THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 09



Turun dari pesawat Ayesha memakai jasa taksi bandara untuk sampai di rumah sang nenek yang sudah lama tidak di huni, tapi masih bersih karena ada yang membersihkan rumah tersebut. tetangga yang di minta tolongin untuk menjaga rumah neneknya.


Ayesha memasuki taksi tersebut dan meninggalkan bandara menuju rumahnya.


Ayesha nampak senang, dia tidak lepas selalu mengucap syukur pada sang pencipta, akan berkah yang di dapatnya karena setelah lulus dia tidak lama menganggur dan saat melihat iklan penerimaan karyawan baru di perusahaan Wibawa Group, bermodalkan Bismillah dia akhirnya lulus berkas dan diminta untuk datang ke kantor Wibawa group dan menjalani tes wawancara.


Sesampainya di rumah sang nenek, setelah membayar taksi yang di tumpanginya, Ayesha melangkah masuk kehalaman tersebut, dengan senyum sumbringah.


Ini kali pertama dia menginjak kan kakinya di rumah sang nenek, dimana rumah itu rumah tempat sang Uminya sewaktu kecil.


Dia membuka pintu utama tersebut, dan berjalan menuju arah Sofa dan menghentakkan tubuhnya di sofa empuk rumah tersebut.


*****


Di kantor...


Abiyasa sudah selesai mengerjakan semuanya kemudian dia bersiap siap pulang dan sudah tidak sabar ingin memberikan kabar pada kedua orang tuanya tentang om Yosep.


Abiyasa kemudian mengambil jas dan kunci kontak mobilnya untuk segera pulang kerumahnya.


Saat mau keluar dia di kejutkan oleh Risa yang tiba tiba muncul.


" Hai...bos ku yang ganteng!" Ucapnya.


" Astaga ular besar!!" Teriaknya langsung menarik Risa kedalam dan menutup kembali pintunya.


" Apa apaan Biy, sakit tahu tanganku, mana ada ular sih'" ucap Risa cemberut.


Abiyasa baru sadar, dia tersenyum dan langsung tertawa lepas.


" Maaf, aku kalau kaget pasti aku liat seperti ada ular gitu" ucapnya.


" Ular kepala mu peyang tuh, main tarik aja sakit tahu" ucapnya lagi seraya mengelus pergelangan tangannya yang sedikit sakit.


"Hehehe, " Abiyasa hanya terkekeh.


" Lagian kamu sih, sudah teman kagetan kaya gini, masih aja di kejuti gitu, emang mau kemana sih kamu?" Tanya Biyas


" Aku mau ikut pulang kerumah, anterin ya" ucapnya.


" Oke,tapi kenapa kamu nggak minta jemput sama mobil merah itu yang tadi?"tanya Abiyasa pada Risa.


Risa terkekeh...


"belum waktunya bro..kalian tahu siapa dia "ucapnya.


"ya udah kalau gitu, kapan-kapan kasih tahu ya, ayo pulang bareng" ucap Biyas kepada Risa.


Mereka kemudian keluar lagi dari ruangan kerja Abiyasa dan berjalan menuju lift khusus pimpinan menuju ke arah lobby, mereka berdua berjalan beriringan keluar kantor menuju ke arah parkiran mobil, dan beberapa saat kemudian mobil yang dikendarai oleh Abiyasa meninggalkan kantor menuju ke arah rumah Risa.


Di dalam mobil...


"Aku sudah tidak sabar menunggu hari esok?" Ujar Bias seraya menoleh sesaat kearah Risa.


"Aku malahan gak sabar ingin bercerita kepada papah, kalau sahabatnya sudah kita ketemu kan." Ucap Risa.


"Mudah-mudahan mereka bertemu kembali di masa tua mereka saat ini" ucap Abiyasa.


"dan mudah-mudahan juga Ayesha itu benar-benar jodoh kamu Biy," ucap Risa tersenyum bahagia karena sahabatnya yang ada di samping nya ini sudah akan menemukan jodohnya.


"Amin" ucapnya pelan namun masih terdengar oleh Risa.


" Ups!..Keceplosan aku " ucapnya Seraya memalingkan wajahnya dari Risa.


Risa tertawa lepas....


"Alhamdulillah diaminkan hehehe" ucapnya.


