THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 344



" Alhamdulillah ya Allah, akhirnya kita bisa melihat anaknya Abiyasa." ucap Ayah Candra terlihat bahagia sekali.


" Aku juga bahagia sekali Ndra, ini baru cucunya Andre, apalagi nanti cucuku sendiri, ya Allah betapa aku bahagianya sepertinya hanya aku yang mendapatkan kebahagian itu." ucapnya sembari merangkul anak sulungnya tersebut, siapalagi kalau bukan Clarissa.


Clarissa tersenyum dengan ucapan sang papa dia merasa bahagia sekali.


" Ya Allah semoga kebahagiaan ini tidak pernah hilang dari keluarga kami dan keluarga yang lainnya." ucapnya sembari memeluk sang papah.


" Sehat-sehat selalu ya Nak, biar nanti kamu kalau lahirannya tetap semangat dan selamat." ucap Papah Boby sembari menepuk pundak anaknya dengan pelan.


"Aamiin..." ucap mereka semua.


" Oh ya Ayah rencananya kami mau melakukan perjalanan bulan madu." ucap Arvin tersenyum.


" Wah bagus itu biar kalian fokus untuk segera mendapatkan momongan, insya Allah kalau Tuhan menghendaki." ucap Ayah Chandra sembari tersenyum dengan anak sulungnya itu, lagi-lagi mereka pun mengucapkan Aamiin secara serempak.


" Morgan bagaimana denganmu?" Tanya papah Andre.


" Sama dong pah, kami berdua juga mau menjalankan bulan madu,Ya... istirahatlah sebentar dari pekerjaan, biar kami fokus menikmati pengantin baru kami hehehe walaupun tertunda hehehe...ya kan sayang." ucapnya sembari merangkul istri tercintanya itu, Anindita yang ditanya menganggukan kepalanya.


" Selain itu ajak juga tuh Roni biar bulan madu serentak, dan dapat momongannya juga serentah hahaha" ucap Papah Boby.


" Iya tuh benar juga mantap itu..." Sambung Abiyasa.


" Gimana kak?" Tanyanya pada dr Roni yang berdiri disamping Arvin.


" Aku terserah sama istriku aja, maunya dia kemana." Ucapnya sembari menatap kewajah sang istri.


" Apakah mas Roni nggak keberatan kalau kita berangkatnya ke makam Mamah di luar Negeri.?"


" Wah saya setuju, itu yang Mas tunggu, disamping kita jiarah kesana dan kita juga minta restu pada mereka biar lebih cepat nyusul Abiyasa nimang baby boy...." Ucapnya terlihat senang.


" Okeh...diel ya kalian akan melakukan perjalanan bulan madu " ucap Abiyasa.


" Dan yang lainnya nanti bilang aja mau kemana Bulan madunya biar aku yang urusnya semua." Ucap Abiyasa dianggukkan Group Abu Gosok.


Di ruangan itu mereka semua merasa bahagia sekali dengan kehadiran keluarga baru yang baru dilahirkan ke dunia.


Beberapa saat kemudian mereka pun meninggalkan ruangan tersebut yang berada di ruangan itu hanya Mama Anisha dan Umi Vita, yang lain pun pulang ke rumah termasuk Abiyasa untuk membersihkan diri mereka dan mengambil perlengkapan istrinya yang diperlukan, karena sementara waktu istri dan bayinya harus beristirahat dulu di rumah sakit beberapa hari.


*****


Keesokan paginya Abiyasa pun mengurus kepergian para sahabatnya Morgan, Arvin serta dr Roni, untuk melaksanakan perjalanan bulan madu yang tertunda, keluarganya pun mengantarkan ke bandara dengan memakai Jett pribadi keluarga Wibawa, Mereka melaksanakan perjalanan bulan madu itu di dua tempat yang berbeda.


Setelah kepergian Mereka kemudian keluarga kedua belah pihak masing-masing pulang ke rumahnya dan Abiyasa menuju ke rumah sakit kembali.


