THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 28



Abiyasa menarik nafasnya dengan berat dan menghembuskannya.


" Ayo kita kembali ke kantor sekarang" ucapnya seraya berdiri dan berjalan menuju kearah mobilnya tersebut di ikuti mereka semua.


" Biy, kami langsung ke KUA untuk mengurus pernikahan kalian," ucap Clarissa.


Di angguk kan oleh Morgan dan Arvin.


" Ya udah aku dan Ayesha balik kantor" ucapnya.


"Hati hati ya Biy, jangan ngebut" pesan Arvin, karena melihat wajah Abiyasa yang terlihat cemberut.


" Senyum Biy, " ucap Morgan.


Abiyasa tersenyum melihat ulah ketiga kawan nya itu.


Kemudian dia memasuki mobilnya dan perlahan-lahan meninggalkan kedai kopi tersebut menuju ke arah kantor nya.


Di dalam mobil..


Ayesha dan Abiyasa tidak ada suara, mereka hanya diam, hening seperti tidak saling kenal, sesekali Abiyasa melirik kearah Ayesha.


Abiyasa yang fokus menatap ke depan dengan mengendalikan setir mobilnya tersebut, dia sengaja tidak memperdulikan Ayesha.


"Apakah mas Abiyasa marah dengan diriku, karena ulah si Angga tadi, aku memang tidak cerita tentang kehadiran Angga karena ku rasa itu tidak penting. karena aku dan Angga tidak ada hubungan apa-apa, dia yang menghendaki aku menjadi kekasihnya tapi aku tidak mau, aku kira masalah Angga ini tidak perlu dibicarakan kepada mas Abiyasa Karena memang benar tidak ada hubungan apa-apa, tapi ternyata aku tidak tahu kalau yang mau melakukan kerjasama dengan perusahaan nya mas Abiyasa adalah Angga ini" ucapnya di dalam hatinya sambil menoleh ke samping kirinya.


"Aku tidak ingin dikatakan wanita yang tidak benar dihadapan calon suamiku" gumamnya lagi.


Abiyasa melirik ke arah calon istrinya tersebut tanpa sepengetahuan Ayesha, Abiyasa tersenyum manis kepadanya.


Karena Abiyasa hanya ingin menguji apakah Ayesha bisa meredam sifat diam Abiyasa.


"Sayang maafkan mas, mas sengaja mendiamkan kamu, mas ingin melihat sampai di mana kesabaran kamu menghadapi sikap diam mas" ucapnya di dalam hatinya sambil menyunggingkan senyum di bibir manisnya itu.


Mobil yang dikendarai oleh Abiyasa melaju di jalan beraspal dan saat berada di lampu merah mereka berhenti, masih dengan keheningan yang tercipta di dalam mobil Abiyasa.


Kemudian Ayesha menoleh ke arah Abiyasa


"Mas kamu marah sama Yesha? Apakah karena kata-kata Angga itu? sebenarnya semuanya tidak benar Mas, sebenarnya dia dulu memang menghendaki Yesha sebagai kekasihnya saat Yesha mau melamar pekerjaan di perusahaan dia, karena Yesha ingin bekerja Sambil kuliah tapi Yesha bisa diterima di perusahaan dia asalkan Yesha menjadi kekasihnya, jelas aja Yesha menolak saat itu karena Yesha tidak ada perasaan apa-apa dengan dirinya, walaupun dia adalah kakak kelas Yesha di kampus. Yesha juga tidak tahu kalau perusahaan itu adalah miliknya "terang Ayesha kepada Abiyasa.


Abiyasa terdiam tidak bersuara dan tidak menoleh kearah Ayesha.


"Mas sebenarnya percaya aja sayang padamu, tapi mas memang sengaja mendiamkan mu, mas ingin melihat kesabaranmu menghadapkan rasa diam mas saat ini" gumamnya.


"Mas dengarkan Yesha, coba lihat Yesha sebentar, Yesha ingin menjelaskan semuanya, Yesha kira Yesha tidak perlu cerita tentang Angga ternyata masalah Angga ini yang memicu kamu marah kepada Yesha mas, tolong mas! percayalah Mas kalau sebenarnya tidak ada apa-apa Yesha dengan Angga dan yang dikatakan Angga itu semuanya tidak benar mas, " ucapnya Seraya menatap Abiyasa, Tapi Abiyasa tetap saja menatap kedepan dia tidak menoleh sama sekali ke arah Ayesha dia hanya berdiam diri saja.


"lucu juga ya dia kalau sedih tambah imut banget wajahnya" ucap Abiyasa dalam batinnya.


Abiyasa ingin rasanya tertawa dan langsung memeluk Ayesha tapi dia sadar akan status mereka yang belum halal.


Mobil yang dikendarai oleh Abiyasa memasuki halaman parkir kantornya, Abiyasa turun dan Ayesha juga ikut turun, saat masuk kedalam lobby Abiyasa tidak beriringan melangkah masuk, Abiyasa masuk terlebih dahulu sengaja meninggalkan Ayesha, dia tidak ingin beriringan berjalan dengan Ayesha, terkesan Abiyasa marah banget dengan Ayesha.


Abiyasa memasuki lift tapi dia tidak langsung menekan tombol lift untuk naik ke atas, melainkan dia masih menunggu Ayesha masuk kedalam lift tersebut.


Di dalam lift mereka hanya diam saja,lift membawa mereka berdua naik ke lantai atas dimana ruangan mereka berada.


Setelah sampai di lantai atas dan pintu lift terbuka Abiyasa langsung keluar, Ayesha hanya menatap Abiyasa yang melangkah menuju ruangannya.


Dengan langkah gontai Ayesha memasuki ruangannya dan langsung duduk di kursi kerjanya.


kemudian dia menundukkan wajahnya di meja tanpa terasa air matanya menetes.


"Aku akan terima keputusan mas Abiyasa kalau memang ingin membatalkan pernikahan kami, karena gara gara si Angga itu" ucapnya nya sambil menangis ke suguhkan di ruangannya sendiri.


Sedangkan di ruangan Abiyasa, Dia tersenyum-senyum sendiri sambil melepaskan jasnya dan menggantungkan jasnya yang dipakainya di tempat gantungan khusus untuk jas.


Abiyasa duduk di kursi kerjanya sambil membuka laptop pribadinya, dimana di layar laptop tersebut terpampang foto Ayesha dengan senyuman yang manis.


Abiyasa menatap foto Ayesha tersebut dia tersenyum senyum sendiri.


"jahat banget ya aku, Maaf ya Sayang aku memang sengaja membuatmu merasa gimana gitu, padahal aku sendiri tidak tega juga sih sebenarnya, tapi dengan melihat dirimu seperti itu kecantikanmu semakin terlihat, aku makin sayang sama kamu love you sayang, Bidadari surgaku yang terindah," ucapnya nya.


Abiyasa menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya dan menatap langit-langit ruangannya, kemudian dia mengambil selembar kertas dan menulis sesuatu di dalam kertas tersebut.


kemudian dia membaca kembali tulisan tangan nya sendiri itu yang berada di atas kertas putih tanpa garis tersebut.


Dia tersenyum dan kemudian dia melipat rapi kertas yang ada tulisannya itu.


Abiyasa membuka email yang masuk dan memeriksanya,lalu dia mengerjakan pekerjaannya kembali yang sempat tertunda gara gara seorang cleint yang nggak ada akhlaknya itu.


"Ntar sehabis makan siang nanti aku akan memberikan ini kepada Ayesha" ucapnya.


Kemudian dia melanjutkan pekerjaannya tersebut dengan bersemangat.