THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 10



Setelah papah Bobby pulang dari rumah papah Andre, papah Andre langsung masuk ke dalam kamar bersama sang istri.


Abiyasa langsung menuju ke kamarnya juga dan duduk di samping jendela kamarnya dengan menatap jauh keluar jendela yang ada di kamarnya.


"Apakah mungkin Ayesha adalah jodohku? yang dikirim oleh Allah untukku? cerita hidupku ini seperti dongeng ya? seorang laki-laki mencium seorang anak bayi perempuan, saat masih kecil. Dan anak perempuan itu mampu menggetarkan jantung seorang laki-laki seperti diriku, bertahun-tahun lamanya aku tidak merasakan cinta yang sesungguhnya, setelah melihat wajah gadis yang sudah dewasa melalui foto aja, aku... aku... sudah klepek-klepek, apalagi kalau berhadapan langsung dengannya, jangan-jangan aku bisa pingsan besok "ucapnya sambil tersenyum sendiri.


kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi Arvin sahabat sekaligus adik sepupunya tersebut


Sambungan telepon tersambung....


"Assalamualaikum vin"


"Waalaikumsalam" jawab Arvin.


"Ada apa Biy, tumben nelpon aku? baru aja tadi ketemu udah kangen ya sama aku" Kekeh Arvin di seberang sana.


"Iya aku kangen sama kamu ingin ku geblak-geblak dirimu" ucapnya lagi sambil tertawa


Mereka berdua sama-sama tertawa


"Kamu sekarang di mana tanya Abiyasa kepada Arvin.


"Aku ada di kantor belum pulang, memang kenapa?" Tanya Arvin.


"Nggak Aku nanya aja, siapa tahu kamu ada waktu buat kita nongkrong bareng" ucap Abiyasa.


"Selalu ada kok untukmu, apa sih yang enggak buat kamu" ucapnya sambil tertawa lagi.


"Bisa aja kamu bikin aku klepek-klepek" ucap Abiyasa.


"Mulai deh semangka makan semangka" ucap Arvin terkekeh.


"Ya udah jam berapa nanti kita nongkrong bareng" kata Arvin lagi.


"Habis isya aja ya" jawab Abiyasa.


"Oke aku yang menentukan tempat nya, karena kamu kan baru di Indonesia tuh, walaupun kamu orang Indonesia, tapi kamu jarang ada di Indonesia, makanya kalau jadi orang Indonesia itu jangan lama-lama di kota orang, jadi nggak tahu tempat nongkrong yang paling indah "ucapnya kepada Abiyasa


"Oke aku ngikut aja, kabari ya tempatnya di mana "ucapnya


"Sip "jawab Arvin kemudian memutus sambungan telepon mereka berdua.


Abiyasa meletakkan ponselnya di di atas meja yang ada di depannya tersebut ia menyandarkan tubuhnya ke sofa dan memandang langit-langit kamarnya.


"Ayesha...ayesha... semua yang aku lihat seperti wajahmu, lebih baik mencintai dan tersesat daripada sama sekali aku tidak pernah mencintai "gumamnya seraya tersenyum.


Kemudian dia melangkah menuju ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena sebentar lagi memasuki sholat magrib


*****


Ayesha sekarang ada di rumah neneknya, bersama dengan Anita adik sepupunya, dia pun mempersiapkan segala sesuatunya untuk dibawa besok ke kantor Wibawa Group


Setelah berbicara dengan Umi dan Abi nya akhirnya Yesa merebahkan tubuhnya di kasur empuk yang ada di kamar salah satu kamar yang ada di rumahnya.


Dengan di temani Anita


" Kak yesa, kerja dimana sih? Tanya Anita.


"Di kantor Wibawa group, kenapa kamu kenal kantor itu?" Tanya Ayesha tersenyum.


"Wibawa grup itu kan kantor yang terkenal, dan kantor yang terkaya di Indonesia dan luar negeri, Anita juga mau kok kerja di situ nanti kalau sudah lulus kuliah" ucapnya.


"Benarkah? kamu tahu siapa pemilik Wibawa grup itu?" tanya Ayesha.


"Kalau tidak salah itu namanya Pak Andre praja Wibawa, Coba deh liat di internet pasti ada tuh" ucap Anita lagi terkekeh.


"kalau kakak sih mau pemiliknya siapa pun gak masalah, mudah-mudahan besok Kakak diterima dan bekerja di situ, biar kakak bisa membawa Abi ke luar negeri untuk berobat, biar Abi bisa berjalan kembali seperti dulu" ucapnya sedih terlihat jelas di wajahnya.


"Mudah-mudahan Om Yosep bisa berjalan kembali" ucap Anita.


" Amin" ucap keduanya.


Kemudian terdengar ketukan di pintu utama rumah mereka, kemudian Yesa turun dari tempat tidur diikuti oleh Anita, mereka berjalan menuju pintu utama.


Ayesha membuka gorden sedikit untuk mengintip siapa yang datang malam-malam seperti ini, ternyata ibunya Anita yang datang ke rumah tersebut untuk mengantarkan makan malam mereka berdua.


Ayesha kemudian membuka pintu utama tersebut terlihat Tante Leni membawakan rantang makanan untuk mereka, Tante Leni tersenyum kepada mereka berdua.


"Mama "ucap Anita.


"Ini Mama bawakan makan malam, kalian pasti belum makan kan" ucapnya.


"Iya bener mah belum makan, rencananya sih tadi mau ngajak Kak Yesa keluar mau cari makan, tapi karena Mamah udah membawakan makan, ya udah makan masakan Mama aja lebih enak daripada masakan yang ada di luar sana" ucapnya tersenyum Seraya mengambil rantangan yang dibawa oleh mamahnya tersebut.


