
" Kenapa kalian menatap ke arahku? Aku kan cuma menembak aja, coba kalian pikir Nayra kan adalah keponakan wujudnya dari Andre sedangkan Andre omnya mempunyai banyak perusahaan anak cabang dimana-mana dipimpin oleh orang kepercayaan dari Andre, selama bertahun-tahun lamanya, kalau dipikir Kenapa Nayra tidak mau suaminya menempati salah satu perusahaan yang ada,kenapa suaminya memilih tetap tinggal dikota K asalnya,dan saat Anaknya meminta tinggal dengan Neneknya sendiri, Mereka pun mengiyakan, padahalkan kalau dipikir mana ada seorang Ibu yang mau berpisah dengan Anak kandungnya sendiri,Tapi suaminya biasa-biasa aja menanggapinya, seharusnya Dia tetap menyayangi Anaknya, lagipula Dia juga mendapatkan kedudukan sebagai Derektur utama diperusahaan itu, sesuai dengan kinerja dia selama ini,di perusahaan. Tapi setidanya di saat Mertuanya mau bertemu dengan Anaknya yaitu istri Dia seharusnya Dia mengijinkan dong, istrinya untuk segera kembali ke sini, tapi kenapa dia tidak mau memperbolehkan istrinya itu menemui kedua orang tuanya,dan kenapa juga orang tuanya mau ke sana Nayra tidak memperbolehkan, seharusnyakan diijinkan,merekakan cuma ingin bertamu melepas rindu, Kalian kan bisa berpikir sendiri Ada apa coba? pasti ada yang tidak beres kan?" ucap Papa Boby.
" Memang selama ini Nayra setiap nelpon sepertinya sembunyi-sembunyi, karena dari nada bicaranya itu seperti berbisik, Mel juga tidak tahu kenapa seperti itu Kak." ucap Mama Melisa lagi terlihat sedih.
" Kenapa kamu tidak bilang sedari dulu dengan Kakak, kamu anggap apa Kakak ini, biar bagaimanapun Nayra adalah keponakan Kakak." ucap Papah Andre seraya menatap kearah sang Adik.
" Maafkan Melisa Kak." ucap Mamah Melisa terlihat sedih.
" Ada masalah dengan tidak ada masalahnya kita harus tahu keadaan Nayra di sana bagaimana." ucap Papah Andre lagi.
" Kalau nggak salah suaminya Kak Nayra itu mempunyai Kakak yang Anaknya naksir berat dengan Bias itu kan Pah." ucap Abiyasa.
" Ya Nak,karena Mamahmu lah yang melarang Papah memenjarakan Anaknya itu makanya Dia Bebas berkeliaran." ujar Papah Andre.
" Kenapa kita nggak nanya aja ke mereka, mereka kan ada disini." ucap Arvin.
" Sudah Tante datangi kerumahnya, tapi mereka sudah pindah kata tetangganya." jawab Mamah Melisa.
" Pindah ke mana?"
" Kekota dimana Nayra berada,sejak kejadian Anaknya dengan Abiyasa,mereka langsung memutuskan pindah,itu cerita dari tetangga samping rumahnya." ucap David menjelaskan.
" Berarti setelah mereka pulang dari sini mereka langsung cerita dengan tetangganya masalah yang terjadi, memang manusia yang tidak bermoral,sudah tahu salah masih saja diumbar kesalahannya." sambung Mamah Lala lagi.
" Orang seperti itu nggak akan pernah mengaku salah La, Dia pasti menceritakan pada orang lain kalau pihak lawan yang salah." terang Mamah Anisha.
" Benar juga itu katamu Nis." ucapa Mamah Lala lagi sembari mengganggukkan kepalanya.
" Karena kota K itu adalah kota kelahiran suaminya Nayra,lagipula orang tuanya masih ada di sana, sampai sekarang juga masih hidup, dan sehat walafiat." ucap David lagi.