*****


Tiga hari kemudian Ayesha sudah bisa keluar dari rumah sakit dengan gerak cepat Abiyasa pun membawa istri dan anaknya itu pulang ke rumahnya dengan rasa bahagia Mamah Anisha dan Umi Vita pun menyambut di rumah kediaman keluarga Wibawa. Ayesha kemudian disuruh istirahat dan saat itu Baby Ayesha belum diberi nama itu pun diletakkan di keranjang bayi yang tidak jauh dari tempat tidur Ayesha.


Kemudian Abiyasa izin keluar dengan istrinya, Dia kemudian duduk di ruang tengah di mana sang Papah dan yang lainnya berada.


" Oh ya Abiyasa, bagaimana keberangkatan istrinya pak Gatot? sudah diselesaikan semuanya?"


" Alhamdulillah sudah pah."


" Kapan dia berangkat ?" tanya Papah Andre.


" Mereka berangkat besok siang dari Indonesia menuju Canada di sana mereka harus tinggal di villa kita."


" Syukurlah kalau sudah diurus keberangkatannya, semua berkas-berkasnya juga sudah diurus."


" Iya Pah, bahkan disana sudah ada yang menunggu dan melayani mereka pulang pergi kerumah sakit dan Villa, semua sudah teratasi." Terang Abiyasa


" Terima kasih ya Nak, karena akhir-akhir ini kamu begitu sibuk, di samping mengurusi istri kamu, sama anakmu, serta mengurusi teman-temanmu dan begitu juga mengurus keperluannya istri pak Gatot yang ingin berobat ke luar negeri." Ucap papah Andre sembari mengusap punggung anak sulungnya itu yang sudah memberikan cucu jagoan untuknya.


" Tidak apa-apa pah, ini adalah tanggung jawab Abiyasa,selagi Abiyasa mampu Abiyasa akan melakukan apa saja untuk kalian semua, sahabat, keluarga dan orang-orang yang ada disekitar kita, selagi kita bisa membantu mereka semua lelah yang sekarang yang dirasakan in sya Allah Akan menjadi berkah untuk kita semua." ucapnya sembari tersenyum.


" Oh ya, keberangkatan para pengantin baru, kak Ilham dan yang lainnya beberapa hari setelah keberangkatan Pak Gatot dan istrinya." Ucapnya lagi.


" Alhamdulillaah syukurlah kalau seperti itu semua sudah teratasi." ucap Papah Andre dianggukan Abiyasa dan yang lainnya.


" Oh ya tiba saatnya sekarang kita untuk melakukan perjalanan umroh yang pernah kita bicarakan dulu, karena sekarang kita sudah menyelesaikan apa yang pernah kita sepakati dulu, setelah selesai semuanya di dalam kehidupan kita, tiba waktunya kita untuk menenangkan diri kita yaitu kita berangkat umroh bersama-sama, bagaimana?" Ucap Papah Andre seraya menatap para sahabatnya itu.


" Aku setuju aja." ucap papah Boby.


" Aku juga, kalau kalian setuju ya pasti aku setuju dong." ucap Abi Yosep.


Mereka pun tersenyum bersama.


" Baiklah, kita akan berangkat nantinya, tapi setelah Clarissa melahirkan bagaimana?" Tanya Papah Andre lagi.


" Setuju!!!" Ucap mereka dengan senyuman bahagia yang tiada terkira.


Mereka kembali dengan candaan dan gurauan yang mengundang tawa diruangan tersebut.


_____________________


Beberapa bulan kemudian mereka yang sudah berbulan madu pun kembali dan sudah mulai melaksanakan aktivitas mereka seperti sedia kala, karena keuletan yang berbulan Madu, baik yang sudah lama menikah dan yang belum lama menikah itupun akhirnya membuahkan hasil, mereka sudah menjadi calon Ayah dan Ibu, walaupun ada yang berbeda beberapa bulan dan ada yang berselang beberapa minggu saja, begitu juga dengan Kak Niko dan dokter Ilham beserta Gilbert mereka juga akan menyusul Abiyasa yang sudah memiliki seorang junior.


