THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 32



Selang beberapa saat mobil memasuki halaman restauran dan mereka semua keluar untuk menikmati makan siang mereka.


Sampai di dalam mereka langsung memesan makanan yang akan di santap oleh mereka.


Sambil menunggu pesanan mereka, terdengar bunyi ponsel Abiyasa, Abiyasa langsung mengambil ponselnya tersebut di dalam saku celananya, dia memperhatikan ponselnya ternyata sang mamah yang menghubungi nya, dia langsung menjawab panggilan dari mamah tersayangnya.


" Assalamualaikum mah" ucapnya.


" Waalaikumsallam nak, kamu dimana sekarang?" Tanya mamah Anisha.


" Biyas di restauran mah,mau makan siang bersama temen temen, ada apa mah?" Tanyanya.


" Ayesha sama kamu?" Tanyanya.


" Iya mah, kami tidak berdua tapi ada Arvin, Morgan,dan Clarissa." Ucapnya.


" Oh, ya syukurlah kalau gitu, mamah mau bilang ntar sore setelah pulang dari kantor ajak Ayesha Fitting baju pengantin ya nak" ucap mamah Anisha.


" Fitting mah?Biyas nggak ngerti mah,dimana Fitting yang bagus" ucapnya.


" Kebutik nya tante Raysa nak,nanti mamah kirim alamatnya ya" ucapnya.


" Mamah nggak ikut kesana juga?" Tanya Abiyasa.


" Nggak nak mamah mau lagi sibuk di rumah" ucap mamah Anisha.


" Iya mah,Abiyasa kalau sudah pulang kantor nanti langsung berangkat ke sana sama Ayesha.


Kemudian mereka mengakhiri sambungan telponnya, setelah sama sama mengucapkan salam.


Butik tante Raysa adalah butik langganan keluarga wibawa,dari pernikahan mamah melisa sampai papah Andre dan Bunda Adel.


" Memang mau kemana mas?" Tanya Ayesha pada Abiyasa seraya menoleh pada Abiyasa.


" Kata mamah tadi habis pulang dari kantor langsung ketempat tante Raysa" jawabnya.


" Buat apa kesana?" Tanya nya lagi.


" Fitting baju pengantin" ucap Abiyasa menoleh sesaat pada calon istrinya yang di batasi oleh Clarissa yang duduk di antara Abiyasa dan Ayesha.


" Ris,ngapain kamu duduk di situ, disini napa,jadi sulitkan mereka nengak nengoknya," ucap Arvin pada Clarissa.


Clarissa baru sadar dia duduk diantara Biyas dan Yesha,dia terkekeh.


"Risa nggak peka" ucap Morgan tersenyum lebar diikuti Arvin.


" Iya juga ya, kenapa aku duduk di sini,jadi nya mereka saling tengak tengok dong," ucap Clarissa seraya berpindah tempat menyuruh Ayesha geser di samping Abiyasa.


Abiyasa tersenyum...


" Maaf aku sering lupa" kekeh Clarissa.


" Lupa kalau ada yang lagi kasmaran" ucapnya disela sela tawanya.


" Ada ada aja kamu Ris" ucap Biyas tersenyum.


Kemudian pesanan mereka datang dan mereka menyantap nya tanpa ada suara karena mereka memang sudah sangat lapar sekali.


Sedangkan Arvin dan Morgan kembali ke kantor mereka.


Sesampai di kantor, mereka turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju lift dan mereka pun menaiki lift menuju lantai atas.


Sesampai diatas mereka langsung memasuki ruangan nya masing masing.


Mereka melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


Abiyasa menyandarkan tubuhnya di singgasananya dia menatap langit langit kamarnya dan meremas rambutnya perlahan.


" Kalau Ayesha menikah denganku,ruang sekretaris kosong lagi dong, apa aku minta tolong Irvan aja ya,sebagai sekretarisku,dari pada cewek lagi, Risa kan sudah enak di bagiannya" gumamnya.


Kemudian dia keluar dari ruangan nya dan berjalan menuju ruangan Clarissa.


Abiyasa langsung masuk tanpa harus mengetuk pintu ruangan Clarissa.


" Biyas," ucapnya setelah pintu terbuka.


"Baru aja ketemu udah ketemu lagi, kangen ya dengan ku" kekeh Clarissa.


" Kangen banget aku ingin menjitak kamu" ucap nya seraya duduk di sofa yang ada di ruangan Clarissa.


Risa yang sedang asyik duduk di depan laptopnya hanya tertawa lepas.


" Ada apa Biy?" Tanya Clarissa kemudian berdiri dan mendekati sofa serta duduk didepan Abiyasa.


" Aku lagi bingung nih Ris, kalau Ayesha menikah dengan ku, otomatis dia dirumah, aku yakin kalau dia pasti tidak akan mau kerja lagi, alasan nya pasti akan mengurusku, aku maklumi itu karena itu yang aku inginkan, dan yang aku bingungkan itu siapa yang akan jadi sekretarisku? Apa kah buka lowongan lagi, atau aku akan menarik Irvan aja untuk mengisi jawabatan sekretaris? Dan buka lowongan untuk bagian yang kosong yang Irvan tempati." Jelas Abiyasa pada Clarissa.


Irvan adalah yang sering membantu papah Andre saat Laili berhenti deri kantor Wibawa group.


" Yah terserah kamu aja,kalau menurut aku sih lebih baik begitu,sekali kali jabatan sekretaris di jabat oleh laki laki di kantor mu," ucap Clarissa.


" Oh ya Biy, aku lupa tadi mengabarkan dua hari lagi kamu akan menikah, dan besok kalian bedua harus dirumah,biar aku yang handle semuanya, jangan di pikirkan urusan kantor,ok!" Ucapnya seraya terkekeh.


" Kamu ini memang pintar ya,sesuai dengan nama kamu Clarissa artinyan pintar, tapi nggak tahu pintar dalam segi apa" ucap Abiyasa seraya terkekeh membalas kekehan Risa.


" Nah itu dia kepintaran ku ini buat apa aku juga nggak tahu hahaha" ucapnya asal nyerocos.


" Pintar ngomel kalau kamu mah" ucapnya tersenyum.


" Hahahah,bisa aja kamu Biy" lanjutnya.


" Ya udah, kamu urus ya Irvan aku kembali keruangan ku" ucapnya seraya beranjak dari hadapan Clarissa.


" Ok bos" ucap Clarissa lagi.


Kemudian Clarissa melanjutkan kembali kerjaan nya yang tertunda karena kedatangan Bos sekaligus sahabatnya tersebut.


Setelah selesai dia kemudian menghubungi Irvan dan kalau dia akan diangkat jadi sekretaris pak Abiyasa menggantikan Ayesha Irvan dengan mantap menyetujui pengangkatan tersebut.


Setelah menghubungi Irvan Clarissa mengirim chat pada Abiyasa kalau Irvan sudah setuju dengan pengangkatan tersebut tinggal mencari pengganti Irvan aja lagi.


Abiyasa setuju dan memberikan imotikon tersenyumnya.


Abiyasa tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda sesaat,dia ingin segera selesai dan segera pulang bersama calon istrinya tersebut yang sangat di cintai nya,dia kemudian menatap layar laptopnya kembali setelah beberapa saat menatap layar ponselnya.