THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 82



" Kita sama sama membaca chat ini " ucap Abiyasa seraya bangun dari rebahan nya dan langsung duduk di samping istrinya.


Ayesha hanya terdiam dan menatap kearah gawai yang ada di tangan suaminya.


Abiyasa membuka chat pribadi dengan nomer tidak di kenal.


***Sayang apa kabar? Aku sangat merindukan kamu? Kenapa kamu selama ini tidak memberi kabar padaku? Kamu masih mencintaiku kan Abiyasa sayangku*** isi chat pribadi tersebut di gawai Abiyasa.


Ayesha langsung memalingkan wajahnya dan tak terasa buliran bening lolos dari bola matanya,saat Abiyasa mau meraih wajah istrinya terdengar ketukan di pintu ruangan Abiyasa.


" Tok...Tok...Tok..."


Ayesha berdiri dan tanpa menoleh kearah suaminya,dia melangkah menuju pintu,dia pun membukanya,tapi sebelumnya dia langsung menghapus air matanya dia mengira suaminya tidak mengetahui kalau dia menangis tapi dia salah, Abiyasa melihat jelas kalau istri tercinta nya itu meneteskan air matanya.


" Sayang" panggil Abiyasa.


" Ya udah mas lebih baik kita makan aja dulu" ucapnya langsung membuka pintu,terlihat lah wajah imut dan manjanya Almira.


" Kakak, Almi sudah laper,makan yuk" ajaknya pada Kakak iparnya.


Ayesha tersenyum dan merangkul langsung adik iparnya tersebut dan melangkah beriringan menuju keruang makan.


Abiyasa mengikuti langkah adik dan istrinya tersebut,abiyasa sudah mengira pasti Ayesha cemburu dengan chat yang ada di gawainya.


" Siapa sih yang ngirim chat seperti itu." Ucapnya berbicara sendiri.


Di meja makan suasana antara Abiyasa dan Ayesha hanya berdiam diri saja,karena Abiyasa tidak mungkin menjelaskan pada istrinya di waktu makan,hening! Tidak ada suara hanya sendok dan garpu aja saling bersahutan mereka semua makan dan hanyut dengan perasaan mereka masing masing dan menikmati makanan yang ada.


Tapi tidak dengan Ayesha dia larut dalam dunia hayalnya dan dia merasa sedih apa yang dia ketahui karena suaminya mendapatkan chat pribadi yang sangat mesra.


Setelah makan Abiyasa langsung berjalan keruang tengah,dan menghubungi Arvin.


" Assalamu'alaikum Biy,ada apa?"


" Waalaikumsalam,aku mau minta tolong padamu"


" Tolong apa?"


" Tolong lacak nomer telpon yang akan aku kirim padamu, "


" Nomer telpon?


" Iya, karena nomer ini ada yang ngirim chat pribadi pada ku,dan sudah membuat istriku cemburu "


" Hahahahah..." Arvin tertawa lepas.


" Kenapa kamu ketawa?"


" Ya iyalah aku tertawa,kan bagus tuh di cemburui"


" Iya sih bagus,tapi nggak enak juga sih" ucapnya bersuara,tanpa dia sadari kalau sang istri sudah ada berdiri di belakangnya tapi Abiyasa tidak mengetahui nya.


" Ya udah kalau gitu kirim aja nomernya "


" Ya udah ntar aku kirim chat nya sekalian pada kamu, cepat kasih tau ya ke aku siapa yang punya nomer itu"


" Siap Bos" ucapnya


Mereka berdua langsung memutuskan sambungan telpon nya setelah sama sama mengucap dan membalas salam.


" Mas..." Panggilnya.


Abiyasa mendongakkan kepalanya dan dia mendapatkan wajah istrinya tersenyum.


" Sayang..." Jawabnya.


Ayesha langsung melangkah dan duduk di samping suaminya.


" Maafin Yesha ya,karena sudah salah sangka pada mu mas "


Abiyasa tersenyum....


" Iya sayang, wajar kalau kamu cemburu dan marah pada mas,istri mana pun pasti akan cemburu melihat chat pribadi di gawai suaminya," ucap Abiyasa tersenyum seraya memegang dagu istrinya.


Abiyasa mengusap kepala istrinya yang terbungkus hijab dan mencium pucuk kepala sang istri.


" Sayang,nomer yang kamu liat itu, mas juga tidak tahu siapa pemiliknya dan dari tadi siang nomer itu terus menghubungi mas, mas juga tidak tahu apa motif dia mengirim chat seperti itu, mas harap kamu tidak meragukan cinta mas padamu,dan mas juga berharap kamu percaya pada mas,kalau mas ini hanya milik kamu seorang" ucapnya seraya mencium kening sang istri.


Ayesha hanya mengangguk kan kepalanya saja.


Terdengar suara adzan magrib berkumandang dan langsung mereka melangkah menuju kearah tempat air wudhu tersedia.