"Kalau jodoh itu nggak akan kemana Biy, ibarat kata nih, asam di gunung garam dilaut, ketemunya kan di dapur juga, menjadi bumbu hehehe" ucapnya tertawa.


Abiasa hanya bisa tersenyum, sebenarnya di hatinya dia merasa bahagia, karena gadis yang ini membuat dia dak dik Duk, sebentar lagi akan selalu dilihatnya, dan selalu dipandanginya bahkan selalu dekat dengannya.


Sesampainya di depan rumah Risa keluar dari mobil Abiyasa.


"kamu nggak mampir dulu Biy?" tanya Risa kepada Abiyasa


"Nggak deh kapan-kapan aja, salam ya, sama tante dan om" ucapnya.


"Oke nanti kusampaikan hati-hati ya di jalan" ucap Risa.


Kemudian Abiyasa melajukan mobilnya meninggalkan rumah Risa dan ingin segera sampai kerumahnya tersebut.


Beberapa menit kemudian mobil yang dikendarai oleh Abiyasa memasuki halaman rumahnya.


Abiyasa kemudian memarkirkan mobil pribadinya tersebut disamping mobil sang papah, yang sudah berada di garasi mobil rumahnya itu.


Dia keluar dari mobil dan berjalan ke pintu utama.


Sambil mengucapkan salam dan memencet bel rumahnya, pintu rumah terbuka, bi ina membukakan pintu untuk tuan mudanya tersebut.


"Assalamualaikum bi" sapanya.


"waalaikumsalam den" jawab bi ina.


"Mamah Papah di mana?" tanya Abiyasa kepada bi Ina.


"Nyonya dan tuan ada di kamar mereka den" ucap bi Ina.


"Oh ya terima kasih ya bi" ucapnya kemudian dia berjalan kearah kamar kedua orang tuanya, kemudian Dia mengetuk pintu kamar Mamah dan Papah nya tersebut.


" Tok...Tok..."


"Assalamualaikum, ma..pa.." ucapnya.


"Papah ada mah?" tanyanya.


"Ada, kenapa ?"tanya mamah Anisha kepada anaknya yang terlihat ingin memberikan sesuatu kabar yang ingin diceritakannya kepada mereka.


"Ada apa Sayang? kangen kah sama Papah?" ucap papah Andre keluar dan berdiri di samping istrinya.


"Iya Pah, Ada yang ingin Biyas ceritakan sama Papah" ucapnya.


Kemudian Mamah Anisha dan papah Andre mengikuti langkah Abiyasa menuju ke ruang keluarga. Abiyasa duduk di sofa yang berada di ruangan keluarga tersebut, diikuti oleh kedua orang tuanya.


"Ada apa nak? ada berita apa?" tanya Mamah Anisha kepada sang Anak.


Abiyasa menarik napasnya dengan pelan dan melepaskannya.


"papa kemarin kan mencari tahu tentang Om Yosep, keberadaannya sekarang di mana?" Ucap Abiyasa.


"Iya kenapa kamu langsung menanyakan tentang keberadaan Om Yosep?" tanya Papah Andre heran kepada sang anak, pulang kerja langsung menanyakan berita tentang sahabatnya tersebut, yang sudah bertahun-tahun tidak ada kabar beritanya.


"Tadi Risa melalui media online membuka lowongan pekerjaan mencari sebagai tenaga sekretaris, kemudian salah satu gadis bernama Ayesha Fahira Putri Yovi melamar menjadi sekretaris, pas diselidiki ternyata dia adalah anaknya dari Om Yosep" ucap Biyas menjelaskan pada kedua orang tuanya.


" Apa? Yang benar kamu nak" ucap papah Andre terkejut.


"Alhamdulillah ya Allah akhirnya ketemu juga" ucap Mamah Anisha


"Tapi tunggu dulu, Dari mana kamu tahu kalau dia anaknya om Yosep?" tanya Papah Andre pada Abiyasa.


"Begini pah..." Saat Abiyasa mau melanjutkan ceritanya sama kedua orang tuanya, terdengar salam dari luar.


"Assalamualaikum Andre.. Anisha kalian dimana?" Teriak Boby.


"waalaikumsalam ... kami di sini, nggak usah teriak-teriak kali, dari muda sampai tua masih aja hobinya teriak-teriak" ucap Papah Andre pada Papah Boby.


" Biasa terbawa suasana berita bahagia Ndre" ucapnya langsung duduk di samping papah Andre.


