THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 299



Dirumah dr Roni, saat itu dr Roni tidak piket malam, dia berada dirumah dan tepatnya dikamar pribadinya, dia yang sedang merindukan sang kekasih hanya bisa menatap fhoto sang kekasih yang ada dilayar gawainya tersebut, dia memang sengaja tidak menghubungi kekasihnya itu, agar kekasihnya itu bisa berkonsentrasi mencari saudara kandungnya, dr Roni sebenarnya ingin ikut mendamoingi sang kekasih tapi karena panggilan kerjanya yang tidak bisa di tinggalkannya ditambah lagi dia menangani seorang pasien yang sedang sakit parah, tiba-tiba sebuah chat pribadi masuk kegawainya.


" Abiyasa? ada apa Abiyasa mengirim chat pribadi malam-malam gini ya.." ucapnya sembari membuka chat tersebut.


" Fhoto siapa ya ini? kenapa Abiyasa tidak memberikan keterangannya,tapi kaya nggak asing aku melihat fhoto ini." ucap dr Roni kemudian ingin membalas chat pribadi tersebut pada Abiyasa tapi diurungkannya karena dia melihat waktu juga sudah larut malam kemudian dia membatalkannya untuk membalas chat dari Abiyasa.


" Ya udah lah besok aja aku tanyakan padanya biar enak bicaranya." ucapnya kemudian dia kembali lagi melihat fhoto yang dikirim Abiyasa padanya.


" Siapa ya...perasaan kok aku tidak asing ya dengan wajah ini, tapi siapa?" ucapnya sembari terus menatap fhoto tersebut dan mengingat-ingat wajah anak yang berada didalam fhoto tersebut.


Dirumah kediaman keluarga Ayah Candra tepatnya dikamar Arvin,Nadine yang sudah lebih dulu masuk kamar dan merebahkan tubuhnya dikasur empuk yang ada dikamar mereka, sedangkan Arvin sedang berada di ruang tengah rumahnya sedang berbincang-bincang dengan sang Ayah, beberapa saat kemudian Arvin pamit masuk kamar dianggukkan sang ayah, saat Arvin memasuki kamarnya dia melihat sang istri tertidur.


Arvin tersenyum, sembari menatap wajah sang istri diapun langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian tidurnya yang sudah disiapkan sang istri diatas sofa dan dia juga mematikan lampu tidurnya dan menggantinya dengan lampu yang cahayanya redup.


Arvin tidak mengetahui kalau ada chat pribadi masuk kedalam gawainya Arvin memang sengaja tidak bernada gawainya, jangankan bernada bergetarpun tidak, dia pun mendekati sang istri dan membelai pipi mulus sang istri, merasa ada yang membelainya Nadine membuka matanya dan dia pun tersenyum, Arvin pun mendekatkan wajahnya kewajah sang istri dan melabuhkan ciumannya pada sang istri.


Arvin menatap sang istri dengan tatapan sayu penuh cinta, Nadine tersenyum dan mengangguk, Nadine tahu tatapan suaminya, dan diapun semestinya tidak menunda-nunda lagi dengan apa yang diinginkan suaminya tersebut.


Mereka berdua pun kemudian menciptakan rasa yang akan diukir mereka bersama yang sudah tertunda,Nadine memejamkan matanya sesaat merasakan kebahagiaan yang tercipta yang telah diberikan Arvin sang suami, dan kamar yang terlihat berkesan nuansa romantis itu pun menjadi saksi bisu terjadinya sebuah kebahagian yang diukir mereka berdua dengan penuh cinta dan kasih yang menyatu jadi satu, Beberapa saat kemudian Arvin lalu merebahkan tubuhnya disamping sang istri dan tak lupa menarik selimut agar tubuh mereka tertutup karena rasa dinginnya kamar tersebut.


" Terimakasih sayang..." ucap Arvin sembari mendaratkan ciumannya dikening sang istri, dan dijawab Nadine dengan senyuman dan Anggukkan darinya karena sekarang dia merasa sebagai istri yang seutuhnya bagi suaminya. Mereka pun kemudian sama-sama tersenyum dan kemudian mereka berdua pun menikmati tidurnya larut dalam alam mimpi indah mereka masing-masing.


*****


Setelah semuanya selesai baik dari sholat subuh, membaca Alquran, dan sarapan, tibalah Abiyasa berangkat kekantor tapi sebelum berangkat dia berganti pakaian, dan mengambil gawainya yang ada diatas meja kecil disamping tempat tidurnya.


Dia pun langsung melihat layar gawainya tersebut.


" Masya Allah banyak banget panggilan dan chat pribadi masuk kegawaiku ini." Ucapnya sembari melangkah menuju kearah cermin dan sesaat dia melihat tatanan rambut dan pakaiannya, tapi dia belum melihat dan membaca Chat pribadi dan panggilan yang ada digawainya itu.


Ayesha yang membuka pintu kamar pribadinya itu pun langsung melangkah mendekati sang suami dan merapikan dasi dan baju suaminya tersebut, Abiyasa tersenyum dan langsung merangkul tubuh istrinya itu serta memberikan ciuman hangatnya dikening sang istri.


Kemudian pasangan suami istri itupun melangkah menuju kearah pintu utama rumah tersebut sekali lagi Abiyasa melabuhkan ciumannya di kening dan pucuk kepala sang istri penuh cinta dan kasih sayang yang tiada batasnya yang ditanam mereka berdua didalam hati mereka berdua.


