
" Apakah ini mas yang mas maksud ?Dwi Susanti adalah nama tante Yesha, kakak dari Abi,dan ini fhoto keluarga Abi. " Ucapnya seraya memperlihatkan semua fhoto tante Dwi berserta kedua anaknya.
Mereka semua melihatnya satu persatu.
" Tapi maaf, fhoto itu sewaktu kak Bella dan bang Reno belum pada menikah,jadi saat ini Yesha tidak tahu wajah mereka semuanya " ucapnya.
" Kenal dimana mas Morgan dengan tante Dwi ?" Tanya Ayesha.
" Aku ? Aku tidak kenal Yes, mungkin saja itu bukan tante kamu, siapa tahu itu cuma kebetulan saja namanya sama." Ucap Morgan.
" Mudah mudahan saja mas, tapi perasaan Yesha mengatakan kalau itu adalah tante Yesha mas.." ucap nya seraya menggenggam tangan suami nya.
Abiyasa merangkul istrinya dan mengusap kepalanya.
" Sabar ya sayang, mas dengan yang lainnya akan memastikan nya." Ucap Abiyasa.
" Ya udah aku besok akan berangkat kekota S menemui Rahmat, oh ya Yes, boleh kah aku minjam fhoto keluarga kamu Yang lengkap ada Abi Yosep dan ada tante Dwi dan dua anak nya." Pinta Morgan.
" Bisa mas, tapi kalau boleh tahu untuk apa ya mas ?" Tanya Ayesha.
" Untuk menemui Reno dan memperlihatkan kepadanya tentang fhoto ini apakah dia mengenalinya ?" Ucap Morgan.
" Ini mas, ini fhoto yang lengkap keluarga tante Dwi sebelum Abi menikah dengan Umi " ucap Ayesha memberikan fhoto tersebut.
Morgan mengambil nya dari tangan Ayesha,dan memasuk kan fhoto tersebut di dalam tas kecilnya.
" Mor, besok kamu berangkat kekota S naik jet pribadi ku aja biar cepat sampai dan balik lagi dengan membawa berita selanjutnya " ucap Abiyasa seraya menepuk pundak sahabatnya.
" Nggak usah Biy, aku naik yang umum aja Biy, karena nggak enak naik jet pribadi tapi hanya seorang diri nggak seru Biy.!" Ucap Morgan tersenyum.
" Ya udah kalau mau mu seperti itu, nanti aku hubungi Irfan untuk mengurus semuanya buat kamu berangkat ke tempat tujuan. " ucapnya seraya mengambil gawainya untuk menghubungi Irfan anak buahnya.
" Ntar dulu Biy, jangan di hubungi Irfan nya. " cegah Morgan.
" Kenapa ? " Tanya Abiyasa.
" Nanti dulu siapa tahu aku berubah pikiran hehehe.. " ucapnya terkekeh.
Kemudian Abiyasa meletak kan kembali gawainya dan mendengarkan Clarissa berbicara.
" Kalau memang benar Tante Dwi dan dua anak nya itu di perlakukan tidak baik aku tidak segan segan lagi memberikan pelajaran pada si Bimo itu! Karena ini sudah menyalahi aturan !" Ucap Clarissa sangat marah.
" Jangan kan kamu Ris, aku juga geram mendengarnya " sambung Arvin.
" Kalau ntar ketemu dengan ku, aku gosok tuh wajah nya biar kaya pantat wajan kinclong dengan memarnya, istri yang harus di muliakan hidup nya dan di cukupi kebutuhannya malah di buat menderita dan di paksa melakukan pekerjaan yang sangat keji, aku enek denger nama tuh Bemo mogok !! Emosi jadi nya aku !! " Ucap Morgan marah juga akan perlakuan Bimo pada sang istri dan lainnya.
" Kapan dia menghubungi mu lagi Biy?" Tanya Arvin.
" Mungkin Besok." Jawab Abiyasa.
" Kalau dia menghubungi mu besok atau lusa mulailah atur strategi kita." Ucap Arvin.
" Oke Vin, laksanakan!" Ujar Abiyasa tersenyum pasti.
" Mas Biyas...? " panggil Ayesha.
" Hmmmm " jawab Abiyasa seraya menoleh kearah Ayesha sang istri.
" Memang ada masalah apa mas ? Kenapa Mas Morgan mau menemui bang Reno di lain tempat? Memang kenapa mas?" Tanya Ayesha pada suaminya.
Abiyasa menarik nafas nya dengan pelan dan menatap para sahabatnya secara bergantian,terlihat para sahabatnya mengangguk kan kepala mereka masing masing menanda kan kalau Abiyasa harus menceritakan semuanya pada istrinya.
" Sayang, kamu sudah siap untuk mendengar cerita mas sekarang.?" tanya Abiyasa seraya menggenggam tangan sang istri.
