
Bella dengan wajah sendu menatap kearah sang papah yang terlihat sangat menua dan jauh dari terawat, diapun langsung menghambur dalam pelukaan papahnya itu yang sagat dia rindukan, dan sangat dia harapkkan tetap berada disamping orang tuanya itu yang masih tersisa.
Dengan berurai air mata diapun menumpahkan air matanya dipangkuan sang papah, begitu juga dengan Reno diapun tak kuasa menahan kesedihanya yang selama ini dia tanggung karena ingin sekali bertemu dengan papahnya, mereka yang ada disitu pun membiarkan suasana kesedihan mendera mereka antara anak dan Ayah bertemu.
Setelah beberapa saat pertemuan itu berlangsung dengan suasana haru akhirnya pun selesai dan mereka kembali dengan suasana bahagia dan kembali tertawa seperti sedia kala, kemudian Abi Yosep menceritakan semuanya tentang calon suami Bella yang baru dan Abi Yosep pun menghubungi Delbert agar bisa bertemu dengan calon mertunya dengan senang hati Delbert pun mengiyakan setelah sambungan gawai pribadi tersebut diputuskan kedua belah pihak, Delbert pun siap-siap untuk pergi bersama dengan sang kakak menemui calon mertuanya sekaligus ingin mengenalnya lebih dekat lagi.
*****
Jam dua siang Group abu gosok pun beraksi, tanpa srikandinya karena Clarissa ditugaskan Abiyasa untuk tetap dikantor mereka, Abiyasa tidak ingin Clarissa terlalu cape dalam pekerjaan diluar lapangan karena dalam kondisi hamil.
Dan posisi Clarissa digantikan sang suami yang mulai bergabung dengan personil Abu gosok dalam beraksi, sekarang mereka menyelesaikan tugas yang diberikan oleh orang tuanya, dan mereka pun mendaftarkan pernikaha kakak dan adik mereka.
" Bagaimana sekarang nih, kapan kita berangkatnya?" tanya Marco pada Abiyasa yang kebetulan berada diruangan Abiyasa.
" Kakak nggak sibuk hari ini dikantor?" tanya Abiyasa sembari tersenyum pada Marco.
" Tidak, semua sudah dihandle dengan wakilnya kakak dikantor." jawab Marco sembari menyenderkan tubuhnya disofa.
" Oke kak, Aku hubungi dulu mereka bedua."
" Oke ..."
Beberapa saat kemudian Abiyasa menghubungi kedua sahabatnya melalui gawai pribadinya,dia pun berbicara sebentar,setelah selesai, diapun kembali lagi berbicara dengan Marco yang asyik membaca majalah yang ada ditangannya tersebut.
" Gimana?" tanya Marco setelah melihat Abiyasa meletakkan gawai pribadinya diatas meja.
" Kita tunggu sebentar mereka berdua sudah mau meluncur kesini."
dianggukkan Marco.
Kemudian Clarissa masuk keruangan Abiyasa dengan membawa beberapa berkas yang harus ditanda tangani Abiyasa sang bos.
" Kalian belum berangkat ya, ini sudah siang lho, ntar keburu tutup kantornya."
" Kami lagi menunggu dua kurcaci, ntar kalau ditinggal merajuk nanti mereka, hehehehe...." ucap Abiyasa dan disambung dengan Marco yang terkekeh.
Clarissa pun tertawa pelan dan diapun duduk didepan Abiyasa disamping sang suami.
" Oh ya kalau gitu sambil menunggu mereka datang, tanda tangani dulu beberapa berkas ini, karena ini akan segera diproses dengan cepat." ucapnya sembari menyerahkan beberapa map berwarna pada Abiyasa dan dengan cekatan Abiyasa pun menandatanganinya.
" Mereka sudah menyetujui semua dana yang sudah aku katan itu?" tanya Abiyasa sembari menanda tangani semua berkas tersebut.
" Iya Biy, mereka malah bersyukur karena kamu memberikan lebih dari cukup, mereka juga meminta aku menyampaikan rasa terimakasih mereka pada kamu,sebab mereka belum bisa secara langsung bertemu denganmu." terang Clarissa.
Abiyasa menganggukkan kepalanya sembari berkata.
" Bilang aja pada mereka kalau masih ada kekurangan silakan hubungi kamu aja dan langsung aja keluarkan dananya berapa pun jumlahnya."
" Siap boss..."
" Enak benar sayang kamu dapat bos kaya ini, dulu aku dapat bos sebelum aku memulai usaha sendiri, bos aku itu sangat pelit bahkan mengeluarkan uang beberapa uang lembar ribuan aja perhitungan lagi dan uangnya itu hanya untuk main wanita." ucap Marco seraya mencibir teringat dengan mantan bos nya tersebut.
Clarissa hanya tersenyum.
" Memang siapa mantan bos kak Marco?" Tanya Abiyasa.
" Pak Bimo." Ucap Marco membuat Clarissa dan Abiyasa saling pandang.