" Melisa Kalau ada masalah itu jangan kamu tutup-tutupi Kamu setiap ke sini biasa-biasa aja nggak pernah kamu cerita sama Kakak, orang tua kita sudah tidak ada kamu harus mengatakannya kepada kakak, setiap masalah kamu biar kakak yang menyelesaikannya sekiranya kamu sudah tidak bisa lagi menampungnya di kepalamu." ucap Papah Andre.
" Kami tidak ingin merepotkan Kakak." ucap Papa David dianggukkan oleh Mama Melisa.
" David kamu sudah Kakak anggap sebagai saudara Kakak sendiri karena kamu adalah suami Adik Kakak, seharusnya kamu itu sebagai seorang suami bertukar pikiran dengan Kakak, jangan cuma perusahaan aja kamu bertukar pikirannya, Kalau ada masalah di keluarga kamu atau ada kecurigaan seperti ini kamu harus berbicara dengan Kakak, jangan kamu sembunyikan." ucap Papa Andre lagi.
" Ya Kak maafkan kami, karena salah." ucap Mama Melisa.
" Ya sudah nanti Kakak akan mengirim orang ke sana untuk mencari tahu ada apa yang terjadi di sana, kalau selama ini Nayra menderita dengan suaminya, sekiranya Nayra sudah tidak tahan lagi,kita akan membawa Nayra pulang kesini, dan kita bisa bertanya kepada Nayra, Apakah Nayra mau melanjutkan rumah tangganya atau tidak." ucap Papah Andre.
" Selama Anaknya di sini selain Nayra, Apakah suaminya juga menghubungi Anaknya yang selama ini berada sama kamu Mel?" tanya Ayah Candra.
" Suaminya Nayra tidak pernah menghubungi Anaknya sama sekali, kadang-kadang Nayra juga tidak pernah menghubungi Anaknya kecuali Melissa yang menghubunginya terlebih dahulu disaat Clara merindukan orang tuanya, itupun kalau sudah tengah malam baru bisa menghubungi Nayra, kalau hari-hari seperti ini tidak pernah tersambung nomornya selalu saja tidak aktif." terang Melissa.
" Ada apa ini?" tanya papa Andre.
" Ini memang sudah tidak beres Ndre." ucap Papa Boby.
" Apa perlu kita kesana sekarang? kita memang berempat sudah tidak ada kerjaan nih di sini,lebih baik kita berbuat baik aja untuk menambah amal." ucap Papah Boby lagi bersemangat.
" Maksudnya berbuat baik yang kayak gimana nih Om ?" ucap Arvin.
" Dia itu Vin, berbuat baik membasmi orang-orang yang jahat Mak Boby segera beraksi ucap Abi Yosep tersenyum.
Kemudian Abi Yosep pun langsung mengambil bantalan kursi dan melemparnya ke arah Papah Boby sembari tertawa lepas hahaha..
" Terasa muda rasanya Aku ini bila mendengar masalah yang menggemaskan seperti ini, ingin menyelesaikannya sekarang juga masalah ini." ucapnya.
" Ingin muda lagi ya seperti dulu " ucap Ayah Candra tersenyum.
" Muda! muda! ingat umur Mbeb!" ucap Mamah Lala tersenyum.
" Bener juga sih apa kata Boby, Aku juga rasanya pengen kembali muda lagi dan melibas orang-orang yang jahat dan menjebloskannya ke dalam penjara dan memberi rasa jera kepada orang yang sangat sombong sekali." ucap Papah Andre sangat serius sekali.
" Ya sudah kalau seperti itu, karena dalam waktu dekat ini kita juga akan merasa sibuk, terutama kita akan menikahkan Anak-Anak kita dulu setelah itu baru kita membereskan semuanya, pertama Aku ingin membereskan perusahaan yang ada di Singapura dulu dan menarik kembali Niko ke tanah air, kedua menikahkan Anindita ketiga baru kita mengurus Nayra Setelah semuanya beres di sini tapi sebelum itu Aku akan mengutus orang ke sana dulu dan memata-matai bagaimana sih sifat dari suaminya Nayra itu." ucap Papah Andre.
" Bukankah suaminya Nayra itu orangnya baik saat dulu bertemu dengan Nayra." ucap Mamah Anisha.
