THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 83



Ayesha terjaga dan beranjak bangun dari tidurnya dan duduk di bibir tempat tidurnya dia melihat jam yang ada di meja kecil dekat tempat tidurnya tersebut.


" Sebentar lagi waktunya sholat subuh" gumamnya seraya menoleh kearah suaminya yang masih terlelap.


Dia tersenyum memandang suaminya itu,saat dia mau berdiri dia merasakan sakit.


" Aw..!" Ucapnya sambil meringis.


Pelan sekali dia bersuara takut membangunkan suaminya,dia kemudian duduk kembali dan beberapa saat kemudian dia memaksakan sendiri kekamar mandi.


Saat dia mendekati pintu kamar mandinya dia berpegangan pada pintu kamar mandinya seraya memegangi perut bagian bawahnya.


Abiyasa membuka matanya dan tangan nya meraba raba di sampingnya,namun tidak ada istrinya dan matanya tertuju pada sosok istrinya yang sedang memegang pintu kamar mandi.


" Sayang..." Panggilnya.


" Hmmm...ya mas"


" Ngapain?"


" Mau mandi mas, sebentar lagi waktu sholat subuh di mulai" ucap Ayesha seraya menoleh sesaat pada suaminya.


Abiyasa kemudian membuka selimut yang menutupi tubuhnya mencari cari sesuatu yaitu celana pendeknya dan matanya pun tertuju pada bercak darah yang menempel di seprai yang membalut kasur king size nya,dia pun tersenyum sumbringah dan langsung melompat dari kasur dan mendekati istrinya serta membopong tubuh istrinya itu,Ayesha kaget tapi langsung tersenyum,mereka memasuki kamar mandi bersama,dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


*****


Seperti biasa Abiyasa berangkat kekantor,Ayesha selalu mengantarkan suaminya untuk berangkat kekantor sampai depan pintu utama rumahnya,tanpa di sadari oleh Abiyasa dan Ayesha sepasang mata memperhatikan mereka,semua kegiatan yang dilakukan oleh pasangan suami istri tersebut di lihat oleh sepasang mata yang tak lain adalah si Misel yang ada di seberang jalan pas di depan kediaman Abiyasa.


" Oh, itu rupanya istri Biyas,kemesraan yang di pertontonkan nya itu sangat memuak kan bagiku, memang aku dulunya sangat mencintaimu dan menyukaimu, tapi rasa itu sudah hilang semenjak kamu membuat aku di D.O dari kampus, yang ada sekarang aku akan membalaskan dendamku padamu!lihat aja nanti kamu akan menerima dan merasakan betapa sakitnya apa yang pernah aku rasakan saat itu! Tunggu aja pembalasanku!!" Ucapnya seraya berdengus kesal.


Mobil yang di kendarai Abiyasa meninggalkan rumah pribadinya dan menghilang di tikungan jalan setelah tidak terlihat lagi Ayesha langsung masuk kembali kedalam rumahnya.


Di perjalanan dia menerima sebuah chat pribadi di gawainya,Abiyasa hanya melirik gawainya yang ada di depannya,tapi dia tidak menghiraukannya sedikit pun karena dia tahu yang mengirim chat pribadi itu adalah si penelpon gelap.


Beberapa saat kemudian mobil memasuki area kantor dan seperti biasa mobil beralih tangan ke security nya,Abiyasa tersenyum dan mengucapkan terimaksih dia berjalan menuju kearah lift yang khusus untuk pimpinan dan lift tersebut membawa dirinya kelantai Atas.


Di lantai atas dia sudah di tunggu di ruangan nya,siapa lagi kalau bukan sahabat sahabat nya lah yang sudah sedari tadi menunggu mereka.


Saat Abiyasa membuka ruangananya dia di kejutkan oleh suara para sahabatnya.


" Assalamualaikum " ucap ketiga sahabatnya tersebut.


" Wa alaikumussalam" ucapnya tersenyum pada ketiga sahabatnya tersebut.


" Widih...apa kabar nih Mor?udah baikan?" Tanya Abiyasa langsung duduk di samping Morgan.


" Aku kan dah bilang aku itu tidak sakit,si Arvin aja tuh yang berlebihan membawa aku ke Hospital " ucapnya terkekeh.


" Ini orang bukannya terimakasih malah nyalahin,masih mending aku bawa ke rumah sakit dari pada aku bawa ke sarang singa, mau?" Delik Arvin.


