
Abiasa melajukan mobilnya menuju ketempat Tante Raisa karena sebelum mereka ke tempatnya Pak Sahrul Arvin berpamitan ingin menjemput Nadine untuk menjalankan aksinya, beberapa kali Abiyasa menghubungi Arvin tapi gawai Arvin tidak dapat dihubungi, Gawainya tidak aktif.
" Morgan coba kamu hubungi Nadine " ucapnya
Morgan kemudian mengangguk dan menghubungi Nadine namun sama gawainya Nadine juga tidak bisa dihubungi.
" Gawainya tidak bisa dihubungi Biy " ucap Morgan.
" Coba kamu hubungi Tante Raisa." ucap Abiyasa sembari tetap fokus kearah depan karena posisinya sedang menyetir.
" Baiklah Aku akan menghubungi Tante Raisa " ucap Morgan.
Morgan pun menghubungi Tante Raisa.
" Assalamualaikum Tante "
" Waalaikumsalam Morgan,Ada apa ?"
" Apakah ada Nadine dan Arvin di rumah Tante.?"
" Mereka baru aja berangkat, sekitar 15 menit yang lalu."
" Oh ya udah terima kasih ya Tante."
" Iya Morgan, memang ada apa?"
" Nggak ada apa-apa Tante,karena ada perlu sama Nadine dan Arvin, tapi mereka berdua tidak bisa dihubungi."
" Oh gawainya Nadine ketinggalan dirumah, masih di charger "
" Oh iya pantesan aja nggak bisa nyambung, Tante terima kasih ya." ucapnya.
" Iya sama-sama Morgan."
Kemudian sambungan bicara pun terputus,setelah mereka berdua saling mengucap dan membalas salam.
" Nadine dan Arvin 15 menit yang lalu sudah berangkat dari rumahnya Tante Raisa,Gawai Nadine tidak aktif karena di tinggal di rumah lagi di charger."
" Tapi kemana Arvin gawainya dia tidak bisa dihubungi."
" Terus kita ini mau ke mana Biy?"
" Bagaimana kalau kita melacak keberadaannya si Bowo itu " ucap Abiyasa.
" Lebih baik kita lakukan sekarang melacaknya." ucap Morgan.
Dianggukkan Abiyasa kemudian Abiyasa berhenti sejenak di pinggir jalan, Dia langsung memperhatikan Morgan melacak nomor si Bowo.
" Dia tidak jauh dari kita Biy,Ikuti aja Dia ke mana Dia perginya."
" Baiklah kalau kayak gitu lanjut" ucap Abiyasa.
Kemudian mobil pun melaju lagi kira-kira kurang lebih setengah jam,akhirnya mereka berdua menemukan mobilnya si Bowo ada di depan Mobil Abiyasa.
" Itu mobilnya Biy " ucap Morgan.
Abiyasa menganggukkan kepalanya.
" Lebih baik pelan-pelan aja kita mengikutinya dari belakang."
Abiyasa menganggukkan kepalanya, mereka terus mengikuti mobilnya Pak Bowo dan saat itu Pak Bowo memasuki sebuah jalan yang terlihat agak sepi, Morgan langsung mengatakan pada Abiyasa untuk berhenti dan tidak ingin mengikuti mereka lagi dan Abiyasa langsung menghentikan mobilnya dan memarkirnya dipinggir jalan, Morgan takutnya Pak Bowo sadar kalau Dia diikuti, kemudian Morgan turun dari mobil.
Abiyasa sedikit bingung dan Dia menatap Morgan heran karena Morgan meminta berhenti dan turun dari mobilnya.
" Kenapa kamu turun dari mobil Mor? nanti kita tidak bisa mengikuti mereka."
" Kalau kita mengikuti Dia pakai mobil kita ini pasti Dia merasa diikuti lebih baik kita jalan kaki mengendap-ngendap."
" Tapi mereka sudah jauh "
" Tidak Biy! pasti ada disekitar sini, kalau mereka melajukan mobilnya dengan cepat pasti mobil itu tidak dalam kondisi jalan sambil ngerem." ucap Morgan.
Abiyasa menganggukkan kepalanya kemudian merekapun berdua mengendap-endap jalan mengikuti arah laju mobil yang memang terlihat sudah berhenti tidak jauh dari depan jalan sepi tersebut.