Mereka bertiga berjalan ke arah ruang makan, tante Leni menyediakan makanan untuk mereka berdua.


"kalian berani tinggal disini berdua aja?" tanya Tante Leni kepada Ayesha.


"Insyaallah berani kok Tante" ucapnya.


" ya udah malam ini Tante yang tidur di sini bersama kalian ya" ucap Tante Leni tersenyum.


Tante Leni mengangguk...


"Kenapa sih sha, kamu nggak tidur di tempat tante aja, kan lebih rame sama dengan tante dan om di rumah" ucap Tante Leni kepada Ayesha.


"Enggak Tante, Ayesha enggak mau merepotkan tante, kata Umi mungkin seminggu lagi Umi akan pindah ke sini "ucapnya tersenyum kepada tantenya itu


"Gimana sekarang keadaan Abimu Apakah sudah mulai bisa jalan?" tanya Tante Leni.


"Belum Tante, Abi masih berobat jalan" ucapnya.


"mudah-mudahan Abi mu Cepat sembuh ya, dan bisa berjalan seperti semula lagi, ayo cepat kalian makan setelah itu kalian istirahat "ucap Tante Leni.


kemudian mereka menikmati makanan yang dibawakan oleh Tante Leni dari rumah mereka.


***


Tepat jam 7 malam Abiyasa pamit kepada kedua orangtuanya ingin bertemu dengan Arvin dan Risa


Setelah berpamitan dan mengucapkan salam dia melajukan mobilnya menuju ke arah yang dituju bertemu dengan Risa dan Arvin yang sudah menunggu di kafe tempat mereka bertemu bareng.


Beberapa menit kemudian Abiyasa sampai di tempat yang dituju dia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang telah disediakan ia memasuki kafe B yang ada di kotanya yang sangat terkenal itu.


Abiyasa mencari-cari di manakah kedua sahabatnya tersebut terdengar teriakan kecil di salah satu meja yang berada di sudut ruangan Cafe B tersebut.


"Bias di sini" teriak Risa.


Abiyasa tersenyum dan mendekati kedua sahabatnya tersebut yang sedang menikmati santainya di cafe itu.


"kok lama sih, di chat dari tadi malah di bales dipinta menunggu terus, apa menurutmu aku ini CCTV "ucap kedua sahabatnya tersebut.


Abiyasa cuma tersenyum mendengar celotehan kedua sahabatnya itu.


Abiyasa mengambil duduk di depan kedua sahabatnya itu, mereka bercerita sesekali terdengar tawa mereka karena celotehan celotehan ketiga sahabat tersebut.


Di rumah mamah Anisha sedang menelpon adiknya tersayang.


"Assalamualaikum, Dek" sapa mamah Anisha.


"Waalaikumsalam Mbak" jawab Adel.


"Gimana kabar kalian sekarang di Sulawesi?" Tanya mamah Anisha.


"Kami sekarang ada di rumah kok Mbak" ucapnya.


"Kapan kalian datang?" Tanya mamah Anisha.


"Sore tadi Mbak, kami mempercepat penerbangan kami, dari Sulawesi ke kota ini, karena Adel sudah nggak sabar ingin ketemu dengan anak-anak. Apalagi mas Candra sudah mendapatkan surat pindah tugas kembali kesini selama setahun sampai pensiun mbak" jelas Bunda Adel.


"Sini sayang mas mau berbicara sama Candra "ucap papah Andre kepada istrinya.


Mamah Anisha memberikan ponselnya kepada suaminya.


"Del, tolong panggilkan Chandra Abang mau bicara sama Chandra" ucapnya.


Adelia kemudian menyerahkan ponselnya kepada suaminya yang sedang rebahan di samping dirinya.


" Assalamualaikum" sapa Ayah Candra.


" waalaikumsalam, kenapa kamu datang ke habitat mu, nggak bilang-bilang ya sama aku, kalau tahu aku jemput kamu di bandara" ucap papah Andre.


Ayah Candra terkekeh...


"Rencananya sih, sebenarnya tuh tidak Hari ini pulangnya besok, tapi karena nyonya mau cepat-cepat pulang mau bertemu dengan kedua anaknya, ya terpaksa pulang cepat, Untung aja ada penerbangan yang terakhir tadi sore dari Sulawesi langsung ke sini" ucap ayah Candra.


"Ada apa ?" tanya lagi.


"Besok kita ke tempat Yosep," ucap papah Andre.


"Memangnya sudah tahu kamu keberadaannya?" Tanya Ayah Candra.


"Sudah Ndra,Yosep lumpuh " ucap papah Andre terdengar sedih.


"apa?! Yosep lumpuh? Apa yang terjadi dengan nya? kecelakaan atau sakit ?" tanya Ayah Candra bertubi tubi langsung duduk dari rebahan nya.


" dia ada di tempat Vita dulu, di kota B mereka tugas di sana Setelah dari pelosok pindah tugas ke sana, tapi sekarang Yosep tidak bisa jalan, aku juga tidak tahu apa penyebab kelumpuhannya," ucap papah Andre.


"besok kita bertiga berangkat langsung ke sana,"ucap papah Andre pada Ayah Candra.


"Oke aku akan jemput kalian, besok" ucap Ayah Candra.


" kita harus bertemu dengan Yosep dan kita harus mencari solusinya biar Yosep bisa cepat berjalan lagi," sambung Ayah Candra.


" kita akan bawa Yosep berobat keluar negeri" ucap papah Andre lagi penuh semangat.


"ya udah kalau gitu, sampai besok ya" ucap papah Andre menyudahi sambungan teleponnya.


"Alhamdulillah, mudah-mudahan besok bisa bertemu dengan Yosep "ucap Andre menyerahkan ponselnya kepada istrinya.


Mamah Anisha mengangguk dan tersenyum pada suami tercintanya.