THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP

THE SWEETNESS OF LOVE AND FRIENDSHIP
BAB 95



" Kok bisa? cucu bapak memperlakukan bapak seperti itu, padahalkan bapak kakeknya, kenapa mereka bisa berbuat seperti itu pada bapak ? apa kesalahan bapak ? "


" Tidak baik nak, bapak menceritakan padamu nak, karena ini adalah masalah keluarga bapak. "


" Ya udah kalau bapak tidak mau menceritakan nya pada saya,tidak apa apa, lepaskan jaket bapak itu, dan pakailah jas saya ini pak. " ucapnya seraya melepaskan jaket bapak tersebut.


" Tidak perlu nak, jangan kotori baju kamu nak dengan keringat pemulung seperti saya ini." ucapnya menahan tangan Abiyasa yang hendak melepaskan jaket lusuhnya dari tubuhnya.


" Tidak apa apa pak, pakai saja pak.." ucapnya lagi memaksa bapak tersebut untuk memakai jas nya itu.


" Pakaian mu terlalu bersih, untuk bapak pakai nak.." ucapnya lagi.


" Tidak masalah, pakailah pak jangan khawatir, saya banyak punya baju ini. " ucapnya lagi sembari tersenyum.


" Bapak takut nak, nanti akan mengotorinya "


" Tidak akan kotor pak, " ucapnya sembari memberikan jas nya dan memasangkan pada bapak tersebut,dan Abiyasa memegang jaket lusuh sang bapak itu.


" Nah ganteng kan bapak memakai baju ini.." ucap Abiyasa menghibur sang bapak tua yang ada di hadapannya itu.


" Hehehe... kamu ini nak ada ada saja, tapi kalau boleh tahu mau kemana kah kamu nak?"


" Saya mau ke gedung itu menemui seseorang, pak Bimo namanya "


Terlihat wajah bapak yang ada di hadapan nya tersebut sedih dan menunduk kan kepalanya.


" Ada apa pak ? kenapa sedih ? bapak kenal dengan pak Bimo ?" tanya Abiyasa penuh tanda tanya.


Lagi lagi terdengar tarikan nafas yang berat.


" Buat apa kamu bertemu dengan Bimo nak?" tanya nya lagi.


" Ada keperluan sedikit pak, ada apa pak ? " tanya Abiyasa menatap wajah pak tua tersebut.


" Sepertinya ada yang di sembunyikan oleh bapak ini,ada apa sebenarnya yang terjadi pada bapak yang ada di hadapan ku ini ? sepertinya banyak yang di ketahui tentang pak Bimo." gumamnya.


Suasana tidak mendukung dan gerimis pun turun, bapak tersebut mohon pamit dan pergi begitu saja meninggalkan Abiyasa, tampa memberikan keterangan perihal pak Bimo pada nya.


" Ada hubungan apa bapak itu dengan Pak Bimo " gumamnya terpaku di tempat nya semula.


Abiyasa baru tersadar kalau jaket si bapak masih berada di tangan nya dengan secepat kilat dia mencari bapak tersebut yang menghilang begitu saja dari pandangannya.


" Aku harus mencari tahu siap bapak itu, dan ada hubungan apa dia dengan pak Bimo, naluri ku bergejolak ingin tahu pake banget, biar aku tidak salah sasaran dengan menerima begitu saja kerja sama ini " ucapnya seraya mengambil gawainya dan menghubungi pak Bimo kalau dia dalam perjalanan dan mengalami kemacetan,setelah menghubungi pak Bimo Abiyasa memasukan kembali gawainya di dalam saku celananya dan melangkahkan kakinya sembari matanya mencari cari sosok bapak tadi. ditengah gerimis yang menerpanya Abiyasa tidak memperdulikannya dengan tatapan tajamnya dia menyapu semua sudut jalan untuk menemukan dimana bapak tersebut berada. hampir setengah jam dia mencari berjalan kaki sampai akhirnya dia melihat bapak itu berada duduk di depan warung makan yang tidak jauh dari gedung pak bimo.


Abiyasa mendekati bapak tersebut.


" Pak " panggilnya dan langsung duduk di sampingnya.


" Nak..kenapa kamu masih disini? " Ucapnya terlihat kaget karena Abiyasa mendekatinya.


" Ya udah kita makan dulu yuk pak,bapak pasti lapar kan ?"


" Kamu nggak makan nak ? "


" Kebetulan saya sudah sarapan di rumah pak, bapak makan aja. " ucapnya seraya mempersilahkan bapak tersebut makan.