Mereka kemudian bersembunyi di sebuah pohon yang sangat besar yang tidak terlihat dari mereka,mereka menatap ke arah mobilnya Pak bowo.
Komplotan itupun turun semua dari mobil tersebut dan langsung berjalan kaki menuju masuk kedalam jalan yang sebenarnya bisa dijalani dengan roda empat, tapi mereka memilih berjalan kaki Abiyasa dan Morgan pun mengikuti mereka terus sampai akhirnya terlihat sebuah rumah yang yang sedikit terurus.
" Rumah ini sepertinya ditempati lho Biy."
" Iya, terlihat jelas kalau rumah ini terawat." ucap Abiyasa.
Pak Bowo dan kawan-kawannya pun langsung masuk ke dalam rumah tersebut, sedangkan Abiyasa dan Morgan masih memperhatikan mereka yang melangkah memasuki rumah itu.
Abiyasa Kemudian mengambil gawainya dia mencoba menghubungi Arvin kembali ternyata tersambung.
" Arvin aktif Mor!" ucap Abiyasa singkat.
" Assalamualaikum Biy."
" Waalaikumsalam,Arvin kamu tidak apa-apa kan?"
" Tidak Biy! tapi apa maksudnya?"
" Benaran kamu tidak kenapa-kenapa?"
" Ya Biy!Aku tidak kenapa-kenapa Aku sama Nadine Ini lagi di jalan mau menuju ke rumahnya pak Sahrul."
" Maksud kamu? kalian mau ketempat pak Sahrul? "
" Iya Biy, katanya tadi menjalankan rencananya si Morgan,gimana sih?sekarang Aku sama Nadine lagi di jalan bentar lagi sampai."
" Kalian berdua nggak usah ke tempat Pak Sahrul putar balik sekarang, Aku akan share lokasinya." ucap Abiyasa.
" Kalian di mana?"
" Nanti aja kuceritakan! tapi benarkan kamu tidak apa-apa? kamu tidak diculik sama anak buahnya si Bowo itu kan?"
" Maksud kamu Aku nggak ngerti deh."
" Iya nanti aja Aku ceritakan, Ya udah cepat kesini,nanti Aku share ya lokasinya." ucapnya kemudian mematikan pembicaranya dengan Arvin,dan langsung mengshare lokasi tempat Dia dan Morgan berada.
" Kenapa Mas?"
" Mas juga tidak tahu, katanya Mereka sudah tidak di tempat pak Sahrul lagi,nanti mereka mengirim kan lokasinya."
Beberapa saat kemudian gawainya Arvin pun mendapatkan share lokasi dari Abiyasa, kemudian Arvin pun langsung berbalik arah menuju ke arah lokasi yang sudah dikirimkan oleh Abiyasa.
Abiyasa dan Morgan masih tetap berada di samping pohon yang sangat besar sekali, Dan mata mereka tetap mengawasi kerumah tersebut.
" Kamu menghubungi Arvin ya?" tanya Morgan
" Iya Aku menghubunginya, Alhamdulillah tersambung Dia malah menuju ke rumah Pak Sahrul." jawab Abiyasa
" Apa? Arvin kerumah pak Sahrul, kalau Arvin tidak apa-apa?Jadi yang diculik itu siapa?" Mereka berdua saling pandang.
" Iya! jadi siapa yang mereka temukan?" ucap Abiyasa lagi merasa heran.
Beberapa saat kemudian mereka melihat Arvin dan Nadine sedang melangkah mendekati mereka dengan cara mengendap-endap.
" Ngapain kalian berdua di sini.?" tanya Arvin.
" Kok kamu tahu jalan kaki menuju ke sini?" ucap Morgan.
" Aku tadi lihat mobilmu di ujung sana makanya Aku parkir pas di belakang mobilmu, kami terus melangkah karena tidak ada arah lagi selain arah menuju ke sini." terang Arvin.
" Kalian berdua memang tidak apa-apa kan?" tanya Morgan.
" Iya Aku dari rumah Nadine langsung jemput Nadine menuju ke tempatnya Pak Sahrul."
" Tapi kenapa kamu tidak bisa dihubungi ?" tanya Abiyasa.
" Maaf Biy, Aku lupa hidupkan gawaiku."
" Pantes!"
" Terus kalian berdua di sini ngapain?"