" Pak Bimo..??" Ucap keduanya
Abiyasa tersenyum ...
" Iya aku ingat dipenjarakan sama kamu kan, terakhir aku dengar dia bermasalah dengan wibawa Group."
" Iya kak emang benar." jawab Abiyasa.
" Waktu itu aku sudah hampir beberapa tahun keluar dari kantornya dan memulai usahaku sendiri."
" Bimo itu mantan suaminya kak Bella." Sahut Clarissa
" Mantan suaminya? Aku malah nggak tahu kalau kak Bella istrinya Bimo." Ucap Marco.
" Memang nggak pernah dikasih tahu gitu pada karyawannya tentang istrinya, setidaknya kan diperkenalkan gitu." Ucap Clarissa.
" Setahu aku nggak sayang, malah dia bilang istrinya tetap manis menunggu dia dirumah, dia bilang juga, istrinya itu tidak suka keramaian."
" Oh gitu ya... Nggak suka keramaian tapi dikurung dirumah pribadinya." sambung Abiyasa
" Masa iya dikurung, jahat banget ya si Bimo itu." Ucap Marco, terlejut karena dia memang tidak tahu akar permasalahan mantan Bosnya tersebut.
" Tapi apa kabarnya ya sekarang dia?" Tanya Clarissa.
" Mungkin sudah jadi Arang sayang .. hehehe...." jawab Marco terkekeh.
" Iya juga ya, secara udah tua gitu ditambah lagi nginap dihotel prodeo pengasingan hehehe ..." Ucap Clarissa dan disambut Abiyasa terkekeh.
Kemudian pintu ruangan Abiyasa terbuka dan nongollah kedua kurcaci tersebut yang sedari tadi ditunggu, siapa lagi kalau bukan Morgan dan Arvin
" Assalamualaikum..."
" Wa'alaikumussalam..."
" Berangkat sekarang, ini sudah siang... " Ucap Morgan sembari menatap kearah jam yang tergantung diruangan Abiyasa.
" Oke..." sahut Abiyasa dan mereka pun berdiri dari duduknya dan melangkah menuju kearah luar ruangan Abiyasa menuju kearah lift menuju kearah lobby.
Mereka berempat memasuki mobil pribadi Abiyasa dan beberapa saat kemudian mobil pun perlahan-lahan meninggalkan halaman parkir kantor Wibawa Group.
Didalam mobil mereka berempat berbicara satu sama lain.
" Akhirnya kita sekarang sudah memiliki pasangan masing-masing" ucap Arvin dianggukkan ketiga sahabatnya.
" Tapi yang lebih jago lagi Abiyasa dan kak Marco." sambung Morgan terkekeh.
" Kenapa bisa begitu ?" tanya Abiyasa merasa heran namun dia tetap fokus dengn stirnya.
" Ya iyalah kamu dan kak Marco sangat jago dan tokcer, karena sudah memiliki calon Abiyasa dan kak Marco junior." ucap Morgan terkekeh.
" Iya benar banget itu, aku aja belum terlihat tuh tanda-tandanya junior ku muncul hehehe." sambung Arvin.
" Hooh benar banget, aku juga belum terlihat nih, padahal sudah produksi terus dengan kesempatan yang ada." sambung Morgan, Abiyasa dan Marco tertawa lepas.
" Makanya dilihat dan dipikirkan bila saat memproduksi itu, takarannya, adonannya, bahkan bumbu-bumbunya harus tepat, jangan asal adon aja, bila sudah lihat cetakannya langsung nyosor aja, gimana mau jadi junior." sabung Marco terkekeh.
" Hehehe...emang kue kak, pakai adonan dan bumbu segala." celetuk Arvin tertawa di ikuti yang lain tertawa, sampai akhirnya tak terasa mobil Abiyasa memasuki halaman parkir kantor KUA yang mereka tuju, mereka pun langsung turun kedalam mobil dan masing-masing memegang berkas yang ingin mereka daftarkan, mereka berempat memasuki kantor tersebut dan mereka pun diterima dengan ramah sama petugas kantornya karena petugas tersebut sudah mengenal mereka berempat, karena mereka yang sering kekantor tersebut, dengan didampingi petugas jaga itupun mereka mengikuti langkah petugas itu dengan tersenyum mereka pun akhirnya mulai mendaftarkan berkas kakak dan Adik mereka di KUA.
Beberapa menit kemudian mereka satu persatu keluar dari ruangan tersebut dan sudah mendapatkan hari tanggal dan waktu yang tepat untuk acara pernikahan Alena, Nayra, Nico dan Bella sudah terdaftar dan kemudian mereka pun memasuki mobil kembali dan dengan rasa bahagia mereka kembali kekantor Wibawa group dengan rasa bahagia yang tak terhingga, sehingga tercipta kembali gelak tawa mereka didalam mobil sembari Abiyasa fokus menyetir menuju kantornya.