Papah Boby beserta keluarganya langsung duduk disofa tersebut.


"Pas benar kamu datang "ucap papah Andre.


"iya aku juga tadi sudah dikasih tahu sama anakku, kalau Yosep sudah ditemukan keberadaannya yang lebih parahnya lagi kata anakku, Yosep itu lumpuh aku schock mendengarnya," ucap papah Boby seraya mengusap wajahnya.


"Kenapa dia tidak bilang pada kita ya Ndre?" Ucap papah Boby lagi.


"Apa?! Yosep lumpuh! ya Allah, apa yang terjadi pada dia "ucap Andre langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan nya dan merebahkan kepalanya di sandaran sofanya, tanpa terasa air matanya mengalir, papah Andre sangat terlihat sedih.


Mamah Anisha langsung mengusap air mata suaminya tersebut.


Mereka yang ada di situ hanya bisa terdiam, larut dalam kesedihan mereka.


"papah, Abiasa tadi mau menceritakan semuanya, tapi keburu Om Bobby datang jadi om Boby yang menjelaskannya sama papa" ucap Biyas memecah keheningan di antara mereka.


" Om Boby sih, datangnya cepat sekali" ujar Abiyasa menoleh kearah papah Boby.


" Kok om yang di salahi" ucap papah Boby menatap Biyas.


" Sekali kali Biyas dong bawa berita jangan om mulu, om kan dah tua, ntar nyesek lho nafasnya berlari dan berteriak" ucap Abiyasa tersenyum.


"Punya waktu sebentar nggak om?" Tanya Biyas.


" Punya, buat apa?" Jawab papah Boby seraya menatap Abiyasa.


" Berantem yuk om sebentar" ajak Abiyasa terkekeh.


" Astaga Ndre, anak mu ini lho, sempat sempatnya mau ngajak berantem". Ucap nya tersenyum.


" Bisa nggak " ucap Biyas.


" Hehehe....om udah tua nak, udah nggak kuat lagi" ucapnya terkekeh.


Mendengar ocehan om dan ponakan itu papah Andre tersenyum seraya mengusap sisa air matanya yang lolos dari dua bola matanya tersebut.


" Biyas, kapan Ayesha tes wawancaranya?" Tanya papah Andre pada Biyas.


"Iya pah, besok Ayesha tes wawancaranya" jawab Biyas.


"nggak usah pakai wawancara segala, langsung Terima aja jadi sekretaris mu" ucap papah Andre pada Abiyasa.


"Oh dengan senang hati papah, itu yang mau Biyas katakan kepada papah " ucapnya senang.


" Yes! Sekarang Biyas senang, Karena dia sudah menemukan wanita yang bikin hatinya dag dig dug"ucap Risa.


"Candra harus tahu ini semua" ucap Bobby pada mereka.


"Tapi Candra masih tugas di Sulawesi" ucap Andre pada Boby.


"Nggak pah, Om Candra katanya mau pindah ke sini lagi, besok pulangnya " ucap Biyas.


"Kata siapa?" Tanya papah Andre.


"kata Arvin pah, karena kemarin kan Arvin nanya nama lengkapnya Om Yosep sama istrinya om Yosep, Arvin lalu menghubungi Om Candra waktu itu, om Candra cerita kepada Arvin kalau mereka akan kembali lagi ke sini, dan bertugas seperti biasanya di sini." ucap Abiyasa menjelaskan kepada papah Andre.


" kalau kayak gitu nanti Mama telepon tante kamu,menanyakan kebenarannya, kalau memang benar Alhamdulillah kita bisa bertemu, berkumpul kembali seperti waktu dulu "ucap Mamah Annisa kepada mereka.


"Lebih baik kita tunggu Candra kalau Candra memang benar-benar datang besok, besok juga kita harus berangkat ke tempat Yosep dan secepat kita bawa berobat, biar Yosep bisa jalan kembali dan menikmati hari-hari bahagia nya dengan anak-anak kita yang sudah besar-besar semua " ucap papah Andre mantap.


"dan akan menjadi besan kamu ndre" ucap papah Boby tersenyum.


Mereka tersenyum semua, dan mengucapkan Amin, Biyas hanya tersenyum dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.


Sedangkan Risa hanya menggoda sahabatnya tersebut yang sedang bahagia.