
" Berarti memang benar, kalau ada Nayra di dalam rumah itu."
Kemudian Abi Yosep sekuat tenaga menggoyang sedikit mobilnya Lidya tersebut, sontak saja Lidya pun terkejut, dia langsung keluar mobil,dan menoleh kekiri dan kekanan, dia lalu kearah belakang, dan cepat-cepat Abi Yosep langsung bersembunyi di sebuah pot yang agak besar, dia menundukkan kepala dan tubuhnya, Lidya memeriksa mobilnya sampai arah belakang dengan sebuah sentar dari gawainya tersebut, dia mengelilingi mobilnya itu, Tapi tidak ada sama sekali sipenggoyang mobilnya itu.
" Kok aku jadi merinding ya? kenapa rumah ini terasa nya serem amat sih " ucapnya.
Saat Lidya berdiri di samping mobilnya dia mendengar suara memanggil namanya.
" Lidyaaaaaa...." susra Abi Yosep dibuat seseram mungkin.
Lidya terkejut karena suara yang memanggil namanya itu dengan sura serak dan seperti suara makluk kasat mata.
" Aduh! Suara siapa itu?menyeramkan banget." Ucapnya.
Kemudian pohon kecil yang ada di dalam pot bunga itu pun digoyang-goyangkan Abi Yosep.
" Apaan itu?iih...kenapa aku jadi merinding gini sih?" ucapnya kemudian dia pun memegang tengkuknya sendiri.
" Yah...kenapa aku jadi takut sekali sih." Ucapnya.
Ditambah lagi hembusan angin malam menambah kesan keangkeran rumah Nayra.
Kemudian dia pun merogoh saku celananya di mana dia selalu membawa kunci serep rumah Nayra,setiap Aditama masuk ke dalam rumah tersebut,Aditama membuka pintu dan langsung menguncinya lagi dari dalam, kalau dia sudah berada di dalam rumah.
Sedangkan Lidya yang selalu ikut dengan Aditama, dia selalu menunggu di luar, dan dia pun diberikan kunci serep rumah tersebut,dengan kecepatan langkahnya dia pun langsung membuka pintu rumah itu dan masuk kedalam, tanpa sengaja dia meninggalkan kunci serep rumah Nayra tersebut di luar dan dia langsung menutupnya kembali tanpa menguncinya lagi dari dalam.
Abi Yosep langsung melangkah menuju ke arah pintu rumah tersebut.
" Dasar bodoh! manusia kok ditakuti, takut itu sama Allah!" ucapnya pelan dan saat Abi Yosep mau melangkah ke samping rumah Nayra menemui para sahabatnya, dia melihat kunci serep rumah tanpa gantungan itu pun berada di depan, tak urung lagi dia pun langsung mengambil kunci rumah tersebut dan melangkah secepatnya menuju kearah ketiga sahabatnya itu.
" Akhirnya aku menemukan kunci ini tidak sulit lagi aku untuk masuk ke dalam rumah Nayra." Ucap Abi Yosep langsung mengantongi kunci tersebut.
" Itulah kebodohan kamu wanita penggoda!!" ucapnya sembari melangkah dengan pelan menuju di mana ketiga sahabatnya sudah berada di dekat kamar Nayra.
Di dalam rumah Nayra.
" Aditama kamu memang sangat keterlaluan!" Ucap Nayra.
" Sudah aku katakan padamu kesekian kalinya kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan kebahagian seperti apa yang kamu inginkan,yah! Awalnya aku memang sangat ingin membahagiakanmu tapi karena ulah dari pihak keluargamu yang seenaknya mempermalukan keluargaku makanya kamu yang harus membayarnya!!" Ucap Aditama.
" Dasar nggak punya hati!!"
" Apa? Aku nggak punya hati?! Kamu yang tidak punya hati! Tapi sudahlah Nayra, lebih baik kamu makan makanan itu dari pada kamu nantinya sakit,kalau kamu sakit aku juga kan yang repot!"
" Aku tidak mau makan!" Ucapnya seraya melempar makanan yang ada di atas tempat tidurnya itu.
" Nayra!apa yang kamu lakukan! Sudah syukur aku masih memperlakukan kamu sebagai layaknya seorang manusia! Kamu mau aku buat kaya orang yang tidak beruntung yang ada diluar sana hah!!" Ucap Aditama dengan sedikit keras.
" Sayang!" Mereka berdua dikejutkan dengan suara Lidya yang manggil Aditama didepan pintu kamar Nayra,terdengar nafas Lidya terengah-engah karena dia merasa ketakutan,dan setengah berlari menuju ke arah kamar di mana Nayra sedang berbicara dengan Aditama.