" Kamu sudah punya istri nak ? "


" Alhamdulillah sudah pak. "


" Sudah punya anak ? "


" Alhamdulillah masih dalam proses pak " ucapnya tersenyum.


" Kalau kamu sudah punya istri, kenapa kamu mau menemui si Bimo ? "


" Memang ada apa pak ? "


" Apakah kamu sudah membeli istri mudanya ? "


Abiyasa tercengang mendengar pertanyaan dari bapak tersebut.


" Maksud bapak ?istri Muda ? saya nggak ngerti pak maksud bapak." ucap Abiyasa merasa heran dengan pertanyaan bapak yang ada di sampingnya itu.


" Maaf nak, bapak saran kan jangan mau menuruti Bimo, dia sudah banyak mengalami kebangkrutan. tapi disaat dia mau mengalami kebangkrutan itu dia segera mencari mangsanya, dengan meminta perusahan lainnya menerima untuk memberikan suntikan dana pada perusahaannya, kalau sudah berhasil dia akan memberikan hadiah untuk bos yang sudah memberi kan suntikan dana tersebut kapan saja bisa meniduri istri mudanya yang bernama Bella, walaupun sudah berumur dia selalu menyuruh istrinya selalu merawat diri dan selalu menjaga penampilan nya, setiap mereka mau bertemu pengusaha pasti saja saya di aniaya mereka, Bimo menyuruh anak pertamanya dengan istri pertamanya yang sudah meninggal, untuk menganiaya saya, karena mereka tahu kalau saya pasti akan membongkar rencana busuk si Bimo tersebut. "


Abiyasa diam dan di benaknya dia merasa geram dengan ulah pak Bimo itu.


" Harta kekayaan nya hanyalah gedung itu yang tersisa dan rumah kediamannya saja, selebihnya tidak ada."


" Apa hubungan nya bapak dengan pak Bimo itu ?"


" Saya mantan mertuanya nak, anak saya meninggal karena tekanan batin di perbuat oleh Bimo, dengan polah tingkah lakunya yang selalu berganti pasangan pada setiap wanita, sedang kan dia menikahi Bella saat istrinya masih hidup, dan dia mengaku sudah menduda dengan satu anak pada Bella, awalnya hidup Bella di cukupi nya layaknya seorang istri dari seorang pengusaha yang sukses, tapi lama kelamaan kedok nya terbongkar dan bella minta pisah pada Bimo, tapi Bimo tidak mau menceraikan Bella, dengan alasan Bella mempunyai hutang yang sangat besar padanya dalam pengobatan ibunya yang sedang sakit parah waktu itu. sedangkan saudara laki laki Bella yang bernama Reno di penjara di kota S karena di tuduh korupsi di perusahaan nya, karena bos nya itu rekan kerja nya Bimo,karena Reno mengetahui kalau kakak nya sudah di perjual belikan pada bos nya makanya mereka membuat tuduhan palsu pada Reno tersebut, karena Reno mengancam terang terangan akan melaporkan bos nya tersebut pada polisi " ucap nya panjang lebar pada Abiyasa. Makin kesini Abiyasa semakin ingin tahu lagi rencana si Bimo terhadapnya.


" Pak, siapa nama bapak ?"


" Saya pak Basir nak. "


" Saya harap jangan punya pikiran yang macam macam ya pak terhadap saya, dan bapak tenang aja, saya tetap akan datang kesana, dan menemui pak Bimo, dan saya seakan akan tidak tahu menahu tentang tingkah polah pak bimo yang tidak ada akhlaknya itu, saya mau mengetahui apa rencana dia selanjutnya. "


" Pesan bapak hati hati ya nak..." ucapnya.


" Iya pak,terimakasih."


Setelah habis memakan makanannya pak Basir berpamitan dengan Abiyasa dan Abiyasa memberikan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan pada pak Basir dan memberikan jaket pak Basir padanya, Awalnya pak Basir menolak uang tersebut dia hanya mengambil jaketnya saja, tapi karena desakan dari Abiyasa akhirnya dia pun menerima uang pemberian Abiyasa.


Setelah berterimakasih, pak Basir pun meninggalkan Abiyasa seorang diri di warung makan tersebut.


Setelah kepergian pak Basir Abiyasa membayar makanan dan minuman yang di pesannya, dan langsung berlalu dari warung itu. Dan melangkah menuju kearah gedung kantor BM Group dengan di iringi gerimis yang masih setia turun membasahi bumi dan beberapa kubangan air yang tergenang yang sesekali terinjak nya dan mengotori sepatu kulit yang mahal miliknya,tapi dia tidak peduli dia terus berjalan setengah berlari menuju kearah tujuan.


BERSAMBUNG...