Saat mereka tersenyum, tertawa, tiba-tiba Clarissa merasakan perutnya sakit, Kemudian papah Bobby dan Marco langsung sigap, mereka yang saat itu berada di rumah Papah Andre untuk membicarakan rencana mereka yang disepakati untuk Umbroh bersama dan ditambah lagi mengantarkan anak-anak mereka untuk melanjutkan kejenjang sekolah yang lebih tinggi lagi, diluar Negeri.


Mereka pun kemudian menuju ke arah rumah sakit, Clarissa langsung dibawa ke ruangan bersalin, tidak lama kemudian mereka menunggu di luar terdengar suara tangisan yang ada di dalam ruangan tersebut, Papa Boby yang mendengar suara tangisan bayi itupun merasa terharu dan tidak terasa air matanya menetes sambil berucap.


" Ya Allah... Akhirnya inilah kebahagiaanku, kebahagiaan yang rasanya hanya aku yang mendapatkannya, dan kalian hanya kena serpihannya saja.." ucapnya menunjuk ketiga sahabatnya sembari mengusap air matanya dan bersujud syukur di lantai ubin keramik di depan ruangan bersalin tersebut.


Papah Andre, Ayah Chandra, Abi Yosep tersenyum sembari mengusap pundak sahabatnya itu, mereka pun langsung membawa Papah Boby duduk kembali dan para istri Mereka pun saling berpelukan karena merasa sangat bahagia, ini kali kedua mereka menyaksikan keluarga mereka bertambah satu lagi dengan berjenis kelamin laki-laki.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka setelah Clarissa di tangani tibalah saatnya CLarissa dipindahkan ke ruangan seperti Ayesha beberapa bulan yang lalu, mereka pun mengikuti suster tersebut ke ruangan yang sudah ditetapkan oleh rumah sakit wibawa demi kenyaman ibu dan bayinya.


Didalam ruangan itu pun mereka kembali satu persatu menggendong anak Clarissa, dengan senyum serta ucapan selamat dari sahabat dan keluarga selalu terucap, tawa mereka pun tercipta, Baby Alvaro Putra Biyas Wibawa yang berada dalam gendongan Ayesha itupun terlihat ikut serta dalam kebahagian yang dirasakan keluarganya.


Mereka merasa bahagia tidak henti-hentinya rasa bahagia yang diberikan oleh yang maha kuasa itu menambah rasa semangat Clarissa untuk segera pulih.


Abiyasa tersenyum dan menatap para sahabatnya itu yang sedang duduk di sofa, karena ranjang Clarissa dikelilingi dengan orang-orang yang sangat menyayanginya,sampai-sampai Marco pun tidak ada tempat untuk melihat istri dan anaknya, karena tertutup oleh keluarga besarnya itu, kedua orang tua Marco juga berada di ruangan itu.


" Alhamdulillah kita semua sudah mendapatkan kebahagiaan kita masing-masing, indahnya cinta dan persahabatan ini tidak akan pernah tergantikan dengan apapun." ucap Morgan yang dianggukkan mereka.


" Benar Mor, sedih, derita sudah tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak terkira." sambung Arvin.


" Semoga saja kita selalu bersama sampai kalian melihat junior-junior kalian lahir ke dunia." Sambung Abiyasa dianggukan mereka kembali


" Dan semoga saja kita diberikan kesehatan lahir dan bathin serta umur panjang itu yang utamanya " ucap Marco tersenyum.


" Aamiin..." ucap mereka semua


Abiyasa menarik nafasnya dengan lega dia menyadarkan tubuhnya di sandaran sofa.


