
" Astagfirullahhalazim,Vit yosep mengalami koma begitu lamanya kamu tidak mengabari kami sedikitpun" ucap Papah Boby.
" Saat itu Vita bingung bang, Vita tak kepikiran untuk menghubungi kalian" ucapnya.
" Aku memang sempat mendengar anggota ada yang kecelakaan tapi aku tidak mengira kalau itu adalah Yosep, karena saat itu aku keluar dari group setelah aku pindah kesulawesi." Ucap ayah Candra.
" Kita harus bawa Yosep segera keluar negeri aku merasa yakin ada harapan buat yosep sembuh seperti dulu lagi, secepatnya kita berangkat." Ucap Papah Andre bersemangat dengan kesembuhan Yosep.
" Ya, kita harus bawa dia secepatnya" ucap Papah Boby.
" Iya, aku juga Yakin kalau Yosep masih ada harapan untuk sembuh, karena tidak ada yang tidak mungkin di hadapan Allah" ucapnya bersemangat.
Umi Vita senang, tapi dia belum tahu apakah Abi Yosep mau berobat lagi, terlihat jelas di wajah umi Vita masih sedih.
" Kamu kenapa Vit? Seharusnya kamu senang, karena Yosep harus kita bawa berobat." Ucap papah Boby karena melihat segurat kesedihan di wajah Umi Vita.
" Vita senang bang, tapi apakah bang Yosep mau berobat lagi, Vita takut bang Yosep tidak mau bang, karena katanya sudah lelah berobat sana sini tapi tidak ada perubahan juga" ucap umi Vita.
" Jangan patah semangat, kita serahkan pada yang kuasa, " ucap papah Andre tersenyum.
Terlihat Abi Yosep membuka matanya perlahan, dan menoleh kesamping nya dia melihat ketiga sahabatnya tersebut berada di sampingnya.
Dia kemudian memejamkan matanya lagi seraya berkata....
" Ini hanya mimpi, tidak mungkin mereka ada di sini sekarang, ini hanya mimpi" ucapnya seraya mememjamkan matanya rapat rapat lagi.
" Ini tidak mimpi yos, kami ada di sini" ucap papah Boby senang karena yosep sudah bangun dari tidurnya.
Abi Yosep langsung membuka matanya dan menatap sang istri.
"Bukan Vita yang kasih tahu keberadaan kalian Yos, tapi Allah lah yang sudah menuntun kami mengetahui keberadaan kamu sekarang ini melalui putrimu" ucap Papah Andre lagi.
" Putri ku?" Ucap Abi Yosep pelan.
" Ayesha?" Tanya umi Vita.
" Iya, tanpa sengaja Clarissa putri Boby membuka lowongan pekerjaan di media sosial mencari seorang sekretaris buat anak ku Abiyasa, mereka curiga dan melihat data data dari Ayesha sampai akhirnya anak Boby mengetahui kalau Ayesha adalah anak kamu, makanya kami langsung kesini ingin menjemput kamu dan membawa kamu berobat" ucap papah Andre.
" Percuma Ndre, aku sudah tidak ada harapan lagi Ndre, dan dokter sudah angkat tangan dalam mengobatiku, aku hanya minum obat saja untuk menahan rasa sakit yang kadang kadang aku alami sekarang ini" ucapnya tanpa semangat.
" Kamu harus semangat yos, kamu harus sembuh. apakah kamu tidak ingin melihat anak mu Ayesha bahagia menikah dengan anak ku? Kamu ingat tidak dulu kamu ingin kan anak ku berjodoh dengan anak mu, itu terbukti sudah Yos, karena anak mu sudah mampu menggetarkan debaran jantungnya bila berhadapan dengan anak mu, bukan dengan wanita lain.yakin lah kalau kamu pasti akan sembuh." Ucap papah Andre lagi memberi semangat pada sahabatnya tersebut.
" Jadi Wibawa group itu kepunyaan Abiyasa bang sekarang?" Tanya umi Vita.
" Iya Vit, sudah saat nya Abiyasa yang menjalankan semuanya, aku dan Anisha ingin menikmati masa tua kami tanpa ada kesibukan bisnis lagi." Ucapnya.
" Ayo kita berangkat, mau tidak mau Yosep harus tetap mau berobat" ajak Boby pada mereka semua.
" Cepat Vit bereskan semuanya besok kita berangkat ke luar negeri, dan sekarang kalian pindah kekota B, " ucap papah Andre.