Aditama dan Nayra yang sedang bertengkar itupun langsung menghentikan suaranya dan menatap kearah pintu kamar.
" Memang kenapa? Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat pucat sekali dan terlihat ketakutan?" Tanya Aditama merasa heran dengan Lidya.
" Aku tadi sedang menunggu di luar, tidak seperti biasanya suasananya sangat mencekam, aku juga mendengar suara ada yang memanggil namaku padahal kan kamu tahu sendiri kalau disini tidak ada orang selain Kita bertiga,tapi malam ini aku merasakan kengerian sekali." Ucapnya langsung memeluk Aditama didepan Nayra.
Aditama pun langsung membalas pelukan Lidya dengan mesra di depan Nayra.
" Itu namanya Tuhan akan menghukum kalian berdua terurama kamu Lidya, agar kalian berdua sadar dan bisa menyadari akan kesalahan kalian!!" ucap Nayra mendengar perkataan dari Nayra tersebut Lidya pun langsung melepaskan pelukan sang suami Dia mendekati Nayra dan langsung mencengkram pipi Naira,Naira kemudian memegang pergelangan tangan Lidya yang berada di kedua pipinya tersebut.
" Apa katamu wanita tidak tahu malu!" Ucap Lidya.
Nayra langsung menarik lengan Lydia dengan kasar.
" Lepaskan tanganmu dari wajahku, kamu yang tidak tahu malu!! jelas-jelas kamulah yang telah hancurkan rumah tanggaku!! kamu bilang aku tidak tahu malu hah! seharusnya kamu yang ngaca,siapa yang diantara kita berdua yang tidak tahu malu!!" ucap Nayra dengan keras.
Lidya langsung mendorong tubuh Nayra ke atas kasur yang ada di dalam kamar tersebut.
" Kamu yang tidak tahu malu dan kamu juga yang tidak tahu di untung!! sudah diberikan seorang suami yang seperti Aditama, kamu masih tidak memberikan kebahagiaan untuknya, jadi jangan salahkan dia mencari kebahagia denganku! toh dia kuberikan segala-galanya dari kekayaan,cinta, dan kasih sayang!" Ucapnya tersenyum sinis.
" Kamu tidak sadar diri Lidya suatu saat kamu akan dicampakkan oleh lelaki biadab itu.!!" Ucap Nayra penuh penekanan diucapannya.
Mendengar perkataan Nayra padanya Lidya langsung naik pitam,dan saat dia mau mendorong Nayra,Aditama langsung mencegahnya.
" Sudahlah sayang! Biarkan dia berbicara seperti itu,mari kita pergi dari sini " ucapnya seraya menarik pelan tangan Lidya.
Lidya hanya tersenyum sinis pada Nayra,sedangkan Nayra menatap kearah mereka berdua dengan tatapan penuh emosi dan amarah.
Mereka berdua langsung meninggalkan kamar Nayra dan Aditama langsung mengunci pintu kamar tersebut.
Nayra hanya pasrah dan menarik nafasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan sangat berat.
" Aku akan tetap bertahan selagi aku belum mendapatkannya." Ucap Nayra.
" Suatu saat aku akan bisa berkumpul dengan anak-anakku, ya Allah kuatkan aku biar aku bisa mendapatkan yang seharusnya menjadi hak ku." Ucap Nayra lagi seraya mengusap air matanya yang menetes.
Diluar rumah Aditama kemudian memeriksa dikiri kanan rumahnya dan dibagian mobilnya,tapi dia tidak menemukan siapa pun.
" Sayang, kamu bilang ngeri dan seram,tapi tidak ada apa-apa di sini,mungkin pembawaan capek kali sayang." Ucapnya pada Lidya.
" Iya kali ya, ayo kita pulang aja." Ucapnya seraya menghela nafasnyanya dengan berat,terlihat diwajahnya sangat jengkel sekali bercampur rasa takut.
Mobil Aditama perlahan-lahan meninggalkan rumah pribadinya,dan saat dia melihat kearah jalan kiri dan kanan dia melihat sebuah mobil terparkir tidak jauh dari depan rumahnya,dia menghentikan mobilnya dan kemudian turun dari dalam mobilnya membuat tatapan heran dari Lidya.
Dari kejauhan terlihat beberapa pasang mata menatap kearah jalan,siapa lagi kalau bukan group sabun colek yang memperhatikan gerak-gerik Aditama.
" Yah! Mobil kita ketahuan!" Ucap Abi Yosep.
Mereka terkejut karena tidak menyangka kalau Aditama akan memeriksa mobil yang terparkir milik mereka.....