Setelah berpamitan dengan istri dan sang mama mobil Abiyasa meninggalkan rumahnya menuju kearah kantor Wibawa group.


Lagi-lagi gawainya berbunyi terus dan Abiyasa hanya membiarkan gawainya itu berbunyi karena dia dalam keadaan menyetir mobil pribadinya tersebut jadi dia tidak ingin menjawab panggilan di mobil.


Beberapa saat kemudian Abiyasa sampai dikantornya dan seperti biasanya mobil Abiyasa berpindah tangan dengan securitynya dan dia pun segera melangkah menuju kearah ruangannya dan segera mungkin menjawab semua pertanyaan sahabatnya yang sudah ingin mengetahui tentang fhoto yang dikirimnya pada para sahabatnya karena Abiyasa memang sengaja tidak menuliskan keterangan dichat pribadinya tersebut yang dikirimnya tadi malam pada mereka semua.


Sedangkan Morgan dan Anindita saat dirumah tidak menanyakan apapun pada Abiyasa karena Morgan dan Anindita berangkat kekantor secara tergesa-gesa karena ada panggilan rumah sakit dan kantor Morgan secara bersamaan, jadi mereka berdua tidak sempat bertemu dengan Abiyasa, karena Abiyasa keluar kamar pada pukul tujuh pagi dan dia juga tidak sarapan bersama dengan adik dan adik iparnya itu, karena Abiyasa dan Ayesha sholat subuh dikamar mereka sendiri dan yang lainnya juga melaksanakn sholat dikamar masing-masing.


Sesampainya diruangannya dia langsung menuju kearah sofa yang ada diruangannya tersebut dan langsung mengambil gawainya dan membuka chat pribadinya, kemudian pintu ruangan Abiyasa terbuka dan melangkahlah seorang perempuan yang sangat tergesa-gesa mendekati Abiyasa dan langsung menghentakkan tubuhnya disamping Abiyasa, siapa lagi kalau bukan Clarissa.


" Kenapa kamu kirim fhoto tanpa keterangan tersebut? kalau mau ngirim sesuatu itu jangan lupa kasih keterangan dong, biar tidak bingung dan penuh tanda tanya seperti ini, bikin orang bingung aja sih..." ucap Clarissa, Abiyasa hanya menatap Clarisa yang berbicara tanpa ada titik komanya itu.


Sebelum Abiyasa menjelaskan semuanya tiba-tiba pintu ruangannya terbuka mereka melihat tiga orang masuk kedalam dan langsung sama-sana melangkah menuju kearah mereka berdua dan langsung duduk didepan dan disamping Abiyasa, siapa lagi kalau bukan Arvi, Nadine dan Morgan.


" Jelaskan Biy siapa yang ada didalam fhoto itu yang kamu kirimkan pada kami." ucap Morgan.


" Hah?? kamu yang satu rumah nggak nanya apa dengan Abiyasa Mor? " tanya Clarissa heran dianggukkan Arvin dan Nadine, sedangkan Abiyasa mengusap wajahnya dengan pelan dan tersenyum.


" Enggak.." jawab Morgan singkat sembari tersenyum.


Clarissa hanya menepuk jidadnya dan tersenyum.


" Begini, itu adalah fhoto saudara kak Amel saat berusia enam tahun dan disampingnya itu adalah ibunya kak Amir yaitu ibu Nellyana, aku mengirimkan pada kalian itu siapa tahu dia adalah teman kalian dimasa sekolah taman kanak-kanak, atau saat sekolah dasar ataupun teman saat sekolah menengah pertama, kalau sekolah menengah ataskan mungkin sudah berbeda wajahnya, yah! sedikit dewasalah " ucap Abiyasa.


Mereka terdiam dan sama-sama mengingat-ingat kembali memori beberapa tahun yang lalu dengan menatap fhoto yang ada digawai mereka masing-masing.


Dengan berbarengan mereka pun menjawab kalau mereka tidak mengenali anak yang ada didalam fhoto tersebut.


Terdengar helaan nafas Abiyasa dan yang lainnya, diruangan Abiyasa hening tanpa suara beberapa saat.


" Menurut papah mereka meninggalkan kota B dan pindah kekota J saat saudara kak Amelia berusia enam tahun dan saat itu ibu Nellyana sudah hilang kontak, sampai sekarang."


Mereka menganggukkan kepalanya sembari berpikir dengan keras dimana mereka akan mencari tahu tentang keberadaan saudara Amelia itu.


" Kalau dipikir susah juga karena kunci kita ini hanya difhoto semasa kecil dan fhoto lawas juga, tapi in sya Allah kita bisa menemukannya." ucap Morgan dianggukkan oleh mereka semua.


*****


Dikota B tepatnya dirumah Amir, tepat jam delapan pagi mereka sudah berpamitan dengan Amir dan ibu Ema, taksi sudah menunggu mereka dan merekapun segera memasuki taksi tersebut dan taksi itupun membawa mereka kearah bandara yang ada dikota B, beberapa saat kemudian mereka sampai dan seperti biasanya Papah Andre berbicara dengan pihak bandara dan tak lama kemudian mereka melangkah menuju kearah Jet pribadi keluarga Wibawa dan tak seberapa lama Jet pribadi itupun meninggalkan bandara terbang menuju kearah kota J.