THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 21



"Abiyasa Abiyasa, sudah merasa jatuh cinta sampai lupa jalan menuju ruangan sendiri." Ucapnya di dalam lift tersenyum.


Sesampainya di lantai Atas Abiyasa keluar dari lift dan langsung menuju keruangannya.


Saat berjalan dia melihat Clarissa berjalan di depannya langsung saja Abiyasa menarik tangan Clarissa.


"Eh Rusa ompong, ikut aku ke ruangan "ujarnya.


"Apa-apaan sih Biy, kok aku di seret-seret seperti ini sih " ujar Clarissa Seraya tersenyum, karena dia mengetahui apa yang membuat Abiyasa menyeret dia ke ruangannya tersebut.


Abiyasa tersenyum kepada Clarissa kemudian Ia membuka pintu ruangannya dan mereka berdua masuk ke dalam ruangannya.


Clarissa disuruh duduk di sofa oleh Abiyasa.


" Duduk, Aku mau menghakimi mu" ucapnya.


" apa ?! Menghakimi ku, itukan rejeki mu Biy, rejeki bisa memeluk sang kaka iparku, itu kan namanya rezeki "ucap Clarissa tersenyum-senyum.


Abiyasa Kemudian duduk di depan Clarissa.


"Aku membawamu kesini, hanya mau mengucapkan terima kasih" ucap Abiyasa tersenyum.


"Terima kasih untuk apa?" ucap Clarissa memalingkan wajahnya.


"Karena dengan ulahmu itu, aku akhirnya bisa merasakan cinta yang belum pernah aku rasakan," ucap Abiyasa tersenyum manis pada Clarissa.


"Dan aku bilang itu namanya rejeki, makanya aku bilang kepadamu cepatan dilamar, bilang tuh sama Om Andre dan tante Anisha, biar cepat cepat melamar Ayesha untuk dirimu, kamu bilang kan mau pacaran setelah menikah banyak loh nanti yang bisa naksir Ayesha, kalau kamu telat melamarnya" ucap Clarissa panjang lebar.


"Ayesha sudah ditakdirkan untukku, walaupun banyak orang yang suka dengan dia, tapi tetap dia akan menjadi jodohku." Ujarnya tersenyum.


"Yakin amat !"ucap Clarissa.


"Di luar noh! banyak yang mengharapkan seorang wanita seperti Ayesha, siap-siap kamu bersaing, kalau kamu sudah menjadikan dia istri mu, siapa yang bisa mengganggu nya..ya kan" ucap Clarissa lagi.


"Iya juga ya, apa yang dikatakan mu, ya udah nanti aku akan bilang kepada papah sama Mamah untuk cepat-cepat melamar Ayesha sebagai Istriku" ucapnya lagi.


"Ya udah pergi sana kamu dari ruanganku, enek aku lihat kamu" ucap Abiyasa mengusir Clarissa dengan tersenyum.


"Tadi kamu yang seret seret aku, sampai ke sini sekarang kamu seenaknya mengusir aku "ucap Clarissa tersenyum.


"Ya makanya aku enek sekarang sama kamu" ucap Biyas terkekeh.


"Lama-lama aku gantung juga kamu nih di pohon cabe" ucapnya.


"Pedas dong!" Kekeh Biyas.


"Biarin aja, mumpung cabe lagi mahal, biar kamu jadi pupuknya" ujar Clarissa terkekeh Seraya berdiri dan meninggalkan Abiyasa yang duduk di sofa nya sendirian.


" Kalau aku jadi pupuknya, ntar cabenya tambah mahal dong, secara gitu loh aku kan ganteng" ucapnya.


" Ganteng apanya? Ngaca noh! Dalam sumur, kelihatan nggak gantengnya" ucap Clarissa seraya meninggalkan ruangan Abiyasa.


Abiyasa terkekeh seraya memandangi sahabatnya yang keluar dari ruangannya tersebut.


Dia kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa dan memandang langit-langit ruangannya.


"Ya Allah betapa indahnya cinta yang telah kau berikan kepada diriku, semoga Ayesha merasakan juga apa yang aku rasakan saat ini" ucapnya tersenyum.


Di ruangan Ayesha...