Ayesha hanya mengangguk kan kepalanya...
" Begini sayang...." Abiyasa pun langsung menceritakan dari awal sampai akhir, Ayesha mendengarkan kata demi kata yang diceritakan oleh suaminya dan dia pun tak kuasa menahan air matanya yang begitu saja keluar tanpa bisa ditahannya, dari kedua bola matanya yang bening itu. Setelah selesai Abiyasa menceritakan nya dia langsung mengusap Air mata sang istri dengan dua tangannya seraya menangkupkan kedua tangannya di pipi sang istri kiri dan kanan .
" Sayang...jangan menangis, in sya Allah mas dan yang lainnya akan menyelesaikan semuanya, kita berdoa saja semoga semuanya lancar."
" Ya udah Biy, jam berapa ini ? " tanya Morgan.
Abiyasa melihat jam tangan nya yang melingkar di tangan kanan nya.
" Jam lima lewat " ucap Abiyasa.
" Memang kamu mau kemana Mor ? " tanya Arvin.
" Aku mau berangkat hari ini aja ntar malam sekitar jam 7 malam." ucap nya santai.
Semua menatap kearah Morgan.
" Bukannya besok Mor ? " tanya Arvin.
" Setalah aku pikir, kelamaan nunggu besok, aku ingin cepat berada di sana dan besok paginya aku bisa menemui si Rahmat dan langsung bisa menemui si Reno, lebih cepat kan lebih baik tuh,aku sangat penasaran juga sih dengan semua ini, kalian kan tahu aku tuh, sifat ingin tahu ku kan lebih besar." ucapnya tersenyum lebar.
Kemudian Abiyasa mengambil kembali gawainya dan menekan nomer Irfan dan beberapa saat kemudian Abiyasa berbicara pada Irfan, setelah selesai dia meletak kan kembali gawainya.
" Kita tunggu kabar nya Irfan, dia akan menanyakan apakah masih ada keberangkatan pada malam ini, kalau seandainya tidak ada, terpaksa kamu harus menggunakan jet pribadi ku." ucap Abiyasa.
" Oke boss laksanakan." ucapnya terkekeh.
Setelah beberapa menit Abiyasa berbicara, gawainya yang ada di atas meja berdering dan langsung saja Abiyasa menjawab panggilan tersebut. Setelah selesai berbicara dengan Irfan, Abiyasa menutup pembicaraan nya dan meletakkan kembali gawainya di tempat nya semula.
" Irfan bilang ada penerbangan terakhir hari ini jam 7.30 sudah berangkat, pas banget tujuan nya kekota S dan Irfan sudah mengurus semuanya,Ya udah ntar sehabis sholat Isya aku antar berangkat ke bandara " ucap Abiyasa.
" Sip, gimana yang lain ? " ucap Morgan.
" Kami akan selalu mendukungmu sobat, setelah mendapatkan keterangan yang disana cepat kasih kabar ya..." ucap Clarisa.
" Alhamdulillah, kalau niat kita baik itu pasti di mudah kan oleh Allah SWT, Amin.." ucap Ayesha, di Amin kan oleh semuanya.
" Mor, aku ikut sama kamu ya kekota S. " ucap Arvin.
" Vin, bukannya aku nggak mau ngajak kamu, kamu kan baru keluar dari rumah sakit jahitan kamu belum terlalu kering lho, kalau kamu kenapa napa nanti nya, gimana aku bilangnya sama Nadine, ntar dia marah lagi sama aku. " ucap Morgan.
" Tapikan kamu sendirian kesana, Nadine nggak akan marah kok Mor, dia pasti akan dukung aku, karena ini kan menuntaskan masalah broo." ucap Arvin lagi.
" Memang ini menuntaskan masalah, tapi jika kamu sehat aku sih nggak apa apa, malah seneng lagi aku di temani sama kamu,tapi karena kamu ini masih kurang sehat ya lebih baik ntar aja lah, aku juga setelah mendapatkan keterangan dari Reno aku langsung balik kok, percaya deh. " ucapnya tersenyum seraya memegang kedua pipi Arvin seperti seorang kekasih menyakinkan kekasihnya disaat akan pergi.
" Iihhh ! apaan sih, ntar jeruk makan jeruk lagi !" ucapnya seraya mengibaskan tangan Morgan dari wajahnya sembari tersenyum.
" Hahahah.." terdengar gelak tawa mereka semua.
Kemudian Clarissa pamit mandi karena sebentar lagi sholat magrib berkumandang.
Beberapa menit kemudian terdengar suara adzan maghrib, mereka pun langsung beranjak dari tempat duduk mereka dan mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat berjamaah.
Tepat jam tujuh setelah sholat Isya Abiyasa mengantarkan Morgan menuju bandara untuk berangkat menuju ke kota S mengikuti penerbangan yang terakhir menuju ke kota S.