" Nggak usah Vin di bawa kesarang singa, ratu nya singa aja ada di sini" sambung Abiyasa seraya memonyongkan mulutnya kearah Clarissa.


Mereka tertawa sedangkan Clarissa hanya mendelik kearah mereka bertiga.


" Kalau aku ratu singa? Kalian apa dong?jongos singa? Hahahah..." Clarissa tertawa lepas, sedangkan ketiga lelaki itu hanya senyum senyum cengengesan saja.


Clarissa yang melihat ketiga sahabatnya tersebut cengengesan dia tersenyum.


Kemudian terdengar gawai Clarissa berbunyi menandakan satu chat pribadi masuk.


Dia mengambil gawainya dan langsung melihat chat tersebut.


" Apa?" Ucapnya sendiri.


Ketiga sahabatnya langsung memandang Clarissa.


" Ada apa Ris?" Tanya mereka serempak.


" Mereka akan melancarkan aksinya malam ini sekitar jam 21 tepat." Ucap Clarissa seraya menoleh kepara sahabatnya.


" Apa rencana kita " sahut Abiyasa.


Abiyasa, Morgan dan Clarissa mengangguk kan kepalanya dengan segera.


Tiba tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Abiyasa.


"Tok...Tok...Tok..."


" Masuk..."


Pintu terbuka,dan masuk lah Tia


" Ya mbak Tia,ada apa?"


" Ada kiriman bunga Bu buat pak Abiyasa"


" Dari siapa?"


" Tidak ada nama pengirimnya bu, sudah saya tolak tadi tapi tetap saja di paksa karena toko bunga itu sudah di bayar dan barang harus segera sampai ketangan penerima katanya" Ucap Tia.


" Ya udah bawa masuk" ucap Abiyasa.


Tia kemudian menyuruh salah satu karyawan membawa bunga tersebut.


Setelah meletakan kiriman tersebut mereka berdua pamit keluar.


" Ini pasti dari Misel," ucap Abiyasa seraya mengambil gawainya yang ada di atas meja,dan membuka satu chat yang baru tadi di terimanya saat di perjalanan dari rumah kekantornya.


** Abiyasa sayang, janganlah kamu melupakan aku,dan jangan lah kamu menjauh dari ku ** isi chat pribadinya pada Abiyasa.


" Kenapa Biy? Ada lagi chat yang masuk?" Tanya Arvin.


" Iya Vin, tetap sama nomernya "


" Siapa Misel?dan nomer siapa?" Tanya Morgan.


" Orang yang mau ngelamar Abiyasa sewaktu di Kanada, tapi Abiyasa menolaknya" ucap Risa asal asalan.


" Nomer ponsel itu nomer baru yang mengerjain Abiyasa terus menerus.


" Sudah di lacak?" Tanya Morgan.


" Sudah, tapi terdaftarnya orang luar kota" jawab Arvin.


Dia kemudian mengambil sebuah Amplop putih dari rangkaian bunga yang dikirim pada Abiyasa.


Dia membuka nya dan melihat beberapa fhoto yang ada di dalam amplop putih tersebut.


" Biy, ini bukan nya Fhoto kamu dan Ayesha,baju mu sama juga kok yang saat ini kamu pakai" ucap Clarissa seraya menatap Abiyasa dan baju yang di kenakan nya.


Abiyasa mengambil fhoto yang ada di tangan Clarissa.


" Iya benar ini aku dan istriku tadi pagi saat mau berangkat kekantor." Ucapnya.


" Nih masih ada suratnya." Ucap Clarissa.


Surat yang ada di tangan Clarissa di ambil oleh Arvin dan di bacanya.


" Nikmatilah kemesraan mu sesaat Abiyasa Putra Wibawa, sebelum kehancuran sebentar lagi menghampirimu!!!" Isi surat tersebut.


" Wah!! Ini tidak bisa di biarkan,ini sudah termasuk ancaman " ucap Morgan.


" Ayolah cepat malam, aku sudah nggak sabar ingin menggeprek tuh Mosel dan Antek anteknya" ucapnya mulai emosi.


" Misel,Morgan bukan Mosel" ucap Arvin.


" Ah, apalah itu Mau Misel Kek, Mosel Kek, Mouse kek, yang jelas aku mau geprek tuh cewek " ucapnya yang mulai terbakar emosi nya.


Mereka tersenyum dengan ke emosian nya si Morgan yang mulai keluar.