"Ya Allah getaran ini, pak Abiyasa memang ganteng, tapi aku tidak yakin kalau dia tidak mempunyai seorang kekasih, secara dia pemilik perusahaan terbesar orang kaya, pasti banyak di luar sana yang menghendaki dia sebagai pendamping hidupnya, tapi aku sebenarnya menyukai pak Abiyasa bukan karena dia kaya, namun aku benar benar suka banget dengan nya, tapi aku tidak berani mencintai dirinya karena aku takut, dia sudah dimiliki oleh orang lain, Astagfirullahhalazim..apa yang aku pikirkan, Ayesha..Ayesha...kerja kerja Ayesha, " ucapnya tersenyum seraya duduk di kursinya langsung membuka laptop nya melanjutkan pekerjaan nya kembali.


" Aku harus segera menyelesaikan pekerjaan ku hari ini, dan aku ingin cepat pulang, karena umi dan abi sudah ada di sini,


Ya Allah,Alhamdulillah doa doaku terkabul selama ini, agar membawa Abi berobat ke luar negeri sudah akan terlaksana. Ya Allah, berikan ya Allah kesembuhan untuk Abi agar Abi bisa merasakan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini" ucapnya Seraya menarik napasnya dengan berat kemudian dia melaksanakan pekerjaannya kembali.


*****


Dikantor Arvin,...


"Siapa sih gadis itu, tapi sebenarnya dia cantik juga sih," Arvin tersenyum.


" Tapi dia yang salah, malah dia yang marah-marah, aneh cewek itu, " ucapnya lagi lagi tersenyum.


Tanpa disadari oleh Arvin, Morgan yang baru datang dari luar negeri langsung menuju ke kantornya itu menatap Arvin yang sedang duduk di ruangan seorang diri senyum senyum sendiri.


Morgan adalah teman satu leting Arvin, walaupun beda usia, Arvin lebih muda satu tahun dari morgan namun mereka berteman walaupun beda satuan Fungsi. Morga di bagian Reskrim dan Arvin di bagian Lalulintas.


Tetapi Morgan tidak mau di panggil Abang oleh Arvin, dia maunya di panggil nama aja, biar tidak ada perbedaan usia diantara mereka.


"Bro ngapain senyum senyum sendiri, lama-lama kesurupan lho nanti" ucapnya.


"Eh Morgan,sudah datang dari luar negeri?" Tanya Arvin.


"Iya nih, " ucap Morgan singkat.


"Gimana kabar nenek?, udah baik kan?" Tanya nya lagi.


" Alhamdulillah sudah sehat," ucap Morgan seraya mengambil duduk di depan Arvin.


"Gimana kabarnya Om Carlos?" Tanya Arvin.


"Papah Alhamdulillah baik, Ada apa sih bro kok kamu ngomong sendiri tadi?" Morgan balik nanya.


"Ini tadi ada cewek, aku tuh udah bener naruh mobilnya, Karena mobilku pecah bannya, jadi aku singkirkan di pinggir jalan sama sekali tidak memakan bahu jalan, eh... dia yang datang dari belakang langsung menabrak aja, dia yang salah dia yang marah-marah" terang Arvin.


"hahaha itulah jodohmu nanti" ucap santai Morgan.


" Eh...kamu ini pikirannya kok sama kayak Abiyasa dan Clarissa" ucap Arvin.


"Abiyasa ? Abiyasa saudara kembarnya Anindita?" Tanya Morgan.


" iya, kamu kenal ya?" Tanya Arvin.


" iyalah aku kenal, Anindita kan pacar aku gitu loh, " ucapnya bangga seraya tersenyum.


"apa? Ternyata dunia ini sempit ya, ujung-ujungnya mentok juga di lingkaran ini seperti ini lah cinta" ucapnya terkekeh.


"jadi kamu sama Abiyasa bersahabat?" Tanya Morgan.


"Abiyasa sahabat aku sekaligus sepupu aku" jawabnya.


" Wah keren tuh...." Ucapnya.


" Dita tahu nggak kalau kamu sudah balik dari luar negeri?"


" Belum sih, dari bandara langsung nengokin kantor" ucapnya.


" Kejutan dong buat Dita, "


" Ya gitu deh, aku sama Dita itu pacaran jarak jauh, dia di luar negeri aku di dalam negeri, aku keluar negeri, eh....dia malah pulang ke dalam negeri" ucap Morgan lagi terkekeh.


" Mantap tuh ..." Ucap Arvin ikutan terkekeh.


" Tapi jujur deh, aku nggak tahu kalau kamu sepupuan sama Dita, padahal kita berteman ya, dan satu leting lagi" ucap Morgan.


"Itulah dunia, tidak tahu kalau tidak nanya hahaha" ucap nya lagi.


Mereka asyik tertawa berdua di ruangan Arvin.