THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 69



Selesai makan, mereka bersama duduk sebentar dan akan melanjutkan pekerjaan nya kembali.


" Aduh..!" Keluh Morgan.


Mereka berempat memandang kearah Morgan.


" Kamu kenapa Mor?" Tanya Abiyasa.


" Perut ku" keluh nya.


" Ada apa mas Morgan? Ada yang salah ya dengan makanan buatan Yesha?" Tanya Ayesha terlihat cemas.


" Nggak.." ucapnya seraya menggelengkan kepalanya.


" Malah aku sangat berterimakasih banget di perbolehkan menikmati makanan buatan kamu" ucap Morgan.


" Jadi kenapa?" Tanya Arvin seraya meraba perut Morgan yang sedari tadi di pegang Morgan.


" Jangan bercanda butut!" Ucap Clarissa terlihat cemas.


" Jangan bikin kami cemas Bule!" Ucap Arvin lagi.


" Perutku.." ucapnya.


" Iya kenapa dengan perutmu?!" Ucap ketiga sahabatnya.


" Perutku kenyang!..hahahahah" ucapnya tertawa lepas.


Sontak saja mereka bertiga langsung menyerang Morgan dengan Bantalan Sofa,seraya tertawa.


" Dasar Bule Butut! Bikin cemas aja" ucap Clarissa


" Hehehe....aku juga heran kenapa ya habis makan bisa kenyang" ucapnya lagi.


" Iya juga ya" ucap Arvin tersenyum.


" Nah mulai deh peak nya,cari tau sendiri sana!" Delik Clarissa.


" Hehehehe" ujar keduanya terkekeh.


" Oh ya, siapa yang nabrak Nadine?" Tanya Abiyasa.


" Si Hari " ucap Arvin.


" Si Hari? Maksud kamu hari kiamat gitu hehehe" ucap Risa tersenyum.


" Ya begitulah Ris,dia mau menuju keneraka kali,udah di tangani sama bagian lakalantas nya,karena kondisi dia dalam keadaan mabuk " ucap Arvin.


" Ngeselin banget deh,aku nanya dia siapa nama dia malah bilang haripoters katanya, gimana nggak kesel coba " ucap Morgan.


" Tapi alami ya dia itu cuma dalam keadaan mabuk? Tidak di dasari dari dendam gitu?" Tanya Risa.


" Kayanya nggak ada sih,murni kecelakaan biasa nggak ada unsur dendamnya" ucap Arvin.


" Memangnya kamu sudah jenguk Nadine lagi?" Tanya Biyas.


" Ntar malem aku kesana sekalian nginap bareng dokter Roni" ucapnya.


Abiyasa menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


"Ya udah kami permisi dulu ya,mau balik kantor " ucap Arvin berdiri di ikuti oleh Morgan dan mereka berdua berjalan menuju pintu keluar ruangan Abiyasa,begitu juga dengan Clarissa berpamitan dengan Abiyasa menuju keruangannya.


Setelah kepergian ketiga sahabatnya dari ruangan nya itu,tinggallah Abiyasa dengan istri tercintanya.


" Sayang,kamu ntar aja pulang nya bareng mas ya, kamu bisa istirahat di ruangan itu" ucapnya tersenyum seraya mencubit mesra hidung istrinya.


Ayesha mengangguk dan tersenyum.


Kemudian Abiyasa berdiri dan menuju kearah meja kerjanya dan membuka laptop nya kembali.


Ayesha memandangi suaminya yang sedang menatap laptop tersebut.


*****


Tepat pukul empat sore Abiyasa bersiap siap mau pulang, dia baru sadar kalau sang istri sudah tidak ada lagi duduk di sofa,dia kemudian berjalan menuju kearah kamar istirahatnya dia membuka pelan pelan pintu kamar tersebut.


" Masya Allah, cantik benar istri ku " ucapnya pelan seraya berjalan mendekati Ayesha yang sedang tertidur di kamar istirahat suaminya.


Abiyasa berjongkok dan membelai kepala sang istri yang masih menggunakan hijab tersebut,dia melabuhkan ciuman hangat di kening Ayesha dan dia pun mengusap bibir mungil sang istri dengan jari jempol tangan kanannya.


" Tetap lah bersama ku sayang temani aku sampai akhir tuaku" ucapnya mencium sekilas bibir mungil istrinya.


Ayesha membuka matanya,setelah mendapatkan ciuman hangat sekilas dari suami tercintanya.


" Mas..." Panggilnya.


Abiyasa tersenyum dan berdiri duduk di bibir ranjang nya.


" Maaf ya mas Ayesha ketiduran" ucapnya.


" Nggak apa apa sayang, kita pulang sekarang yuk" ajaknya seraya membelai pipi istrinya.


Ayesha mengangguk kan kepalanya dan langsung duduk disamping suaminya.


Mereka kemudian keluar dari ruangan Abiyasa sambil bergandengan tangan dan tangan Abiyasa satunya menenteng rantang makanan yang di bawa Ayesha saat makan siang tadi.


Mereka kemudian berjalan menuju parkiran mobilnya dan meninggalkan kantornya menuju kearah rumahnya.