Mereka sekeluarga langsung melaksanakan sholat magrib berjamaah.


Setelah sholah seperti biasa mereka membaca Alqur'an bersama sama,setelah selesai mereka langsung kembali keruang tengah lagi dan berbincang bincang sambil menunggu sholat Isya,Abiyasa kemudian menceritakan semuanya pada keluarganya dan adik adik nya,tentang kenapa rumah tiba tiba di jaga dengan ketat.


Mereka mendengarkan penjelasan dari Abiyasa.


Dan Abiyasa pun meminta dengan ketiga adiknya agar selalu berhati hati dimana pun mereka berada dan bila ada apa apa langsung hubungi dirinya.


Tak lama kemudian mereka mendengar suara Adzan sholat isya dan mereka pun bergegas melangkah melaksanakan sholat isya berjamaah.


Setelah sholat dan membaca Alquran mereka pun langsung memasuki kamar mereka masing masing.


Ayesha masuk kedalam kamarnya dan Abiyasa masih menerima telpon dari Arvin.


Ayesha melepaskan hijab nya dan meletakkan nya di atas meja kecil dekat tempat tidurnya,dia pun merebahkan tubuhnya di kasur empuk nya itu.


Beberapa saat kemudian dia pun tertidur dan tidak menyadari kalau suaminya sudah duduk di bibir ranjang nya dan menatap wajah nya yang terpejam.


Ayesha membuka matanya dan tersenyum melihat sang suami tersenyum manis padanya, Abiyasa mendekatkan wajahnya kewajah sang istri dan mencium mesra istrinya,dan beberapa saat mereka larut dalam kemesraan yang di buat Abiyasa bersama istrinya.


Abiyasa melepaskan ciuman mesranya.


" Sayang..." Panggilnya pelan.


" Hmmm"


" Apa boleh sekarang....?" Ucap Abiyasa pelan menatap sang istri penuh mesra.


Ayesha malu malu,terlihat jelas wajahnya merah merona,dia hanya bisa mengangguk dan sebenarnya sudah seharusnya dia memberikan hak suaminya,melihat anggukkan sang istri tanpa di komando Abiyasa langsung menciumi wajah istrinya bertubi tubi tanpa bisa Ayesha menghindar.


Rasa yang bergejolak di hati mereka berdua sebentar lagi akan tersalurkan, Ayesha kemudian menikmati buaian dan sentuhan suami tercintanya.Begitu juga Abiyasa yang sudah terlalu lama menahan sejak dia dan Ayesha menikah dan akhirnya sampai juga merasakan hangat dan indahnya surga dunia yang mereka buat berdua.


" Sayang..."


" Hmmm"


" Sekarang ya..."


Ayesha hanya mengangguk kan kepalanya dengan tatapan sayu penuh kemesraan. Mendapat kode dari istrinya, Abiyasa pun akhirnya melakukan pendakian yang sangat terjal dia bersusah payah menembus benteng pertahanan yang sangat sempit,dengan semangat yang bergejolak dan secara perlahan serta pasti akhirnya...


Terdengar jeritan tertahan dan cengkraman yang kuat dari kedua tangan Ayesha di tangan Abiyasa, dia hanya bisa menggigit bibir nya seraya memejamkan matanya, Abiyasa melihat istrinya seperti itu hanya terdiam,dan membelai pipi sang istri,Ayesha membuka matanya dan tersenyum.


Abiyasa menatap mata sang istri dan Ayesha mengerti akan tatapan suaminya,dan dia pun menganggukkan kepalanya.


" Lanjutkan" ucap Ayesha pelan hampir tak terdengar tapi sangat jelas sekali di telinga Abiyasa.


Tanpa pikir panjang lagi Abiyasa melaksanakan tugasnya sampai tuntas,kamar yang dingin dan sejuk itu serta kedap suara menjadi saksi bisu akan cinta sepasang suami istri yang sedang menunaikan tugas nya itu.


Seiring senyuman kebahagian akhirnya mereka sama sama sampai di ujung pendakian dan sampai puncaknya,mereka sama sama terlihat lelah dan cape.


Abiyasa merasa bahagia,Ayesha sang istri mampu menjaga mahkota nya dan di serahkan nya dengan iklas dan penuh cinta kasih padanya.


Abiyasa mencium kening sang istri lama sekali dan berbisik di telinga istri tercintanya.


" Terimakasih sayang..." Ucapnya seraya beringsut merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan tak lupa menarik selimut untuk mereka.


Ayesha hanya bisa mengangguk dan tersenyum,Ayesha merasa bahagia karena sudah memberikan yang terbaik buat sang suami atas dirinya.


Ayesha merasa sangat bahagia sekali, sekarang dia merasa menjadi istri yang di miliki seutuhnya bagi suaminya.


Tak lama kemudian mereka sama sama tertidur dan larut dalam dunia mimpi masing masing.