" Iya Mbak, memang baik tapi tidak tahu juga karena semakin tingginya kedudukan seseorang,orang itu pasti akan merasa pintar dan merasa bangga dengan dirinya, David curiga ini semua ulah suaminya." ucap Papa David.
" Bisa jadi itu." ucapnya Abi Yosep.
" Apakah selama ini Nayra tidak bercerita tentang masalah biduk rumah tangganya.?" tanya Mama Anisha.
" Tidak pernah,dan saat ditanyakan dengannya, dia selalu bilang bahagia, bahagia terus, tapi Mel merasa ada yang aneh dari nada bicaranya, Dia berbicara dengan Mel Ibu kandungnya sendiri pun seperti berbisik, entah Dia berada dimana, saat menghubungi Mel" ucap Mama Melisa terdengar sedih memgingat sikap Nayra seperti itu.
" Nayra berbeda dengan Niko, kalau Niko Dia tidak bisa menyembunyikan masalahnya dari kami orang tuanya,bila Dia ada masalah Dia langsung bercerita dengan kami dan kami bisa memberikan solusi untuknya, walaupun kami tidak bisa menyelesaikannya secara langsung,tapi kalau Nayra pribadinya Memang agak tertutup, Nayra berbeda dengan Adiknya Niko, dari dulu Dia memang pribadi yang tertutup kecuali di desak untuk berkata jujur tentang masalahnya barulah dia bisa berbicara, Gimana Mel mau berbicara dengan Dia, sedangkan Dia aja selalu menghubungi Mel menanyakan kabar Anaknya dan nanya kabar Mel dan Papahnya selalu cepat-cepat seperti dikejar penjahat aja dari belakang,setelah selesai dan mengetahui keadaan kami disini, kemudian Mel hubungi kembali nomor gawainya sudah tidak aktif lagi." Terang Mamah Melisa.
" Nayra itu seperti sifatmu Mel." ucap Papah Andre lagi.
Melisa hanya menganggukkan kepalanya.
" Kenapa kamu enggak langsung berangkat kesana Melisa.?" tanya Papah Boby.
" Melisa bingung Kak, ingin rasanya Melisa berangkat langsung ke sana menemuinya, tapi Melisa takut kalau terjadi apa-apa dengan Melisa, Mel mau menceritakannya kepada Kak Andre, tapi Mel tidak ingin membeban beratkan masalah keluarga Mel pada Kak Andre." ucap Mamah Melisa dengan nada sedihnya.
Mama Anisha kemudian mendekati Mamah Melissa, Dia pun langsung merangkul Mamah Melisa dan Mama Melisa pun langsung menumpahkan tangisnya dipelukan Mamah Anisha.
Mama Melisa merasa tenang,Dia seakan-akan dipeluk oleh seorang Ibu,walaupun sebenarnya Dia sudah mempunyai seorang cucu tapi Dia merasa di saat sekarang ini memerlukan dekapan seorang Ibu, semua itu sudah didapatnya dari Mama Anisha semenjak Mama Susi meninggal dunia Mama Anisha lah yang selalu berada bersamanya disaat suka dan duka.
" Maafkan Mel ya Kak, maafkan Mel, karena Mel tidak bercerita kepada Kakak." ujarnya.
" Sudahlah, kamu tidak salah Dek, nanti kita akan cari solusinya, kita hanya bisa mengira-ngira aja saat ini,sebenarnya ada apa gerangan yang terjadi yang dialami sama Nayra disana." ucap Papa Andre seraya mengusap pundak Adiknya tersebut.
" Serahkan semuanya dengan Kamu Melisa, in sya Allah, Allah selalu bersama dengan kita, dan kami akan menyelesaikan semuanya." ucap Papa Boby dengan Mantap.
Melisa hanya menganggukkan kepalanya.
" Sebentar ya Aku ingin menghubungi Niko dulu, agar Dia tidak terkejut nantinya. ucap Papah Andre.
Mereka semua menganggukkan kepalanya.
Kemudian Papah Andre mengambil gawainya dan langsung menghubungi Niko yang berada di luar negeri.