" Aku tadi sudah melancarkan rencana Morgan, ternyata si pak Bowo itu sudah berada di rumahnya Pak Sahrul saat itu, Dia merasa dicuekin karena kami dengan Pak Sahrul berbicara tentang negosiasi masalah tanah tersebut, nah kemudian gawainya itu berbunyi ternyata ada orang yang menghubunginya,mengatakan kalau Dia sudah menemukan laki-laki yang berada di dalam foto itu bersama Lia,nah saat itu kami langsung hubungi kamu tapi gawai kamu tidak aktif, Aku dan Morgan pun menghubungi Nadine sama Nadine juga tidak aktif gawainya." terang Abiyasa.
" Iya Kak, Gawai Nadine ada di rumah masih dicharger lupa Nadine bawa."
" Iya kata Tante Raisa juga begitu, saat kami hubungi Tante Raisa ternyata kata Tante Raisa kalian sudah pergi meninggalkan rumah, nah yang kami pikiran siapa laki-laki yang ditemukan mereka,sedangkan Arvin tidak apa-apa?" ucap Morgan lagi.
" Jangan-jangan?" mereka bertiga langsung saling berpandangan dan membelalakan bola mata mereka terkejut!.
" Ayah!" ucap Arvin.
" Om Chandra!" ucap Abiyasa dan Morgan berbarengan.
Kemudian Abiyasa pun langsung mengambil gawainya dan menghubungi papah Andre.
" Assalamualaikum Pah"
" Waalaikumsalam" jawab papa Andre.
Papa sudah sampai ditanah air?"
" Iya Nak,Papa sudah sampai di tanah air, tapi sekarang Papa nih lagi sibuk nyari Om Candra kamu."
" Apa Pah Om Candra nggak ada?"
" Iya Nak,tadi Dia katanya pamit ke kamar kecil tapi lama banget sampai sekarang nggak keluar-keluar, makanya Papa nyari sama mertua mu serta Om Bobby mu, tapi tidak menemukannya,semua di bandara Ini kamar kecil nya sudah kami lihat tapi tidak ada sama sekali Dia, bahkan Papa juga nanya-nanya nih gak ada yang berada di toilet ini, kamu sekarang berada di mana Biy?"
" Abiyasa dan yang lainnya sedang melancarkan rencana kami, tapi kata Bowo Dia menemukan laki-laki yang berada di dalam foto itu yang bersama dengan Lia sudah ditangkapnya." terang Abiyasa.
" Astaghfirullahaladzim! jangan-jangan itu om Chandra mu, kamu sekarang kirim lokasinya biar Papah dan yang lainnya kesana menemuimu.
" Iya Pah Abiyasa akan share lokasinya." ucap Abiyasa kemudian memutus sambungan bicaranya.
" Ada apa Ndre?"
" Candra diculik dari kita!" ucap Papah Andre.
" Apa?! Candra diculik? berani sekali Mereka menculik Candra tanpa bilang dulu dengan ku!" ucapnya.
" Astaga Boby! namanya juga diculik,mana ada yang ijin, kalau ijin berarti minjem sebentar!" ucap Papah Andre sembari melangkah.
" Sapa yang berani nyulik saudara Boby! kurang kerjaan nih orang! main culik segala! mau Aku lepasin tuh tangannya dan Aku ganti dengan tangan boneka! baru tahu rasa!! ngeselin banget nih orang!" ucap Papah Boby sembari mengikuti langkah papah Andre menuju kearah Abi Yosep dan Niko yang berada diluar ruang tunggu sambil mencari-cari keberadaan Ayah Candra.
" Ayo kita berangkat sekarang!" Ajak Papah Andre,membuat Niko dan Abi Yosep Bingung, mereka saling pandang dan tetap mengikuti langkah Papah Andre.
" Kita mau kemana Ndre.?" tanya Abi Yosep.
" Nanti Aku jelaskan." jawab papah Andre.
Mereka langsung melangkah menuju kearah parkiran taksi khusus bandara,tapi sebelumnya papah Andre menitipkan barang mereka dengan pihak bandara sementara waktu sampai dijemput orang suruhannya yang sudah dihubunginya.
Mereka langsung meninggalkan bandara dan menuju kearah yang sudah diberitahu oleh Abiyasa.