" Terima kasih ya Allah karena sekarang ini engkau telah memberikan aku kebahagiaan yang tidak terhingga, di balik kesedihan ada kebahagiaan, terima kasih ya Allah karena engkau telah memberikan kebahagiaan lebih banyak daripada kesedihannya, terima kasih sekali lagi ya Allah karena engkau telah memberikan sahabat, orang tua dan keluarga yang sangat menyayangi dan mencintai satu sama lain ,sakit sama sakit dirasakan, senang sama senang dirasakan bersama, indahnya perjalanan hidup yang sudah engkau rencanakan ya Allah untuk kami dan kami dengan iklas menjalaninya dan buah dari itu semua Engkau berikan kebahagiaan yang tiada batasnya, berbagai masalah yang pernah Engkau berikan pada kami semua sebagai ujian dari kesabaran kami, Alhamdulillah semuanya sudah teratasi." Ucapnya dalam batinnya, dan diapun berdiri mengikuti langkah ketiga sahabatnya itu menuju ranjang Clarissa dan giliran mereka berempat yang melihat buah hati Clarissa buah cinta kasihnya dengan Marco.


Perjalanan panjang yang mereka tempuh sudah menemukan titik yang mereka cari,satu persatu kebahagiaan itu sudah mereka rangkul dan mereka dapatkan, sehingga mereka merasakannya secara nyata.


_____________________


Sembilan bulan kemudian....


Arvin yang tergesa-gesa berlari dikoridor rumah sakit itupun memasuki sebuah ruangan, namun sayangnya ruangan yang dimasuki Arvin salah ruang, diapun cengengesan menengok kiri dan kanan, sampai akhirnya dia dikejutkan suster yang menanyakan keperluan Arvin, Arvin menjelaskan pada suster itu kalau dia hendak menemui istrinya yang sudah melahirkan.


" Maaf pak ini bukan ruang bersalin tapi ini ruangan kamar mayat " ucap suster itu, membuat Arvin bergidik dan langsung mengambil langkah seribu menuju ruangan bersalin, Sayangnya sampai diruangan bersalin dia sudah menemukan ruangan itu kosong dan diapun langsung bertanya kembali pada suster yang lewat setelah dikatakan suster ruangan Nadine istrinya diapun langsung melaju kearah ruangan tersebut, saat dia berlari dia langsung menabrak seseorang, siapa lagi kalau bukan Morgan yang berlari tanpa melihat kiri dan kanan, mereka pun sama-sama terjatuh.


" Aduh Arvin!" Ucap Morgan


" Apa sih Mor? Kamu itu lho yang lari nggak liat-liat!" Ucapnya sembari membantu Morgan berdiri.


Mereka sama-sama tertawa...


" Hahaha...ayo kita lanjut berlari." Ajak Morgan, saat mereka hendak berlari kembali, suara Abiyasa pun terdengar.


" Woi... Buaya! di sini nih ruangannya." Mereka pun langsung spontan menoleh kearah Biyas dan langsung tancap gas menemui sang istri yang berada satu ruangan itu, saat istri-istri mereka hendak melahirkan Morgan dan Arvin tidak berada disamping mereka, karena saat itu Morgan berada diluar kota karena tugas yang diberikan atasannya untuk beberapa hari, dan Arvin berada disebuah desa yang tanpa sinyal karena tugas yang tidak bisa ditinggalkannya, saat Arvin berada diatas bukit untuk mendapatkan sinyal gawainya, dia menerima sebuah chat pribadi dari Abiyasa, saat itulah mereka sama-sama bergerak cepat secepat kilat menuju keruangan dimana sang istri sudah melahirkan buah hati mereka seorang Baby berjenis kelamin laki-laki, dan begitu juga Arvin yang mendapatkan Baby Boy yang sama, group Abu Gosok sudah mencetuskan empat orang Baby Boy yang ganteng dan imut.


Jarak Antara Anaknya Morgan dan Arvin hanya berjarak beberapa jam saja dibulan dan tanggal yang sama mereka berjanjian keluar melihat dunia, dan mereka akan menyaksikan cerita dan kekonyolan Ayah dan kakek mereka.


Keluarga pun berkumpul semua karena mereka menyambut kedatangan anggota baru yang bertambah dua sekaligus, lagi-lagi terpancar kebahagiaan Abu Gosok dan Sabun Colek menyambut kedatangan Anak dan cucu mereka.


_________Tamat_______


Terimakasih..🙏🥰🥰😊