" Kalau masalah tugasmu nanti abang yang urus untuk pindah tugas kembali kekampung halaman." Ucap ayah Candra.
"Baik lah bang, Vita siap siap dulu" ucapnya kemudian berlalu dari hadapan mereka.
" Karena aku tidak ingin merepotkan kalian, kalau kalian tahu apa yang aku alami, pasti kalian tidak akan tinggal diam dan pasti aja kalian sibuk ngurusi aku, kalian sudah terlalu baik buat ku makanya aku melarang istriku untuk memberitahu keadaan ku pada kalian." Ucap Yosep.
" Tolong bantu aku duduk di kursi roda itu" ucapnya pada para sahabatnya tersebut.
Kemudian papah Andre dan Ayah Candra menolong abi Yosep untuk duduk di kursi roda yang ada di samping tempat tidurnya.
Papah Boby mengambil kursi roda tersebut dan dia langsung duduk di kursi roda itu.
Saat ayah Candra dan papah Andre mengangkat tubuh abi Yosep mereka terkejut.
Seperti biasa bila terkejut langsung mengucapkan salam ayah Candra di jawab oleh papah Boby salamnya dan papah boby mendapat tendangan ringan dari papah Andre, kebiasaan kalau papah Andre kaget pasti reflek bergerak.
Papah Boby hanya terkekeh.
" Ini apa-apaan sih Bob, bukan kamu yang duduk di situ," ucap Ayah Candra.
"Tapi yosep yang mau duduk di situ" sambung papah Andre.
" Oh aku kira Yosep mau minta aku pangku" ucapnya Seraya terkekeh.
"Eh ulat daun, ogah aku dipangku sama kamu" ucap Abi Yosep tersenyum.
"Dasar Ulat keket, aku sumpahin nanti kamu cepat berjalan" ucap papah Boby seraya berdiri dari kursi rodanya abi Yosep.
"Alhamdulillah...amin sumpahannya itu yang aku nantikan dari dirimu." Ucap Abi Yosep.
Mereka tertawa semua..
Candra mendorong kursi roda Abi Yosep keluar dari kamar menuju ke ruang tamu yang ada di rumah mereka, diikuti oleh kedua sahabatnya melangkah mengikuti langkah Ayah Candra yang mendorong kursi roda Abi Yosep.
Setelah sampai di ruang tamu Mereka kemudian duduk di hadapannya dan abi yosep masih duduk di kursi rodanya Seraya menunggu Vita mempersiapkan segala sesuatunya, yang akan dibawa mereka terbang ke kota asal mereka.
"Terima kasih ya, Ndre Bob, Ndra sudah mau menolong aku sekarang ini " ucapnya
"kamu anggap Apa kami ini, kami adalah saudara kamu, walaupun kita terpisah Tapi kita tetap bersaudara, yang tidak akan pernah terputus kan jalinan persaudaraan dan persahabatan kita ini" ucap papah Boby.
"Kenapa kamu merasakan sakit seorang diri, Kenapa kamu tidak mengatakan kepada kami, dan kenapa kamu tidak menghubungi kami dan kamu membiarkan kami mencari-cari dan memikirkan keadaan kamu sekeluarga" ucap ayah Candra pada abi Yosep.
"Bukan maksudku seperti itu, tapi intinya aku tidak ingin merepotkan kalian." Ucap abi Yosep.
"Kami adalah saudaramu, jadi kalau kamu mempunyai masalah kita selesikan sama sama, kamu merasakan sakit kami juga akan merasakan sakit,kamu merasakan bahagia kami juga akan merasakan bahagia itu,begitupun sebaliknya "ucap papah Andre.
"Kamu harus kuat demi anak-anak dan istrimu, dan demi kamu juga serta keponakan-keponakan yang sudah besar dan kamu juga harus kuat dan kamu juga harus cepat sembuh biar kita cepat melangsungkan pernikahan anak-anak kita berdua, ucap papa Andre lagi.
Abi Yosep tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Kemudian terdengar celotehan mereka dengan jelas, yang mengundang tawa, karena sudah beberapa tahun tidak bersama akhirnya merekapun akan berkumpul kembali.
Abi Yosep bersyukur semakin dia menghindari ketiga sahabat nya tersebut semakin didekatkan oleh Allah dirinya dan ketiga sahabatnya itu.