Tidak ada suara sama sekali didalam taksi tersebut,semua terdiam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing,tapi tidak dengan Abi Yosep Dia masih memiliki tanda tanya besar dikepalanya,karena belum tahu Dia hendak kemana, namun Dia tidak ingin bertanya dengan papa Bobby ataupun papa Andre, karena Dia tidak ingin menanyakan itu, Abi Yosep memperhatikan wajah papa Andre dan wajah papa Boby yang terlihat tegang serta menyimpan kemarahan, dan dia juga heran kenapa mereka meninggalkan Ayah Chandra di bandara, Tapi semua itu tidak Abi Yosep tanyakan, Dia hanya berdiam diri dan berharap cepat sampai di tempat yang dituju, Walaupun Dia sebenarnya belum mengetahui tempat apa yang akan dituju, Dia hanya mengikuti saja apa yang dikatakan oleh Papa Andre.
" Biy Aku tidak bisa menghubungi Ayah,gawainya tidak bisa tersambung." ucap Arvin.
" Perkiraan kita benar kalau yang di dalam rumah sana adalah Om Chandra, karena muka kamu sangat mirip Om Candra,jadi mereka mengira Om Candra itu adalah kamu!" ucap Abiyasa.
" Apa? berarti benar dugaan kita, Aku akan segera kesana!" ucap Arvin merasa marah sekali karena sang Ayah diculik.
" Arvin tunggu dulu! tunggu papaku mertuaku dan om Bobby ke sini,mereka sudah aku share lokasinya, mereka tidak menghubungiku kalau mereka sudah sampai ditanah air, jadi aku tidak tahu kalauereka sampai lebih awal." ucap Abiyasa.
" Jangan sampai Bunda tahu, kalau sampai Bunda tahu dia pasti akan bersedih.' ucap Arvin seraya mengusap wajahnya dengan kasar.
Abiyasa mengangguk dan menepuk pundak Arvin dengan pelan.
Kemudian mereka berempat masih mengawasi kearah rumah tersebut, mereka tidak ingin gegabah dalam mengerebeknya.
" Mereka tidak menghubungiku kalau mereka sudah berada di tanah Air, mereka mengatakan kalau nggak jam 10 pagi atau jam 2 sore sudah ada di tanah air ini." ucap Arvin
" Aku juga kaget tadi saat Bowo mengatakan sudah menemukan targetnya, Aku kepikiran sama kalian berdua." ucap Morgan.
Merekapun kemudian memperhatikan lagi rumah tersebut.
" Kita akan menunggu di sini dulu sementara waktu,Papa dan yang lainnya pasti cepat ke sini." ucap Abiyasa.
Beberapa berapa menit kemudian taksi yang ditumpangi oleh mereka pun sampai di tempat tujuan, karena Papa Andre melihat mobil sang anak sudah terparkir di pinggir jalan.
Dia pun menyuruh pak sopir tersebut untuk menghentikan taksinya pas di belakang mobil Arvin, setelah membayar taksi tersebut mereka berempat pun turun dari taksi itu.
" Katakan denganku sebenarnya ada apa? kenapa kita kesini? apa kamu tidak kasihan dengan Candra, Candra masih di kamar kecil dibandara,gimana Dia pas keluar nanti mencari kita.?" tanya Abi Yosep.
" Candra tidak di kamar kecil, tapi Dia diculik!" terang Papa Andre.
" Apa? Dia diculik?"
" Bowo salah sasaran! Dia mungkin mengira Candra adalah Arvin, Jadi Dia langsung membawa Chandra menjauh dari kita." terang Papa Andre.
" Terus kita ke sini ngapain?"
" Karena Abiyasa dan kawan-kawannya sudah menemukan Dimana markas mereka."
" Ya sudah, ayo segera kita kesana! Aku sudah tidak sabar ingin membuat cendol dadar dari Bowo dan komplotannya itu!" ucap Abi Yosep geram.
" Ayo kita tenemui mereka dulu, baru kita mengatur strateginya." ucap papa Bobby kemudian berjalan menuju kearah dimana Abiyasa dan yang lainnya berada, dari kejauhan mereka melihat anak-anak mereka yang berada di situ, memang dari depan mereka tidak terlihat tapi kalau dari belakang tampak jelas mereka sedang bersembunyi di balik pohon tersebut.
Papa Andre kemudian mengendap-endap mendekati mereka, Abiyasa dan Morgan menoleh ke arah orang tuanya itu.
" Jangan gegabah ya! kita akan mengatur strategi dulu untuk sampai ke sana." ucap papa Bobby di anggukan oleh mereka semua.