah pah lancar aja." Jawabnya.


" Alhamdulillah kalau kaya gitu" ucap papah Andre.


Mereka kemudian makan siang bersama.


*****


Sesampainya di kantor dengan mengendarai mobil pribadinya Abiyasa kemudian menyerahkan kunci mobilnya kepada security, seperri yang di lakukan oleh sang papah, dan mobil di parkirkan oleh security nya itu.


Biyas berjalan menyusuri lobby dan menuju kearah litf dan menuju kelantai atas dimana ruangannya berada.


Sesampainya di atas dia berjalan menuju kearah ruangannya.


" Hai bosku yang ganteng" ucap Risa.


" Maaf, kebiasaan kalau ngomong sama kamu itu bikin ingin teriak terus" ucapnya terkekeh.


" Dari mana kamu?" Tanya Risa.


" Dari pantai selatan" ucap Abiyasa santai.


" Habis kencan dong sama nyi blorong" ucap Risa tertawa.


"Habis kencan endasmu to lho yang lebar" ucap Abiyasa terkekeh.


Risa tertawa sambil mengikuti Abiyasa keruangannya tersebut.


Risa duduk di sofa yang tadi pagi dia duduki.


" Tadi sudah aku cari tahu dengan teman ku saat SMA yang berada di kota B, sudah aku kasih tahu namanya sudah aku kasih tau juga alamatnya, dan memang dia anaknya om Yosep, dia baru lulus kuliah, dan yang lebih sedihnya lagi, om Yosep lumpuh sudah beberapa tahun." Ucap Clarisa.


" Apa? Lumpuh? Akurat nggak ini informasinya" ucap Abiyasa.


" Aku akan bilang kepapahku nanti kalau sahabat mereka sakit keras." Ucap Clarisa.


" Iya, aku juga mau bilang dengan orang tua ku" ucapnya.


" Ya udah aku lanjut kerja ya" pamit Risa.


" Oke, makasih ya Ris," ucap Abiyasa.


" Oke,sama sama" ucap Risa berlalu dari hadapan bos nya tersebut.


Abiyasa kemudian terdiam seorang diri di ruangan nya itu, dia menyenderkan tubuhnya di sandaran Sofa dan menatap langit langit ruangan nya tersebut.


" Ya Allah kenapa ini bisa terjadi pada om Yosep, aku harus kasih tahu papah biar papah bisa bertindak" ucapnya seraya berdiri dan melanjutkan pekerjaan nya lagi yang sudah tertunda.


*****


Di kota B tempat tinggal Ayesha dan keluarganya...


Kegembiraan terpancar di wajah Ayesha, dia langsung memberikan kabar bahagia tersebut pada kedua orang tuanya kalau dia di terima di perusahaan Wibawa group.


" Umi, abi, Ayesha diterima di sebuah perusahaan terkenal, besok tes wawancaranya" ucap Ayesha.


" Alhamdulillah " ucap umi Vita, dan Abi Yosep hanya tersenyum.


" Di perusahaan mana nak?" Tanya umi Vita.


" Di wibawa group umi" ucapnya.


" Wibawa group,? Sepertinya tidak asing deh umi dengernya " ucapnya.


" Tapi sudahlah jangan di pusingkan, yang penting kamu fokus dengan tes nya besok, doa umi Abi menyertai langkah kamu sayang" ucap umi Vita seraya memeluk anak gadisnya tersebut.


" Ayesha hari ini berangkat umi, Yesha siap siap dulu ya" pamit nya pada umi nya tersebut berjalan kearah kamarnya.


Dianggukkan oleh umi Vita, dan Abi Yosep.


Ayesha memang di ajarkan oleh orang tuanya hidup mandiri saat mereka berada di pelosok, dia hanya sendiri di kota B selama kuliah, sampai akhirnya mereka bisa berkumpul kembali, tapi cuma beberapa bulan aja akhirnya Ayesha harus hidup mandiri lagi di kota kelahiran mereka, untuk bekerja.


Kemudian Umi Vita menelpon tempat penjual tiket pesawat resmi untuk Ayesha.


Setelah beres semuanya tiket sudah di pesan dan sudah melakukan pembayaran, kemudian umi Vita mendekati Ayesha yang ada dikamarnya sedang mempersiapkan segala sesuatunya.


" Sayang, sudah beres semua?" Tanya Bunda Vita pada Ayesha putrinya.


" Udah umi, " ucapnya.


" Ini kunci rumah nenek, dan hati hati di sana ya nak, umi akan ngurus pindah juga kesana, mungkin saatnya sudah kita pulang kampung," ucapnya pada sang anak.


" Iya umi, " ucapnya.


Kemudian Umi Vita mengantar anak gadisnya pergi kebandara untuk memgambil penerbangan terakhir menuju kekota asal mereka, setelah berpamitan dengan Abinya mereka berlalu dari rumah mereka menuju kearah bandara.


Ayesha tidak mengikuti jejak Abi dan Uminya menjadi seorang polisi, dia memilih hidup biasa saja dan ingin bekerja di perusahaan sesuai dengan ilmu yang di raihnya di bangku kuliah.


Dengan berat hati akhirnya kedua orang tuanya mengijinkan dia bekerja di perusahaan Wibawa Group sebagai sekretaris di kantor itu.


Tidak ada kecurigaan dari umi Vita dan Abi Yosep kalau Wibawa group yang sudah menerima anaknya bekerja tersebut adalah perusahan papah Andre yang di pimpin oleh anak lelakinya.